
Tengah malam di rumah kediaman keluarga Dirgantara , Rania terbangun karena ingin sesuatu, ia melirik suaminya yang tertidur nyenyak, sesungguhnya tidak tega membangunkan suaminya tetapi ia sangat menginginkan makanan itu.
"Mas Rey, bangun". Ujar Rania mengguncang badannya.
"Mas ihh bangunn". Ujarnya lagi membangunkan suaminya.
"Eum kenapa sayang?". Tanya Rey dengan raut wajah ngantuk nya.
"Aku pengen sesuatu mas". Jawab Rania pada suaminya.
"Pengen apa sayang?". Tanya Rey dengan mata yang sudah segar.
"Pengen makan seafood mas". jawab Rania pada suaminya.
"Tapi kamu aja yang makannya ya, mas kan alergi sayang". Ujar Rey membuat Rania terdiam ia baru mengingatnya.
"Maaf mas, aku lupa kalau kamu alergi". Ujar Rania dengan menunduk.
Reynaldi yang melihat itu langsung memeluk istrinya, ia menenangkan istrinya yang terus saja meminta maaf padanya, yang membuat Reynaldi tidak tega pun akhirnya menuruti keinginan sang istri dengan syarat ia tak ikut makan.
"Beneran mas?". Tanya Rania dengan pelan.
"Beneran sayang, ayok mumpung jam segini masih buka". Jawab Reynaldi saat melirik jam 11malam.
"Yaudah mas, kita siap siap dulu aja". Ujar Rania pada suaminya.
"Iyaa sayang, pakai baju yang hangat okee". Ujarnya diangguki oleh istrinya.
Rania dan Reynaldi turun kebawah, mereka sedang berada dirumah kediaman keluarga Dirgantara, saat turun ternyata Daddy Reymond Xavier Dirgantara dan Dania Putri Dirgantara sedang berada didapur.
"Kebiasaan deh mom sama dad, ngelakuin nya ga liat tempat". Cibir Rey kesal sambil menutup mata istrinya.
"Astaga rey, kalian mau kemana jam segini?". Tanya Mommy Dania sambil Merapihkan bajunya.
"Rania ngidam, pengen makan seafood mom". Jawab Reynaldi padanya.
"Ohh gitu, yaudah hati hati ya syaang". Ujar Mommy Dania memeluk Rania.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di tempat makan seafood, Rania yang melihat itu senang bukan main, ia memesan begitu banyak aneka seafood seperti kerang hijo, udang, kepiiting dan yang lainnya.
"Mas beneran nih gapapa aku makan? mas pesen juga dong, kan ada nasi goreng atau kwetiaw mas". Ujar Rania saat pesanannya tersaji di meja.
"Yaudah mas pesen nasi goreng aja". Ujar Reynaldi sambil memanggil pelayan.
"Cepet makan Syaang". Ujarnya pada sang istri.
__ADS_1
"Ngga ahh pengen nunggu pesenan mas, biar bareng makannya". Ujar Rania pada Suaminya.
"Yaudahh gimana kamu aja sayang". Ujar Reynaldi tersenyum pada istrinya.
Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai memakan makanannya sampai habis, setelah apa yang ia mau terkabulkan Rania mengajak suaminya pulang, yang langsung diangguki oleh suaminya.
"Sayang, kamu tidur aja". Ujar Reynaldi pada istrinya.
"Tapi , mas ngga ada temen ngobrol dong nanti". Ujar Rania pada suaminya.
"Ya gapapa sayang, lagian kamu gaboleh tidur larut malam lagii , kamu kan lagi hamil". Ujar Reynaldi sambil mengelus tangan istrinya.
"Heum yaudah sayang, aku tidur yaa". Ujar Rania diangguki oleh suaminya.
Beberapa jam kemudian, sampailah dirumah kediaman keluarga Dirgantara, Reynaldi mengangkat istrinya dengan dibantu pak satpam membuka pintu rumah.
"Loh Rey, Rania Kenapa?". Tanya Mommy Dania yang memang belum tidur.
"Gapapa cuman tidur mom, kenapa Mommy belum tidur?". Tanya Rey padanya.
"Mommy mau ambil minum, yaudah sana ke kamar kasian Rania". Jawab Mommy Dania pada putranya.
"Okee mom, good night mom". Ujar nya pada Mommy Dania.
Rey pergi ke kamarnya tanpa menunggu jawaban sang ibu, Rey menidurkan istrinya di ranjang lalu menyelimutinya, sebelum menyusul istrinya yang sudah terlelap tidur Rey pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi.
"Udah bangun sayang?". Tanya Rey diangguki oleh istrinya.
"Dari mana mas?". Tanya Rania pada suaminua.
"Mas dari bawah sayang, nih bawain sarapan buat kamu". Jawab Rey pada istrinya.
"Ihh kenapa ngga bangunin aku aja mas, biar sarapan dibawah aja". ujar Rania pada suaminya.
"Udah gapapa sayang, mau sarapan dulu atau mau mandi dulu?". Tanya Rey padanya.
"Eum mandi dulu deh mas". Jawab Rania pada suaminya.
Beberapa jam kemudian, setelah Rania dan Rey sarapan bersama dikamar, mereka berdua kini berkunjung ke mall membeli perlengkapan bayi mereka, dikarenakan tidak mengecek jenis kelaminnya Rania membeli baju berwarna biru yang bisa dipakai untuk cewek dan cowok.
"Wah mas lucu baju, liat sepatu kecil ini:. Gemas Rania saat melihatnya.
"Iyaa syang lucu, kita ambil aja sepatu nya". Ujar Rey diangguki oleh Rania.
"Mas, kita ke rak samping yuk". ajak Rania pada suaminya.
__ADS_1
"Iyaa syaang, ambil aja tapi jangan banyak, nanti saat bayi itu lahir, para Aunty dan Uncle bingung mau kasih apa". Ujar Rey diangguki oleh istrinya.
Hingga beberapa jam kemudian, mereka berdua telah selesai belanja perlengkapan untuk anak mereka, saat pertengahan jalan pulang Rania tiba tiba ingin bakso yang dulu pernah ditontonnya di Youtube.
"Mas aku pengen deh bakso beranak yang agak pedes ga pedes banget". Ujar Rania pada suaminya.
"Kamu pengen makan bakso?". Tanya Rey pada istrinya.
"Iya mas, kayanya enak waktu aku nonton mukbang". Jawab Rania pada suaminya dengan wajah memelas.
"Baiklah, kita beli bakso syaang". Ujar Rey membuat Rania senang.
Sesampainya ditempat bakso tersebut, begitu banyak yang Antri karena ramai pengunjung, Rania yang melihat itu langsung lemas karena tidak ada satupun bangku kosong.
"Mas kita pulang aja deh". Ujar Rania pada suaminya.
"Loh kenapa syang?". tanya Rey pada istrinya.
"Ngga ada tempat mas, kita pulang aja" Jawab Rania pada suaminya.
"Yang kamu butuh baksonya sayang bukan tempat, kita bisa makan di rumah". Ujar Rey pada istrinya.
"Ya tapi kan tetap aja antriannya panjang". Ujar Rania cemberut pada suami nya.
"Kamu tenang aja syaang, bentar ya". Ujarnya pada Rania.
Rey mengeluarkan ponselnya dari celana, lalu menghubungi seseorang, tidak lama kemudian yang tadi mengantri panjang tiba tiba bubar sejenak, lalu Rey menarik lembut tangan istrinya untuk maju.
"Mas kok bisa sih?". Tanya Rania kaget.
"Tentu bisa karena mas pemilik tempat bakso ini". Jawab Rey pada istrinya.
"Haaa? mas jangan bercanda deh". Ujar Rania sambil terkekeh.
"Siapa yang bercanda syaang, kamu liat disana ada foto mas sama keluarga mas". Ujar Rey membuat Rania terdiam.
Saat mereka sampai di depan bakso, banyak staf yang menyapa Rey membuat Rania semakin terkejut, selain perusahaannya yang nomor satu sekarang ia pun membuka kedai bakso yang juara.
"Wahh mas, kamu hebatt". ujar Rania menatap suaminya.
"Iyaa syangg, mau diruangan mas aja makanya?". Tanya Rey diangguki oleh istrinya.
"Wah ruangannya bagus mas, nyaman kayanya".Ujar Rania saat sampai diruangan suaminya.
Rey hanya tersenyum mendengarnya lalu mengajak istrinya untuk memakan bakso, yang juga memang Rey sendiri yang membuat resep nya, bakso yang ia jual juga menjadi favoritnya sendiri.
__ADS_1
...----------------...
HOREE, SELAMAT TAHUN BARU GUYS🎉🎉