Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
4 Tetangga Baru


__ADS_3

Siang hari jam 12.00 Rita bangun dari tidur panjangnya, dengan masih setengah sadar Rita pergi kekamar mandi. setelah selesai mandi Rita turun kebawah untuk membantu mama yang sedang memasak untuk makan siang.


"Mama..." ucap Rita langsung berdiri disamping mama yang sedang menggoreng ayam.


"Eh sayang... baru bangun?" melihat kearah Rita.


Rita hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum, "kok sepi ma dirumah, Bi Imah kemana mah tumben gak bantu bantu mama?" melihat sekeliling dapur.


"Oh Bi Imah izin pulang katanya anaknya lagi sakit yaudh mama izinin pulang, sekarang karna kamu libur hari ini harus bantu mama didapur" mama melihat kearah Rita.


"Siap komandan" memperagakan seperti orang hormat.


mama dan Rita tertawa bersama.


"Kak Radit kemana ma? apa masih dikamar ya?" sebari mengambil sayur kangkung.


"Kakakmu tu tadi pagi minta ikut kekantor papa katanya dia bosen kalau terus terusan dirumah"


Rita hanya menganggukan kepalanya. Lama mereka tidak berbicara, masing masing sibuk dengan aktifitasnya sendiri. kesunyian itu hilang seketika bel rumah Rita berbuyi.


Tingtong.....


Tingtong....


"Sayang coba liat siapa yang datang"


"Rita pergi liat dulu ma, tolong diliat sambel Rita jangan sampek gosong" ucap Rita dengan mengedipkan mata.


"Assalamalaikum..." ucap seseorang yang ada dibalik pintu.


"Waalaikumsalam.." Ucap Rita sembari membuka pintu.


Rita memperhatikan orang tersebut dari kaki hingga kepala, sosok yang cantik ditambah balutan kerudung berwarna coklat menghiasi kepala orang itu.


"Iya Tante cari siapa?" ucap Rita dengan sopan.


"Perekenalkan saya Sara saya baru pindah kekomplek ini rumah saya disebeluh kiri ini" ucap wanita itu dengan menunjukan rumahnya yang tepat berada disebalah rumah RIta, "Ini saya tadi ada bikin kue, mau saya bagi bagikan ketetangga sebagai tanda perkenalan."


"Kalau gitu Tante masuk dulu yuk biar saya kenali ke mama" ucap Rita sebari mengambil kotak kue dan mempersilahkan Tante Sara masuk.


Mama muncul dari arah dapur keruang depan, "Sayang siapa yang datang?"


"Ini ma Tante Sara tetangga baru kita" Rita memperkenalkan Tante Sara ke mama.


"Loh kok gak disuruh duduk Tante Saranya" ucap mama.


"Gak papa Bu saya kemari hanya mau kasih kue sebari kenalan juga" ucap Tante Sara.


"Yaudh kita duduk dulu aja sebari ngobrol ngobrol dikit" mama mempersilahkan Tante Sara duduk, "Loh Rita kok begong disitu buatkan air dong buat tamu" ucap mama melihat kearah Rita.


"Eh iya sampek lupa" memukul jidat nya, "Abisnya Tante Sara cantik sekali" goda Rita.


Rita pergi kedapur menaruh kotak kue yang dikasih Tante Sara. sebelum Rita membuat minum Rita mengecek lagi masakannya tadi setelah mengecek masakan Rita bergegas membuatkan minuman untuk tante Sara.


"Oh ya saya belum memperkenalkan diri saya, kenalkan saya Ratna yang tadi itu anak kedua saya namanya Rita" ucap mama dengan lembut.


"Saya Sara tinggal disebalah, anak Ibu cantik juga ya" ucap Tante Sara.


"Duh jangan panggil Ibu dong, umur kita kayak nya gak beda jauh panggil aja nama" senyum mama, "Sara tinggal dengan siapa aja disini?"


"Saya tinggal bareng suami dan tiga anak saya"

__ADS_1


"Awalnya tinggal dimana?"


"Awalnya saya tinggal di jakarta, karna suami saya dipindah tugaskan disini jadi saya ikut pindah" senyum Tante Sara.


Rita kembali datang membawa dua minum air sirup dan menaruhnya diatas meja, Rita ikut duduk bareng Tante Sara dan mama.


"Silahkan diminum Tante" ucap Rita mempersilahkan Tante Sara untuk minum.


"Terimakasih Rita jadi ngerepotin" tawa kecil Tante Sara sebari meminum.


"Anak anak Sara masih sekolah?" tanya mama.


"Anak saya yang pertama cowok sudah kerja" ucap Tante Sara.


"Loh anaknya sudah kerja ikut pindah kerja juga?"


"Oh enggak, dia emang sudah bekerja disurabaya sudah lama, baru kami nyusul dia kesurbaya karna dia masih sewa rumah kasihan juga jadi kami beli rumah dikomplek ini" Jelas Tante Sara.


"Kerja dimana Tan anaknya?" tanya Rita yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka bicara.


"Anak Tante dosen di Universitas Sukmajaya"


Rita membulatkan matanya, "Wah kebetulan sekali, Rita juga kuliah disana" ucap Rita tersenyum.


"Oh ya jurusan apa Rita?"


"Rita jurusan seni musik tan"


"Anak tante juga ada ngajar dijurusan itu, kapan kapan tante kenalin ya mana tau kalian saling kenal" ucap tante Sara tersenyum.


Rita hanya tersenyum dia mulai berpikir siapa anak tante Sara itu.


"Terus anak kedua sama ketiga apa sama juga udah kerja?" tanyak mama yang mulai kepo.


"udah semester berapa anak nya?"


"udah semester 5, pada hal tinggal dikit lagi tapi malah minta ikut pindah"


"sayang sekali kalau gitu, berati sebaya Rita juga dong anak nya Sara, Rita juga baru kuliah semester 5" mama melihat kearah Rita, "Rencana mau dimasuki kemana anaknya?"


"ke Universitas Sukmaja, biar lebih gampang diurus sama kakaknya disana"


"Terus kalau anak ketiga masih kecil?"


"Anak saya yang ketiga kebetulan cewe, baru mau masuk SMA dia"


"Wah beruntung anak nya baru mau masuk sekolah, kalau tidak bakalan repot lagi ngurusinnya" ucap mama tertawa pelan.


"iya gitu lah" tante Sara tertawa.


"kalau saya cuman punya anak dua, yang satu cowo sudah kerja, dia kerja dijakarta bagian desainer interior gitu"


"oh desainer interior ya kebetulan sekali saya mau merubah dapur rumah saya, lagi cari orang desainer interior tapi gak tau kalau disini dimana" ucap tante Sara tersenyum.


"kalau gitu dengan anak saya aja nanti biar saya yang kasih tau dia"


Rita yang sedari tadi mendengar pembicaran kedua wanita itu mulai ngantuk, Rita melihat jam di dinding sudah mau jam 1 sebentar lagi papanya pulang, Rita memotong pembicaraan mama dan tante Sara.


"Hmmm.... ma sebentar lagi papa dan kak Radit pulang tu" berbisik.


"Eh udah jam segini aja, gak terasa ya karna asik ngobrol" mama melihat kearah jam.

__ADS_1


"Ratna kalau gitu saya pamit pulang dulu suami saya juga bentar lagi pulang" tante Sara bangkit dari duduk.


mama dan Rita ikut berdiri dan mengantar tante Sara sampai depan pintu.


"main main lagi kemari ya Sara sekalian bawa anak anak nya" ucap mama.


"pasti Ratna, kalau gitu saya pamit dulu" cepika cepiki bareng mama, "Tante pulang dulu Rita main main kerumah tenta ya" ucap tante sara.


Rita menyalami tante Sara.


"Assalamualaikum.." ucap tante Sara.


"Waalaikumsalam.."Ucap Rita dan mama.


Setelah tante Sara berpamitan Rita dan mama kembali masuk kedalam rumah, kembali mebereskan masakan mereka tadi.


"Ma tante Sara cantik ya" ucap Rita sebari menata meja makan.


"Iya padahal sudah punya anak tiga tapi keliatan masih muda" ucap mama.


"Ma tau tidak dikampus Rita ada dosen baru masih muda lagi tapi ngeselinnya bukan main" Rita duduk dikursi makan dengan melihat mama.


"Emang ngeselin kenapa? mungkin kamu tu yang buat ulah sama tu dosen" mama masih fokus menata hidangan di meja.


"Ih Rita gak buat ulah kok, asal mama tau aja tu dosen kemarin nabrak Rita dipakiran kampus sampek sampek kaki Rita sakit, terus nih ya ma masa baru masuk Rita udah diusir dari kelas dia kan nyebelin" Rita dengan semangat menceritakan semuanya ke mama.


"Kamu diusir kenapa?" mama mulai duduk sebelah Rita.


"Dibilang Rita gak perhatiin dianya ngajar terus nih masa Rita disuruh pindah ke seni lukis kan ada ada aja tu dosen" kesel Rita.


"Kalau Rita emang benar benar memperhatikan dosen itu ngajar gak mungkin dosen itu marahin Rita ya kan?" mama melihat arah Rita dengan tatapan tajam.


"hehehe ya Rita juga salah sih menggambar saat dosen itu mengajar" menggaruk kepala.


"Benarkan" mama bangkit dari duduk dan berjalan kearah dapur.


Rita terdiam sejenak, "ma Rita penasaran deh sama anaknya tante Sara yang dosen tu"


"kalau penasaran kamu cari tau dong" ucap mama dari dapur.


Selagi mama dan Rita asik ngobrol papa dan kak Radit pulang.


"Assalamualaikum" ucap papa dan kak Radit.


"Waalaikumsalam" ucap Rita dan mama.


Rita mulai menyalami papa dan kak Radit yang baru pulang.


"Loh kok ada kue? mama dan Rita buat kue?" tanya kak Radit melihat kearah mama dan Rita.


"Itu tadi dari tetangga baru sebelah rumah, baru pindah dibagi bagikan nya kue sebagai tanda perkenalan" ucap


Rita menuangkan air minum untuk papa dan kak Radit.


Merekapun makan siang bersama.


****


Terimakasih buat kalian yang sudah membaca ceritaku ini.


Maaf masih banyak typonya dan lama melanjutkan cerita ini dikarenakan kesibukan author.

__ADS_1


Jangan lupa like coment sebagai tanda kalian mensupport author untuk lebih bersemangat lagi melanjutkan cerita ini.


Sekali lagi autrher ucapkan maaf dan terimakasih semua...


__ADS_2