Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bonus Bab 8


__ADS_3

"Kenapa kisah cintaku harus menyedihkan seperti ini sih? kenapa Yudha selalu saja seperti itu padaku? apa maunya sebenarnya? hiks hiks aku lelah menghadapi sikapnya yang berubah rubah terus tuhan!!". Ujarnya sambil berteriak dengan kencang.


"Berisik kak!". Ujar Leonard yang memang mengikuti kepergian kakaknya.


"Leon, sejak kapan kamu ada disini? kamu ikutin kakak?". Tanya Laura dengan raut wajah kesalnya.


"Iyaa daripada kakak sedih mikirin s brengsek itu, lebih baik bantu aku kak". ujar Leonard pada kakaknya.


"Tumben kamu minta bantuan kakak, biasanya juga bisa sendirikan". Ujar Laura menatap adiknya.


"Sekarang aku bener bener butuh bantuan kakak". Ujar Leonard dengan memelas padanya.


"Kenapa sih emangnya?". Tanya Laura pada adik kembarannya.


"Zura kak". Ujarnya pada sang kakak.


"Zura kenapa Leon?". Tanya Laura panik..


"Gatau kenapa Zura tiba tiba saja mual mual kak". Jawabnya pada sang kakak.


"Masuk angin kali". Ujarnya pada sang adik.


Leonard tidak bicara lagi tapi menarik tangan kakaknya dengan cepat, membuat Laura kewalahan saat ditarik tangannya oleh Leonard, tetapi Leonard tidak melepaskan tarikannya padahal mereka sudah berada di mobil.


"Loh mobil kakak nanti gimana?". Tanya Laura saat melihat mobilnya.


"Soal mobil gampang, kakak tenang aja okee". Jawab Leonard pada kakaknya.


"Sebenarnya kamu mau bawa kakak kemana Leon?". Tanya Laura padanya.


"Ke rumah Leon sama Zura kak". jawabnya pada sang kakak.


"Ish kan kakak bisa ngikutin dari belakang, engga harus bareng". Ujar Laura pada adiknya.


"Aku engga mau terjadi sesuatu pada kakak dijalan". Ujar Leonard dengan serius.


"Perhatian banget sih adik kakak inii". Ujar Laura mencubit pipi adiknya dengan gemas.


"Kakak ihh". Ujar Leonard kesal padanya..


"Hahaha lucu banget sih kamu Leon". Ujar Laura sambil tertawa kecil pada adiknya.


"Nah kalau ketawa gitu kan cantik kak". Ujar Leonard pada kakaknya.


"Heum iyaa terimakasih adikku sayang". Ujar Laura pada adiknya.


"Iya sama sama kak". Ujarnya pada sang kakak.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah kediaman Leonard dan Zura, mereka berdua memasuki rumah tersebut terlihat Zura yang sedang terduduk lemas membuat keduanya segera menghampiri Zura.


"Sayang apa yang kamu rasakan?". Tanya Leonard pada istrinya.


"Lemes banget mas, pusingg, mual juga". Jawabnya pada sang suami.

__ADS_1


"Kak Cepat periksa Zura". Ujar Leonard pada kakak kembarannya.


"Okee sabar, kakak periksa". Ujar Laura pada adiknyaa.


"Semoga aja kamu gapapa ya sayang". Ujar Leonard pada istrinya.


"Iyaa semoga aja mas". Ujar Zura pada suaminya.


"Kamu jangan keseringan angkat yang berat berat atau beraktivitas berat ya Ra". Ujar Laura pada adik iparnya.


"Kenapa emangnya kak?". Tanya Zura padanya..


"Kamu sedang hamil Ra, tapi untuk memastikan lebih baik kamu USG aja Ra". Jawab Laura dengan raut wajah senangnya.


"Aku ha-mil kak?". Tanya Zura dengan terbata bata.


"Iyaa Ra, kamu hamil". Jawab Laura pada adik iparnya.


"Mas, aku hamil mas". Ujar Zura pada suaminya.


"Iyaa sayang, mas bersyukur akhirnya calon anak kita sudah ada". Ujar Leonard dengan berkaca kaca menatap istrinya.


"Sudahkah? kalau begitu kakak pergi ke rumah sakit, ada jadwal operasi". Ujar Laura pada mereka..


"Beneran mau ke rumah sakit? atau itu cuman alibi kakak aja". Ujar Leonard pada kakaknya.


"Ngga percayaan banget sih sama kakak". Ujarnya pada Leonard.


"Habisnya kan--"


"Iyaa sayang". Ujar Leonard pada istrinya.


Laura yang melihat itu memutar bola matanya, ia merasa kesal pada mereka berdua yang dengan terang terangan bermesraan dihadapannya, Laura hendak pergi dari sana tetapi lagi lagi adiknya melarang Laura untuk pergi.


Ting!


...Yudha Brengsek...


...Online...


Sayangg, kamu dimana?


Kamu belum pergi dari sana kan?


Laura sayangg


Please ja-wab sayangg


Laura!!


"Kak siapa sih? berisik amat". Ujar Leonard pada sang kakak.


"Biasa s dia". Ujarnya dengan malas pada adiknya.

__ADS_1


"Udah jangan di ladenin lagi aja kak". Ujar Leonard pada kakaknya.


"Iyaa engga kok dek". Ujarnya pada Leonard.


"Yaudah kakak lebih baik istirahat aja yaa". Ujar Zura pada Laura.


"Bener tuh apa yang dibilang sama Zura". Ujar Leonard pada kakaknya.


"Baiklah kalau gitu kakak ikut istirahat bentar ya, lagian mobil kakak juga belum balik". Ujar Laura pada mereka berdua.


"Iyaa silahkan kak". Ujar keduanya pada Laura.


Laura memasuki kamar khusus untuknya menginap dirumah kediaman adik serta iparnya, ia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit langit kamar tersebut, hingga suara ponselnya berdering membuatnya menoleh.


"Ngapain lagi sih dia". Gumamnya dengan kesal.


Yudha Brengsek berdering...


^^^"Mau ngapain lagi?"^^^


[Sayang, dengerin--]


^^^"Jangan manggil gue sayang, jijik gue dengernya"^^^


[Okee, maafin aku tapi aku mohon jangan diamkan aku seperti ini Laura]


^^^"Gue ngga denger ,udah ya gue males ngomong sama lo"^^^


Klik!


Laura menghela nafasnya panjang, ia merasa lelah dengan hati dan pikiran yang tidak sejalan, hatinya ingin sekali melupakan Yudha tapi pikirannya selalu tidak bisa lupa hal tentang Yudha, ia mencoba memejamkan matanya karena lelah.


Hingga pada akhirnya Laura bisa terpejam setelah mencoba beberapa kali, tanpa Laura sadari sebenarnya Yudha melihatnya dari kaca jendela kamar yang digunakan oleh Laura, Yudha tersenyum tipis melihat Laura yang terlelap.


"Semoga kamu bisa mengerti Laura, aku bukanlah pria seperti yang kamu pikirkan, aku mohon jangan lupakan aku Laura, aku engga bisa tanpa kamu". Ujar Yudha dengan sedih.


"Aku bertekad akan membuat kamu kembali ke sisiku Laura, aku pastikan itu". Ujarnya dengan tegas sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut.


Namun Yudha tidak menyadari bahwa Leonard melihat apa yang Yudha lakukan, Leonard sebenarnya tau tentang kebenarannya tetapi ia ingin Yudha berjuang dengan sendirinya untuk kembali membuat hati kakaknya senang.


"Lo harus berjuang sih buat dapetin kepercayaan kakak gue". Gumamnya sambil berlalu masuk ke rumahnya kembali.


...****************...


Nulis Bab \= Sabtu, 15 April 2023


Update Bab \= Minggu, 16 April 2023


Author mulai lanjut ngetik jam 9 pagi gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 150 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)


Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 11.20 siang karena tadi banyak yang belanja di toko gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat sebentar gays :)


Author lanjut lagi nulis jam 18.49 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena author juga butuh waktu pulang kerja nya ya gays :)

__ADS_1


Maaf juga terkadang author selalu kelupaan, membuat waktu update bab jadi ngga menentu, kadang malem kadang siang kadang pagi kadang engga update malah, karena authornya kecapean habis kerja gays atau ngga karena sinyal yang tiba tiba suka hilang maaf yaa:(


Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


__ADS_2