
Hari ini adalah hari penantian Marsya dengan kehadiran sosok bayi diantara Marsya dan Mahesa, pasangan suami istri tersebut sedang berada di rumah sakit, untuk mengetahui kapan Marsya akan melahirkan dan setelah mengetahuinya merekapun pergi meninggalkan rumah sakit.
Namun...
Tiba tiba Marsya meraskan sakit di perutnya membuat Mahesa panik, ia menggendong tubuh istrinya dengan perlahan untuk memasuki rumah sakit kembali, dengan cemas ia membawa istrinya hingga akhirnya Marsya mengcengkram leher suaminya karena rasa sakit tersebut.
"Sayang, kamu kuat ya". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Tahan sayang, sebentar lagi kita sampai sayang, jangan pingsan dulu syaang". Ujarnya lagi pada istrinya.
"Mas Esa, kalau aku ngga bisa melahirkan anak kita bagaimana?". Tanya Marsya dengan lemah.
"Pasti bisa sayang". Jawabnya dengan tegas pada sang istri.
Beberapa menit kemudian mereka sudah masuk ke dalam rumah sakit, membuat semua menatap mereka berdua tetapi yang menjadi fokus adalah Marsya yang mengejan membuat mereka para dokter maupun suster langsung menghampiri mereka berdua.
Kini Marsya sudah berada di dalam ruang bersalin, sementara Mahesa mengabari keluarganya karena lahiran istrinya yang tidak sesuai perkiraan, bahkan ia menyuruh keluarganya membawakan perlengkapan untuk anaknya yang memang tidak dibawa karena tidak mengetahui istrinya akan melahirkan sekarang.
"Tuan anda bisa masuk sekarang". Ujar dokter tersebut pada Mahesa.
"Daritadi dongg". Ujarnya dengan kesal pada dokter tersebut.
"Maaf Tuan". ujarnya sambil menundukkan kepalanya.
"Yaudah gapapa". Ujarnya sambil memasuki ruangan tersebut.
"Mas". Lirih Marsya pada suaminya.
"Iyaa sayang, mas disini, kamu yang kuat yaa". Ujar Mahesa mengenggam tangan istrinya.
"Sudah waktunya mengejan nyonya". Ujar Dokter tersebut pada Marsya.
"Sayangg, kuat okee, mas disini nemenin kamu". Ujar Mahesa sambil mencium kening istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya sambil menggenggam erat tangan sang suami.
Hingga beberapa menit kemudian terdengar suara bayi menangis membuat keduanya menatap bayi tersebut dengan berkaca kaca, tetapi belum sempat Marsya berbicara ia merasakan kontraksi kembali yang berarti anak keduanya ingin segera lahir ke dunia .
"Selamat ya tuan dan nyonya, anak kalian berjenis kelamin perempuan". Ujar Dokter tersebut pada mereka berdua.
"Dua duanya perempuan dok?". Tanya Mahesa pada dokter tersebut.
"Benar tuan, sangat cantik sama seperti nyonya". Jawabnya pada Mahesa.
"Terimakasih dok". Ujar Mahesa pada dokter tersebut.
"Iyaa sama sama tuan, kalau begitu saya permisi, sebentar lagi nyonya akan dipindahkan ruangan". Ujar Dokter tersebut padanya.
"Baik, sekali lagi terimakasih dok". Ujar Mahesa hanya diangguki olehnya.
__ADS_1
"Sayangg, anak kita kembar perempuan, semoga saja nanti ada anak laki laki nya". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Iyaa mas semoga saja". Ujarnya pada sang suami dengan lemas..
Beberapa menit kemudian Marsya telah dipindah ruangan ke ruangan pasien VVIP, Marsya yang masih merasa lemas pun memilih tidur sementara Mahesa dan yang lainnya menatap kedua bayi mungil tersebut.
"Btw udah dikasih nama? ". Tanya Rachel pada adiknya.
"Belum kak". Jawabnya pada Rachel.
"Terus kamu mau namain mereka siapa?" Tanya Rachel pada adiknya.
"Anak pertama kami aku berikan nama Melati Putri Aurora Yunanda bisa di panggil Melati atau Rora dan untuk anak kedua kami aku berikan nama Madina Putri Arsya Yunanda bisa dipanggil Dina atau Arsya". Jawab Mahesa pada kakaknya.
"Wah nama yang bagus tuh dek". Ujar Rachel pada adiknya.
"Iyaa dongg, eh kak Dira ngga dateng?". Tanya Mahesa pada mereka.
"Kan anaknya masih kecil". jawab Ghea pada adiknya.
"Benar juga ya, paling kalau kita udah pulang ke rumah deh". Ujar Mahesa pada mereka.
"Iyaa habisnya mau gimana lagi, Baby Raden dan Baby Zura masih kecil ngga bisa dibawa ke rumah sakit". Ujar Anna pada anaknya.
"Iyaa aku tau bunda". Ujar Mahesa pada bundanya.
"Yaudah kalau tau". Ujarnya pada anaknya.
"Ayah Ada diluar bersama yang lainnya, karena bergantian sekarang para perempuan terlebih dahulu barulah nanti para lelaki". Jawab Anna pada anaknya.
"Oh gitu ya bun". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya mengerti.
"Iyaa sayang". Ujarnya pada Mahesa.
"Tapi bunda kayanya Marsya harus dirawat beberapa hari karena badannya terlalu lemas". Ujar Mahesa pada bundanya.
"Yaudah gapapa, daripada terjadi hal yang tidak di inginkan pada istri kamu". Ujar Anna pada anaknya.
"Baiklah kalau begitu, tapi kenapa istriku belum bangun juga yaa". Ujar Mahesa pada mereka.
"Sabar dong, namanya juga orang habis melahirkan pasti tenaganya kekuras Mahesa". Ujar Ghea pada adiknya.
"Benar apa yang dibilang oleh Ghea". Ujar Rachel pada adiknya.
"Iyaa deh yang udah berpengalaman". Ujar Mahesa pada mereka.
"Yaudah kalau gitu kita pulang ya, besok kesini lagi".. Ujar Anna pada anaknya.
"Yaudah bunda sama yang lainnya hati hati di jalannya ya, kabari Mahesa kalau sudah sampai rumah". Ujar Mahesa diangguki oleh mereka semua.
__ADS_1
Kini tersisa Mahesa dan Istrinya di ruangan karena mereka benar benar pulang semuanya, bukannya Anna ngga bisa tinggal di rumah sakit tetapi tubuhnya mulai tidak tahan dengan ruangan rumah sakit pikirnya.
"Mas". lirih Marsya memanggil suaminya.
"Iyaa syang kenapa? kamu butuh sesuatu?". Tanya Mahesa pada istrinya.
"Haus mas". Jawabnya dengan pelan pada suaminya.
"Mas ambilkan minum sayang". Ujarnya sambil berjalan untuk mengambil air minum.
"Nih sayang minum, pelan pelan". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Makasih ya mas". Ujar Marsya dengan lemah pada suaminya.
"Iya sama sama sayang, udah jangan banyak gerak sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Oh ya mas, aku pengen gendong anakku dong? kamu menamakan mereka dengan nama yang sudah kita siapkan kan?". tanya Marsya pada suaminya.
"Iyaa dong sayang, mas menamakan mereka dengan nama Melati dan Madina". Jawab Mahesa pada istrinya.
"Sini mas aku pengen coba gendong". Ujar Marsya pada sang suami..
"Okee sebentar sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.
Marsya menggendong anaknya dengan senyuman haru, ia masih tidak menyangka akan melahirkan dua anak kembar, ia merasa terharu saat melihat kedua bayi mungil tersebut membuka mata dan menatap ke arah Marsya.
"Haii sayangnya mamah, akhirnya kalian berdua lahir kedunia". Ujar Marsya sambil tersenyum senang pada anaknya.
"Semoga kalian bisa menjadi anak yang berbakti dan membanggakan kedua orangtua kalian ya sayang".. Ujarnya lagi sambil mengecup kening anaknya satu persatu.
"Iyaa semoga saja sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Iyaa mas, makasih ya udah nemenin aku lahiran". Ujar Marsya pada suaminya.
"Sudah seharusnya sayangku". Ujar Mahesa mengecup kening istrinya serta bibirnya yang selalu menjadi candu untuknya.
"Oh ya yang lain udah pulang ya mas?". Tanya Marsya pada suaminya.
"Iyaa udah sayang tapi besok mereka kesini lagi". Jawab Mahesa pada istrinya.
"Gitu ya mas". Ujarnya padanya.
......................
Semangat menjalani ibadah puasa yang ke - 10 Ramadhan nya gays:)
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :)
Maaf kalau akhir akhir ini jarang update gays, lagi sibuk sibuknyaa kerja gays:)
__ADS_1
Mohon di maklumi ya gays, terimakasih sebelumnya:)