
Rita menikmati udara pagi dikomplek rumahnya, di komplek ini sisi kiri-kanan jalanan masih banyak ditanamin pohon-pohon membuat udaranya begitu sejuk dan membuat mata menjadi tenang. Rita yang sedang asik melihat sisi kira-kanan jalan tidak melihat jalan didepannya ada orang yang sedang jalan. Rita yang kanget berteriak menyuruh orang itu untuk minggir.
“Awas....” teriak Rita.
Orang itu melihat kebelakang lalu menghindar, Rita yang tidak sempat untuk gerem jatuh kedalam selokan (untung saja selokannya tidak berisi air/kering). Orang itu menghampiri Rita yang berada didalam selokan.
“Lo gak kenapa-kenapa?” tanya orang itu sebari membantu Rita berdiri.
Kak Radit yang baru sampai dan melihat Rita terjatuh kedalam selokan tertawa puas.
“Hahaha....., Lo kenapa dah dek? Bisa-bisanya jatuh kedalam selokan” tawa Kak Radit.
“Diam lo adeknya jatuh bukannya ditolongin malah ketawa” kesel Rita kepada Kakaknya.
“Eh sorry gue gak liat ada lo didepan tadi” melihat kearah orang tadi.
“Iya no problem, gue juga salah kok” ucap orang itu dengan ramah.
“Gue Rita, nama lo siapa? Kayaknya gue baru liat lo dikomplek ini?”
“Gue Dimas, iya gue baru pindah kekomplek ini”
“Oh iya ini Kakak gue yang paling nyebelin nama nya Kak Radit” ucap Rita melihat Kak Radit.
Kak Radit langsung turun dari sepedanya dan bersalaman dengan Dimas.
Dimas tipe cowok yang ramah dan gampang bergaul dengan orang baru. Memiliki warna kulit sawo matang, kalau tersenyum ada lesung pipi yang menambah kesan manis, Dimas memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi (mirip dengan Afgan Syahreza hihihi).
Mereka bertiga duduk ditaman komplek, ditaman komplek tidak terlalu rame karna hari ini hari kamis banyak yang bekerja.
“Kalau gitu Kakak pergi cari minum dulu lo dek jangan pergi tinggalin gue lagi” pintah Kak Radit menatap Rita.
“Iya bawel, udah sana lo pergi” Rita mendorong Kakaknya untuk cepat pergi.
Rita duduk disamping Dimas, “Oh ya lo tinggal di blok mana?”
“Gue tinggal di blok D” melihat Rita.
“Gue juga di blok itu juga” senyum Rita.
“Ini cewek manis juga kalau sedang tersenyum” Batin Dimas.
“Lo kuliah?” tanya Rita menatap kedepan.
“Iya gue kuliah mulai senin depan, kalau lo sendiri?”
“Gue juga kuliah di Sukmajaya sudah semester 5” jawab Rita dengan memandangi langit yang cerah.
“Gue juga bakal kuliah disana berati kita sebaya dong, lo jurusan apa?” memandang Rita sekilas.
“Oh ya”Rita memalingkan wajahnya melihat Dimas, “Gue jurusan seni musik”
“Kalau gue jurusan Ekonomi”
“Lo kenapa pindah kemari? Emang dulu lo tinggal dimana?”
“Gue ikut ortu gue yang dipindah tugaskan disini, gue dari jakarta kuliah di UI” ucap Dimas santai”
“Hah lo kuliah di UI” Rita melototkan matanya kanget.
“Iya kenapa?”
“Wah gila sih lo, udah bagus-bagus kuliah di UI kenapa pindah” Rita menggelang-gelenggkan kepala tidak menyangka.
“Biasa aja kali, gue males kalau harus sendirian di jakarta banyak menghabiskan duit, mending gue ikut disini makan, tidur gratis.” Ucap Dimas tersenyum.
__ADS_1
“Iya juga sih” tawa Rita.
Kak Radit datang membawakan mereka minuman, “Wah asik bener kalian ngobrolnya” memberikan minuman.
“Makasih Kak” ucap mereka barengan.
“Ngomongin apa? Asik benar gue liatnya tadi?” tanya Kak Radit melihat kearah mereka.
“Cuman sekedar kenalan doang kok Kak” jawab Dimas dengan senyuman.
“Kakak terlalu kepo urusan anak muda” ledek Rita.
“Gini-gini Kakak mu ini masih muda ya” ucap Kak Radit penuh percaya diri.
“Percaya diri sekali anda, ingat umur Kak, hahahah” tawa Rita.
Pletak... Kak Radit menyentil jidat Rita.
“Aduh... Kak gimana mau dapat pasangan kalau kakak aja galak kayak gini”
Dimas hanya menonton pentengkaran kecil adek-kakak ini, dia tersenyum melihat mereka saling mengejek satu sama lain. Walau mereka saling mengejek terlihat dari mata mereka kalau mereka saling menyangi satu sama lain.
Kak Radit menyenggol tangan Rita, Rita melihat kearah kakaknya dengan heran.
“Apan sih Kak” ucap Rita kesel.
“Itu kok malah lo cuekin sih” Kak Radit menunjuk dengan dagunya.
“Oh iya lupa” memukul jidat.
“Kakak gimana sih masa Dimas dicekin gitu kan kasihan” ucap Rita melihat Dimas.
Dimas langsung memalingkan wajah nya kearah Rita.
“Oh ya Kak Dimas ini pindahan dari jakarta loh”
“Oh ya, Jakarta dimananya Dim? Kak Radit juga tinggal disana”
“Dimas didaerah Depok Kak, kalau Kak Radit dimana?”
“Kalau Kakak di Bintaro”
“Kak balik yuk udah mulai panas nih” ucap Rita.
“Yaudah yuk kita balik”
Mereka bertiga kembali kerumah, karna Rita sudah tidak sanggup untuk mendanyung sepedanya mau tidak mau Kak Radit menggonjeng Rita dan sepeda Rita dibawa oleh Dimas.
*****
Sampai lah mereka didepan rumah, Dimas kanget ternyata Kak Radit dan Rita merupakan tetangga dia.
“Wah kebetulan sekali ternyata kita tetanggaan” ucap Dimas.
“Iya ya kebetulan sekali, kalau gitu sering-sering main kesini Dim” kata Kak Radit basa-basi.
“Kak, Dimas Rita masuk kedalam deluan ya, Rita ngantuk” ucap Rita dengan muka capeknya.
“Yasudah kalau gitu Dimas balik dulu, Assalamualaikum” ucap Dimas berpamitan.
“Waalaikumsalam”
Rita masuk kekamar langsung bersih-bersih, setelah bersepeta badannya terasa lebih enakan dari pada kemarin. Karena hari ini Rita tidak ada jam kuliah jadi dia bisa istirahat sepuasnya dirumah.
Rita sudah selesai mandi perutnya terasa laper dia belum makan sejak bersepeda tadi. Rita turun kebawah berjalan menuju dapur disana sudah ada mama yang sedang bersihin ikan.
__ADS_1
“Mama”
“Eh sayang kamu sudah pulang?” tanya Mama melihat Rita yang sudah berdiri disamping.
“Iya Ma sudah, Rita laper Ma” memegang perutnya.
“Itu masih ada nasi goreng di atas meja, diabisin aja nasi gorengnya”
“Oke Ma, Makasih” Rita menciumin pipi Mamanya.
Rita berjalan menuju meja maka, Rita menuangkan air kedalam gelas dan menggambil nasi goreng. Kebiasaan Rita kalau makan sendiri pasti menscrool sosial media, Rita lakuin itu agar menghilangkan rasa bosen nya.
Rita berhenti di salah satu postingan yang menunjukan dirinya sedang bernyanyi dicafe Devan. Rita tersenyum melihat begitu banyak yang nonton dan ada berbagai komentar yang positif.
“Wah suara nya bagus banget”
“Itu dicafe apa ya? Pengen deh kesana melihat langsung penampilannya”
“Udah cantik memiliki suara yang bagus pula lagi, jadi iri”
“Kira-kira dia sudah punya pacar atau belum ya? Mau deh jadi pacarnya”
“Adem benar dengar suaranya”
“Ada yang tau apa nama Instagramnya?”
Ada juga beberapa komentar yang negatif.
“Oh gue tau nih dicafe mana, gue juga nonton langsung penampilan dia biasa aja tu, suaranya juga gak terlalu bagus”
“Ih suara begitu aja dibilang bagus, bagusan juga suara gue”
“Oh pendatang baru,entar lama-lama juga redup tu”
Rita tidak begitu peduli dengan berbagai komentar yang buruk tentangnya, dia hanya ingin menghibur orang-orang dengan suara nya, kalau emang ada yang tidak suka itu wajar saja sih. Rita emang tipe yang cuek dengan berbagai hal apa pun itu, karna dia tidak suka terlalu memikirkan hal yang tidak penting itu akan membuat kepalanya sakit.
---------------
Rita sudah menyelesaikan makan Rita menaruh piring bekas dia makan didapur, Mama melihat Rita langsung memanggilnya.
“Sayang” panggil Mama.
“Iya Ma ada apa?” menghampiri Mama.
“Besok kamu pulang kuliah jam berapa?”
“Hmmm” Rita mencoba menggingat, “Jam 3 sore Ma, kenapa?” melihat Mama.
“Besok selesai kuliah langsung pulang ya, Mama mau kenalin kamu sama anak teman Mama” melihat Rita tersenyum.
“Baik lah Ma, Rita istirahat dulu ya Ma” mencium pipi Mama.
“Iya sayang”
Rita langsung masuk kekamr, karna capek abis berspeda tadi Rita langsung tertidur.
----------------------------------------
Jangan lupa setelah selesai membaca tinggalkan jejek berupa komen dan like.
Dukungan kalian sangat berati agar outhor lebih semangat lagi menulisnya.
__ADS_1