
Betapa bahagia nya Rania saat melihat mereka berkunjung ke rumah nya, dengan perut buncit ia duduk di sebelah Anna serta para bayi yang disimpan di kasur khusus bayi.
"Wahh ponakan Aunty makin gembul pipinya, minta digigit ya". ujar Rania mengecup pipi gembul ponakannya .
"Yah nty ia". oceh Baby Ghea saat dicium oleh Rania.
"Ponakan uncle yang tampan ini, diam aja". Ujar Reynaldi pada Baby Geonard.
"Cel Rell". Malah Baby Raditya yang menyahut.
"Ini anak kalian yang dua pendiam amat ya sedangkan yang dua nya lagi aktif ". ujar Reynaldi pada Anna dan Rangga.
"Entahlah mungkin nurun kaya uncle Reynaldi nya kali". Ujar Anna langsung membuat Reynaldi melotot tidak terima.
"Enak aja, anak kalian masa nurun sifat orang lain sih". Ujar Rey kesal padanya.
Baby Natalia dan Baby Marselina hanya tertawa melihatnya, membuat mereka sadar bahwa anak dari Michelle sudah bangun, Anna segera menggendong nya membuat anaknya cemberut, Michelle yang melihat itu langsung menggendong salah satu ponakannya.
Reaksi para bayi sangatlah lucu, melihat orangtua nya saling menggendong bayi lain, dikarenakan cuman ada 5 orang dewasa, maka hanya 6 bayi di gendong silih berganti orang nya.
"Jadi ngga sabar anak kita lahir ya mas". Ujar Rania pada suaminya.
"Iyaa sayang, ramai pasti kaya cerita yang udah lama hadir". Ujar Rey pada istrinya.
"Wahh itu ramai banget mas". Ujar Rania sambil tersenyum.
"Iyaa kita juga ga boleh kalah". Ujar Rangga pada mereka semua .
"Iyaa bener mas, kita juga bisa kok bikin ramai rumah dengan banyaknya bayi". Ujar Anna pada suaminya.
Michelle yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, tatapan nya jatuh pada anaknya yang gelisah, ia pun menghampirinya dan saat menggendong Baby Marselina betapa terkejutnya Michelle putrinya demam.
"Astaga sayang, kamu kenapa nak?". Tanya Michelle panik membuat semuanya menoleh.
"Kenapa kak?". Tanya Anna menghampiri Michelle yang menggendong Baby Marselina.
"Baby Marselina demam tinggi An, kakak harus ke rumah sakit sekarang". Jawab Michelle panik pada Anna.
"Astaga ,yaudah dianter sama mas Rangga aja ya, gapapa kan mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Iyaa udah ayok, harus segera diperiksa jika bayi demam tinggi seperti itu". Jawab Rangga sambil berlari keluar rumah lalu membuka pintu mobil belakang.
__ADS_1
"Nanti kita menyusul!". Teriak Rey diangguki keduanya.
Michelle dan Rangga sudah pergi, saking paniknya Michelle lupa mengabari suaminya, segera ia meraba tas nya, astaga Michelle lupa membawa tasnya hanya membawa tas bayi saja.
"Aduhh gimana ini?". Gumam Michelle terdengar oleh Rangga.
"Kenapa kak?". Tanya Rangga padanya.
"Aku belum mengabari mas Andrio". Jawab Michelle pada nya.
"Yaudah nanti setelah sampai rumah sakit di kabari nya". Ujar Rangga pada Michelle.
Michelle pun menyetujuinya, ia terus memeluk anaknya dengan lembut, serta menepuk nepuk pantat anaknya agar tenang, karena Baby Marselina makin gelisah .
"Sabar ya sayang, anak Bunda harus kuat, sebentar lagi kita sampai sayang". Ujar Michelle mencium Kening anaknya.
"Pasti Baby Marselina akan sehat kembali kak". Ujar Rangga padanya.
"Iyaa Ngga, masih berapa lama sampainya?". Tanya Michelle pada Rangga.
"Ini kita udah masuk pekarangan rumah sakit kak". Jawab Rangga membelokkan mobilnya menuju parkiran.
Michelle tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di rumah sakit, karena ia terlalu fokus pada anaknya yang demam tinggi, Michelle keluar dari mobil setelah Rangga membukakannya.
"Tidurkan diranjang nyonya". Ujarnya diangguki oleh Michelle.
"Ya tuhan, semoga aja demam nya menurun". Ujar Michelle menunggu di luar.
"Gimana kak? udah ditangani?". Tanya Rangga yang menyusul setelah mengabari Andrio.
"Iyaa masih ditangani dokter, semoga saja cepat sembuh, rasanya ngga tega liat nya". Jawab Michelle pada Rangga.
Sementara itu Andrio yang dikabari oleh Rangga pun segera berlari dari kantor, menyuruh asistennya untuk mengerjakan lebih lanjut, Andrio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan agak macet.
"Semoga aja kamu gapapa nak". Gumam Andrio cemas.
"Arghh macet segala sihh". Ujar Andrio kesal.
"Maju dong ahh b*ngs*t". Ujar Andrio karena macet semakin parah.
"Arghh siall". Gerutu Andrio.
__ADS_1
Hingga satu jam kemudian, sampailah Andrio di rumah sakit, ia berlari masuk dan melihat banyaknya orang yang menunggu sedangkan istrinya mungkin di dalam ruangan.
"Gimana keadaan Baby Marselina?". Tanya Andrio pada Rangga.
"Syukurlah bang, demam nya udah turun namun harus di rawat beberapa hari". Jawab Rangga pada Andrio.
"Astaga kenapa bisa demam mendadak sih?". Tanya Andrio padanya.
"Lebih baik abang masuk aja, kak Michelle yang tau". Ujar Anna pada abangnya.
Andrio masuk ke dalam ruangan membuat Michelle menoleh padanya, segera Michelle memeluk suaminya ia menangis di pelukan Andrio , Andrio mengusap punggung istrinya.
"Aku ga becus jadi seorang ibu mas, sampai membuat anak kita demam tinggi". Ujar Michelle pada nya.
"Aku belum bisa jadi ibu yang baik hiks hiks". Ujarnya lagi pada Andrio.
"Ssstt sayang, heyy liat mas, kamu udah berusaha syaang, jangan menyalahkan diri kamu , nyamuknya aja yang bandel gigit anak kita sayang, kamu udah jadi ibu yang baik sayang". Ujar Andrio menenangkan istrinya.
"Tapi mas,". Ujarnya terpotong karena suaminya mengecup sekilas bibir Michelle.
Sedangkan Anna serta yang lainnya pergi ke kantin untuk makan sesuatu, tadinya mereka berkunjung ke rumah Rania untuk makan bersama, tetapi sekarang beda tempatnya.
"Anak anak dititipin ke siapa?". Tanya Rangga yang baru sadar mereka hanya bertiga.
"Ya dititipin di rumah orangtua mas, kan ga boleh bawa anak kecil ke rumah sakit kecuali ada yang sakit". Jawab Anna pada suaminya.
"Ohh iya ya, bener juga apa yang kamu bilang sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Udah deh makan dulu, jangan umbar kemesraan kalian di sini". Ujar Rey pada mereka berdua.
"Yahh, iri eaa kamuu". Ujar Rangga terkekeh.
Beberapa menit kemudian mereka kembali untuk berpamitan pada Andrio dan Michelle, karena orangtua mengabari bahwa anaknya rewel untung saja Baby Natalia yang merupakan kembaran Baby Marselina anaknya Michelle tidak rewel.
Andrio menitipkan Baby Natalia pada mereka dan diangguki oleh mereka, Andrio kembali menghampiri istrinya yang tertidur disamping ranjang anaknya, Andrio mengelus rambut istrinya dengan lembut membuat Michelle terbangun.
"Loh mas, mereka kemana?". tanya Michelle celingukan.
"Mereka pulang sayang, anak Anna pada rewel". Jawab Andrio pada istrinya.
"Lalu bagaimana dengan Baby Natalia mas?". Tanya Michelle cemas.
__ADS_1
"Untungnya anak kita tidak rewel sayang, dia mengerti dengan kondisi kembaran nya". Jawab Andrio memeluk istrinya.
Michelle menghela nafasnya lega, sekarang ia bisa tenang menjaga Baby Marselina, namun ia tetap harus menyiapkan asi nya untuk baby Natalia, karena mudah sekali lapar.