
Rita kanget dengan perkataan Fahmi, kurang sopan apa coba pakaian nya ini. Rita melihat pakaiannya, Rita berpikir tidak ada yang salah dari pakaian yang dia gunakan ini. Apa harus Rita menggunakan gamis?
“Yaudah sayang kamu ganti yang lain sana pakaiannya” ucap mama.
Rita berjalan menaiki tangga menuju kamarnya tanpa sama sekali menjawab perkataan mama. Sesampai Rita dikamar dia mencampakkan tas nya di atas tempat tidur, dia sangat kesel dengan cowok yang bernama Fahmi itu. Belum juga semenit Rita kenal dengan cowok itu tapi sudah membuat Rita kesal pakek suruh Rita ganti baju lagi.
Tok...Tok...Tok...
Pintu kamar Rita diketok, Rita melihat kearah pintu kamarnya lalu pergi untuk membukakan pintu.
“Ada apa kakak kemari” ucap Rita ketus.
“Lo belum ganti baju juga” kak Radit masuk dan duduk diatas tempat tidur Rita.
“Gue gak tau mau pakek baju apa” berbaring diatas tempat tidur.
“Kan gue udah bilang sama lo kalau dia orang nya alim, rajin shalat lo malah berpakaian seperti ini” melihat Rita.
“Apa gue harus pakek gamis sekalian?”
“Nah bagus tu”
“Apaan sih lo” ngelempar bantal.
“Kan bagus lo pakek gamis mana tau dia langsung tertarik sama lo”
“Mending lo keluar deh lo datang gak ngebantu sama sekali” mendorong kak Radit untuk keluar.
“CEPAT GANTI BAJU JANGAN LAMA-LAMA!!” teriak kak Radit dari luar.
*****
Rita sudah berganti pakaian sekarang dia menggunakan pakaian cukup panjang dan memakai jelana jeans. Rita jarang sekali menggunakan baju ini biasa nya kalau dia pakai baju ini tidak menggunakan jelana lagi karna bajunya panjang hingga menutup lutut Rita. Tapi kali ini berbeda dia harus menggunakan jelana lagi.
Rita turun dari kamarnya dan menghampiri mereka semua yang masih berada diruang tamu.
“Nah kan bagus kalau kamu pakai gini” ucap papa.
“Yaudh kalau gitu kami jalan dulu” kata Rita berpamitan dengan mama, papa, dan kak Radit.
“Iya sayang hati-hati ya” ucap mama.
“Assalamualaikum” ucap Rita berjalan deluan keluar rumah.
“Kamu bawa mobil sendiri saja ya” ucap Fahmi berjalan mendahului Rita.
Rita melototkan matanya, “Apa lagi sekarang” kesel Rita dalam hati.
Rita menghampiri pos satpam yang ada didepan rumah nya untuk bertemu dengan Pak Mamat meminta kunci mobilnya.
“Pak Rita minta kunci mobil”
“Baik neng bentar Pak Mamat ambilin dulu” kata Pak Mamat beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding, “Ini Neng kunci mobilnya” memberi kunci mobil ke Rita.
“Makasih pak” Rita mengambil kunci mobil lalu pergi kedalam garasi rumahnya.
Rita yang sudah kesel dengan sikap Fahmi tidak peduli lagi soal perjodohannya. Ia ingin membatalkan perjodohan ini, karna dia benar-benar tidak suka dengan sikap Fahmi yang seenaknya dengannya.
Rita masuk kedalam mobil dengan mengomel sendiri, “Belum juga nikah udah dibikin kayak gini gue nya, gimana kalau udah nikah nanti mungkin lebih parah lagi perlakuannya ke gue” Rita menyacak-acak rambutnya dia mulai frustasi dengan ini semua, “Ahhhhhh kenapa sih mama papa menjodohkan gue sama orang kayak dia.”
Fahmi yang menunggu Rita tak kunjung keluar gerbang mulai membunyikan kelekson mobilnya, Rita yang mendengar itu langsung menginjak gas.
*****
Kini Rita dan Fahmi sudah sampai disebuah Cafe Mawar yang tidak begitu jauh dari rumah Rita, cafe disini cukup rame malah hampir penuh meja dicafe ini. Fahmi mencari tempat duduk didekat jendela, Rita hanya mengikuti Fahmi dari belakang dia sudah cukup kesel Rita ingin cepat-cepat menyelesaikan permasalahan ini.
“Mau pesan apa? Pesan aja terus” kata Fahmi dingin.
“Mbak” Rita memanggil pelayan.
“Iya mau pesan apa?” memberikan buku menu ke Rita.
__ADS_1
“Saya mau steak chicken nya satu, kentang goreng nya satu, es coklat satu, sama dimsum nya satu, udah mbak saya pesan itu aja kalau masnya saya tidak tau” kata Rita memberikan buku menu itu kembali kepada pelayan.
Ya Rita sengaja pesan banyak makan karna Rita ingin balas dendam kepada cowok yang ada didepan nya ini.
“Saya pesan Greentea latte saja” kata Fahmi kepada pelayan.
Pelayan itu langsung pergi setelah mencatat pesanan kami.
“Baik kita langsung ke intinya saja” ucap Fahmi.
Rita gak pedulikan omongan Fahmi dia sibuk bermain Hpnya.
“Hello lo dengar gue kagak” Fahmi mengetok meja.
“Iya dengar ngomong aja”
“Gue gak suka sama orang kalau gue lagi ngomong dia gak memperhatikan gue”
Rita menaruh Hpnya diatas meja dan mulai memperhatikan Fami ngomong.
“Gini ya jujur gue gak setuju sama perjodohan ini, gue sebenarnya memiliki orang yang gue suka dan gue mau melamar dia, tapi sebelum gue bilang soal gue mau lamar cewek itu ortu gue malah menjodohkan gue dengan lo”
“Yaudah lo tinggal bilang aja kan kalau lo mau lamar dia, kenapa lo masih mau ketemu gue kalau gitu” Rita melihat keluar jendela.
Pelayan datang membawa semua pesan mereka. Setelah pelayan itu menaruh semua makanan diatas meja pelayan itupun pergi setelah Rita mengucapkan terimakasih.
Rita meminum es coklatnya dan memakan kentang goreng.
“Lo juga gak suka kan sama perjodohan ini?” tanya Fahmi menatap Rita yang masih sibuk dengan makanan.
“Iya gue tidak suka dengan perjodohan ini dan juga sama lo, gue gak suka dengan sikap lo yang sok atur-atur gue belum juga nikah udah atur-atur gue aja” ketus Rita.
“Yaudah berati selesai kita gak usah lanjutin perjodohan ini, kalau gitu gue pergi” menghabiskan minuman lalu pergi meninggalkan Rita.
“Woy makanan nya lo banyar dulu” teriak Rita.
“Lo aja yang bayar sendiri kan lo yang pesan banyak makan” kata Fahmi senyum penuh kemenangan.
“Wah parah tu anak udah dia yang ajak malah gue yang harus bayar”
*****
“Assalamualaikum” ucap Rita masuk kedalam Rumah.
“Waalaikumsalam” Jawab mereka semua.
“Rita sini dulu nak” panggil mama.
Rita berjalan keruang keluarga dengan wajah bercampur aduk.
“Loh kenapa wajah lo kayak gitu banget?” tanya kak Radit.
“Capek gue, pa ma Rita gak suka sama Fahmi belum apa-apa dia udah suruh Rita ganti baju terus tadi Rita disuruh bawa mobil sendiri dan yang paling parah masa Rita harus banyar semua makanan nya” ngeluh Rita.
“Kamu gak mau ketemu dia sekali lagi?” tanya papa melihat Rita.
“Enggak Rita udah gak mau, mama dan papa yang bilang sendiri kalau Rita yang mutusin semuanya kan” melihat mama papa, “yaudh ini keputisan Rita kalau Rita gak mau ngelanjutin perjodohan ini.”
“Kamu nyakin Ta?” tanya kak Radit.
“Aduh Rita udah nyakin 1000% dan juga dia udah punya calon juga”
“Sayang kamu gak mau pikir-pikir lagi?” kali ini mama yang bertanya.
“Rita udah pikirkan ma dan Rita udah ambil keputusan kalau Rita gak mau ngelanjutin perjodohan ini” bangkit Rita dari duduk, “Rita mau kekamr dulu capek” berjalan menuju kamar.
*****
Rita sudah bangun dari subuh tadi entah kenapa dia hari ini bangun begitu pagi biasa nya juga dia bangun jam 7 kalau enggak jam 8. Ya emang Rita hari ini ada kuliah pagi tapi perkuliahan baru dimulai jam 9. Rita sekarang sudah berada didapur sedang membantu mama menyiapan sarapan pagi.
“Kamu tuben Ta bangun sepagi ini biasa juga bangunnya siang mulu?” tanya mama heran.
“heheh sesekali Rita bangun pagi kan gak apa-apa ma”
“Ya biasa kamu bangun tunggu mama bangunin dulu”
“Kan bagus kalau Rita bangun cepat bisa bantu mama didapur” menaikan sebelah alis.
“Ya bagus kalau bisa setiap hari” ledek mama.
__ADS_1
“Oh ya Ta soal perjodohan kamu mama mau cari yang lain”
“hah.... Aduh” Rita yang lagi memotong bawang kanget dengan perkataan mama dan membuat jari Rita terluka, “mama bikin kanget aja ih” membersihkan darah yang keluar dari jarinya.
“Loh kamu mama ngomong gitu aja kenget, yaudh sana kasih salap dulu”
Rita sudah mengobati tangan nya dan kembali lagi kedapur.
“Ma bisa tidak jangan jodohkan Rita lagi?” melihat mama.
“Emang kenapa sayang?”
“Rita ingin lulus kuliah dulu ma dapat kerjaan baru Rita mikir kuliah” menahan air mata.
“Kamu masih bisa kuliah dan kerja nikah itu gak akan menghalangin cita-cita kamu” melihat Rita.
“Tapi Rita masih pengen ma main bareng teman-teman nikmati masa muda Rita, hik...hik.... kenapa bawang ini begitu perih dimata”
“Pokok nya mama mau terus cari jodoh yang tepat untuk kamu, biar kamu ada yang jaga kalau mama sama papa udah enggak ada lagi” ucap mama tidak bisa dibantah lagi.
“Terserah mama saja deh” pasrah.
****
Rita sudah berada dikelas hari ini Rita pergi cukup cepat dari pada biasanya, dikelas Rita masih sendiri iya karna ini masih jam 8.25 kuliah baru di mulai jam 9.00. Seperti biasa Rita mengeluarkan buku gambarnya dan peralatan untuk ia menggambar. Rita terus fokus menggambae desain baju, desain yang dia buat cukup bagus tetapi dari semua desain yang Rita buat belum ada satu desain baju pun yang menjadi nyata. Rita ingin sekali suatu saat nanti bisa mewujudkan impian dia membuka bukti dari desain yang dia buat ini, entah kapan hal itu akan terwujud.
Sangking fokusnya menggambar Rita tidak sadar dengan kedatangan teman-temannya.
“Assalamualaukum Rita” ucap Putri yang sudah beridiri disamping Rita.
“He Waalaikumsalam” kanget Rita.
“Uhh serius sekali gambarnya?” kata Tika.
“Tumben lo datang pertama biasa terakhir mulu” ledek Dita.
“Ya karna gue tadi pagi cepat bangun”
“Oh iya gimana soal perjodohannya?” tanya Putri yang duduk disamping Rita.
“Gue batalin perjodohannya”
“Hah kenapa lo batalin? Emang udah ketemu sama orangnya?” tanya Dita kanget.
“Udah kemarin, ini ya harus kalian tau tu orang ngeselin banget tau gak masa nih gue udah dandan cantik pakek baju yang bagus eh malah suruh ganti baju katanya kurang sopan kesel gak tu” curhat Rita dengan semangat.
“Hahahah parah banget kok” tawa Tika.
“Baru kali ini ada cowok yang berani nyuruh Rita ganti baju” ledek Dita.
“Ya mungkin aja dia ingin menjaga kamu agar kamu tidak diliatin cowok lain” ucap Putri
“Iya tapi jangan gitu juga dong masa baru kenal udah nyuruh ganti pakaian gimana kalau udah nikah nanti, terus nih ya masa sih gue disuruh bawa mobil sendiri segitu gak boleh nya gue naik mobil dia apa ya” kesel Rita.
“Positif aja Ri mungkin dia gak mau orang berpikir buruk tentang kalian yang berdua-duaan didalam mobil” jelas Putri.
“Terus gimana lagi?” Dita penasaran dengan cerita Rita.
“Terus gue diajak ke Cafe Melati yang dekat rumah gue kalian tau lah kalau cafe itu selalu rame dan yang paling parah masa gue yang bayar semua makanan nya sih kan gila tu cowo”
“Hahahah” tawa Tika dan Dita.
“Baru beberapa jam aja lo udah disuruh bayar gimana kalau udah nikah mungkin lo yang bakalan lebih banyak keluarin uang” ledek Tika.
“Nih ya dia bilang ke gue kalau dia udah punya calon dan dia udah punya niatan buat lamar tu cewek alhamdulillah kali gak tu jadi gue punya alasan untuk ngebatalin perjodohan ini”
“Oh ya ngomong-ngomong soal lamaran nih, Putri ada yang ngelamar kemarin” ucap Putri.
“hah....” Dita, Tika dan Rita kanget semua melihat kearah Putri.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hai ges maaf ya Author lama uploadnya sebegai permintaan maaf author, author sudah upload 2 episode sekaligus untuk kalian.
oh ya dukung author dalam Lomba Menulis Novel YOU ARE A WRITER season 3 dengan cara like, favorit, dan vote, dukungan kalian sangat berati.
Terimakasih... saranghaeyo....
__ADS_1