
"Kak Ratuu awass!!". Teriak Raden saat melihat mobil yang melaju dengan kencang hendak menabrak tubuh sepupunya.
BRUKK!!
"Raden!!". Teriak Ratu terkejut.
"Raden bangunn!! kenapa kamu malah nolongin kakak sihh". Ujarnya dengan sedih..
"Tolongg!! Tolongg!! hiks hiks Raden bangun!! ". Teriaknya sambil terisak.
"Astaga, kakak ini kenapa?". Tanya seorang gadis yang baru saja pulang dari sekolahnya.
"Tolongin adik sepupu saya, saya mohon". Jawabnya pada gadis tersebut.
Gadis tersebut berjongkok untuk melihat wajah yang tertabrak, betapa terkejutnya ia mengenali orang tersebut yang tak lain adalah orang yang ia sukai, Ratu yang melihat wajah terkejutnya pun merasa heran tetapi ia tidak memperdulikan itu sekarang.
"Yaudah ayok kak, naik mobil aku aja". Ujarnya pada Ratu dengan cemas.
"Yaudah makasih sebelumnya ya". Ujar Ratu padanya.
"Iyaa saMa saMa kak". Ujarnya pada Ratu.
"Ke rumah sakit Anggara aja". Ujar Ratu padanya.
"Baik kak, kebetulan aku memang akan kesana juga tadinya". Ujarnya pada Ratu.
"Baiklah kalau begitu". Ujar Ratu yang mencoba untuk tetap tenang.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit Anggara, Ratu dengan segera membawa Raden dibantu oleh gadis yang menolongnya, Dokter pribadi keluarga Anggara yang melihat itupun langsung menghampiri mereka.
Raden langsung ditangani oleh dokter tersebut hingga beberapa menit kemudian, dokter tersebut keluar dari ruang ICU membuat Ratu serta gadis tersebut berdiri dari duduknya, Ratu menanyakan kondisi tentang adik sepupunya tersebut.
"Raden butuh donor darah, karena banyaknya darah yang keluar membuatnya kritis". Ujarnya pada Ratu.
"Apaa? tapi golongan darah aku beda sama Raden dok". Ujar Ratu dengan lemah pada dokter tersebut.
"Yaudah, aku aja yang donorkan darah untuk Raden toh golongan darah aku juga sama". Ujarnya pada mereka berdua.
"Baiklah kalau begitu mari ikut dengan saya". Ujar Dokter diangguki oleh gadis tersebut.
"Kak, aku tinggal dulu". Ujarnya pada Ratu.
"Iyaa silahkan, sebelumnya terimakasih yaa udah mau mendonorkan darah kamu untuk adikku". Ujar Ratu dengan berkaca kaca.
"Iyaa saMa saMa kak, lagian kan sesama manusia harus saling menolong". Ujarnya sambil tersenyum manis pada Ratu.
"Benar juga apa yang kami bilang". Ujar Ratu membalas senyuman gadis tersebut.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Raden sudah melewati masa kritis nya karena sudah mendapatkan donor darah dari gadis tersebut, tetapi saat Ratu akan mengucapkan terimakasih kembali serta menanyakan namanya ia tidak melihat seorang gadis tersebut.
"Aduuhh kenapa udah pergi aja sih". Gumamnya sambil menggaruk tangannya yang gatal.
"Ratuu!!". Teriak seseorang membuatnya menoleh.
"Aunty Diraa". Ujarnya pada Andira yang datang bersama yang lainnya.
"Ratu, Raden Gapapakan?". Tanya Andira dengan panik pada ponakannya.
"Raden belum sadar sesudah melewati masa kritisnya Aunty". Jawab Ratu sambil menundukkan kepalanya.
"Bagaimana ini bisa terjadi sayang?". Tanya Jenni pada anaknya.
"Tadi ada yang mau nabrak aku, Raden seperti ini karena nolongin aku mom". Jawab Ratu dengan terisak memeluk Mommy nya.
"Sayang sudah jangan menyalahkan diri kamu sendiri yaa , ini semua sudah takdir". Ujar Andira pada ponakannya.
"Maafin Ratu yaa Aunty". Ujarnya dengan sedih menatap Andira.
"Iyaa gapapa sayang, jangan sedih lagi ya ponakan Aunty yang cantik". Ujar Andira sambil mengusap rambut keponakannya dengan lembut.
"Makasih ya Aunty udah mau maafin aku". Ujar Ratu pada Andira.
"Iya sama sama sayang". Ujar Andira pada ponakan perempuannya.
"Nyonyaa". Panggil dokter padanya.
"Anak nyonya sudah sadarkan diri, boleh menjenguknya hanya saja jangan diajak bicara terlebih dahulu ya". Jawab dokter pada Andira.
"Syukurlah Raden sudah sadar mas". Ujar Andira memeluk suaminya.
"Iyaa sayang, yaudah yuk kita masuk sayang". Ujarnya pada istrinya.
"Iyaa Ayok mas". Ujar Andira pada suaminya.
Mereka semua masuk ke dalam ruangan VVIP dimana tempat Raden dirawat, Zura datang dengan perut sedikit buncit di papah oleh Leonard, keduanya merasa sedih melihat Raden yang tidak berdaya seperti itu.
"Haus". ujar Raden dengan lirih.
"Haus sayang? mas tolong ambilkan minum". ujar Andira pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujar Kenan padanya.
"Nih sayang minumnya, pelan pelan ya sayang". Ujar Andira sambil membantu anaknya untuk minum.
"Udah mom, makasih ya". Ujarnya dengan lemah pada Mommy nya.
__ADS_1
"Iyaa sama sama sayang". Ujar Andira mengusap rambut anaknya dengan lembut.
"Kak Ratu, ngga papa kan?". Tanya Raden pada kakak sepupunya.
"Kakak ngga papa justru kamu yang ngga baik Den". Jawab Ratu dengan sedih.
"Kakak jangan sedih, Raden melakukan ini semua karena sudah seharusnya Raden melindungi kakak". Ujar Raden pada kakak sepupunya.
"Baik banget sih kamu sayang". Ujar Jenni dengan gemas pada ponakannya.
"Makasih Aunty Jen". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Aunty nya.
"Iyaa saMa sama sayang". Ujar Jenni pada ponakannya.
"Sayang kamu istirahat aja, jangan banyak bicara dulu ya kamu masih lemas sayang". Ujar Andira pada anaknya.
"Baiklah mom". Ujar Raden dengan lemas pada Mommy nya.
Kini mereka semua tengah berbincang mengenai Raden yang tertabrak, mereka pikir itu bukanlah tabrakan biasa pasti ada yang sengaja membuat Raden seperti itu, mungkin saja yang melakukannya adalah musuh dalam dunia bisnis baik itu Rangga, Andreas maupun yang lainnya.
"Kita harus cepat menangkapnya". Ujar Kenzo pada mereka.
"Benar apa yang dibilang oleh kamu Zo". Ujar Rangga pada menantunya.
"Sebaiknya kita siapkan rencana yang matang". Ujar Andreas pada mereka.
"Nah bener tuh". Ujar Mahesa pada mereka.
"Yaudah kalau kalian ingin membahas tentang rencana selanjutnya sebaiknya di ruang sebelah". Ujar Anna pada mereka.
"Benar apa yang dibilang sama bunda". Ujar Ghea pada mereka.
Para lelaki pun langsung beranjak pergi dari sana.
...****************...
Nulis Bab \= Minggu, 16 April 2023
Update Bab \= Senin, 17 April 2023
Author mulai lanjut ngetik jam 6.34 pagi gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 100 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 11.20 siang karena tadi banyak yang belanja di toko gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat sebentar gays :)
Author lanjut lagi nulis jam 18.49 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena author juga butuh waktu istirahat saat pulang kerja nya ya gays :)
Maaf juga terkadang author selalu kelupaan, membuat waktu update bab jadi ngga menentu, kadang malem kadang siang kadang pagi kadang engga update malah, karena authornya kecapean habis kerja gays atau ngga karena sinyal yang tiba tiba suka hilang maaf yaa:(
__ADS_1
Maaf juga untuk besok sampai lebaran author akan telat update, karena pasti ditoko makin ramai pembeli, harap maklumi ya gays, terimakasih sebelumnya ya hehe :)
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)