Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 118


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Kini kehamilan Luna sudah memasuki bulan ke 7 sedangkan Aura suda memasuki bulan ke 5 , mereka hamil yang kedua kalinya sedangkan yang lainnya sudah cukup 4 anak saja karena baik Raditya, Andreas, Kenzo dan yang lainnya tidak tega melihat istrinya berjuang hidup dan mati melahirkan anak anak mereka.


"Ah bagaimana dengan kandungan kalian? apa ada keluhan?". Tanya Anna menatap keduanya.


"Ngga ada kok bun". Jawab Luna dan Aura bersamaan.


"Wah kompak banget istri kalian berdua". Ujar Lion menepuk pundak Cleo dan Geo.


"Tentu saja harus kompak". Jawab Cleo dan Geo membuat yang lain tertawa.


"Kamu ini mas". Ujar Aera pada suaminya.


"Kenapa syang? Emangnya aku salah apa?". Tanya Lion pada istrinya.


"Ngga papa mas". Ujar Aera pada suaminya.


"Mommy". Panggil Laura pada Aera.


"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Aera padanya.


"Lau pengen dipeluk mom and dad". Jawabnya sambil menunduk.


Lion dan Aera langsung saja memeluk anaknya dengan lembut, Laura memang sedikit takut padahal Lion dan Aera tidak akan menolak bahkan ini hanya sekedar dipeluk, wajar saja teman temannya kebanyakan kurang kasih sayang orangtua.


"Kamu itu anak mom dad sayang, tentu saja mom akan dengan senang hati memelukmu bukan begitu dad?". Tanya Aera menatap suaminya.


"Iyaa benar kata Mommy sayang". Jawabnya mengusap rambut anaknya.


"Kamu jangan berpikir mom dan daddy sibuk bekerja akan mengurangi rasa kasih sayang mom dan daddy pada anaknya, karena mommy juga daddy bisa membagi waktunya sayang". Ujar Aera mengelus rambut anaknya.


"Makasih ya dad mom". Ujar Laura pada mereka berdua.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Aera dan Lion bersamaan.


"Mas Cleo, aku ngidam nih mas". Ujar Aura membuat semuanya menoleh.


Luna pun ikut menoleh pada Aura sambil mengelus perutnya, kini semua pandangan tertuju pada Aura membuat sang empunya merasa malu karena ditatap oleh mereka semua, Cleo yang melihat itupun menyuruh mereka untuk jangan melihat Aura.


"Ngidam apa sayang?". Tanya Cleo pada istrinya.


"Cleo pengen nonton konser BTS bersama sama mas". Jawabnya dengan menunduk.


"Emangnya ada konser BTS dimanaa?. Tanya Luna dan Jenni dengan heboh.


"Ada di Amerika kak". Jawab Aura pada keduanya.


"Wah ngidam kamu sangat bagus Ra". Ujar mereka berdua pada Aura.

__ADS_1


"Kalian iniii, Aura yang ngidam kenapa kalian yang heboh?". Tanya Anna pada keduanya.


"Bunda BTS tuh boyband palingg kita gemari sebagai fans tentu aja kita heboh". Jawab Luna mewakili Jenni pada Anna.


"Hufft emangnya kapan acara konsernya?". Tanya Anna sambil menatap Aura.


"Dua hari lagi bunda". Jawabnya membuat mereka semua mendengar nya.


"Ah syukurlah berarti engga sekarang kan?". Tanya Rania pada menantunya.


"Engga mam". Jawab Aura pada mertuanya.


Beberapa menit kemudian mereka semua memasuki kamarnya masing masing begitupun dengan anak anak mereka, Anna memasuki kamarnya bersama dengan Rangga yang langsung memeluknya dari belakang.


"Mas jangan kebiasaan deh kamu tuh ngga inget umur apa ya". Ujar Anna saat tangan suaminya meraba raba tubuhnya.


"Sayang kamu kan udah selesai masa mentruasi nya jadi mas pengen ya". Ujar Rangga pada istrinya.


"Mas ini masih siang loh, nanti aja malem ya mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Bener ya Bun?". Tanya Rangga menatap istrinya.


"Beneran suamiku sayang". Jawab Anna dengan gemas padanya.


"Yaudah kalau gitu kita tidur siang aja ". Ujar Rangga pada sang istri.


"Iyaa Ayok mas". Ujar Anna sambil tersenyum pada suaminya.


Beberapa jam kemudian kini semuanya sudah kembali berkumpul diruang keluarga, dengan Aura yang berjalan secara perlahan menghampiri yang lainnya, begitipun dengan Luna yang dipapah oleh suaminya keruang keluarga.


"Luna kamu sudah mengecek jenis kelaminnya?". Tanya Ghea pada adik iparnya .


"Belum kak lebih tepatnya engga akan". Jawabnya pada Ghea.


"Kenapa engga akan?". Gantian Rachel yang bertanya pada Luna.


"Ya karena biar kejutan aja kak". Jawabnya pada Rachel.


"Baiklah kalau begitu". Ujar Rachel sambil menganggukan kepalanya.


"Hubby kayanya jam segini enak makan rujak buah". Ujar Luna menatap suaminya.


"Kamu ngidam sayang?". Tanya Geo pada istrinya.


"Iyaa hubby, pengen rujak buah tapi buatan bang Kenzo". Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.


"Mas, sana buatkan nanti ponakanku ileran". ujar Rachel pada suaminya.


"Huftt baiklah mas akan buatkan untuk kita semua biar adil". Ujar Kenzo sambil bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Horee!! makasih ya abangg". Ujar Luna dengan tersenyum manis pada kenzo.


"Iyaa sama sama". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka semua.


Sambil menunggu Kenzo selesai membuat rujak buah mereka pun berbincang kembali, hingga setengah jam kemudian Kenzo kembali ke ruang keluarga dengan membawa semangkok besar buah buahan yang sudah dia potong potong.


"Waaww banyak banget bangg". Ujar Luna padanya.


"Kan buat rame rame". Ujar Kenzo padanya.


"Ah gitu yaa bang". Ujar Luna sambil tersenyum tipis pada Kenzo.


"Yaudah silahkan dimakan". Ujarnya sambil duduk disamping istrinya Rachel.


"Okelah kalau begitu". sahut mereka kecuali anak anak yang masih kecil.


"Waw rujak buah buatan bang Kenzo enak banget". Ujar Aura sambil menggoyangkan kepalanya.


"Hahaha kenapa sih setiap perempuan selalu saja begitu". Ujar Raditya menatap Aura.


"Ntahlah kita juga gatau". Ujar Jenni menjawab perkataan suaminya.


"Yaya baiklah kalian makan aja jangan banyak ngomong kecuali yang ngga suka pedes diem aja". Ujar Anna yang menikmati rujak buah buatan menantunya.


"Okee siappp". ujar mereka bersamaan pada Anna.


Beberapa jam kemudian mereka selesai memakan rujak buah buatan Kenzo membuat mereka kekenyangan, karena sangat enak membuat mereka tidak bisa berhenti memakan rujak buah tersebut.


Luna dan Aura langsung mengelus perut mereka yang terasa sesak, begitipun dengan yang lainnya yang merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh Luna dan Aura kecuali anak anak yang masih kecil.


"Bunda perut bunda kok gerak?". Tanya Gibran pada Luna.


"Adik kalian sedang aktif syaang". Jawab Luna sambil mengelus perutnya.


"Wah jadi yang gerak itu adik kita bunda?". Gantian Gabriel yang bertanya pada Luna.


"Iyaa syaang coba elus perut bunda, biar abang merasakannya". Jawab Luna pada anaknya.


"Gibran juga mau bunda". Ujarnya sambil mengelus perut Luna yang sudah membesar.


Dug dug dug.


"Wah iyaa bunda adeknya Gibran nendang". Ujarnya dengan tersenyum senang.


"Iyaa bunda ihh gemes jadinya". Ujar Gabriel sambil terus mengelus perut bundanya.


"Ayah juga mau dong"..Ujar Geo yang memang jarang merasakan anak yang dalam perutnya menendang.


Geo tersenyum senang setelah merasakan anaknya menendang layaknya bermain bola, membuat Anna serta yang lainnya tersenyum senang melihat keluarga kecil Geo sedang bersama bahkan membuat Aura tidak sabar menunggu waktu anak yang di dalam perutnya akan menendang nendang.

__ADS_1


...****************...


Maaf ya guys akhir akhir ini telat update, karena lagi fokus puasa Qodo :)


__ADS_2