Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 131


__ADS_3

Huekk hueek huekk


Andira langsung berlari menyusul suaminya yang terus mual tetapi tidak memuntahkan apapun, membuat Andira begitu cemas karena kini wajah suaminya sangat pucat.


"Kita ke dokter ya sayang". Ujar Andira menatap suaminya.


"Engga usah sayang, aku ngga papa kok". ujarnya dengan lemas.


"Engga papa gimana? kamu pucat begini sayang". Ujar Andira dengan cemas.


"Paling cuman masuk angin aja sayang, gausah cemas ya". Ujar Kenan pada istrinya.


"Gimana aku ga cemas sayang, kamu jarang sakit bahkan belum pernah sakit seperti ini". ujar Andira mengelus pipi suaminya.


"Aku hanya butuh istirahat sayang". Ujarnya dengan lemas pada istrinya.


Andira akhirnya mengalah, ia membantu suaminya berbaring diranjang dengan perlahan, melihat suaminya seperti ini membuatnya sedih karena tidak biasanya suaminya sakit sampai segininya.


"Cepet sembuh sayang". Ujar Andira menatap suaminya yang tertidur.


"Aku menyayangimu sayang". Ujar Andira mengecup kening suaminya.


"Jangan sampai terjadi apapun pada mU sayang". Ujar Andira mengusap wajah suaminya.


"Apa aku tanya bunda aja ya?". Gumamnya sambil mengambil ponselnya.


...Bunda Cantikku...


...Online...


^^^Bundaaaa^^^


Iyaa sayang kenapa?


^^^Bunda bantuin Dira, Dira bingung 😢^^^


Bingung kenapa sayang? coba cerita sama bunda siapa tau bunda bisa bantu


^^^Suami Dira bun, daritadi mual mual terus katanya masuk angin, tapi engga mungkin mukanya pucet banget bunda 😭^^^


Astaga mungkin kamu hamil sayang


^^^Apa hubungannya sama aku yang hamil bunda? kan suami aku yang sakit ihh^^^


Ya ampun sayangg, bisa aja kamu hamil tapi yang ngalamin semuanya suami kamu


Andira terdiam melihat balasan bundanya, kalau dipikir pikir dia belum datang bulan sudah lama apa mungkin benar dia hamil pikirnya, keheningan terjadi hingga bunyi pesan masuk membuat Andira tersadar.


Ting!


...Bunda Cantikku...


...Online...


Sayangg, kok ngga bales? kamu baik baik. aja kan?


^^^Aku baik baik aja bunda, kayanya aku harus periksa ke dokter buat memastikan bunda^^^


Iyaa emang harus sayangg, siapa tau memang kamu hamil

__ADS_1


^^^Yaudah kalau gitu bunda, udah dulu ya Dira mau manggil dokternya kerumah aja deh, masa suami aku ditinggal sendirian^^^


Yaudah kalau gitu, kabarin bunda kalau memang kamu hamil ya sayang


^^^Okee siap bunda cantikku 🤗😘❤^^^


Okee sipp syangnya bundaa 🤗😘❤


Andira mencari nomor dokter kandungan setelah selesai chattingan dengan bundanya, beberapa menit kemudian Andira menyimpan ponselnya di nakas setelah mengabari sang dokter kandungan.


"Sayang". panggil Kenan dengan lemas.


"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Andira pada suaminya.


"Kamu habis menghubungi siapa syaang?". Tanya Kenan menatap istrinya.


"Habis menghubungi dokter sayang". Jawabnya pada suaminya.


"Loh aku kan gapapa sayang kenapa mesti hubungi dokter?". Tanya Kenan pada istrinya.


"Ya bukan kamu yang diperiksa tapi aku sayang". Jawab Andira membuat Kenan shock.


"Kamu sakit sayang?". Tanya Kenan panik pada istrinya.


"Engga sayang aku engga sakit, aku hanya ingin memeriksa kesehatan aku aja". Jawabnya pada suaminya.


"Heum beneran sayang?". Tanya Kenan menatap istrinya.


"Beneran sayang". Jawab Andira pada suaminya.


"Yaudah kalau gitu aku tidur lagi ya sayang, ngantuk". Ujar Kenan pada istrinya.


Beberapa menit kemudian dokter kandungan yang Andira panggil sudah tiba di kediamannya, ia memeriksakan tubuhnya di ruang tamu karena takut suaminya terganggu, hingga beberapa menit kemudian Andira dinyatakan hamil usianya sudah tiga bulan.


"Pantas saja perutku terasa buncit, ternyata kamu hadir sayang". Gumamnya sambil mengusap perutnya.


"Kalau ingin tau lebih lanjut, nona datang saja ke rumah sakit untuk USG". ujar dokter tersebut pada Andira.


"Iyaa makasih dok". Ujar Andira padanya.


"Kalau begitu saya pamit ya". Ujar Dokter tersebut pada Andira.


"Tunggu dok, apa punya obat pereda mual?". Tanya Andira pada dokter tersebut.


"Ada, buat siapa?". Tanya Dokter tersebut pada Andira.


"Buat suami saya dok". Jawabnya pada dokter tersebut.


"Baiklah, ini diminum setiap sesudah mual mual ya". Ujar Dokter tersebut memberikan obat pereda mual.


"Terimakasih ya dok". Ujar Andira pada dokter tersebut.


Andira mengantar dokter sampai depan , lalu ia mengabari bundanya jika dia memang hamil membuat Anna yang jauh disana langsung bergegas mendatangi kediaman anaknya, Kenan turun ke bawah membuat Andira panik karena tubuh suaminya masih lemas.


"Mas hati hati, kamu masih sakit kan". ujar Andira pada suaminya.


"Sayang, aku nyari kamu tau". Ujarnya sambil memeluk manja istrinya.


"Ah tadi aku sedang diperiksa sayang". Ujar Andira pada suaminya.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya sayang?". Tanya Kenan pada istrinya.


"Hasilnya--"


"Saayang benarkah kamu hamil??". Teriakkan Anna membuat ucapan Andira terpotong.


"Apaa? hamil? sayang kamu?". Tanya Kenan menatap istrinya.


"Iyaa sayang aku hamil, ternyata sudah 3 bulan usia kehamilanku". Jawabnya sambil tersenyum pada suaminya.


"Ahh benarkah, terimakasih sayangg". Ujar Kenan mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Eheum, kita ngga di persilakan duduk nih?". Tanya Rangga membuat keduanya berhenti.


"Ah maaf ayah mertua, silakan duduk". Ujar Kenan sambil tersenyum tipis pada nya.


Kini mereka berempat sedang duduk bersama di ruang keluarga, yang mengetahui kehamilan Andira baru kedua orangtuanya serta suaminya sedangkan saudara atau kerabatnya yang lain belum ia beritahukan.


Huek huek huekk


Andira yang melihat suaminya berlari pun menyusulnya, ia begitu kasian melihat suaminya yang mengalami sindrom couvade, tetapi Kenan sebaliknya ia merasa senang karena istrinya tidak akan tersiksa.


"Udah mendingan sayang? nih minum obatnya". Ujar Andira pada suaminya.


"Iyaa terimakasih sayang". Ujarnya padanya.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Andira pada suaminya.


"Ah iya sayang, ada yang kamu idamkan? ". Tanya Kenan pada istrinya.


"Belum ada kayanya sayang". Jawab Andira pada suaminya.


"Heum belum ada ya". Gumam Kenan sambil mengelus perut istrinya yang sedikit buncit.


"Gimana udah enakan Ken?". Tanya Anna saat melihat keduanya kembali.


"Iyaa udah enakan bun". Jawabnya pada mertuanya.


"Syukurlah kalau begitu, ah iya kalau kamu udah hamil selama 3 bulan, kenapa Kenan baru merasakan mual mualnya sekarang?". Tanya Anna pada anaknya.


"Ngga tau aku juga bunda, baru baru kali ini aja Kenan mual mualnya". Jawab Andira pada bundanya.


"Heum begitu ya sayang". Ujar Anna pada anaknya.


"Iyaa bunda". ujar Arsyila pada bundanya.


"Baiklah lebih baik kalian istirahat lagi, kamu juga badannya masih lemes Ken". Ujar Anna pada mereka.


"Bunda sama ayah juga istirahat disini aja yaa". Ujar Andira pada mereka berdua.


"Iyaa sayang, bunda sama ayah akan istirahat di rumah kalian". Ujar Anna pada anaknya.


"Baguslah kalau begitu, kita duluan ya bunda ayah". Ujar Andira pada mereka berdua.


"Iyaa sayang". Ujar Rangga dan Anna bersamaan pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka masuk kedalam kamar untuk tidur siang, Anna dan Rangga tidur begitu nyenyak karena kasurnya sangat membuat mereka nyaman dan cocok, hingga beberapa jam kemudian mereka terbangun dari tidurnya.


"Rasanya masih ngga nyangka ya sayang, sekarang Andira mempunyai keluarga kecilnya sendiri". Ujar Anna pada suaminya.

__ADS_1


"Iyaa syaang, ngga nyangka anak kita udah jadi seorang istri dan calon ibu". Ujar Rangga padanya.


__ADS_2