
Lion Xavier Putra Anggara tumbuh menjadi remaja yang sangat sempurna, di umurnya yang menginjak umur 20 tahun menjadi tambah tampan serta sudag mapan, ia kuliah sambil berbisnis makanya Lion jarang meminta uang pada Mommy Alexa atau Daddy David.
Queen Aera Putri Anggara tumbuh menjadi gadis yang sangat ceria seperti pertama kali dia menjadi adik angkat Anna, Aera begitu cantik dan imut di umur nya yang ke 19tahun, membuat semua kaum adam ditempat kuliah mereka berdua banyak yang suka padanya kecuali Lion.
Anna dan Rangga menghampiri keduanya, sungguh mereka sangat merindukan adiknya itu, Anna memeluk Aera sedangkan Rangga memeluk Lion dengan erat, sungguh rasa lelah Anna menjadi berkurang saat bertemu mereka berdua.
"Kakak sangat merindukan kalian berdua". Ujar Anna setelah memeluk keduanya.
"Kita pun juga merindukan kak Anna dan abang Rangga". Ujar Lion masih menempel pada Rangga.
"Lebih baik kalian istirahat, langsung kesini? ga ke rumah Mommy daddy kan?". Tanya Anna pada keduanya.
"Iyaa kak, capek bangett ihh pengen tidur". Jawab Aera pada Anna.
Anna mengantar mereka berdua ke kamar yang sudah tersedia, ketika selesai mengantar mereka ke kamarnya masing masing, Anna dan Rangga memasuki kamarnya untuk beristirahat sejenak, hingga saat Anna menyentuh bantal langsung tertidur.
Keesokkan harinya semuanya berkumpul di rumah Anna termasuk kedua orangtua Anna dan Rangga, mereka tidak mengetahui kepulangan Aera dan Lion dan lagi pula sengaja Anna dan Rangga tidak memberitahu mereka biar menjadi kejutan saja.
"Wahh kamu masak banyak sekali sayang". Ujar Mommy Alexa pada Anna.
"Haha kan kita akan sarapan bersama masa masak sedikit". Ujar Anna terkekeh pada Mommy Alexa.
"Mana cucu Mommy?". Tanya Mommy Alexa padanya.
"Bentar lagi turun mom". Jawab Anna sambil tersenyum pada mommy nya.
Lion dan Aera yang kebetulan berjalan di belakang ponakannya tidak disadari oleh mereka, saat menuruni tangga semuanya berdiri kecuali Anna dan Rangga, Mommy Alexa berkaca kaca melihat seseorang yang sangat dirindukannya.
Raditya serta kembarannya kebingungan pasalnya melihat yang lain menatap mereka, padahal bukan mereka yang jadi tujuan mereka tetapi kedua orang yang di belakang mereka. Namun sikembar empat tersebut tidak menyadarinya.
"Sayangnya mommy". Ujar Mommy Alexa menatap keduanya berkaca kaca.
__ADS_1
"Ihh oma, kenapa nangis?". Tanya Raditya pada oma nya.
"Kalian juga kenapa ngeliat kita kaya gitu?". Tanya Ghea pada mereka.
"Kita bukan liat kalian, tapi di belakang kalian". Jawab Cleo dengan tenang.
Sontak saja keempatnya menoleh ke belakang mereka, dua orang yang sangat mereka rindukan ada di hadapannya, Ghea dan Rachel memeluk Aera sedangkan Raditya dan Geo memeluk Lion, Cleo dan yang lainnya tidak mau kalah.
"Dasar anak nakal, kenapa tidak bilang pada mommy?". Tanya Mommy Alexa sambil memeluk keduanya.
"Kejutan dong mom". Jawab keduanya sambil tersenyum.
"Aishh kalian sekarang sudah besar, selama 6tahun mommy dan daddy di tinggal". Ujar Mommy Alexa kembali memeluk mereka berdua.
"Anak daddy tambah cantik dan tampan". Ujar Daddy David memeluk mereka berdua.
"Sudah mending kita sarapan". Ajak Anna pada mereka semua.
...****************...
Anna serta yang lainnya sedang menunggu para anak keluar, walaupun mereka sudah memasuki sekolah menengah tetap membuat para orangtua khawatir, Anna memeluk Ghea yang memeluknya terlebih dahulu.
"Ayah banyak kerjaan sayang di kantornya". Jawab Anna pada putrinya.
"Haii adik kakak yang ganteng dan cantikk". Ujar Ghea menatap Mahesa dan Andira.
"Haii kak'". Ujar mereka bersama tanpa ekspresi.
"Mirip Cleo ya bun, mereka berdua". Ujar Ghea membuat Anna menatap kedua anaknya.
"Hahah kamu benar sayang, mungkin sifatnya nurun dari abangnya tapi kan sekarang udah mulai tersenyum lagi saat ada Aura". Ujar Anna terkekeh pada putrinya.
Kini semuanya telah berada dihadapan Anna, Aura yang memang selalu ikut bermain di rumah mereka jadi ikut pulang bersama, karena kebetulan kedua orangtua nya sedang ada urusan. Selama dalam perjalanan mereka berbincang bersama kadang Aura mengajak Andira dan Mahesa bermain.
Kedua adik Aura, Anggini dan Marcello tidak ikut mereka karena dibawa oleh kedua orangtuanya, Aura terus saja tersenyum menatap kedua adiknya tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan nya, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Anna.
"Kalian ada tugas ngga dari sekolah?". Tanya Anna saat mereka sampai di rumah.
"Ada bunda". Jawab mereka pada Anna.
__ADS_1
"Yaudah sebelum kalian main, ganti baju kalian terus makan dan ngerjain tugas dulu biar tenang, okee". Ujar Anna pada mereka.
"Okee siap bunda". Ujar mereka pada Anna.
"Cleo kenapa kamu diam aja?". Tanya Anna pada ponakannya.
Cleo menatap Anna dengan tatapan bingung membuat Anna tidak tau kenapa, Anna menyamakan tinggi badannya dengan Cleo, kemudian Cleo memeluknya lalu terdengar isakkan kecil membuat Anna panik.
"Hey sayang ,kamu kenapa nangis? ada yang ganggu kamu di sekolah? bilang sama Aunty sayang". Ujar Anna mengelus punggung ponakannya.
"Aunty hiks hiks, sebenarnya mamah sakit apa? Cleo gamau mamah sakit hiks hiks ". Ujar Cleo dengan terisak.
"Mamah sakit? sakit apa sayang?". Tanya Anna menatap ponakannya.
"Tiap pagi mamah selalu muntah atau ngga malam hiks, aku gatega liat mamah bulak balik ke kamar mandi huaaa". Jawab Cleo dengan tangisan semakin kencang.
Anna paham sekarang, Rania yang masih mual membuat Cleo berpikir bahwa Rania mempunyai penyakit yang serius, padahal saat hamil sikembar Reynaldi yang mual tetapi Cleo biasa aja tapi sekarang Rania khawatir banget.
Rangga serta yang lain mendengar suara seseorang menangis, langsung menghampiri yang ternyata Cleo sedang menangis, Aura juga baru pertama kali melihat Cleo menangis seperti itu membuatnya sedih.
"Jagoan uncle kenapa sayang?". Tanya Rangga pada ponakannya.
"Syaang, Cleo kenapa sebenarnya?". Kini Rangga bertanya pada istrinya.
"Iyaa bunda, Adek kenapa? kok nangis keras? tumben sekali". Ujar Raditya menatap Cleo yang menyembunyikan wajahnya di leher Anna.
"Sudah sudah, nanti bunda jelaskan oke". Ujar Anna diangguki oleh mereka.
Beberapa menit kemudian Anna menjelaskan pada mereka mengapa Cleo menangis seperti tadi, dan juga ia memberi tahu Cleo bahwa apa yang di alami oleh Rania bukanlah penyakit yang serius karena ibu hamil memang begitu.
Kini semuanya sedang berenang bersama, Anna dan Rangga hanya menyaksikan mereka di kursi dekat kolam, tiba tiba datang Aera bersama Lion ikut masuk ke kolam membuat anak anak girang. Dikarenakan sudah ada orang dewasa ,Rangga mengajak istrinya ke kamar.
"Ngapain sih mas, siang siang ngajak ke kamar?". Tanya Anna menatap suaminya.
"Biasa sayang, aku butuh energi". Jawab Rangga yang langsung menindih badan istrinya.
"Mas, nanti anak anak tau gimana?". Tanya Anna pada suaminya.
"Ada Lion dan Aera yang menjaga mereka, Ayolah sayang udah lama loh". Jawab Rangga menatap istrinya , Anna mengangguk membuat Rangga senang.
__ADS_1