
Anna menatap anak anaknya yang sedang melamun, kompak lagi entah melamunkan apa mereka itu pikirnya, Rangga menoleh padanya seakan bertanya kenapa dengan anak anak dan Anna hanya mengendikkan bahunya tidak tau, karena memang Anna tidak tau kenapa dengan anak anaknya.
"Kalian ngelamunin apa sih? kompak gitu?". Tanya Anna pada mereka.
"Aduh bunda Ghea pusing nih mikirin skripsi kaya gitu". Jawab Ghea padanya.
"Geo lebih pusing liat perempuan ngejar terus Geo sama abang bun". Ujarnya pada Anna.
"Andira ada tugas tapi susah bun". Ujar Andira padanya.
"Mahesa ada tugas praktek tapi gabisa bunda". Rengek Mahesa pada Anna.
"Rachel cuman pengen ngelamun aja bun". Jawab Rachel membuat Anna menggelengkan kepalanya.
Anna dan Rangga yang mendengar itupun seketika mengulum senyumnya, ternyata tidak mudah mengurus banyak anak pikir mereka, Ghea mendekati Anna dan Rangga lalu duduk ditengah antara mereka berdua, sedangkan yang lainnya ikut menghampiri kedua orangtuanya.
"Bun, gimana dong?". Tanya mereka kompak pada Anna.
"Ah ya soal kripsi untuk kamu Ghea, kamu kan bisa bareng ngerjainnya sama Geo kalian kan sama sefakultas, abang Radit dan Geo kan tampan wajar aja banyak yang ngejar, untuk Andira tugas apa emangnya? kamu juga Mahesa tugas praktek apa yang disuruh oleh bu guru?". Ujar Anna menatap mereka
"Kalau Andira ada tugas matematika bunda". Ujar Andira padanya.
"Kalau Mahesa ada tugas praktek membuat kesenian dari barang bekas bunda, Mahesa ngga bisa". Rengek Mahesa pada Anna.
"Bunda, Geo pelit sama kakak, tiap kakak tanya soal skripsi gimana ngga pernah di respon". Rengek Ghea pada Anna.
"Sebentar deh, bukannya kalian berempat tuh pada pintar ya, bahkan waktu SMP maupun SMA kalian selalu menjadi juara loh, tapi sekarang kenapa ngeluh susah soal skripsi?". Tanya Rangga pada Ghea.
Ghea yang mendengar itu menggarukkan rambutnya yang tidak gatal, sebenarnya alasan Ghea susah mengerjakan skripsi tersebut semenjak adanya Andreas yang menjadi dosen disini kampusnya, Ghea tidak bisa konsen membuat skripsi jika Andreas selalu mengganggu nya.
"Sebenernya bun yah, Ghea tuh ga bisa konsentrasi karena diganggu terus--". Belum sempat Ghea menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh mereka kecuali Andira dan Mahesa.
"Siapa yang ganggu kamu sayang? bilang sama ayah". Ujar Rangga pada Ghea.
"Iyaa syaang bilang aja, biar bunda kasih pelajaran yang ganggu kamu". Ujar Anna juga pada Ghea..
"Bilang sama abang dek yang ganggu kamu siapa, yang mana orangnya?". Tanya Raditya dengan emosi.
"Iya siapa kak? mana tau Geo kenal orangnya". Ujar Geo menatap Ghea.
Rachel tidak ikut ikutan karena ia tau siapa yang mengganggu adiknya, siapa lagi jika bukan Andreas kembarannya Andra yang mengajar di fakultas nya, walau bagaimana pun juga Andra sama saja seperti dulu playboy, bahkan sering menggoda Chika sahabatnya.
"Aduh bunda ayahh abangg please dehh, dengerin Ghea selesai bicara dulu". Ujar Ghea pada mereka sambil cemberut.
Ghea jika sudah di rumah pasti tampilannya akan saMa seperti Rachel bedanya, Rachel peminim sedangkan Ghea tomboy, walau pun begitu banyak yang menyukai mereka berdua karena wajah mereka saMa serta ada di diri mereka yang membuat para kaum Adam tertantang untuk mendapatkan mereka berdua.
__ADS_1
Geo dan Raditya hanya menatap kembaran mereka yang sedang cemberut, Ghea yang ditatap begitu pun kesal karena mereka berdua sangat menyebalkan , Andira menatap kakaknya yang sedang kesal sambil memakan pocky kesukaannya.
"Kenapa sih kalian pada natap aku kaya gitu?". Tanya Ghea pada mereka bertiga.
"Bukan kita aja kak, tuh Mahesa juga". Ujar Andira membuat Ghea menoleh pada adiknya yang lelaki.
"Ishh nyebelin amat sih kalian ah". Ujar Ghea kesal karena Mahesa sama aja menatapnya.
"Apa sih kak? berisik tau ngga". Ujar Mahesa yang masih menatap Ghea.
"Au ah sebel". Ujar Ghea sambil beranjak dari sana menuju kamarnya.
Rachel pergi ke taman belakang rumah jika sudah begini, ia ingin menenangkan pikiran nya yang memang akhir akhir ini sedang pusing oleh tingkah laku Andra, saat Rachel sedang asik menatap kedepan tiba tiba saja datang Aura dan Cleo membuatnya menoleh.
"Ngapain kalian berdua kesini? nyari Bang Adit saMa Geo?". Tanya Rachel menatap mereka berdua.
"Ngga kok kak, kita kesini cuman minta kakak fotoin kita berdua dong". Jawab Cleo padanya.
"Kalian nyuruh kakak?". Tanya Rachel menunjuk dirinya sendiri.
"Yaudah mana sini ponselnya". Ujar Rachel pada mereka.
"Nih pake ponsel Aura aja kak". Ujar Aura memberikan ponselnya pada Rachel.
Rachel melihat hasil foto nya, ia sedikit berdecak kagum melihat keduanya, sungguh membuat jiwa raga nya ngenes, ingin sekali ia mendapatkan kekasih yang pertama dan terakhir untuknya, Aura menghampiri Rachel yang melamun.
"Gimana kak bagus ngga fotonya?". Tanya Aura pada Rachel.
"Nih liat aja sendiri". Ujar Rachel memberikan ponsel tersebut pada orangnya.
"Wahh bagus kak, makasih ya kak". Ujar Aura memeluk Rachel.
"Iyaa udah sana ah, ganggu orang lagi ngelamun aja". Ujar Rachel pada mereka berdua.
"Jangan kebanyakan ngelamun loh kak, nanti kerasukan". Ujar Cleo padanya lalu berlalu pergi sebelum Rachel ngamuk.
"CLEOPATRAA!!". Teriak Rachel kesal.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Rachel kembali masuk ke dalam rumah yang ternyata sudah ada Andreas dan Andra dirumahnya, hendak pergi menuju kamar tetapi rupanya mereka berdua mengira Rachel adalah Ghea karena tampilan mereka jika dirumah jelas sama berbeda jika sedang di kampus.
"Kenapa kalian menghentikan langkahku?". Tanya Rachel pada mereka berdua.
"Ghea, kamu Ghea kan?". Tanya Andreas padanya.
"Bukan". Jawab Rachel dengan singkat.
"Bohong". ujar Andreas padanya.
"Kata siapa aku bohong? kamu aja yang gabisa bedain mana Rachel mana Ghea". Ujar Rachel kesal.
"Ada apaa ini?". tanya seseorang membuat mereka menoleh.
Ghea yang baru turun kebawah pun menghentikan perdebatan mereka berdua, Andreas yang melihat itu langsung saja menghampiri Ghea, sedangkan Andra hanya bisa menggelengkan kepalanya karena mereka salah mengira Rachel.
"Ini baru Ghea". Ujar Andreas sambil tersenyum.
"Apaan sihh, ngapain kesini". Ujar Ghea kesal.
"Mau ngajak kamu jalan". Ujarnya pada Ghea.
"Maaf, tapi aku ada janji sama temen, bye". Ujar Ghea pergi begitu saja dari hadapan mereka.
Rachel yang melihat itupun mengulum senyumnya, ia pun pergi meninggalkan keduanya membuat sikembar Andreas dan Andra kesal, akhirnya mereka pun keluar dari rumah kediaman keluarga Anna dan Rangga.
Ting!
...Ghea Kembaranku...
...Online...
Lebih baik kaya gini?
Apa begini Kak?
^^^Dua duanya juga boleh sih dek^^^
Mau versi tomboy apa feminim?
^^^Ahh entahlah bingung saya 😌^^^
__ADS_1
Yaudahh, byee 👋🏻
Rachel hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat foto Ghea yang jelas membuat nya berbeda, Rachel pun menyimpan ponselnya lalu kembali rebahan sambil memeluk gugulingnya dan itu membuatnya tidur dengan lelap.