
Lion dan Aera telah kembali pulang ke Apartemen setelah selama seminggu Lion dirawat karena kecelakaan, walau ingin rasanya Aera merawat Lion tetapi mengingat pesan dari Anna membuat keduanya tidak bisa bersama jika berduaan.
"Ahh rasanya rindu suasana ini". Ujar mereka bersamaan ditempat yang berbeda.
"Mandi dulu baru istirahat oke". ujar Aera pada dirinya sendiri.
"Ah lupa belum ngabarin kak Anna". Ujar Aera kembali duduk di sofa.
Anna yang sedang menunggu kabar dari kedua adiknya di rumah, sedikit lega karena Lion baru saja mengirim sebuah foto yang menunjukkan bahwa ia sudah sampai di apartemen dengan selamat, tanpa adanya yang mengganggu mereka namun Aera belum mengabari nya.
Ting!
...Aera Adikku...
...Online...
Kak ,aku sudah sampai, maaf telat ngabarinnya ya Kak, aku tadi langsung rebahan hehe
^^^Yaudah ngga Papaa, yang penting kalian selamat sampai apartement kan?^^^
Iya udah nyampe kok kak
^^^Yaudah sana istirahat, kakak akan mengurus Mahesa dulu.^^^
Baiklah kak, bye kak
^^^Bye sayang^^^
Anna dan Rangga bisa lega sekarang karena kedua adiknya sudah sampai di apartemen mereka dengan selamat, Anna menyandar pada bahu suaminya serta Rangga mengusap rambut istrinya dengan lembut.
"Mas ngga nyangka ya ternyata Lion dan Aera saling suka, untung aja mereka memang tidak ada kaitan darah". Ujar Anna pada suaminya.
"Iya sayang memang, tapi kita harus tetap waspada takutnya terjadi yang tidak di inginkan contohnya kecelakaan Lion". Ujar Rangga pada istrinya.
"Heum iya juga mas, kita ga bisa mantau mereka dari sini". ujar Anna pada suaminya.
"Kamu tenang aja syang, ada mata mata disana, yang mas gunakan untuk memberitahu segalanya pada mas". Ujar Rangga membuat Anna menoleh.
"Mata mata mas? gaakan ketahuan nanti sama Lion dan Aera?". Tanya Anna pada suaminya.
"Ngga akan ada yang tau sayang". Jawab Rangga pada istrinya.
"Heum yaudah deh mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Yaudah mending tidur sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa mas, pasti disana masih siang ya mas". Ujar Anna pada suaminya.
Perbedaan waktu Indonesia dan Amerika Serikat itu 12 jam, jika di Indonesia jam 22.00 malam disana sudah jam 12.00 siang , maka jika ingin menghubungi kedua adiknya Anna hanya akan menunggu adiknya yang menghubungi Anna.
__ADS_1
Keesokkan hari nya, Anna bangun lebih dulu karena Aera dan Lion sudah kembali ke Amerika, jadi Anna akan mengurus anak anaknya berdua dengan Rangga, Anna yang sedang sibuk memasak mendengar suara orang jatuh, segera ia mematikan kompor lalu berlari.
"Astaga sayangg, ya ampun bangun". Ujar Anna pada Ghea.
"Sayang heyy, bangun sayangg, kamu kenapa syaang". Ujar Anna berkaca kaca.
"Ada apaa sayang? kenapa?". Tanya Rangga yang mendengar suara Anna.
"Ghea mas, Ghea tiba tiba pingsan, dengan mimisan". Jawab Anna dengan sesegukan.
"Ya tuhan , ayo kita bawa Ghea ke rumah sakit". Ujar Rangga diangguki oleh istrinya.
Sedangkan Raditya serta yang lainnya melihat Ghea digendong serta hidung yang masih mimisan membuat mereka cemas, ingin menyusul ke rumah sakit tetapi Anna sudah berpesan pada mereka harus sekolah.
Raditya dan kedua adiknya dijemput oleh Andrio yang memang dikabari oleh Anna, Nathalia dan Marselina juga sedih mendengar Ghea dibawa kerumah sakit, selama dalam perjalanan tidak ada perbincangan karena pikiran mereka tertuju pada Ghea.
"Anak anak, kita sudah sampai disekolah". Ujar Andrio pada mereka.
"Ohh yaudah uncle, nanti kita dijemput sama siapa dong?". Tanya Rachel padanya.
"Dijemput lagi sama Uncle". Jawab Andrio pada ponakannya.
"Okee deh uncle". Ujar mereka padanya.
"Belajar yang bener yaa kalian". Ujar Andrio diangguki oleh mereka.
"Pagi kakak, abang". Ujar Aura dan Cleo pada mereka.
"Pagi". Jawab mereka dengan lesu.
"Kenapa sih bang? pada lesu begini? belum sarapan?". Tanya Aura pada mereka.
"Ohh iyaa kak Ghea mana? kok ngga liat?". Tanya Cleo pada mereka.
"Ghea masuk rumah sakit". Jawab Nathalia pada mereka berdua.
"Ah pantas saja kalian lesu begini, ternyata Kak Ghea masuk rumah sakit, tapi kenapa?". Tanya Aura pasa mereka.
"Nanti aja kita bahasnya, sekarang mending kita baris, ini kan hari senin". Ujar Marselina pada mereka.
"Okee kak". Ujar mereka padanya.
Sedangkan dirumah sakit Anna mundar mandir menunggu dokter keluar, ia begitu cemas terhadap anaknya, seminggu yang lalu adiknya sekarang anaknya yang masuk rumah sakit, hanya saja beda kasus jika Lion kecelakaan berbeda dengan Ghea yang pingsan dan mimisan.
Ceklek.
"Dokter bagaimana kondisi anak saya?". Tanya Anna pada dokter tersebut.
"Anak ibu kelelahan, makanya mimisan ssperti tadi, mungkin otaknya terlalu memporsir saat mengerjakan sesuatu". Jawab Dokter tersebut pada Anna.
__ADS_1
"Apa sudah sadar dok?". Tanya Anna dengan cemas.
"Untungnya sudah sadar, hanya saja jangan dulu diajak bicara, mungkin masih lemas". Jawabnya pada Anna dan Rangga.
"Boleh masuk kan dokter?". Tanya Rangga padanya.
"Boleh silahkan pak, kalau begitu saya pamit undur diri". Ujarnya diangguki oleh keduanya.
Anna dan Rangga memasuki ruangan yang memperlihatkan Ghea tersenyum tipis pada orangtuanya, Anna mengecup kening anaknya membuat Ghea memejamkan matanya, lalu membuka matanya kembali saat Anna menatapnya.
"Sayang, jangan terlalu keras dalam mengerjakan sesuatu ya, bunda khawatir syaang". Ujar Anna menatap anaknya.
"Maafin aku ya bunda, ayah udah buat kalian khawatir". ujar Ghea dengan lemas.
"Gapapa sayang, sekarang lebih baik kamu tidur ya sayang, apa mau makan?". Tanya Anna pada putrinya.
"Ghea ngantuk bunda". Jawab Ghea pada nya..
"Yaudah sayang tidurkan, ada bunda dan ayah disini sayang". Ujar Anna menatap putrinya.
Sedangkan disisi lain Andreas tidak tenang ketika belajar, ia terus kepikiran oleh Ghea, ia takut telah terjadi sesuatu pada Ghea karena hatinya tidak tenang sedaritadi, membuat Andra yang berada disamping nya menatap aneh.
"Kenapa sih lo?". tanya Andra padanya.
"Gatau kenapa, perasaan gue gaenak banget Dra". Jawab Andreas padanya.
"Yaudah coba telepon orang rumah atau siapapun". Ujar Andra pada nya.
"Okee gue coba telepon daddy sama mommy". Ujarnya diangguki oleh kembarannya.
"Bukan keduanya karena mereka baik baik saja". Ujarnya saat sudah menelpon kedua orangtua nya.
"Coba telepon om Rangga". Ujar Andra membuat Andreas langsung menelepon Rangga.
Rangga yang saat itu sedang memeriksa email di ponselnya terhenti ketika melihat nama, anak sableng menelponnya, mau tak mau ia mengangkatnya walaupun malas sekali berbicara dengan anak itu.
[Halo Om, Om sekeluarga gapapa kan? perasaan Andreas ga tenang nih]
"Iyaa gapapa kecuali Ghea yang memang sedang dirawat"
[Apaa!!? dirawatt?? kirim alamatnya om please 😢]
"Okee baiklah baik, Rumah Sakit Vegas Jalan, XXX Mawar Melati".
Setelah nya Rangga mematikan ponselnya setelah memberitahu alamat rumah sakit pada Andreas, Rangga kembali menatap Anna yang sedang menyuapi Ghea karena badannya masih lemas untuk mengangkat sendok.
...****************...
Update 3 bab nihh:)
__ADS_1