Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 27


__ADS_3

Tak terasa kini usia kehamilan Anna sudah masuk bulan ke 5 , Anna sedang berjalan jalan di area perumahan ditemani oleh kakak iparnya yang juga hamil memasuki 3 bulan.


"Udah di usg belum An? lelaki apa perempuan?". Tanya Michelle pada adik iparnya.


"Ngga akan deh, biar jadi kejutan aja kak". Jawab Anna pada Michelle.


"Baiklah kakak juga sama kalau begitu". Ujar Michelle pada Anna.


Saat mereka sedang berjalan di sekitar rumah, tiba tiba saja mereka berdua melihat Rania ntah dari mana atau akan kemana, Rania yang melihat mereka berdua langsung menghampiri.


"Kak Anna, Kak Michelle". Panggil Rania pada mereka.


"Iyaa Ran, ada apa?". Tanya mereka barengan membuatnya saling menoleh dan tersenyum.


"Aku bingung harus menceritakan ini pada siapa, makanya aku kesini". Jawab Rania dengan menunduk.


"Kita ke rumah aja yuk daripada dijalan gini". Ajak Michelle diangguki oleh nya.


Anna dan Michelle serta Rania masuk kedalam rumah kediaman keluarga Anggara, di rumah cuman ada pembantu serta Anna dan Michelle yang lain sedang pergi karena ada urusan.


"Jadi kamu mau cerita apa Ran? ". Tanya Anna yang sudah duduk di sofa.


"Semenjak kejadian aku yang berani sama Reynaldi itu, dia semakin hari semakin mendekati aku kak, aku malah takut dia suka sama aku kak". Jawab Rania dengan polosnya.


"Haaa? takutt? orang lain mah seneng ada yang suka, kamu malah takut?". Tanya Michelle pada Rania.


"Iyaa bukan takut lebih tepatnya aku gamau ada yang suka sama aku, tapi orang nya dingin tak tersentuh". Jawab Rania sambil bergidik ngeri.


"Ya gapapa kali dek, perempuan pertama yang didekati Reynaldi loh". Celetuk Rangga yang baru saja datang.


Rania dan keduanya refleks menengok ke belakang, disana ternyata bukan hanya Rangga, tetapi ada pula yang lainnya termasuk orang yang Rania bicarakan, yaitu Reynaldi.


"Mampus aku kak". Bisik nya pada Anna dan Michelle.


"Kenapa?". Tanya keduanya pada nya.


"Kata Reynaldi itu, dia akan ngelamar aku hari ini, karena aku selalu menghindar". Jawab Rania sambil berbisik.


"Heum tenangkan dirimu, bisa saja Reynaldi ada urusan sama kakakmu dirumah". Ujar Anna pada adik iparnya.

__ADS_1


Anna dan Michelle menghampiri para suaminya, sedangkan Rania terdiam di sofa, bangkit pun mau menghampiri siapa pikirnya, tetapi sebelum ia akan pergi ke dapur suara seseorang menghentikannya.


"Tunggu! ". Ujar Reynaldi sedikit berteriak.


"Katanya pulang sore, ini masih siang kok udah pulang aja mas?". Tanya Anna pada suaminya.


"Ntah lah, Reynaldi tiba tiba mendatangi mas saat di kantor". Jawab Rangga padanya.


"Heum baiklah mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Kamu juga sama mas?". Tanya Michelle pada suaminya.


"Iyaa, dia mendatangi mas, menyuruh untuk ke rumah kediaman ini". Jawab Andrio sambil membuka dasinya yang merasa pengap.


Kembali ke Rania dan Reynaldi, yang sedang berdiri di dekat akan ke dapur, Reynaldi menggenggam tangan Rania, membuat Rania memberontak minta di lepaskan.


"Apaan sih lepas!!". Teriak Rania padanya.


"Ngga, kamu ikut saya". Ujar Reynaldi menarik tangan Rania menuju dimana Rangga yang lain berada.


Rangga yang melihat adiknya ditarik seperti itu marah, namun Anna menenangkannya agar tidak terjadi kericuhan di rumahnya, Andrio serta Michelle duduk di sofa kanan yang membelakangi pintu masuk rumah.


"Saya akan melamar Raina". Jawab Reynaldi membuat Rangga dan Andrio kaget namun tidak dengan kedua istrinya.


"Kenapa bilang pada kami? seharusnya kepada orangtua nya dong". Ujar Andrio pada Reynaldi.


Saat akan menjawab tiba tiba saja datang para orangtua ke rumah, membuat semuanya menoleh ke arah pintu, sedangkan para orangtua kaget dengan adanya Reynaldi di kediaman Anggara.


"Ada apa ini?". Tanya Daddy Dimitri menghampiri mereka.


"Daddy tanyakan saja pada dia". Jawab Rangga sambil menunjuk Reynaldi.


"Coba jelaskan!". Tegas Daddy Dimitri yang sudah duduk beserta yang lainnya.


Reynaldi pun menegakkan tubuhnya sebelum menjelaskannya pada mereka, ia menarik nafasnya sebelum berbicara. Rania melihat nya dari samping karena sedaritadi ia tidak boleh pindah duduk oleh Reynaldi.


"Jadi kedatangan saya kesini, ingin melamar putri Anda pak Rania Putri Yunanda anak kedua dari pak Dimitri , jadi apakah bapak menerima lamaran saya pada putri bapak?". Tanya Reynaldi pada Daddy Dimitri.


Demi apasihh gue harus punya menantu kaya dia?. Batin Daddy Dimitri bertanya.

__ADS_1


"Yang harusnya menjawab putri saya, bagaimana pun juga dia yang berhak bukan saya". Jawab Daddy Dimitri sambil melirik putrinya.


Reynaldi menoleh pada Rania menatapnya tajam, membuat Rania membalas menatapnya dengan tajam, Rania memajukan wajahnya pada Reynaldi membuat sang empunya langsung kaget serta mundur.


Jantung saya tiba tiba bergetar saat gadis itu mendekati wajahnya. Batin Reynaldi dengan jantungnya yang dagdigdug.


"Tuan Reynaldi yang terhormat, saya beritahu ya, dari awal saya menolak lamaran anda, paham!". Tegas Rania pada Reynaldi.


"Kamu tidak bisa menolaknya!". Ujar Reynaldi pada Rania.


Semuanya yang melihat kejadian itupun menyuruh keduanya untuk berbicara empat mata di taman belakang rumah kediaman Anggara, Reynaldi menggenggam tangan Rania namun ditepis oleh Rania.


"Rania, apa kamu tidak pernah ada rasa sedikitpun pada saya?!". Tanya Reynaldi dengan sedikit berteriak.


"Ngga!! ngga pernahh!". Jawab Rania tanpa melihat wajah Reynaldi.


"Tatap wajah saya Rania! jika memang kamu tidak pernah merasakan apa yang saya rasakan!". Tegas Reynaldi membalikkan badan Rania menghadap kepadanya.


Rania terpaku melihat Reynaldi yang terlihat berbeda saat masih di dalam, Reynaldi menatapnya dengan berkaca kaca membuatnya tertegun, karena Reynaldi terkenal dingin dan tak tersentuh itu menangis.


Kenapa rasanya sakitt, melihat dia menangis seperti itu. Batin Rania melihat Reynaldi.


"Cepat bilangg, bahwa kamu tidak pernah ada rasa sedikitpun pada saya". Ujar Reynaldi tergugu dengan tangisan kecil.


"Aku ngga pernah ngga suka sama kamu, perlu kamu tauu, aku menyukai mu sejak kamu hadir di pesta pernikahan bang Rio, aku menyukaimu tapi sikapmu selalu menyebalkan Rey!!". Ujar Rania sambil memukul dada Reynaldi..


Reynaldi yang mendengar itu tertegun, ternyata Rania yang menyukainya terlebih dahulu dibandingkan dirinya, ia memeluk Rania yang masih memukul dadanya..


"Kenapa? kenapa sikap kamu harus kejam padaku". Ujar Rania dipelukan Reynaldi.


"Kamu tauu? aku selalu berusaha agar aku tidak menyukai orang seperti mu rey!! seharusnya aku tidak menyukai orang seperti mu!!". Teriak Rania terdengar oleh yang di dalam.


Mereka menghampiri keduanya namun terhenti saat melihat Rania dan Reynaldi berpelukan, yang satu terus memukul yang satunya menenangkan. Daddy Dimitri dan Mommy Jinny yang melihatnya pun merasa terharu.


"Anak kita sudah besar ternyata dad". Ujar Mommy Jinny pada suaminya.


"Iya sayang". Ujar Daddy Dimitri memeluk istrinya.


Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah, setelah melihat Rania dan Reynaldi yang mungkin sudah berbaikan, Rania yang capek menangis pun melepaskan pelukannya tetapi Reynaldi menahannya.

__ADS_1


__ADS_2