
Cleo sedang bersama dengan para abang serta kakaknya dan juga Aura menjadi teman mereka, tiba tiba ada yang menghampiri mereka , Bintang dan kawannya yang sangat nakal dikelas.
"Mau apa kamu kemari?". Tanya Geo padanya.
"Kita cuman mau ngusir orang yang ga pantas bersama kalian". Jawab Bintang pada mereka.
"Siapa yang kamu maksud?". Tanya Marselina padanya.
"Ya dia ini, dia ga pantas jadi teman kalian, dia itu anak pembawa sial tau ngga". Jawab Bintang dengan tegas menunjuk Aura.
"Jaga ya mulut kamu, Aura bukan pembawa sial, kamu tuh yang pembawa sial, dasar nakal". Ujar Cleo pada nya.
"Ngeri, sekalinya ngomong super pedas dia tuh". Bisik Raditya pada kembarannya Rachel.
"Ihh abangg jangan gitu sama adik sendiri". Ujar Rachel padanya.
Aura terdiam mendengar ucapan Cleo pada Bintang dan kawannya , Aura hanya bisa menunduk karena ia tidak berani menatap ke depan pada Bintang, Aura merasakan ada yang memegang tangannya pun langsung menoleh.
"Tenang, sekarang kita yang akan jaga kamu". Ujar Natalia tersenyum.
"Makasih kak". Ujar Aura padanya.
"Iyaa santaii aja Aur, yang penting kamu ga kena Bully mereka lagi, kita siap membantu kamu". Ujar Natalia memeluk Aura membuat sang empunya kaget.
"Kak Natalia, makasih yaa aku jadi merasakan pelukan seorang kakak". Ujar membuat yang lainnya tertegun.
"Iyaa sama sama Aura, anggap saja kita ini kakak dan abang bagi kamu kecuali Cleo, karena kalian seumuran". Ujar Natalia pada Aura.
Aura yang mendengar itu pun senang, kini Geo serta Ghea pun mulai menampilkan senyumannya pada Aura, karena sekarang Aura telah mereka anggap adik mereka sendiri.
"Makasih ya kak". Ujar Aura memeluk Natalia.
"Heum yang dipeluk Kak Nata mulu, kita engga nih". Ujar Raditya membuat Aura menatapnya.
"Emangnya boleh?". Tanya Aura sambil menunduk.
"Ya bolehlah!". Ujar mereka barengan membuat Aura tersenyum senang.
Manis. Batin Cleo saat melihat Aura.
Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi, Aura dan Cleo segera merapihkan barang bawaan mereka, sementara para kakak dan abang sudah menunggu di depan pintu kelas Aura dan Cleo.
"Haii abang, haii kak". Sapa Aura dan Cleo barengan.
"Haii adiknya abang dan kakak". Ujar Raditya serta yang lainnya.
__ADS_1
"Yuk pulang bareng". Ajak Ghea menggandeng tangan Aura.
"Ehh tapi aku kan pulang ke panti kak". Ujar Aura dengan hatihati.
"Ihh kata siapa, mulai sekarang kamu serumah sama aku, kak Rachel, bang Adit sama bang Geo sampai kita sekolah yang tinggi, iyaa kan bun?". Tanya Ghea pada Anna yang berdiri didepan gerbang.
"Iyaa sayang, mulai sekarang kamu tinggal bersama kita". Ujar Anna menatap lembut Aura.
"Beneran tante?". Tanya Aura padanya.
"Beneran sayang dan satu lagi jangan panggil tante, panggil aja bunda seperti yang lain, okee". Ujar Anna pada Aura.
Aura yang mendengar itupun berkaca kaca, Anna segera memeluknya begitu pun Ghea yang ikut memeluk Aura, hingga terkahir Geo yang memeluknya dengan erat.
"Uhuk uhuk, engap bang". Ujar Aura padanya.
"Aduh maaf yaa , meluknya kekencengan yaa". Ujar Geo dengan berkaca kaca.
"Ihh gapapa abang, jangan sedih gitu, lagian gabikin aku mati kok". Ujarnya terkekeh.
"Stt, gaboleh ngomong gitu pamali kata Opa David juga". Ujar Raditya pada Aura.
"Udahh ahh, kapan pulangnya kita?". Tanya Rachel yang sedaritadi bersama ayahnya.
Anna serta yang lainnya masuk ke mobilnya masing masing, Raditya beserta para kembarannya duduk di belakang bersama Aura, sedangkan Marselina dan Natalia serta Cleo di jemput orangtuanya juga.
"Wahh keren, suara kamu bagus banget Aur". Ujar Rachel pada Aura.
"Terimakasih kak". Ujar Aura sambil tersenyum malu.
"Iyaa bener lohh, kita baru tau kamu bisa menyanyi dengan suara bagus". Puji Raditya pada Aura.
"Ya jelas kalian baru tau, orang kita beda kelas kak, yang tau suara aku Cleo, tapi kata dia suaraku jelek banget". Ujar Aura pada mereka.
Geo yang mendengar itu tertawa pelan, Cleo adalah orang yang membalikkan kata, jika menurutnya jelek berarti bagus, begitupun sebaliknya membuat semuanya kebingungan dengan Cleo.
"Kenapa abang ketawa? ada yang lucu?". Tanya Ghea pada kembarannya.
"Gapapa kok dek". Jawab Geo sambil menahan tawanya.
"Ahh bohong nihh, cepet bilangg sama kita, kenapa?". Tanya Ghea padanya.
"Rahasia". Ujar Geo pada mereka.
Ghea kesal sekali jika abangnya itu selalu begitu, Aura hanya tersenyum melihat nya, ia senang berada diantara mereka semua sungguh, tak terasa Aura tertidur karena nyamannya mobil tersebut.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, mereka sampai di rumah kediaman nya, Rangga membuka pintu mobil untuk istrinya serta anaknya, namun Aura yang tidur menyandar ke bahu Geo membuat anaknya itu diam tak bergerak.
"Bun, help me". Ujar Geo pada Anna.
"Ya ampun, Aura tertidur". Ujar Anna terkekeh.
"Bun ihh bantuin dong, berat tauu bun". ujar Geo membuat Rangga yang berada di dekat istrinya mendekat.
"Biar ayah aja yang bawa ke dalam". Ujar Rangga menggendong Aura yang masih tertidur.
"Huft, sakit pundakku bunda, pegell". Ujar Geo yang masih diam di dalam mobil.
"Bisa gerak ngga sayang?" . Tanya Anna pada putranya.
"Susah bunda, rasanya sulit untuk menoleh". Jawab Geo pada bundanya.
Rangga menghampiri mereka setelah menidurkan Aura dikamar Ghea, karena Ghea sendiri yang minta Aura untuk ditidurkan di ranjang nya, Anna menatap suaminya lalu menatap putranya.
"Owalah kenapa masih didalam sayang?". Tanya Rangga pada Geo.
"Sakit ayahh, pundak Geo Sakitt, mau noleh aja susah". Jawab Geo padanya.
"Yaudah ayo, ayah gendong". Ujar Rangga padany.
"Iyaa ayahh". Ujar Geo pada Rangga.
Sesampainya di dalam rumah, Rangga mendudukkan Geo di sofa tetapi Geo malah rebahan, karena ia mengantuk dan akhirnya ketiduran di sofa membuat Rangga segera memindahkan nya ke kamar.
"Mas bawa gih ke kamar kasian". Ujar Anna pada suaminya.
"Yaudah, kalian juga tidur siang ya". ujar Rangga pada anaknya yang lain.
"Iyaa siap ayahh". Ujar mereka pada Rangga.
Beberapa menit kemudian Rangga memasuki kamarnya, disana Anna sedang melihat pemandangan dari luar, Rangga memeluk istrinya dari bekakang memebuat sang empunya kaget.
"Masss ihh kaget tau". Ujar Anna pada suaminya.
"Hahha maaf ssyang". ujar Rangga masih memeluk Anna.
"His yaudah gapapa mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Sayang, buat adik baru untuk mereka yuk". Ujar Rangga pada istrinya.
"Kan udah ada Aura mas sebagai adik mereka". Ujar Anna pada Suaminya.
__ADS_1
"Justru adik kandung akan lebih ramai apalagi kembar kembali". Ujar Rangga sambil mengedipkan matanya.
Anna yang melihat itu pun menggelitiki pinggang suaminya yang langsung aja terbahak bahak, Anna senang melihat suaminya yang tertawa seperti ini, menambah ketampanannya serta apalah itu pikir Anna.