Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 104


__ADS_3

Ghea menatap anaknya yang sedaritadi diam saja membuatnya cemas, karena biasanya dia sangat ceria tetapi sekarang kebanyakan diam , Andreas memghampiri anaknya yang sedaritadi diam saja bukan hanya Ghea dan Andreas yang cemas tetapi abang dan kedua adiknya juga cemas.


"Sayang, princess Nya ayah kenapa heum?". Tanya Andreas padanya.


"Ngga papa kok Ayah". Jawab Rembulan padanya.


"Beneran syaang? daritadi kamu diem aja loh, ada masalah di sekolah atau apa syaang?". Tanya Andreas mengusap rambut anaknya.


"Bulan gapapa ayah, bunda , abang". Jawabnya sambil menatap mereka satu persatu.


"Tapi bunda ga yakin, soalnya biasanya juga kamu selalu main bareng sama Ratu sayang". Ujar Ghea pada putrinya.


"Bulan lagi ga pengen main Bunda". Ujarnya dengan lemas.


"Kamu sakit syaang?". Tanya Ghea memegang kening anaknya yang memang terasa hangat.


"Ya ampun mas, ternyata Bulan sakit mas". Ujar Ghea panik pada suaminya.


Andreas memegang kening anaknya yang terasa hangat, ia langsung menelpon dokter kenalannya untuk ke rumah, beberapa menit kemudian dokter kenalan Andreas sudah sampai dirumah kediaman Ghea dan Andreas.


"Dre, kenapa?". Tanya orang tersebut padanya.


"Coba lo cek kondisi anak gue Zico". Jawabnya pada Dokter Zico.


"Oke gue periksa dulu". Ujarnya diangguki oleh Andreas.


"Gimana keadaan anak gue Zi?". Tanya Andreas saat dokter Zico selesai memeriksa anaknya.


"Demam tapi ngga terlalu tinggi, perlu istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak makan ice cream, cukup dua aja". Jawabnya pada Andreas.


"Ah baiklah kalau gitu, makasih ya Bro". Ujarnya pada Dokter Zico.


"Okee bro saMa saMa, kalau gitu gue pamit ya". Ujarnya diangguki oleh Andreas.


Sedaritadi Ghea hanya diam saja tidak sadar dengan perginya dokter tersebut, Andreas mengelus rambut istrinya membuat Ghea tersadar jika sedaritadi melamun bahkan ia tidak dengar apa yang terjadi pada anaknya.


"Kenapa sih sayang?". Tanya Andreas pada istrinya.


"Gapapa mas, Bulan ngga papa kan? ngga parah sakitnya?". Tanya Ghea pada suaminya.


"Engga sayang , cuman demam biasa ngga tinggi". Jawabnya pada istrinya.

__ADS_1


"Ah syukurlah kalau begitu mas". Ujar Ghea pada suaminya.


"Iyaa sayang". Ujarnya mengelus rambut istrinya.


"Yaudah yuk kita liat Bulan dulu mas". Ujarnya diangguki oleh Andreas.


"Sayangnya bunda, cepat sembuh ya sayang, jangan sampai keterusan sakitnya sayang". Ujar Ghea saat mereka berdua sudah didalam kamar anaknya.


"Iyaa pasti Bulan sembuh sayang, asalkan kata Zico jangan terlalu sering makan ice cream syaang, apalagi cuacanya lagi ngga baik". Ujarnya pada sang istri.


"Iyaa mas, susah sih dibilangin anak kamu tuh". Ujarnya pada sang suami.


"Anak kita sayang". Ujarnya tak terima.


"Iyaa anak kita suamiku syaangku". Ujarnya pada Andreas.


Anna berkunjung ke rumah Andreas dan Ghea bersama keluarga kecilnya, Rangga melihat Bintang yang sedang duduk sendirian di ruang tengah, membuatnya memghampiri cucunya tersbeut sementara Anna langsung masuk ke kamar Bulan.


"Loh, Bulan kenapa sayang?". Tanya Anna pada putrinya.


"Bulan sakit bun, demam biasa ngga terlalu tinggi". Jawab Ghea pada bundanya.


"Kebanyakan makan ice cream sih jadi gini kan". ujarnya sambil mengelus pipi cucunya.


"Udah jangan sedih, berdoa aja semoga Bulan secepatnya sembuh". Ujar Anna mengusap punggung anaknya.


"Iyaa bunda, semoga aja". Ujarnya pada bundanya.


Kini mereka semua sedang berada di ruang tengah kecuali Rembulan yang butuh istirahat banyak, Bintang terlihat diam saja karena tidak ada yang bisa dia ajak bermain jika adik kembarannya sakit. Ghea mengusap rambut anaknya dengan lembut membuat Bintang menoleh pada bundanya.


"Abang kesepian ya?". Tanya Ghea padanya.


"Iyaa bunda, biasanya kan sama dek bulan mainnya". Jawabnya pada Ghea.


"Doain ya sayang semoga aja adik kamu cepat sembuh". Ujar Ghea pada anaknya.


"Iyaa bunda semoga aja, abang udah kangen main bareng smaa Adek bun habisnya dek langit sama bumi masih kecil". Ujarnya pada Ghea.


"Yaudah sayang kamu mending tidur siang aja ya nak". Ujarnya pada anaknya.


"Ngga mau lebih baik abang menghafal bunda". Ujarnya pada Ghea.

__ADS_1


"Mau menghafalkan apa memangnya cucunya oma?". Tanya Anna menatap Bintang.


"Undang Undang Dasar 1945 oma". Jawabnya pada Anna.


"Coba kita pengen dengar dong ponakan uncle ini udah bisa sampai mana?". Tanya Mahesa yang emang ikut bersama Anna dan Rangga.


"Eheum sebentar haus". Ujarnya sambil terkekeh.


Bintang menatap semuanya satu persatu yang sedang menunggunya membacakan undang undang dasar 1945 , Bintang menarik nafasnya sebelum mengucapkan undang undang dasar 1945 tersebut karena takut salah menyebutnya.


"UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945".


"PEMBUKAAN".


"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu ,berdaulat , adil dan makmur."


"Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas , maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."


"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu".


"Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa , Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab , Persatuan Indonesia dan Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan , serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."


Semuanya bertepuk tangan karena Bintang bisa menghafalkan nya dengan lancar, bahkan itu lumayan panjang pikir mereka karena mereka saja terkadang ada yang mereka lupakan saat membacakannya.


"Wah abang hebat loh, bisa banget inget semuanya".. Ujar Ghea memeluk anaknya.


"Iyaa dong kan kepintaran nya turun dari ayah dan bunda". Ujarnya dengan bangga.


"Gitu aja bangga, coba kamu sebutkan Bab 1 Bentuk dan Kedaulatan pasal 1 apa?". Tanya Mahesa menantang ponakannya.


"Negara Indonesua adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik, Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar dan Negara Indonesia adalah negara hukum". Jawabnya dengan tegas.


"Waww sangatt pintar sekali cucuku inii". Ujar Rangga yang melihat Bintang.


"Jelas dong, Bintang gitu loh". Ujarnya sambil mengusap rambutnya ke belakang.


Semuanya tertawa melihat tingkah Bintang, entah Bintang belajar dari mana karena setau Ghea selama ini anak anaknya tidak seperti itu, mungkin karena pergaulan temannya pikir Ghea sambil tersenyum tipis.


"Kamu menggemaskan sayang". Gumam Ghea.


"Iyaa saMa seperti bundanya menggemaskan". Ujar Andreas yang mendengar gumam istrinya.

__ADS_1


"Ish mas nyambung aja". Ujarnya dengan kesal pada suaminya.


__ADS_2