Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 36


__ADS_3

Saat ini semuanya sedang berkumpul di rumah kediaman keluarga Yunanda, tinggal menunggu kelahiran Rania maka ramai lah rumah dengan para bayi, usia kandungan Rania sudah memasuki yang ke 5 bulan makanya rumah ramai karena akan mengadakan syukuran.


"Wahh tinggal menunggu kak Rania sekarang yang melahirkan bayi". Ujar Lion sambil mengelus perut buncit Rania.


"Iyaa syaang, duhh ga sabar deh kakak". Ujar Rania sambil mengelus rambut Lion.


"Semoga lancar ya kak lahirannya, semoga lucu lucu juga anaknya seperti Lion misalnya hehe". Ujar Lion mengundang gelak tawa.


"Ahh dasar bocahh percaya diri sekali kau". seperti biasa Andrio selalu mengerjai adiknya.


"Mass ih udah, kebiasaan deh". ujar Michelle sambil menggendong anaknya.


"Abisnya seneng aja syang liat dia kaya gitu". Ujar Andrio saat melihat Lion cemberut.


Rania yang saat itu sedang mengelus perut nya melihat Lion cemberut membuat nya tertawa, melihat kakanya tertawa makinn cemberut lah bibir Lion, akibat tertawa malah membuat perut Rania keram.


"Awss sakitt". Keluh Rania membuat Reynaldi segera mendekat.


"Kenapa sayang?". Tanya Rey Khawatir.


"Perutku keram mas". Jawab Rania padanya.


"Jangan banyak ketawa sayang gabaik juga buat kandungan kamu". Ujar Mommy Jinny padanya.


"Iyaa habisnya lucu mom". ujar Rania sambil mengelus perutnya yang buncit.


"Iyaa emang aku lucu kak". Ujar Lion sambil tersenyum.


Anna diam saja namun terkadang ia tertawa pelan melihat interaksi Lion dan abangnya yang selalu saja seperti Tom and Jerry, Baby Raditya yang menempel pada Rey, sedangkan Baby Ghea menempel pada Rania, Baby Geonard dipangkuan suaminya, serta Baby Rachel berada dipangkuannya.


"Sepertinya Baby Raditya dan Baby Ghea mempunyai tempat ternyaman kedua". Celetuk Anna membuat semuanya menoleh.


"Maksudnya gimana syaang?". Tanya Rangga yang berada disampingnya.


"Ya liat aja syaang ,baby Raditya bakalan anteng sama kita dan juga Rey tetapi sama yang lain rewel, begitu juga dengan baby Ghea akan anteng bersama kita juga Rania ke yang lainnya gamau". Jawab Anna membuat semua menoleh pada Rey dan Rania yang masih asik mengajak bicara.


"Wahh iya bener apa yang kamu bilang sayang ,anak kita apet banget sama mereka kecuali Baby Geo dan Baby Rachel". Ujar Rangga pada istrinya.

__ADS_1


"Pantesan sama kita rewelnya minta ampun". Ujar Clara saat melihat kedua bayi sahabatnya anteng begitu.


"Haha gue juga gatau Clar". Ujar Anna pada sahabatnya.


"Lo manggil gue apa Clarisa?". Tanya Clara pada Anna.


"Salah sendirii nama kalian hampir sama". Jawab Anna dengan cuek.


Beberapa jam berlalu, semuanya pulang ke rumah masing masing karena hari semakin malam, Anna dan Rangga menginap dirumah kediaman Yunanda, begitupun juga dengan Rania dan Reynaldi.


Waktu menunjukkan pukul jam 8 malam, mereka makan malam bersama dengan nikmat, anak Anna dan Rangga ditidurkan di dekat mereka disebuah kursi, karena takut kenapa kenapa jika ditinggal kan sendiri di kamar mereka.


"Ohh ya dek, kamu ga periksa jenis kelaminnya?". Tanya Rangga pada Rania.


"Ngga ahh bang, aku ingin seperti kalian aja biar menjadi kejutan gitu". jawab Rania pada abangnya.


"Tapi kayanya aku hamilnya ga kembar ya". Ujarnya lagi pada abangnya.


"Yaiya lah sayang ,orang di keluarga aku maupun keluarga kamu tidak ada gen kembar, kecuali kak Anna". ujar Reynaldi merasa kikuk saat memanggil iparnya yang lebih muda daripada dirinya.


"Iyaa sihh bener, Mommy Alexa aja punya kembaran ya pasti lah kak Anna dan kak Andrio juga gen kembar nya dapet". Ujar Rania pada suaminya.


Anna membenarkan apa yang dibilang suaminya, karena Aunty Alesha aja hanya satu anak ntah lah nanti anak kedua mungkin kembar pikirnya, Rania yang mendengar itu pun terdiam karena baru mengetahui tentang gen kembar.


"Ahh ntahlah, jangan bahas lagii nanti aku iri". Ujar Rania dengan cemberut.


"Yasudah lebih baik kalian istirahat saja udah malam, apalagi gabaik buat kamu Rania". Ujar Mommy Jinny pada mereka.


"Baiklah mom, selamat malam mom". ujar Rania pada Mommy nya sambil berdiri.


"Iyaa sayang, selamat malam juga". Ujarnya pada putrinya.


Anna serta yang lainnya memasuki kamar, untung saja tersedia lift dirumah keluarga Yunanda, karena kamar Anna dan Rangga berada di atas, sambil bersandar pada lengan suaminya Anna menatap anaknya.


"Gemas sekali ya mas mereka". ujar Anna menatap anaknya tertidur dengan gemas.


"Iyaa sayang sama seperti kamu". Ujar Rangga mengecup pipi istrinya.

__ADS_1


"Ihh mas, ada CCTV loh". Ujar Anna malu pada suaminya.


"Iyaa ngga apa apa dongg, kan kita udah nikah udah punya anak juga". Ujar Rangga pada istrinya.


"Hishh Udahh ahh mas jangan bahas ituu". Ujar Anna malu pada suaminya.


Rangga dan Anna akhirnya sampai di kamarnya, mereka langsung memindahkan anak anak ke kasur khusus dari kursinya, setelah nya Anna membersihkan badannya karena gerah begitupun dengan Rangga.


"Mas, ngga nyangka ya setahun pernikahan kita dapat anak kembar empat". Ujar Anna memeluk suaminya.


"Iyaa sayang, mas juga ngga nyangka kamu hamil kembar waktu itu". Ujar Rangga mengelus rambut panjang istrinya.


"Ternyata memang ada gen kembar". Ujar Anna pada suaminya.


Rangga menyanyikan lagu untuk istrinya, hingga tak terasa Anna tertidur, Rangga yang melihat itu tersenyum kecil lalu mengecup kening istrinya dengan lama, sebelum akhirnya Rangga pun tertidur.


Tengah malam Rangga terbangun mendengar anaknya menangis, ia melirik Anna yang masih tertidur, karena tak tega membangunkan istrinya akhirnya Rangga menenangkan anaknya.


"Sstt anak ayah, jangan nangis lagi ya kasian bunda, anak ayah lapar apa pup?". Tanya Rangga dengan pelan pada anaknya.


"Wahh anak ayah ingin main sama ayah iyaa, yaudah yuk kita ke kamar bermain". Ujar Rangga melangkahkan kakinya keluar kamar.


Keesokkan harinya Anna kaget saat meraba bantal disampingnya ternyata suaminya tidak ada, lalu menoleh pada anaknya pun salah satu dari mereka ngga ada.


"Loh mas Rangga sama Baby Rachel kemana?". Tanya Anna dengan pelan.


"Lebih baik aku mandikan dulu anak anak deh baru nyari mas Rangga sama baby Rachel". Ujar Anna lalu memandikan satu persatu anaknya.




Anna dibantu oleh Mommy Jinny mencari suami serta anaknya, Anna membuka pintu kamar bermain betapa terkejutnya, melihat suami dan anaknya tertidur disana dengan pulas.


"Mungkin semalam baby Rachel bangun dan Rangga tidak tega membangunkan kamu, makanya mereka tertidur di ruang bermain, untung saja tersedia kasur". Ujar Mommy Jinny pada Anna.


"Aku terharu mom". Ujar Anna menatap suami serta anaknya berkaca kaca.

__ADS_1


"Yaudah jangan dulu diganggu, kasian". Ujar Mommy nya sambil berlalu pergi membawa ketiga anaknya menggunakan kereta dorong.


Anna menghampiri mereka berdua, lalu mengecup kening keduanya, serta mengusap rambutnya. Sungguh Anna sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat pengertian.


__ADS_2