
Anna sedang memasak untuk sarapan, tiba tiba saja ada yang memeluknya dari belakang membuat Anna hampir saja mengiris tangannya, kebiasaan suaminya itu yang membuatnya kaget di pagi hari.
"Morning sayang". Ujar Rangga mencium leher istrinya.
"Hmmahh morning Mas, jangan tinggalin jejak mas, aku mau nganter anak anak sekolah". Ujar Anna pada suaminya.
"Perintah itu harus di langgar sayang". Ujar Rangga semakin menjadi.
"Mas ihh aku lagi masak, Udahh ahh sana kamu siap siap, bukannya hari ini kamu mau berkunjung ke kampus mashh". Ujar Anna pada suaminya.
"Ya kan sebelum ke kampus, mas mau minta energi sayangg". Ujar Rangga mencium bibir istrinya serta ********** dengan lembut.
"Mas udah ihh nanti anak anak lihatt". Rengek Anna pada suaminya.
"Yaudah iya sayang iyaa". Ujar Rangga melepaskan pelukannya lalu pergi ke kamar untuk bersiap.
Beberapa menit kemudian kini Rangga dan anaknya sedang menunggu di meja makan, Anna membawa makanannya dibantu oleh Aera yang memang menginap lama di rumahnya, Lion menatap Aera yang membuatnya selalu merasakan berdebar.
"Kenapa uncle liatin aunty terus?". Tanya Geo padanya.
"Apaan sih, siapa yang ngeliatin Aunty, ngga kok". Elak Lion pada ponakannya.
"Uncle suka ya sama Aunty Aera". Ujar Raditya padanya.
"Ihh apaan sihh, uncle ngga suka sama Aunty Aera kok". Ujar Lion dengan kesal pada dua bocah dihadapannya.
"Udah udah jangan ribut, mending kita sarapan". Ujar Anna pada mereka.
Semuanya menikmati sarapan mereka di selingi dengan berbincang riang bersama, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan sarapannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.
"Biar aku aja kak yang antar sikembar ke sekolah". Ujar Lion pada Anna.
"Gapapa dek?". Tanya Rangga pada nya.
"Gapapa abang, sekalian aku menikmati suasana sebelum pergi ke Amerika". Jawab Lion membuat Aera menoleh.
"Bang , emangnya kapan berangkat?". Tanya Aera padanya.
"Masih lama sihh, nunggu lahiran Aunty Rania aja". Jawab Lion membuat Aera bernafas lega.
__ADS_1
"Syukurlah". Gumam Aera namun terdengar oleh Lion.
"Kamu bilang apa?". Tanya Lion mendengar gumam an Aera namun tidak jelas.
"Ngga, ngga ada bang". Jawab Aera sambil membereskan piring bekas mereka sarapan.
Anna dan Rangga saling menatap, mungkinkah terjadi sesuatu pada kedua adiknya itu? apakah kedua nya saling menyukai? itulah yang Anna dan Rangga tanyakan di pikiran mereka. Lion yang melihat kedua nya pun menatap heran.
"Abang sama kakak kenapa?". Tanya Lion pada mereka berdua.
"Ngga papa, oh ya mending kamu berangkat sekarang, bisa telat nanti sikembar". Jawab Anna pada adiknya.
"Baiklah kalau begitu Lion berangkat, Yok anak anak kita gow". Ujar Lion pada ponakannya.
"GOO!!". Teriak mereka berempat dengan semangat.
Selama dalam perjalanan menuju sekolahan ponakannya, Lion sibuk memikirkan Aera tetapi ia tetap fokus ke jalan demi keselamatan mereka, Raditya saling menatap dengan kembarannya karena biasanya Lion akan sangat berisik dan banyak bertanya.
Sedangkan di rumah Anna menghampiri Aera yang sedang menggendong Baby Mahesa, Aera menoleh saat Anna menghampiri nya, Anna mengajak Aera untuk duduk karena takutnya pegal sedaritadi berdiri sambil menggendong Baby Mahesa.
"Aera, jujur sama kakak, kamu ada masalah sama Lion?". Tanya Anna pada nya.
"Kamu suka sama abangmu?". Tanya Anna memhuat Aera terkejut.
"Ngga kak, kata siapa haha". Jawab Aera sambil terkekeh.
"Jangan sembunyikan itu dari kakak, kakak pernah berada di posisi kamu dek". Ujar Anna pada Aera.
Aera menghela nafasnya, sebenarnya ia takut bercerita pada kakaknya atau pun keluarganya yang lain, saat Aera akan membuka mulutnya tiba tiba mereka kedatangan tamu, Aera mengenalnya begitupun dengan Anna.
Ayra Putri Nursabila remaja cantik berumur 21tahun itu mendatangi rumah kakaknya, karena sudah lama ia rindu pada ponakannya, Aera yang melihat kembarannya karena namanya hampir sama pun langsung berlari setelah mengembalikan Baby Mahesa pada Anna.
"Huaaa kak Ayra aku kangen". Ujar Aera memeluk Ayra.
"Sama kakak juga eh harusnya aku manggil kamu kakak dek eh gimana sihh". Ujar Ayra terkekeh begitupun juga dengan Aera.
"Kamu panggil Aera adek aja karena kan bukan adik kandung tetapi kakak selalu menganggap kamu seperti adik kandung kakak". Ujar Anna pada nya.
__ADS_1
"Makasih ya kak". Ujar Aera memeluk Anna.
"Ohh yaa duduk dulu dek". Ujar Anna pada mereka.
"Yang lain kemana kak?". Tanya Ayra saat mereka sudah duduk di sofa.
"Ponakanmu yang lain sekolah kalau Andira ada di ruang bermain, Mas Rangga kerja dek". Jawab Anna pada Ayra.
"Yahh padahal aku kangen banget sama mereka, tapi yaudah sekarang temu Baby Mahesa dan Andira dulu". Ujar Ayra menggendong Baby Mahesa.
Baby Mahesa begitu senang digendong oleh Ayra, membuat Ayra gemas sekali pada ponakannya ini, Anna ke dapur untuk mengambil cemilan buat adik adiknya, Ayra dan Aera berbincang riang mengenai kuliah mereka.
Beberapa menit kemudian Anna kembali sambil membawa cemilan dan minuman, ia meletakkan nya di meja membuat keduanya menoleh pada Anna, Ayra senang karena ia rindu cemilan buatan Anna serta minumannya.
"Kamu kayanya seneng banget dek". Ujar Anna pada Ayra.
"Iyaa dong karena aku kangen banget sama cemilan dan minuman buatan Kakak". Ujar Ayra padanya.
"Yaudah kalian nikmatin aja, kakak mau nidurin Baby Mahesa ke kamar". Ujar Anna diangguki oleh keduanya.
Sedangkan Lion kini sedang berada di supermaket, tadi Anna menitipkan padanya untuk membeli cemilan dan minuman serta bahan bahan untuk di masak, setelah lengkap semuanya ia pun membayar belanjaannya.
"Pasti Aera senang aku belikan coklat". Ujar Lion sambil tersenyum.
"Maafin aku yang selalu pura pura tidak menyukaimu Aera, tetapi percayalah aku sangat menyukaimu bahkan mencintaimu, tunggu semuanya beres aku akan bilang pada daddy untuk melamarmu, karena kita berdua tidak ada ikatan darah". Gumam Lion sambil melajukan mobilnya menuju ke rumah.
"Ahh iya aku lupa, Kak Ayra akan kan udah pulang ke Indonesia, pasti saat ini Kak Ayra lagi ada di rumah Kak Anna, ah aku belikan saja mereka seblak, pasti suka". Ujarnya sambil berhenti di tempat jajanan pinggir jalan.
"Bang, seblak pedes gurih, tiga porsi dibungkus ya". Ujar Lion padanya.
"Siap den!". Ujarnya dengan semangat.
Sambil menunggu seblaknya selesai di masak, Lion mengabari Anna terlebih dahulu, Karena takutnya Anna menunggu kedatangan nya di rumah, beberapa menit kemudian seblak yang Lion pesan sudah jadi.
"Wah bawa apaan tuh bang?". Tanya Aera saat Lion sampai di rumah.
"Bawa kesukaan kamu dan kak Ayra, seblak". Jawab Lion membuat kedua gadis tersebut ngiler.
"Oke tunggu bentar, aku bawakan mangkuk nya". Ujar Ayra diangguki keduanya.
__ADS_1
Lion mendekati Aera lalu memberikan coklat kepadanya, serta membisikkan sesuatu yang membuat pipi Aera merah merona, bagaimana tidak Lion membisikkan 'Tunggulah, aku akan meminta pada Daddy untuk menikahi mu kelak'.