Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 146


__ADS_3

Keesokkan Harinya...


Kini semuanya tengah berada diruangan khusus untuk keluarga Yunanda, terlihat Marsya yang masih lemas diatas ranjang pasien sedangkan yang lainnya sedang melihat kedua anak kembarnya, Marsya tersenyum tipis saat melihat semua orang begitu antusias sekali.


"Lucu banget sih adiknya Baby Raden sama Baby Zura". Ujar Andira menatap ponakannya.


"Jelas dong bibit unggulan". Ujar Mahesa padanya.


"Iyaa semuanya bibit unggulan karena lahir dari rahim yang sama". Ujar Rangga pada anaknya.


"Benar apa yang dibilang ayah kalian". Ujar Anna pada anak anaknya.


"Iyaa deh iyaa". Ujar mereka pada Anna.


Oeekk Oeekk oeekk


Semuanya menatap pada Baby Zura yang menangis, dengan cepat Indira menggendong anaknya karena tidak mau suara tangisan anaknya membuat kedua ponakan yang baru lahir terbangun, Kenan membantu istrinya menggendong salah satu bayinya.


"Kayanya Baby Zura pengen mimi deh, aku ke ruangan sebelah ya". Ujar Andira pada mereka.


"Sayang mas temani". Ujar Kenan pada istrinya.


"Iyaa ayok mas, bawa Baby Raden juga". Ujarnya pada sang suami.


"Katanya ngga bisa bawa mereka ke rumah sakit?'. Tanya Mahesa setelah keduanya pergi dari ruangan.


"Ya bisa saja karena rumah sakit ini milik keluarga kita sayang". Jawab Anna pada anaknya.


"Heum gitu ya bun". Ujarnya hanya diangguki oleh bundanya.


"Baby Madina yang mana nih?". Tanya Rachel pada adiknya.


"Sebelah kanan kak". Jawab Mahesa pada kakaknya.


"Haii ponakan Aunty yang cantik". Ujar Rachel menatap Baby Madina dan Baby Melati.


"Haii juga Aunty yang cantik". Ujar Marsya pada kakak iparnya.


"Ah makasih". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada adik iparnya.


"Iyaa saMa saMa kak". Ujar Marsya pada kakak iparnya.


"Eh iya kapan pulang?". Tanya Ghea pada adiik iparnya.


"Paling nunggu aku agak pulih kak". Jawab Marsya pada kakak iparnya.


"Iyaa sih wajar aja dulu aja kakak dirawat beberapa hari dulu". Ujar Ghea pada adik iparnya.


"Berarti setiap orang yang melahirkan akan dirawat beberapa hari ya kak?". Tanya Marsya pada kakak iparnya.


"Iya benar Sya". Jawab Ghea pada adik iparnya.


"Yaudah kalau begitu kak". Ujarnya pada Ghea.

__ADS_1


"Lebih baik kamu istirahat sayang, nanti bunda bangunkan kalau Baby Madina dan Baby Melati bangun syaang". Ujar Anna pada Marsya.


"Baiklah bunda". Ujanya yang memang sudah mengantuk.


Marsya yang memang sudah mengantuk tidak membutuhkan waktu lama untuk tertidur, Mahesa yang melihat itupun menyuruh mereka untuk berpindah ke ruangan sebelah yang lebih besar ruangannya dibanding ruangan istrinya.


"Kamu jaga aja istri kamu". Ujar Rangga pada anaknya.


"Huft baiklah kalau begitu". Ujar Mahesa pada ayahnya.


"Iyaa boy". Ujarnya pada anaknya.


"Yaudah jaga Baby Madina dan Baby Melati ya Ayah". Ujar Mahesa pada ayahnya.


"Oke tenang saja boy". Ujar Rangga pada anaknya.


"Yaudah kalau begitu, Mahesa ikut tidur aja ngantuk soalnya". Ujarnya pada sang ayah.


"Dih yaudah kalau gitu tidur aja". Ujar Rangga pada sang anak.


"Iyaa yah, jaga mereka berdua ya". Ujarnya hanya diangguki oleh Rangga.


"Loh mas, Mahesa mana?". Tanya Anna saat tidak melihat anaknya.


"Dia ikut tidur, katanya ngantuk". jawabnya pada istrinya.


"Oh gitu yaudah biarin aja, Mahesa terlalu banyak bergadang". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


...Reynaldi...


...Online...


Bangg, Rania masukk rumah sakitt


^^^Apaa?? bagaimana bisa??^^^


Dia ditabrak mobil bangg


^^^Sekarang bagaimana kondisi Rania?^^^


Dia masih di periksa dokter bang


^^^Yaudah abang akan secepatnya terbang ke Eropa, kabari abang jika terjadi sesuatu pada Rania^^^


Okee siap bangg


Anna mematap suaminya yang terdiam setelah menerima pesan entah dari siapa pikirnya, ia menepuk pundak suaminya seraya menatapnya penuh pertanyaan, hingga akhirnya Rangga jujur pada istrinya tentang Rania yang masuk rumah sakit bahkan membuat yang lainnya terkejut.


"Kita berangkat sekarang aja mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Bunda lebih baik biar kitaa aja yang kesana". Ujar Andreas pada mertuanya.

__ADS_1


"Engga, ayah udah bilang bahwa ayah akan kesana pada Reynaldi". Ujar Rangga pada menantunya..


"Ah baiklah kalau begitu ayah, asal hati hati aja nanti". Ujar Andreas pada mertuanya.


"Okee tenang aja, bukan hanya sendiri Ayah kesananya". Ujar Rangga pada menantunya.


"Kenapa kamu terlihat berbeda dengan yang di foto ya? terlihat lebih jeleknya". Ujar seseorang meledek pada salah satu sahabat Andira.


"Terserah, disini aku lah yang menjadi ratu" Ujarnya sambil jalan di belakangnya.


"Eh lupa dia kan jalan kaki". Ujar Rangga sambil menepuk keningnya.


"Haa? jalan kaki?ngga deh kamu salah liat, jelas jelas pakai kendaraan kok". Ujar Anna pada sang suami.


Beberapa jam kemudian Anna dan Rangga dan yang lainnya telah sampai di Bandara, mereka akan menggunakan pesawat pribadi untuk menuuju ke kediaman Rania dan Reynaldi yang kini menetap di Eropa.


Hampir seluruh keluarga Anna dan Rangga ikut ke Eropa, kecuali para anak anak mereka yang ada sebagian berada di rumah sakit menemani Marsya yang masih terbaring lemas di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Rania?". Tanya Rangga dengan panik saat mereka sudah sampai dirumah sakit.


"Sekarang belum sadarkan diri bang banyak darah yang keluar, hingga membuat Rania harus transfusi banyak darah". Jawab Reynaldi dengann lemah pada Rangga yang merupakan abang iparnya.


"Astaga!! baiklah kita akan mendonorkan darah untuk Rania". Ujar Rangga pada adik iparnya.


"Gausah bangg, abangkan lagi sakit jadi ngga bisa mendonorkan darah bang, harus orang yang masih sehat". Ujar Reynaldi pada abang iparnya.


"Huft baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil menghela nafasnya panjang.


"Ah iyaa bagaimana? dengar dengar istri Mahesa telah melahirkan bang?". Tanya Reynaldi pada abangnya.


"Iyaa benar, mereka berdua telah resmi menjadi seorang ayah dan bunda dari kedua anak kembarnya". Jawabnya pada Reynaldi.


"Sepertinya banyak gen kembar disini". Ujar Reynaldi pada abang iparnya.


"Benar apa yang kamu bilang Rey". Ujar Anna yang sedaritadi hanya diam saja.


"Eh Kak Anna". Ujarnya yang juga baru menyadari keberadaan Anna.


"Padahal sedaritadi loh aku disamping suamiku, apakah tidak kelihatan?". tanya Anna dengan kesal pada adik iparnya tersebut.


"I'm sorry kakak ipar, aku engga bermaksud gitu sumpah". Ujarnya pada Anna.


Anna yang mendengar itupun hanya terdiam memikirkan keadaan Rania sekarang, kenapa akhir akhir ini Anna merasakan sesuatu didalam hatinya jika ia akan merasakan kembali rasanya kehilangan, tetapi segera ia tepis pikirannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ngga kerasa ya, puasa 19 hari lagi ya gays, ngga kerasa perasaan baru aja hari pertama puasa, besok udah mau ke 12 ramadhan aja hihi, semangat menjalani ibadah puasa nya bagi yang melaksanakan ibadah puasa ya gayss :)


Udah ada yang bocor belum ngga nih? berapa btw hehe maaf kepo :)


Jangan lupa juga, seperti biasa Like and Comment juga Vote ya gays :)


Makasih sebelumnya yang sudah membaca :) jangan hanya membaca saja tanpa adanya Like :(

__ADS_1


Maaf sekali lagi kalau akhir akhir ini Author sering banget ketiduran yang membuat terlambatnya menulis novel, maafin Author ya gays:)


#SNS2611


__ADS_2