
"Bunda, Andira kangen sama bunda". Ujar Andira memeluk bundanya.
"Ya ampun sayang padahal bunda dari kemarin kemarin udah nginep dirumah kamu Syaang". Ujar Anna terkekeh pada anaknya.
"Iyaa tapi kan jarang bersama walaupun bunda menginap disini". Ujar Andira dengan manja pada bundanya.
"Manja banget sih anaknya bunda". Ujar Anna mengelus rambut anaknya.
Kenan menghampiri mereka berdua, lalu berpamitan pada mereka berdua karena ada kerjaan yang harus dikerjakaan sekarang, Andira mau tak mau harus membiarkan suaminya bekerja padahal ia sangat menginginkan suaminya berada disampingnya.
"Sayang, udah dong jangan sedih, kan Kenan hanya berangkat kerja sayang, engga kemana mana". Ujar Anna pada anaknya.
"Tapi Andira kangen banget sama mas Ken bunda". Ujar Andira pada bundanya.
"Yaudah coba aja kamu telepon Kenan nya". Ujar Anna pada anaknya.
"Heum engga mau, takutnya ganggu dia lagi kerja bunda". Ujarnya pada sang bunda.
"Yaudah jangan aja kalau gitu". Ujar Anna pada anaknya.
"Heum iya bunda". Ujar Andira pada bundanya.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Temenin saMa bunda". Ujar Andira pada bundanya.
"Iyaa ayok bunda temenin". Ujar Anna pada anaknya.
"Ayok bundaa". Ujar Andira sambil menggandeng lengan bundanya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di kamar Andira, Andira dengan perlahan rebahan diranjangnya sedangkan Anna mengusap rambut anaknya dengan lembut, hingga tak selang berapa lama anaknya tertidur dengan pulas.
Anna memilih keluar dari kamar putrinya, karena ia ada urusan pada suaminya yang sedang berada di kamar, Rangga yang saat itu sedang duduk membaca situs berita terhenti ketika mendengar suara pintu terbuka.
"Loh syang kenapa? Dira mana? ". tanya Rangga pada istrinya.
"Gapapa sayang, Dira lagi tidur sayang karena sedaritadi terus saja merengek pengen ketemu sama Kenan". Jawabnya pada Rangga.
"Heum Kenan juga emang lagi sibuk banget sekarang, bahkan selalu pulang larut malam karena kerjaannya itu". Ujar Rangga pada istrinya.
"Coba aja kamu bujuk Kenan untuk kurangin kerjaannya sayang". Ujar Anna pada sang suami.
"Iyaa nanti aku bujuk Kenan untuk mengurangi kerjaannya". Ujar Rangga pada istrinya.
"Yaudah makasih ya sayang". Ujar Anna memeluk suaminya.
"Iyaa saMa saMa sayang, apasih yang engga buat istriku tercinta ini". Ujar Rangga pada istrinya.
"Ih kamu bisa aja sayang". Ujar Anna pada suaminya.
"Ya harus bisa dong sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa deh iyaa". Ujar Anna pada suaminya.
"Oh ya sayang, bagaimana kalau kita berlibur berdua? kayanya udah lama deh engga liburan berdua". Ujar Rangga pada istrinya.
__ADS_1
"Kamu jangan aneh aneh deh, udah tau sering sakit sakitan sekarang Tuh, malah ngajak liburan berdua, aku juga sering sakit kaki juga kan kalau jalan lama". Ujar Anna pada suaminya.
"Heum yaudah maaf sayang, nanti aja kita liburan bareng mereka aja ya". Ujar Rangga pada istrinya.
"Kalau gitu aku setuju sayang, btw obat nya udah diminum?". Tanya Anna pasa suaminya.
"Udah dong sayangg, aku engga mungkin lupa soal obat kalau engga yang ada aku kambuh lagi sakitnya". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada istrinya.
"Baguslah kalau begitu sayang, sekarang lebih baik kita juga istirahat". Ujar Anna pada suaminya.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa sayang". Ujar Anna pada suaminya.
Beberapa menit kemudian Anna dan Rangga langsung tertidur dengan lelap, hanya terdengar dengkuran halus saling menyahut, sementara di kediaman Rania dan Reynaldi mereka sedang memperhatikan cucunya.
"Liat tuh oma Vian nyebelin banget". Ujar Cleona pada Rania.
"Udah dong Vian, jangan jahil saMa kakaknya". Ujar Rania menatap cucu laki lakinya.
"Iyaa seru tau oma, jahilin kakak tuh". Ujarnya pada Rania.
"Jangan gitu dong sayang, kakak itu harusnya kamu jaga bukan dibikin kesal terus". Ujar Aura menghampiri anaknya.
"Maafin aku mami, aku engga maksud kaya gitu kok, habisnya senang aja liat kakak kesal seperti tadi mam". Ujar Arvian pada Aura.
"Kamu itu gimana sih, udah tau kakak kamu gasuka dijailin". Ujar Aura pada anaknya.
"I'm sorry mom". Ujarnya pada Aura.
"Yaudah maafin aku ya kak, janji deh ngga akan gitu lagi". Ujar Arvian pada kakaknya.
"Jangan cuman janji doangg kamu tuh". Ujar Cleona pada adiknya.
"Iyaa aku bener bener janjii kak". Ujar Arvian pada kakaknya.
"Yaudah bener ya awas aja kalau kamu ngingkarin janji". ujar Cleona pada adiknya.
"Iyaa engga akan kakakku yang cantik". Ujar Arvian pada kakaknya.
"Yaudah kalau gitu kakak percaya". Ujarnya pada sang adik.
Kembali lagi ke kediaman Anna dan Rangga, mereka sudah terbangun karena teriakan dari kamar Andira, keduanya menghampiri anaknya yang terlihat gelisah dalam tidurnya, apalagi anaknya sambil memanggil manggil nama suaminya.
"Mas Ken"
"MAS KEN BANGUN!!"
"Jangan pergii!!"
"Sayang hey bangun, saayang sadar nak". Ujar Anna pada anaknya.
"Mas, Mas Ken ahh". Ujar Andira sambil membuka matanya.
"Sayang, kamu kenapa?". Tanya Anna memeluk anaknya.
__ADS_1
"Bunda, mas Ken mana?". Tanya Andira dengan lemas.
"Masih dikantor kan sayang". Jawab Anna pada putrinya.
"Aku tadi mimpi buruk bunda". Ujarnya sambil terisak membuat Anna khawatir.
"Sudah sayang, itu cuman bunga tidur sayang". Ujar Anna sambil mengelus rambut anaknya.
"Tapi terasa nyata bunda". Ujar Andira sambil terisak pada bundanya.
"Iyaa doakan saja semoga cuman sekedar mimpi aja sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Iyaa semoga aja mas Ken baik baik aja bunda". Ujar Andira pada bundanya.
"Sekarang lebih baik kamu mandi, terus jalan jalan sore sama bunda sambil menunggu suami kamu pulang". Ujar Anna pada putrinya.
"Iyaa deh bunda, kalau gitu Dira mandi dulu ya bunda". Ujar Andira pada bundanya.
"Iyaa sayang, hatihati jalannya". Ujar Anna pada anaknya.
"Iyaa siap bunda". Ujar Andira pada bundanya.
"Bunda tunggu diluar sama ayah ya sayang". Ujarnya hanya diangguki oleh Andira.
Ting!
...Suamiku Sayang 🤗❤...
...Online...
Sayangg, mas pulang sekarang, kamu jangan khawatir mas baik baik saja
Sayang?
Kamu tidur? atau jalan jalan sore sama bunda?
Yaudah nanti balas pesan dari aku ya sayang, aku sangat mencintaimu Dira.
Beberapa menit kemudian Andira sudah selesai mandi, ia bersiap siap beberapa menit setelahnya ia keluar kamar menghampiri kedua orangtuanya tak lupa ia membawa ponselnya, ia melihat sekilas ponselnya dan ternyata ada pesan dari suaminya.
"Akhirnya kamu mengabariku juga mas, aku sangat khawatir padamu". Gumam Andira sambil menatap ponselnya dengan sedih.
"Semoga kamu sampai dirumah dengan selamat ya mas, jangan buat aku khawatir". Ujarnya sambil terisak sedih.
"Ah aku cengeng banget sih semenjak hamil". Ujarnya sambil mengusap air matanya sendirii.
"Lebih baik aku menghampiri bunda". Ujarnya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf kemarin kecapean banget, jadinya aku engga update novelnya :)
Maaf ya semuanya, kerjaan di toko lumayan banyak jadinya kadang pulang ke rumah langsung ketiduran:(
Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys:) terimakasih :)
__ADS_1