Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 63


__ADS_3

Anna menghadiri rapat sekolahan keempat anaknya, begitu juga dengan yang lainnya. Anna datang bersama Rangga yang kebetulan memang ada urusan di sekolah, Mahesa dan Andira mereka titipkan pada kedua orang tuanya.


"Begini ibu ibu bapak bapak, di adakannya rapat orangtua hari ini karena ada beberapa hal yang akan saya sampaikan, saya selaku anak pemilik sekolah ini ingin memberitahu bahwa mulai besok anak anak diharuskan mempunyai ponsel, karena akan ada banyak tugas dari sana.


Dan juga sekarang kenaikan biaya SPP menjadi 280rb perbulan yang awalnya 260rb perbulan, serta biaya seragam juga naik sedikit harganya oleh karena itu, bila bapak dan ibu keberatan dengan aturan baru acungkan tangan". Ujar Rangga panjang lebar.


Anna mengacungkan tangannya, Rangga yang melihat itu terkekeh karena hanya istrinya yang mengacungkan tangannya, Rangga membiasakan mimik wajahnya lalu menatapnya.


"Baik, ada yang perlu ditanyakan?". Tanya Rangga padanya.


"Anak anak kan masih SMP masa sudah memakai ponsel jika kecanduan bagaimana?". Tanya Anna padanya.


"Boleh di awasi oleh ibu dan bapak ketika anak anak memakai ponsel dan batasi mereka saat menggunakan ponsel cukup di sekolah saja atau ketika ada tugas , selebihnya bagaimana kita mengatur waktu mereka menggunakan ponsel". Jawab Rangga pada istrinya.


"Baiklah, terimakasih". Ujar mereka termasuk Anna.


Beberapa menit kemudian Anna keluar begitu juga dengan para orangtua lainnya, Anna menemui suaminya yang sedang berbincang dengan abangnya Andrio, Rangga membalikkan tubuhnya saat Anna menghampiri.


"Sayang miss you". Ujar Rangga memeluk istrinya.


"Dihh lo mah, serumah jugaa". Ujar Andrio pada iparnya.


"Serah gue dong". Ujarnya masih memeluk Anna.


"Udah mas, sekarang mas tuh kembali menjadi dosen kan, lebih baik ke kampus mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Sebenarnya aku tidak mau menjadi dosen karena sudah menjadi CEO di perusahaan". Ujar Rangga pada istrinya.


"Loh kenapa mas? gapapa dong doble jadinya CEO + Dosen mas". Ujar Anna terkekeh pada suaminya.


"Iyaa juga ya sayang, tambah kaya dong". Ujarnya pada istrinya.


"Lo udah kaya dari lahir bro". Ujar Andrio terkekeh.


"Bukan gue, tapi orangtua gue yang kaya Rio". Ujar Rangga padanya.


"Iyaa juga sih". Ujar Andrio pada iparnya.


Sedangkan Ghea serta yang lainnya sedang duduk dengan bosan, karena jam kosong ingin memainkan ponsel tetapi belum diperbolehkan, Ghea menyandar dibahu abangnya Raditya membuat abangnya yang sedang berbincang dengan teman menoleh.

__ADS_1


"Kenapa sih kamu dek?". Tanya Raditya pada nya.


"Bosan bangg". Jawab Ghea lesu.


"Bosan, yaudah sana main sama Rachel tuhh". Ujar Raditya menunjuk Rachel yang sedang berbincang dengan teman nya.


"Gamauuu abangg ihh, gatau kenapa bosan bangett". Ujar Ghea pada abangnya.


"Yaudah sana ke kelasnya Aura , kan biasanya juga gitu dek". Ujarnya pada Ghea.


"Gatau abang, aku gatau kenapa inii, bosan gajelas". Gerutu nya sambil menghentakkan kakinya.


Kembali pada Anna yang sedang berkumpul bersama sahabatnya di sebuah Cafe, sudah lama mereka tidak berkumpul karena sesudah mereka semuanya berpisah, ada yang tinggal di Amerika ada yang di Korea dan yang lainnya.


"An, jadi inget masa masa kuliah deh". Ujar Clara pada Anna.


"Iyaa bener gue juga, jadi rindu masa kuliah". ujar Clarisa pada mereka.


"Apalagi masa masa dimana Anna yang begitu cuek". Ujar Amanda terkekeh.


"Ihh Itukan dulu, jangan bahas gue yang dulu ah". Rengek Anna pada mereka.


"Iya bener An, beda bangett". Ujar Clarisa ikut tertawa.


"Ihh pada rese lo pada yaa". Ujar Anna kesal.


Amanda serta yang lainnya tertawa namun Anna yang begitu kesal pada mereka, hingga beberapa menit kemudian mereka pulang karena mengingat anak anaknya yang pulang sekolah. Anna pergi bareng bersama Clara karena jalannya searah.


Beberapa menit kemudian Anna sampai di sekolahan anak anaknya, Ghea yang melihat bundanya pun langsung berlari ingin memeluk sang bunda, Anna juga telah merentangkan tangannya untuk menyambut anaknya tetapi ada yang mendahului.


"Ihh lepas kak!!". Ujar Ghea meronta ronta.


"Ehh lepasin anak say--loh Andreas kamu ternyata, ngapain kamu main peluk anak kakak, lepass ngga!! ". Ujar Anna menarik tangan Andreas agar melepaskan pelukannya.


"Ishh emang gaboleh apa kak?". Tanya Andreas padanya.


"Gabolehh!! anak anak ayo kita pulang". Ujar Anna diangguki mereka.


"Kak Anna!! ihh sebell". Ujar Andreas sambil menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Woyy!! makanya jangan terlalu bersemangat, pendekatan tuh pelan pelan jangan main peluk anak orang lo". Ujar Andra dibelakang Andreas.


"Abisnya anak orang gemesin bangett". Ujar Andreas menggerutu pada Andra.


"Minta sama bang Rangga sonoo kalau berani atau perlu bilang juga sama oma opanya Dre". ujarnya pada Andreas.


"Okeee". Ujar Andreas dengan singkat, padat dan jelas.


Sedangkan Anna, dalam perjalanan memberi nasihat pada anak anaknya, agar menjaga diri mereka dari namanya perempuan atau lelaki yang seperti dilakukan Andreas pada Ghea, anak anak pun mengerti karena Anna tidak mau anaknya salah bergaul.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, Ghea turun lebih dulu ia sedang sakit perut makanya ia berlari membuat Anna dan yang lainnya khawatir, takutnya Ghea jatuh karena berlari dengan cepat.


"Ghea jangan lari sayangg!". Teriak Anna namun Ghea tidak mendengarkan.


"Awwss Sakitt, siapa yang naro tembok disini sih ahh". Ujar Ghea sambil memukul tembok.


"Sayang Heyy, kamu kenapa sihh". Ujar Anna menghentikan anaknya.


"Ghea tuh lagi sakit perutt Bundaa, terus kenapa ada ini tembok dimari?". Tanya Ghea dengan kesal.


"Sayang, dari dulu juga tembok nya udah ada disini". Ujar Anna menatap heran pada anaknya.


"Tau ahh, Ghea mau ke kamar mandi sakit perut". Ujar Ghea lagi lagi membuat Anna khawatir karena terus berlari.


Anna sedang memasak makanan kesukaan suaminya serta anak anaknya, baru saja selesai memasak Anna mendengar anaknya berteriak kencang membuatnya khawatir sejak daritadi.


"AKHH BUNDAA!!". Teriak Ghea di dalam kamar.


"Apa syaang? kenapa? ada apa?". Tanya Anna memasuki kamar Ghea.


"Dicelana dalam Ghea kok ada darahnya bundaa hiks hisk". Jawab Ghea membuat Anna menarik nafasnya.


"Sayang, ini namanya kamu sudah besar, ini yang dinamakan menstruasi sayang, coba kamu cuci dulu hingga bersih, bunda siapkan ****** ***** yang lain". Ujar Anna diangguki oleh Ghea.


"Loh bun, ini apaan? kok nempel?". Tanya Ghea padanya.


"Itu namanya pembalut sayang, pake ya setiap hari 4 kali ganti atau saat kamu risih sayang, jangan lupa cuci pembalutnya hingga bersih, terus pakai pembalutnya sampai darah itu ngga muncul lagi". Jawab Anna pada Ghea.


"Baiklah bunda". Ujar Ghea pada bundanya.

__ADS_1


Pantes saja perutku sakit sekali, mungkin karena menstruasi ini, jadi begini rasanya menstruasi sangat menyiksa. Batin Ghea sambi memegang perutnya.


__ADS_2