
Tengah malam Rania terbangun karena merasakan perutnya sangatlah sakit, ia meringis serta menguncangkan tubuh suaminya namun Reynaldi tetap saja tidur dengan pulas, ia sudah memanggil manggil suaminya agar bangun karena rasanya sangat menyiksa.
"MAS REYY BANGUN!". Teriak Rania membangunkan suaminya.
"Mas Reyy bangun , sakitt mass!!". Teriak Rania kesakitan sambil mengguncang badan suaminya.
"Mass bangunn!!". Teriakan Rania tidak terdengar oleh suaminya melainkan oleh orangtua Rey.
"Sayangg, kenapa nak? ada apa?". Tanya Mommy Dania diluar kamar.
"Mommy!! perut Rania Sakitt mom". Jawab Rania sambil berteriak.
Mendengar jawaban menantunya, Daddy Reymond segera membuka pintu hingga ia melihat menantunya berkeringat banyak sekali, sedangkan putranya asik tidur kaya orang meninggal aja pikirnya.
"Reyyy bangunn!! istri kamu mau lahiran!!". Teriak Mommy Dania langsung membuat Rey terbangun.
"Astaga anak inii, cepatt bawa istrimuu daritadii dia teriak ngebangunin kamuu". Ujar Daddy Reymond kesal padanya.
"Ya ampun maaf sayangg, maaf aku ngga dengar teriakan kamu". Ujar Rey langsung membopong istrinya ke rumah sakit.
"Daddy yang akan menyetir, kamu di belakang bersama istrimu". ujar Daddy Reymond diangguki oleh putranya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, Rania segera ditangani oleh dokter serta Rey pun masuk menyemangati istrinya yang berjuang hidup dan mati untuk melahirkan anak mereka.
Reynaldi menemani istrinya di dalam untuk memberi kekuatan padanya, walau susah payah Rania mengejan dengan keras tetap kepala bayi masuk lagi, hingga beberapa menit kemudian terdengarlah suara tangisan bayi dengan keras.
Oekk oekk oekk
"Terimakasih sayang kamu sudah berjuang". Ujar Reynaldi pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Rania dengan lemah.
"Selamat ya tuan nyonya, anak kalian berjenis laki laki berat nya 3,8 kg". Ujar Dokter memperlihatkan anak mereka.
"Anak kitaa sayang". Ujar Reynaldi pada istrinya.
"Iyaa mas, mirip banget sama kamu". Ujar Rania tersenyum tipis.
"Kami akan membersihkan terlebih dahulu bayi nya sebelum diberikan asi pertamanya". Ujar Dokter diangguki oleh keduanya.
Beberapa menit kemudian Rania sudah dipindahkan ke ruangan VVIP, kedua orangtua Reynaldi sangat senang melihat cucu mereka yang tampan, walaupun cuman satu tidak kembar setidaknya mereka bahagia.
"Wahh tampannya anak kalian, sudah ada namanya?". Tanya Mommy Dania menatap cucu nya.
"Sudah mom". Jawab mereka padanya.
__ADS_1
"Siapa namanya? biar Mommy mudah memanggilnya". Ujar Mommy Dania pada mereka berdua.
"Namanya adalah Cleopatra Xavier Dirgantara kita panggil aja Cleo atau Xavier". Ujar Rania sambil tersenyum menatap anaknya.
"Ahh Cleo sayang, cucunya oma tampan sekali sihh". Ujar Mommy Dania padanya.
"Kalian sudah mengabari yang lain?". Tanya Daddy Reymond pada mereka.
"Astaga belum dad, saking khawatirnya, bentar Rey kabari dulu mereka". Jawab Reynaldi pada Daddynya.
Saat itu Anna dengan keluarga kecilnya sedang menginap di rumah kediaman keluarga Anggara begitupun juga dengan Andrio dengan keluarga kecilnya, Anna melihat ponsel suaminya yang menyala ternyata ada pesan dari Reynadli.
...Reynaldi...
...Online...
Bang, Rania sudah melahirkan tapi harus dirawat selama 3 hari.
^^^Alhamdulillah nanti pagi jam 7 kita ke rumah sakit, kirim alamatnya^^^
Di rumah sakit keluarga Yunanda
^^^Baiklah Rey^^^
"Mas, udah dong ihh maluu diliatin mom dad". Ujar Rania pada suaminya.
"Ya gapapa sayang, mereka aja sudah biasa seperti itu". Ujar Reynaldi membuat Daddy Reymond kesal.
"Dasar anak sableng". ujar nya pada Reynaldi.
"Dih berarti daddy juga sableng". Ujar nya pada Daddynya.
"Udah ahh kenapa kalian inii". Ujar Mommy Dania menatap keduanya.
"Dia duluan sayang". Ujar Daddy Reymond pada istrinya.
"Ihh daddy ga like dehh". Celetuk Rania membuat semuanya tertawa.
Beberapa jam kemudian, Anna serta keluarga yang lainnya memasuki ruangan Rania, anak anak mereka titipkan pada orangtua makanya mereka cuman berempat.
"Wahh selamat yaa Nia, akhirnya jadi seorang ibu juga". Ujar Anna memeluk adik iparnya.
"Iyaa terimakasih yaa kak". Ujar Rania pada Anna.
"Semoga kelak anak kalian menjadi anak yang penurut serta membuat kalian bangga". Ujar Michelle memeluk Rania.
__ADS_1
"Terimakasih doanya kak". Ujar Rania tersenyum pada Michelle.
Begitupun juga dengan Rangga dan Ilham mengucapkan selamat pada Reynaldi dengan cara bertos, karena mereka geli jika berpelukan sesama jenis pikir Rangga.
"Ponakan gue ga lo bawa bang?". Tanya Reynaldi membuat keduanya menoleh.
"Lo nanya ke gue apa ke Rio?". Tanya Rangga padanya.
"Dua duanya lahh". Jawab Reynaldi pada mereka berdua.
"Heum ngga kan engga bolehh membawa anak kecil". Ujar Rangga padanya disetujui oleh Andrio.
"Iyaa juga sihh, pasti mereka udah bisa jalan kan?". tanya Rey lagi pada Rangga.
"Udah ya walaupun belum lancar, seperti latihan membawa motor pasti ada jatuhnya". Jawab Rangga diangguki oleh Rey.
Mereka pun kembali berbincang bersama dengan para istrinya, hingga tak terasa waktu sudah sore, mereka berempat pamit pada Rania dan Reynaldi karena anak anak mulai rewel.
"Mas, ngga nyangka ya kita udah jadi orangtua". Ujar Rania memeluk lengan suaminya.
"Iya ssyang, mas juga sangat senang akhirnya mempunyai anak lelaki". Ujar Reynaldi pada istrinya.
"Emangnya kalau anak perempuan, mas gamau? mas ngga senang gitu? ". Tanya Rania dengan cemberut pada suaminya.
"Ya tentu aja mas senang sayang, karena akan mempunyai 2 bidadari tapi mas juga senang karena akan ada yang melindungi kamu lagi selain mas yaitu Cleopatra". Jawab Rey membuat Rania terharu.
"Makasih ya mas, aku bahagia mempunyai suami seperti kamu dan juga keluarga yang menyanyangi ku". Ujar Rania memeluk suaminya.
"Mas yang berterimakasih padamu Syaang, karena sudah berjuang untuk melahirkan anak kita ke dunia, terimakasih karena sudah mau melahirkan anak kita sayang, mas mencintaimu sangatt mencintaimu sayang". Ujar Reynaldi mengecup lembut kening istrinya.
"Iyaa mas, aku juga sangat mencintaimu mass".Ujar Rania menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Tanpa mereka sadari kedua orangtua Reynaldi mendengarnya dan terharu, Mommy Dania memeluk suaminya, ia begitu ingin mempunyai anak perempuan hanya saja ia tidak bisa hamil lagi setelah Reynaldi lahir, syukurlah ada Rania membuat dia senang.
"Aku sangat senang mas". Ujar Mommy Dania pada suaminya.
"Iyaa sayang mas juga sama senangnya seperti kamu". Ujar Reymond pada istrinya.
"Rasanya kebahagiaan ku akan lengkap jika mereka memiliki seorang putri setelah mereka melahirkan seorang putra". Ujar Mommy Dania pada suaminya.
"Iyaa sayang pasti itu". Ujar Daddy Reymond padanya.
Mereka pun akhirnya masuk setelah beberapa menit terdiam di luar ruangan kamar Rania, keduanya menoleh pada mereka dan tersenyum membuat Mommy Dania memeluk keduanya dengan mata mengalir.
Jangan lupa Like and Comment juga Vote ya gays :)
__ADS_1