
"Akhirnya kita sah menjadi seorang suami dan Istri sayang". bisiknya membuat seorang perempuan tersebut bergidik ngeri.
"Kenapa takut? bukankah ini yang kau mau?". Bisiknya kembali pada istrinya.
"Engga aku engga takut dengan Bang Leon". Jawabnya dengan tegas.
"Masa? coba tunjukkan wajahmu Zura sayang". Ujarnya pada Zura.
Ya, Zura dan Leonard resmi menjadi seorang pasangan suami istri, karena ulah Leonard sendiri yang selalu saja ingin berdekatan dengan Zura tetapi malah Zura lah yang disalahkan oleh yang lainnya, membuat Zura hilang rasa pada Leonard tetapi itu juga membuat Leonard tidak terima.
"Mau abang tuh apa sih?". Tanya Zura dengan lemah padanya.
"Mauku kamu tetap disampingku". Jawabnya santai pada Zura.
"Berarti bukan salahku". Ujarnya pada Leonard.
"Salahmu Zura!!" Ujar Leonard padanya dengan tegas.
"Salahku dimana sih bang?". Tanya Zura sambil menatap suaminya.
"Salah kamu dekat dengan lelaki lain". Jawab Leonard pada Zura.
"Jadi aku rasanya serba salah mulu". Ujar Zura dengan berkaaca kaca.
Beruntung pernikahan mereka telah usai, Zura berlari meninggalkan Leonard karena merasa lelah serta sakit hati diperlakukan seperti itu oleh Leonard, Raden yang melihat nya hendak mengejar tetapi ditahan oleh Mommy nya.
"Biarkan Zura menenangkan dirinya sendiri". Ujar Andira pada anaknya.
"Tapi mom, aku mana tega melihatnya seperti itu". Ujar Raden pada Mommy nya.
"Ya habis mau bagaimana lagi, dulu saat Zura menyukai Leon tetapi Leon biasa saja terhadap Zura tetapi giliran adikmu dekat dengan yang lain dia marah kan". Ujar Andira pada anaknya.
"Sebenarnya yang kekanakan itu siapa". Gumam Raden saat melihat Leonard berlari mengikuti langkah istrinya.
"Sudahlah lagian salah dia yang dulu membuat Zura sakit hati". Gumamnya lagi sambil hendak pergi dari sana sendirian.
"Sayang, kamu mau kemana?". Tanya Andira pada anaknya.
"Mau ke taman belakang mom". Jawab Raden pada Mommy nya.
"Yaudah kalau gitu sayang". Ujar Andira hanya diangguki oleh Raden.
Sedangkan di kamar pengantin, terlihat Zura yang sedang merebahkan tubuhnya karena lelah , sementara Leonard hanya bisa menatap punggung istrinya dari belakang, ya Zura tidur memunggungi suaminya sendiri.
__ADS_1
Maaf , karena dulu seringkali membuatmu sakit hati Zura, maafkan aku. Batin Leonard dengan tatapan sayu nya.
"Ngapain abang ada disini?". Tanya Zura pada Leonard.
"Kita suami istri, tentu saja aku disini untuk tidur dengan istriku bukan". Ujarnya pada Zura.
"Lebih baik aku tidur di sofa daripada tidur sekasur sama abang". Ujar Zura hendak bangkit dari rebahannya namun Leonard menghalanginya.
"Jangan, tidur aja di kasur". Ujar Leonard dengan lemah pada Zura.
"Ngga mau!". Ujar Zura dengan kesal padanya.
"Kita suami istri Zura!! kamu paham!!". Ujar Leonard tanpa sadar membentak Zura.
Zura yang tidak biasa dibentak oleh keluarganya pun terdiam, menundukkan kepalanya merasa sedih karena baru sekarang ia dibentak dan itu oleh orang yang dulu sangat ia sukai, Leonard yang sadar dengan kelakuannya pun langsung merasa bersalah pada Zura.
"Maaf Ra, abang engga sengaja". Ujar Leonard pada Zura.
"Hiks hiks abang tega bentak aku". Ujar Zura dengan terisak pada Leonard.
"Abang engga sengaja sayang, please maafin abang okee". Ujar Leonard sambil mengusap air mata yang menetes ke pipi istrinya.
"Aku harus bagaimana menghadapi sikap abang yang selalu berubah ubah? kadang lembut, kadang nyebelin, kadang bikin aku sakit hati tau engga hiks hiks". Ujar Zura sambil menatap Leonard.
"Iyaa maaf sayang, maafin aku bukan maksud aku begitu maaf sayang". Ujar Leonard memeluk tubuh istrinya.
"Ya karena abang cinta sama kamu Zura". Jawab Leonard dengan lembut pada Zura.
"Heum abang bohong banget, sejak kapan coba abang cinta sama Zura?". Tanya Zura pada Leonard.
"Sejak kamu dulu mulai menjauhi abang, abang engga suka kamu deket sama cowok lain selain abang ataupun saudara kamu yang lainnya". Jawabnya pada Zura.
"Abang engga bohong kan? ngga cuman pengen ngehibur aku doang kan?". Tanya Zura menatap dengan intens pada Leonard.
"Buat apa abang bohong sama kamu, abang beneran engga suka kamu deket sama cowok lain". Jawabnya sambil membenamkan wajahnya dipundak sang istri.
Zura yang diperlakukan seperti itu pun merasa gugup, membuat Leonard yang merasakan badan istrinya bergetar pun tersenyum senang, ia menatap raut wajah istrinya lalu mendekatkan wajahnya pada Zura.
"Ab-ang mau nga-pain?". Tanya Zura dengan gugup pada Leonard.
"Ngelakuin apa yang seharusnya sepasang suami istri lakuin". Jawabnya dengan suara seraknya.
"Abang tapi akuu--eumm". Ujarnya terpotong karena tiba tiba Leonard mencium bibirnya.
__ADS_1
"Jangan lupa bernafas sayang". ujar Leonard padanya.
"Ishh ciuman pertama akuu!!" Ujar Zura dengan kesal pada Leonard.
"Baguslah kalau begitu, aku mendapatkan ciuman pertama dan aku menjadi orang pertama dengan apa yang kamu punya sayang". Ujar Leonard dengan tatapan menggodanya.
"Ish abangg takut ihh". Ujar Zura pada Leonard.
"Takut apa sayang? kamu hanya perlu diam saja biar aku yang bekerja". Ujar Leonard padanya.
"Ish mesum". Ujarnya pada Leonard.
"Kamu bawel sayangg". Ujarnya langsung mencium bibir Zura dengan gemas.
Zura pada akhirnya memberikan haknya pada Leonard suaminya, walau sakit diawal tetapi pada akhirnya Zura menikmatinya, membuat Leonard senang membuat istrinya selalu mendesah memanggil namanya.
Hingga pagi pun tiba mereka baru bisa tertidur terutama Zura yang merasa kelelahan walaupun ia hanya diam saja, Zura tidur dengan memeluk tubuh suaminya begitupun dengan Leonard, hingga beberapa jam kemudian mereka terbangun karena alarm ponsel dari Leonard berbunyi.
"Astaga!! apa yang terjadi padaku!". Teriak Zura merasa terkejut melihat tubuhnya.
"Sayang, berisik dehh". ujar Leonard padanya.
"Loh abang ngapain disini?". Tanya Zura yang mendadak lupa.
"Sayang, kita udah nikah masa lupa". Jawab Leonard dengan malas.
"Benarkah? aku pikir itu cuman mimpi semata". Ujar Zura pada Leonard.
"Mana ada mimpi terasa nyata". Ujar Leonard pada istrinya.
"Benar juga sih". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya pada suaminya..
...****************...
Nulis Bab \= Jumat, 14 April 2023
Update Bab \= Sabtu, 15 April 2023
Semangat terus ya gays, menjalani ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriyah nya :)
Author mulai lanjut ngetik jam 17.22 sore gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 150 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 18.49 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh istirahat gays :)
__ADS_1
Maaf juga terkadang author selalu kelupaan, membuat waktu update bab jadi ngga menentu, kadang malem kadang siang kadang pagi kadang engga update malah, karena authornya kecapean habis kerja gays atau ngga karena sinyal yang tiba tiba suka hilang maaf yaa:(
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)