
Sepuluh Tahun Kemudian...
"Kak, kakak engga inget siapa yang donorin darahnya buat aku?". Tanya Raden pada Ratu.
"Kakak inget tapi kakak ngga tau namanya Den, dulu kakak ngga sempet kejar dia". Jawabnya dengan lemah pada adik sepupunya.
"Terus bagaimana dong? rasanya ngga enak banget kak". Ujar Raden sambil menatap jalanan dihadapannya.
"Den!! awass!!". Teriak Ratu saat melihat seseorang melewati mobil yang mereka tumpangi.
CKITT!!
Seorang gadis tersebut mengetuk kaca mobil dengan keras, membuat Raden membuka kaca mobilnya membuat keningnya yang menjadi sasaran, Ratu yang melihat itu pun terbelalak kaget tapi kemudian ia tertawa dengan keras melihatnya.
"Kakak ihh jangan ketawain!!". Ujar Raden pada kakaknya.
"Kamu!! sebentar kenapa mukanya engga asing, loh kamu Zesika kan?". Tanya Raden pada gadis tersebut.
"Ah bukan kamu salah mengenali orang". Elak gadis tersebut pada Raden.
"Ohh iyaa kalau bawa mobil tuh yang bener dong!!". Ujarnya lagi merasa kesal pada seseorang dihadapannya.
"Iyaa iyaa maaf Okee!!". Ujar Raden sambil menyentak padanya.
"Ngga ikhlas kamu minta maafnya, kenapa mesti nyentak segala sih". Gerutunya pada Raden.
"Udah Den, cepet minta maaf sama dia, kita akan terlambat nantii". Ujar Ratu pada adio sepupunya.
"Yaudah iyaa, aku minta maaf ya eum--".
"Panggil aja Renia". Ujarnya pada Raden.
"Ah iyaa maaf ya Renia, aku tidak sengaja tadi karena kurang fokus". Ujar Raden dengan tulus padanya.
"Baiklah aku maafkan, yaudah kalau gitu kalian pergilah ,bukannya kalian ada urusan kan". Ujarnya pada mereka berdua.
"Baiklah, sekali lagi maafkan kita yaa". Ujar Ratu pada gadis tersebut.
"Iyaa saMa saMa kak". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Ratu.
Setelah melihat kepergian mobil yang digunakan Raden dan Ratu, ia termenung sesaat tetapi ia tersenyum melihat Raden yang kini sudah gagah pikirnya, tepukan seseorang pada bahunya membuatnya menoleh ternyata dia adalah Zura.
"Dicari kemana mana juga, ternyata ada disini". Ujar Zura pada sahabatnya.
"Zura, kamu tuh yang kemana, aku nyari nyari tau". Ujarnya pada Zura.
"Yaelah Zes, aku kan lagi hamil wajar kali kalau banyak maunya". Ujar Zura padanya.
__ADS_1
"Oh ya mau sampai kapan kamu engga akan mengaku pada Bang Raden?" Tanya Zura pada Zesika Renia Aligra
"Ntahlah Ra, aku juga engga tauu". Jawab Zesika pada sahabatnya.
"Jangan buat abang aku kebingungan dong Zes, dia terus saja mencari orang yang dulu mendonorkan darahnya untuk abang". Ujar Zura sambil mengelus perutnya yang sudah membesar, ya Zura hamil anak yang ke tiga.
"Iyaa habisnya aku harus bagaimana lagi Zura, aku takut mengungkapkan kalau aku suka sama abang kamu, aku takut dia sudah ada yang punya Ra". Ujar Zesika dengan sedih pada sahabatnya.
"Kamu tenang aja Zes, abang single kok hehe". Ujar Zura sambil terkekeh pada Zesika.
"Beneran? kamu engga bohongkan Ra?". Tanya Zesika menatapnya dengan intens.
"Iyaa beneran, ngapain juga aku bohong". Jawab Zura pada sahabatnya.
"Paling nanti aku akan jujur kalau sudah saatnya Ra". Ujar Zesika pada sahabatnya.
"Kapan? nunggu sampai abang aku punya pacar gitu? bukannya kamu suka sama abang aku kan Zes". Ujar Zura padanya.
"Iyaa emang sih Ra, tapi nanti aja deh". Ujarnya sambil menunduk malu pada sahabatnya.
"Heum iyaa deh terserah kamu aja Zes". Ujar Zura pada sahabatnya.
......................
Keesokkan harinya Zesika menjadi model disebuah perusahaan yang tidak ia ketahui siapa pemiliknya, ia hendak memasuki ruang ganti tetapi ia terkejut karena melihat Raden yang berada di perusahaan RZ Company yang kini ia datangi.
"Aduhh kenapa aku engga nanya sama Zura waktu itu". Gumamnya kembali dengan gugup.
"Heyy, bukankah kamu Renia kan?". Tanya Raden padanya.
"Aah Iyaa benar namaku Renia". Jawabnya pada Reno dengan gugup.
"Jangan gugup gitu, ngga akan digigit kok". Ujar Raden sambil terkekeh pada Zesika.
"Ah iya kamu yang akan menjadi model diperusahaan ini kan?". Tanya Raden pada Zesika.
"Iyaa benar". Jawabnya sambil menunduk pada Raden.
"Kenapa natapnya kebawah? ada apa sih dibawah?". Tanya Raden pada Zesika.
"Ah ngga papa kok pak eh tuan". Jawab Zesika dengan terbata bata.
"Panggil tuan kalau di kantor aja kalau diluar kantor panggil Raden aja". Ujarnya pada Zesika.
"Baiklah tuan". Ujarnya dengan hormat.
"Ah kalau begitu saya duluan ya". Ujar Raden hanya diangguki oleh Zesika.
__ADS_1
Zesika yang melihat kepergian Raden langsung menarik nafasnya karena sedaritadi ia menahan kegugupannya, sebelum memasuki ruang ganti ia mengirim pesan pada sahabatnya Zura, untuk memberitahukan bahwa Zesika menjadi model di perusahaan kembarannya.
Ting!
...Adikku Zura Sayang...
...Online...
Bangg, jangan sampai Renia direbut orang lohh!
^^^Maksud kamu apa dek?^^^
Tebak aja bang, semangat menebaknya ya abangku yang gantengg
Raden hanya menggelengkan kepalanya melihat isi pesan dari saudara kembarnya, ia kembali fokus pada pekerjaannya hingga beberapa menit kemudian datanglah abang sepupunya yang tak lain adalah Raja.
"Bang Raja saMa siapa kesini?". Tanya Raden padanya.
"SaMa istri abang dong, cuman dia lagi ngobrol sama model yang akan mengiklankan barang produksi kamu den". Jawabnya pada Raden.
"Maksud abang Renia?". Tanya Raden pada abangnya.
"Namanya Zesika deh bukan Renia eh tapi nama panjang nya kalau engga salah Zesika Renia Aligra deh Den". Jawabnya pada adik sepupunya.
"Apaa?!!". Ujar Raden terkejut pada abangnya.
"Kenapa Den?". Tanya Raja pasa adik sepupunya.
"Ngga papa bang". Jawabnya pada abangnya.
"Yaudah kalau gitu abang ke ruangan Ratu dulu ya". Ujarnya hanya diangguki oleh Raden.
Raden masih terdiam karena keterkejutannya, jangan bilang yang dimaksud kembarannya adalah Zesika, Raden langsung keluar dari ruangannya untuk menemui Zesika, terlihat Zesika yang tersenyum ramah pada kakak iparnya Sandrina yang merupakan istri dari Raja abang sepupu nya.
...----------------...
Nulis Bab \= Senin, 17 April 2023
Update Bab \= Selasa, 18 April 2023
Author mulai lanjut ngetik jam 11.37 siang gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 150 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 14.30 siang karena tadi banyak yang belanja di toko gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat sebentar gays :)
Author lanjut lagi nulis jam 19.00 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena author juga butuh waktu istirahat saat pulang kerja nya ya gays :)
Maaf juga terkadang author selalu kelupaan, membuat waktu update bab jadi ngga menentu, kadang malem kadang siang kadang pagi kadang engga update malah, karena authornya kecapean habis kerja gays atau ngga karena sinyal yang tiba tiba suka hilang maaf yaa:(
__ADS_1
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)