Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 71


__ADS_3

Tiga bulan kemudian..


Anna serta keluarga kecilnya sedang berkunjung ke luar negeri, mereka akan berkunjung ke rumah Bella yang saat ini sedang hamil dua bulan, Bella mengidamkan makanan khas Indonesia makanya Anna melaksanakan apa yang Bella inginkan.


Sesampainya di Paris, Anna langsung berkunjung ke rumah Bella, yang membuat Bella senang karena Anna beneran datang bersama keluarga kecilnya sambil membawa makanan khas Indonesia yang Bella idamkan sedaritadi.


"Wahh kau beneran datang rupanya An". Ujar Bella memeluk Anna.


"Iyaa dong, untuk memenuhi idam mu ini sekalian liburan juga jadi gue sengaja berkunjung kemari". Ujar Anna pada Bella.


"Yaudah mari masuk, mas Raka juga menunggu kalian datang". Ajak Bella pada keluarga kecil Anna.


Al Diego Raka Saputra biasa dipanggil Raka atau Diego , berusia lebih muda setahun dari Rangga, diumurnya yang sudah memasuki kepala tiga Raka baru menikah dengan Bella yang kini sedang hamil buah hati mereka.


"Wah Apakabar Rangga?". Tanya Raka padanya.


"Baik, lo sendiri apa kabar?". Tanya balik Rangga pada Raka.


"SaMa baiknya, ah iya mana istri dan anak anak lo?". Tanya Raka karena tidak melihat nya.


"Masih di luar kayanya, anak gue kan banyak". Jawab Rangga sambil terkekeh.


"Mas Raka, kok malah diem sihh, bantuin ini bawa ke dapur". Ujar Bella pada suaminya.


"Siap kanjeng ratu". Ujarnya sambil terkekeh.


Rangga yang melihat itu tertawa, karena memang Rangga juga menghadiri pernikahan Raka dan Bella, mereka sama sama menikah saat umurnya sudah memasuki kepala tiga, Rangga membantu Anna yang kesusahan menggendong baby Mahesa.


"Sini sama Ayah ya sayang". Ujar Rangga menggendong Baby Mahesa.


"Wah ramai nya". Ujar Raka yang baru kembali dari dapur.


"Iya jelas". Ujar Rangga padanya.


"Semoga ketularan ramainya". Ujar Raka yang gemas dengan Baby Mahesa.


"Iyaa semoga". Ujar Rangga sambil terkekeh.


Kini semuanya sedang menatap kaget kecuali anak anak karena melihat Bella yang makan makanan khas Indonesia dengan lahap, membuat suaminya Raka juga ikut terbengong melihat istrinya begitu lahap.


"Sayang, ini semua akan kamu habiskan?". Tanya Raka pada istrinya.


"Iya mas, habisnya enak banget". Jawab Bella setelah menelan makanan tersebut.

__ADS_1


"Ngga akan sisain buat mas sayang?". Tanya Raka padanya.


"Ngga akan, aku kan lagi ngidam mas". Jawabnya pada sang suami.


"Yaudah lanjut lagi makannya, mas sama yang lain ada diruang tamu okee". Ujarnya hanya diangguki oleh Bella.


Anna menatap anak anaknya yang ketiduran di sofa, mungkin mereka capek karena perjalanan yang lumayan ada beberapa jam, Jika disini jam 11 siang berarti di Indonesia jam 5 pagi pikir Anna, karena perbedaan waktu Indonesia dan Paris hanya 6 jam.


"Udah kenyang La?". Tanya Anna saat melihat Bella.


"Iya udah, makasih ya An, udah bawain makanan khas Indonesia". Ujar Bella pada Anna.


"Iya sama sama La, kalau begitu gue sama keluarga gue pamit pulang ke apartemen ya". Ujar Anna pada Bella.


"Yaudah, hatihati ya An, makasih sekali lagi". Ujar Bella pada Anna.


Anna memeluk Bella sebelum memasuki mobil, selama dalam perjalanan Anna hanya memandangi pemandangan di jendela, Rangga membuka kaca jendela agar Anna leluasa melihat nya membuat Anna menatap suaminya sambil tersenyum.


"Tau aja sih mas, aku pengen liat pemandangan dengan jelas". Ujar Anna padanya.


"Jelas tau dong syang, kan aku suami yang peka". Ujar Rangga pada istrinya.


"Bisa aja kamu mas". Ujar Anna pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah apartemen , Anna yang memang tidak pun langsung membangunkan keempat anaknya kecuali Andira dan Baby Mahesa, Rangga membawa Baby Mahesa sedangkan barang mereka diantar oleh pegawai sampai atas.


"Sudah tuan? segini saja barangnya?". Tanya salah satu pegawai padanya.


"Iya pak makasih yaa". jawab Rangga pada mereka.


"Baik sama sama pak". Ujarnya pada Rangga.


"Yaudah kalian bisa Kembali bekerja". Ujar Rangga diangguki oleh mereka.


"Mas Rangga, kalau kita liburan selama sebulan apa engga bosen?". tanya Anna pada nya.


"Loh kok aneh? emangnya ada liburan bikin bosen?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Ngga maksud aku, apa kita akan terus berada di apartemen apa gimana mas?". Tanya Anna pada suaminya.


"Ya tentu saja kita bakal main sayang, masa diam di apartemen apalagi anak anak jika masuk sekolah harus menceritakan pengalaman nya saat liburan sayang". Jawab Rangga membuat Anna lega.


Anna dan Rangga memasuki kamar mereka, untung saja apartemen milik Rangga sangat luas, terdapat banyak kamar hingga membuat Anna tidak kesusahan akan menidurkan anak anaknya dimana, Anna yang kebetulan lapar pun mengecek kulkas.

__ADS_1


"Ah syukurlah sudah tersedia bahan bahan nya". Gumam Anna sambil membawa apa yang diperlukannya.


"Segini saja cukup kali ya, ah telur". Ujar Anna saat melihat telur.


"Oke waktunya kita masak". Ujar Anna sambil menyimpan bahan bahan tersebut di dekat kompor.


"Sayang, kamu sedang apa?". Tanya Rangga yang memang mencari Anna.


"Masak mas, aku lapar". Jawab Anna tanpa menoleh pada suaminya.


"Kenapa ngga pesan aja dari restoran bawah sayang". Ujar Rangga memeluk istrinya.


"Terlanjur, sebentar lagi juga selesai". Ujar Anna pada suaminya.


"Heum baiklah sayang kebetulan Mas juga lapar". Ujar Rangga mengecup leher istrinya.


"Mas udah ahh jangan dulu ihh aku beneran laper mas". Rengek Anna pada suaminya.


"Yaudah iya sayang, kamu makan dulu biar ada stamina". Ujar Rangga mengedipkan matanya pada istrinya.


Anna yang melihat itu membuat kedua pipi nya memerah karena malu, Anna lebih baik makan saja karena perutnya sudah berbunyi sedaritadi, untung Anna masak banyak takutnya anak anak pada bangun tengah malam, setelah selesai makan Anna pun mencuci piring bekas nya.


Sesampainya Anna di kamar, ia melihat suaminya yang masih menunggu nya, Anna baru saja duduk di kasur Rangga sudah menindihnya membuat Anna terkejut, tetapi Rangga biasa saja melihat nya membuat Anna kesal bukan main.


"Mas ihh kaget tau". Ujar Anna pada suaminya.


"Kaget ya, tapi mas ga perduli, mas laparr". Ujar Rangga dengan suara serak nya.


"Ih mas, aku baru aja makan loh, jangan dibuat lemes ahh". Rengek Anna pada suaminya.


"Nanti aku kasih stamina lagi sayang, boleh ya?". Ujar Rangga menatap istrinya.


"Heum yaudah boleh". ujar Anna membuat Rangga senang.


Terdengarlah ******* keduanya saat mereka menikmati malam pertama mereka di Paris, hingga beberapa jam kemudian mereka berdua baru selesai beradu mekaniknya, sebelum tidur Rangga meremas lembut dua gunung kembar milik istrinya membuat Anna mendesah.


"Mas udah, capek ihh". Ujar Anna pada suaminya.


"Kamu tidur, mas yang gerak". Ujar Rangga pada istrinya.


"Emangnya belum puas?". Tanya Anna pada suaminya.


"Ngga akan pernah puas karena sangat nikmat". Jawab Rangga membuat Anna malu.

__ADS_1


Akhirnya Anna menyerah, membiarkan suamimya kembali mencoblos dirinya, walau begitu Anna terus mendesah keenakan karena suaminya hingga beberapa menit kemudian mereka sampai pada klimaksnya.


__ADS_2