Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 110


__ADS_3

"Hubby!!". Teriaknya pada Geo.


"Iyaa kenapa sayang?". Tanya Geo menghampiri istrinya.


"Aku pengen buah mangga muda dongg". Jawab Luna dengan senyuman manisnya.


"Aku kira kamu kenapa loh sayang, yaudahh bentar ya syang". ujarnyaa pada Luna.


"Oke hubby". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.


Geo kembali dengan sepiring buah mangga muda yang sudah ia kupas dan potong potong, ia menyimpan nya di meja dihadapan istrinya membuat sang istri senang, Luna memakan buah mangganya dengan senang membuat Geo ngiler.


"Enak sayang?". Tanya Geo padanya.


"Iyaa enak hubby". Jawabnya pada suaminya.


"Aku minta boleh? please". Ujarnya sambil memelas pada istrinya.


"Okee boleh, tapi sedikit aja ya". Ujar Luna pada suaminya.


"Iyaa syaangg sedikit kok". Ujar Geo pada istrinya.


"Yaudah nih ambil". Ujarnya sambil menyodorkan piring ke depan suaminya.


Anna yang melihat mereka dari jauh pun senang tetapi hanya sesaat melihat Luna menangis karena buah mangga muda dihabiskan oleh Geo, membuatnya memghampiri mereka berdua yang memang menginap selama Luna hamil.


"Aduh Syaang kamu kenapa nak?". Tanya Anna mengelus bahu Luna.


"Hiks bunda buahnya dihabisin saMa Hubby". Jawabnya dengan terisak pada Anna.


"Ya ampun sayang, kamutuh kalau mau ya ambil lagi di dapur jangan dihabisin punya istri kamu". Ujar Anna menatap anaknya.


"Maaf ya sayang". Ujarnya pada Luna.


"Hiks buah mangga nya hisk". Ujarnya dengan terisak menatap piring kosong.


"Bentar ya syaang, aku ambilkan lagi buahnya". Ujar Geo sambil berlalu pergi ke dapur.


Anna yang sedaritadi disamping menantunya hanya tersenyum, ia mengelus perut menantunya yang sudah membuncit, hingga beberapa menit kemudian Geo kembali dengan sepiring buah mangga muda yang langsung ia berikan pada Luna.


Luna langsung saja memakannya dengan lahap membuat Anna tersenyum melihatnya, dia jadi teringat saat hamil keempat anak kembarnya, dulu ia pun pernah seperti Luna karena buah mangga dihabiskan oleh suaminya.


"Makannya pelan pelan aja, tidak ada yang akan merebutnya darimu syaang". Ujar Anna mengelus menantunya.


"Heheh habisnya takut Geo menghabiskannya lagi bunda". Ujar Luna pada mertuanya.


"Haha tidak akan sayang, jika berani bunda yang akan memarahinya". Ujar Anna sambil tertawa pelan pada menantunya.


"Benar ya bunda?". Tanya Luna padanya.


"Iyaa benar sayang". Jawab Anna mengelus rambut menantunya.


"Anggap aja Geo makhluk halus, udah gapapa". Gerutu Geo pada mereka berdua.

__ADS_1


"Hahah sayang, kenapa sih kamu marah marah?". Tanya Luna pada suaminya.


"Kamu nyuekin aku syang". Rengek Geo pada istrinya.


"Hahah maaf sayang maaf". Ujarnya memeluk Geo yang memang duduk disampingnya.


"Yaudah gapapa syaang aku fine". Ujarnya memeluk istrinya membuat Anna mengulum senyumnya.


"Manja sekali anak bunda ini". Ujar Anna sambil tertawa pelan pada anaknya.


"Biarin aja, daripada manja sama bunda ayah Rangga nanti cemburu". Ujarnya sambil meledek ayahnya yang baru saja turun.


Rangga langsung memghampiri mereka setelah mendengar namanya di bawa bawa, Geo yang melihat itupun langsung melarikan diri membuat Rangga mengejarnya dan itu membuat para istri tertawa melihat tingkah mereka.


"Suatu saat nanti kamu akan merasakannya sendiri!!". Teriak Rangga yang terus saja mengejar Geo.


"Ngga mungkin terjadiii". Teriak Geo pada ayahnya.


"Liat saja nanti, awas kau mengadu pada ayah jika istrimu dicuri oleh anak anakmu". Ujar Rangga yang sudah berhenti karena lelah.


"Itu tidak akan terjadi ayahh". Ujarnya tak terima dengan ucapan ayahnya.


"Terserah kau saja anak dugong". Ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan anaknya yang bengong.


"Hubby, siniii!!". Teriak Luna membuat Geo tersadar.


"Ah iyaa syaang". Ujarnya memghampiri istrinya.


Geo menganggukkan kepalanya dan langsung pergi ke kamarnya, tak berselang lama ia sudah berganti pakaian membuat Luna senang melihatnya bahkan Anna yang melihatnya pun tidak menyangka keluarganya sangat awet muda.



"Wah suamiku tampan sekali sih". Ujarnya memeluk suaminya dengan senang.


"Benar syaang, kamu tampan sekali". Ujar Anna pada anaknya.


"Tampan aku apa dia? ". Tanya Rangga yang tiba tiba sudah berpenampilan layaknya remaja.


"Wahh ayah tampan sekali". Ujar Luna membuat Geo mendelik padanya.


"Iya jelas dong". Ujar Rangga sambil mengusap rambutnya ke belakang.



"Sayang ihh tadi katanya tampan aku". Ujar Geo dengan kesal.


"Hahah bercanda syang, gitu aja marah gimanaa kalau anak kita nanti cowok coba". Ujar Luna pada suaminya.


"Iya pengecualian kalau itu". Ujar Geo pada istrinya.


"Hais sudahlah lebih baik kaliaan berdua istirahat saja, ini udah siang". Ujar Anna pada keduanya.


"Baiklah bunda". Ujar keduanya pada Anna..

__ADS_1


Anna menyuruh suaminya menunggu dibawah entah mau apa istrinya itu, hingga beberapa menit kemudian istrinya turun dengan tampilan seperti remaja membuat Rangga melongo melihatnya, karena di umur yang sudah memasuki kepala 4 Anna saja masih terlihat muda.



"Ayok jalan Yah". Ajaknya pada suaminya.


"Kemana syang?". Tanya Rangga yang masih loading.


"Ga mungkin kita berpakaian seperti ini kalau ngga jalan mas, kangen tauu". Jawabnya membuat Rangga mengangguk mengerti.


"Baiklah perintah diterima". Ujarnya sambil menggenggam tangan istrinya.


"Mas, aku kangen deh sama jajanan kantin". Ujarnya pada suaminya.


"Okee kita ke kampus". Ujarnya pada Anna.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di kampus milik keluarga Yunanda, Anna dan Rangga turun dari mobil membuat seluruh mahasiswa menatap mereka berdua karena banyak yang akan mempersiapkan dirinya untuk acara pentas seni.


Rangga dan Anna berlalu memasuki kantin dan terlihat suasana yang sedikit berbeda karena sekarang ada banyaknya yang baru membuat Anna tidak mengenali mereka, Rangga mengajak istrinya untuk duduk sambil memanggil bibi kantin.


"Wah tuan Rangga dan Nyonya Anna kesini". Ujarnya saat memghampiri mereka berdua.


"Iyaa nih bi, istri saya ngidam jajanan kantin". Ujar Rangga sambil terkekeh.


"Ish mas jangan bikin orang salah paham deh, orang aku ngga hamil juga"..Ujar Anna pada suaminya.


"Yaudah tunggu sebentar ya tuan nyonya"..Ujar bibi kantin diangguki oleh keduanya..


"Mas, banyak yang berubah ya". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa syang mas juga merubah aturan disini". Ujar Rangga membuat Anna penasaran.


Rangga pun menceritakan semuanya, tentang aturan yang ia rubah membuat Anna tersenyum menatap suaminya jika sedang serius lebih berwibawa, hingga beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan telah jadi membuat keduanya langsung menikmati makanan tersebut.


Keduanya menghabiskan makanan nya dengan cepat karena Anna dikabari oleh Geo anaknya, bahwa Ghea jatuh pingsan membuat keduanya panik padahal tadinya Anna ingin menikmati waktunya bersama sang suami tetapi mendengar Ghea pingsan membuatnya khawatir.


Ting!


...Andreas Menantuku...


...Online...


Bunda cepat pulang ya, Andre gatau harus apa 😢


^^^Iya ini bunda dalam perjalanan pulang Dre^^^


Iyaa bunda, Andre tunggu ya bun


^^^Iyaa Dre, kabari bunda jika terjadi sesuatu lebih lanjut pada Ghea ya^^^


Iyaa siap bunda


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Anna dan Rangga, keduanya masuk dengan tergesa gesa tetapi saat memasuki rumahnya mereka dikasih kejutan Karena Anniversary pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2