
Dengan terpaksa Riki pun menuruti, mereka semua menaiki mobil. Riki mulai menancap gas menuju puncak.
"STOP!!" ucap Rita.
Riki mendadak memberhentikan mobil.
"Rita...!!" seru mereka semua melihat kearah Rita.
"Gue ada yang kelupaan!"
"Lo kelupaan apa, bukan nya tadi dirumah lo udah cukup lama ya beres-beresin barang?" ucap Riki melihat Rita.
"Ih bukan itu, Kak gue lupa Novan!!" Rita melihat Kakaknya.
"Astaghfirullah Rita...!!!" kesal Kak Radit.
Mereka semua lemas mendengar perkataan Rita.
"Kenapa? " Rita melihat aneh kemereka semua.
"Teman lo ada berapa sih? sekalian aja lo ajak satu kampung!!" ucap Riki sedikit kesal.
"Ya gak banyak cuman mereka ini dan juga Novan udah itu doang" ucap Rita dengan santai.
"Yaudah jadi ini kita ajak Novan gak?" tanya Dita yang ikut kesal juga.
"Harus itu, bentar gue telpon anak tu dulu." Rita mengambil Hpnya di dalam tas.
Rita mulai menelpon Novan, panggilan pertama tidak di angkat, Rita mencoba menelpon lagi sampai dengan panggil ke empat baru di angkat dengan Novan.
"Hallo" ucap Novan dengan suara khas bangun tidur.
"Heh kebo bangun udah siang masih aja tidur! lo pergi siap-siap gih sekarang 20 menit lagi gue jemput."
"Mau kemana? gue masih ngantuk."
"Yaudah kalau lo gak mau ikut gue ke puncak, gue tutup ya bye" ucap Rita mau menutup telponnya.
"Eh tunggu!!"
"Apa?"
"Gue mau ikut ke puncak, berapa hari disana?"
"Hmm besok sore kita udah balik kok."
"Oke gue siap-siap dulu." Novan langsung mematikan sambungan telponnya.
"Yuk kita kerumah Novan" ucap Rita dengan gembira.
Riki masih menatap Rita.
"Ayok jalan" Rita melihat Riki.
"Jalan kemana? gue mana tau rumah si Nopan-nopan itu!"
"Yaudah sih putar balik menuju rumah gue, rumah Novan dekat dengan rumah gue!!" ucap Rita kesal.
Riki pun menurut saja.
*****
Sesampai didepan rumah Novan Rita turun dari mobil menuju pintu rumah Novan.
"Assalamu'alaikum" ucap Rita sambil menekan bel rumah Novan.
"Waalaikumsalam" jawab seorang wanita dari dalam rumah.
"Eh ada Rita, udah lama sekali ya kita gak ketemu" ucap wanita itu.
Rita menyalami wanita didepannya, "Apa kabar tante?"
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana?"
"Ya seperti tante lihat, Alhamdulillah Rita juga sehat tan" senyum Rita.
Wanita didepan Rita adalah Tante Zahwa Mama Novan.
"Duh kok jadi ngobrol di depan sini sih, masuk dulu yuk biar tante buatin minum" ucap tante Zahwa mempersilahkan Rita masuk.
"Eh gak usah Tan Rita kesini mau jemput Novan, mau ajak Novan jalan-jalan ke puncak."
"Oh ya bareng siapa aja?"
__ADS_1
"Itu ada rame tan di dalam mobil" Rita melihat kearah mobil mereka yang terpakir di luar.
"Bentar ya Tante panggil Novan dulu, paling anak tu masih tidur" Tante Zahwa kembali masuk.
Disaat tante Zahwa berbalik badan, Novan turun dari tangga dan menghampiri tante Zahwa.
"Mama kira kamu masih tidur."
"Novan udah bangun dari tadi sejak anak nelpon." Menunjuk kearah Rita.
"Udah ayok berangkat sekarang keburu sore loh," ucap Rita.
"Iya bawel, Ma Novan pergi dulu." Menyalami tante Zahwa
"iya hati-hati kalain."
"Tan Rita pinjam anak nya dulu ya besok baru Rita balikin," ucap Rita bercanda.
"Iya gak di balikin gak apa-apa juga kok Rita." Tawa Tante Zahwa.
"Mama tega benar dengan anak," ngambek Novan.
"Udah ah ayok." Rita menarik Novan.
"Assalamu'alaikum tan," ucap Rita.
"waalaikumsalam," jawab Tante Zahwa.
Rita dan Novan berjalan menuju mobil yang terpakir di luar pagar Novan.
"Hmmm Put kalau lo duduk di belakang mau gak?" tanya Rita melihat Putri.
"Boleh gak masalah," jawab Putri.
Putri turun dan pindah kebelakang.
"Lo mau duduk tengah apa pinggir?" tanya Rita melihat Novan yang berdiri di luar mobil.
"Terserah dimana aja boleh," jawabnya
"Yaudah kalau gitu di bagasi aja mau?"
"Enak aja lo bilang, yaudh gue di pinggir aja, nanti yang ada menang banyak," ucap Novan.l santai.
Rita menowel kepala Novan.
Rita naik deluan disusul dengan Novan.
"Loh loh kok ada anak curut ini sih?" Novan menunjuk Dita.
"Enak aja lo bilang gue anak curut!! gue itu anak mak babe gue ya!!" protes Dita tidak Terima.
"Ini kita udah bisa jalan belum?" tanya Riki melihat Rita melalui kaca spion depan.
"Udah jalan," jawab Rita.
"Yee liburan," ucap mereka semua.
____
"Guys kalau ketemu toilet berhenti bentar ya gue sesak pipis nih," ucap Tika di belakang.
"Oke," jawab Riki dengan mengajukan jempolnya.
5 menit kemudian baru lah mendapatkan toilet, kami semua pada turun menghirup udara segar.
"Sebentar lagi sampai puncak nih guys, gimana kalau kita beli persediaan makan di puncak nanti." Rita memberi saran.
Mereka semua menyetujui nya.
"Jadi siapa nih yang mau belanja?" tanya Kak Radit.
"Karna kita tinggal ber enam disini, gimana kalau hompimpa aja dua orng yang kalah dia yang belanja," ucap Dita memberikan ide.
Mereka semua menyetujui nya.
"hompimpa!!"
"Nah Kak Radit keluar!!" ucap Rita bersemangat.
hompimpa!! hompimpa!! hompimpa!!
"Yess Dita keluar." Rita kesenangan.
__ADS_1
"Udah sana kalian pergi," Novan mendorong Dita untuk pergi.
"Kenapa gue sih." perotes Dita.
"Siapa suruh kalian kalah," ledek Rita dan Novan.
Dita dan Kak Radit dengan sangat terpaksa akhirnya pergi.
"Kak kita mau beli apa nih?" tanya Dita melihat lihat rak makanan.
"Heh kenapa?" (Kak Radit jadi salah tingkah dong).
"huuh kita mau beli apa Kak Radit?" Dita mengulang ke.bali pertanyaannya.
"Hmm beli apa ya?" Kak Radit menggaruk kepalanya .
"Kalau pop mie mau gak?"
Kak Radit melihat Dita, "boleh terserah Dita aja mau ambil apa yang penting enak," ucap Kak Radit.
"oke lah."
Sebenar nya ini merupakan momen yang pas untuk mereka berdua, tapi Kak Radit tidak bisa berlama-lama bersama Dita tidak baik untuk kesehatan jantung nya yang sudh mau copot ini.
Di tempat lain Rita sangat senang melihat Kakak nya berduaan dengan teman nya. Dia berhasil membuat dua orang itu pergi bersama.
Selang beberapa waktu Kak Radit dan Dita kembali berbarengan bersama Tika yang dari toilet.
"Lama benar lo Tik? abis ngapain lo di sana?" tanya Rita penasaran.
"Antrian ny rame x woy."
"Gimana udah semua?" tanya Riki kepada Kak Radit
"Udah, ingat jangan ada yang protes apa yang kami beli," ucap Kak Radit.
"Udah ayok berangkat keburu sore yang ada." Riki kembali ke mobil di ikuti dengan mereka semua di belakang.
___
Sekitar 1-2 jam mereka baru sampai puncak.
"Wah akhirnya sampai juga," ucap Rita, "Guys gue cari Pak asep dulu ya minta kunci villa, ayok Kak Radit temanin gue cari Pak asep."
"Gimana kalau gue aja temanin lo?" Riki menawarkan diri.
"Boleh aja," ucap Rita.
Riki dan Rita pun pergi mencari Pak Asep pekerja yang menjaga villa keluarga Rita.
"Uhh udara nya sangat sejuk beda sama di kota," kata Rita menikmati udara di puncak yang dingin.
"Lo suka puncak ya?" tanya Riki melihat Rita.
"Iya gue suka puncak dan gunung, tapi gue takut ketinggian," jelas Rita.
"Terus kenapa lo suka kedua tempat itu?"
"Karna setelah melihat pemandangan dari atas lo akan lupa sama apa yang lo takuti." senyum Rita.
"Oh ya gue baru tau itu."
"Lo kenapa mau di jodohin sama gue?"
"Gak tau, yang ada di kepala gue saat ini gimana gue bisa membahagiakan orang tua gue ya mungkin dengan cara ini orang tua gue bisa bahagia," jawab Riki senyum.
"Emang lo gak punya pacar atau suka sama cewek gitu?"
"Pacar sih gak ada, tapi kalau cewek yang gue suka ad." Riki mendongak ke atas.
"Siapa siapa kasih tau gue dong mana tau gue bisa bantu buat kalian dekat gitu?" Rita mulai kepo.
Riki melihat belakang ke arah teman-temannya, tapi sorot matanya memandangi salah satu dari mereka.
Rita mengikuti arah pandang Riki.
Rita menutup mulutnya melihat siapa yang Riki pandang. Dia tidak menyangka kalau Riki menyukai salah satu teman nya.
Kira-kira siapa nih yang disuka sama Riki? ada yang bisa jawab gak?
____
Hai Guys sorry banget author baru bangkit dari tidur lama author hehehe. sebenar nya beberapa bulan ini author di hantui dengan skripsi author yang tebengkalai dan di tambah Rita yang kabur entah kemana (heheh). Nah sekarang author kembali dengan suasana pikiran dan hati yang tenang, mohon maaf kalau author suka ilang-ilangan ya
__ADS_1
Semoga kalian suka dengan cerita yang author buat ini.
Happy raeding guys ❤❤❤