
Sore hari pukul 4.15 WIB
Rita sudah siap untuk pergi berkumpul bareng teman-temannya dicafe. Rita menyisir rambut sebari mendengarkan musik di HP nya hal yang selalu Rita lakukan kalau sedang bersiap-siap. Setelah memastikan tidak ada yang kurang dengan penampilannya, Rita menggambil tas selempang memasukan HP dan dopetnya kedalam tas. Rita turun dari kamarnya menghampira papa, mama nya yang berada diruang keluarga sedang menonton TV, sedangkan kakaknya entah berada dimana saat itu.
"Loh sayang kamu mau kemana?" tanya mama yang melihat Rita turun dari tangga.
Papa ikut menoleh kearah Rita, "Tumben udah cantik jam segini? biasa juga hari libur kuliah kamu paling males mandi" ledek papa.
"Ih papa sama mama nih aneh deh, anak nya gak mandi protes terus kalau anaknya dandan cantik pada keheranan" ujar Rita kesal, "Rita pamit mau ngumpul bareng teman di cafe ya" lanjut Rita meminta izin.
"Yuadh jangan malam malam pulangnya, hati hati bawa mobilnya" ucap papa memperingati.
Aku menyalami mama dan papa, "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap mama papa bersama.
*****
Aku melajukan mobilku menelusuri jalanan bandung yang kalau sudah sore bakalan rame dengan kenderaan dan itu membuat jalanan macet. Rita paling kesel kalau lagi menyetir sendiri tercebak macet karena dia bakalan lama nyampek ketempat tujuannya.
Kurang dari 30 menit Rita baru sampai di cafe tempat mereka janjian. Rita masuk kedalam disana sudah berkumpul teman-teman nya.
"Assalamualaikum" ucap Rita lalu duduk dikursinya.
"Waalaikumsalam" ucap mereka serentak.
"Lo dari mana aja Ri?" tanya Dita.
"Sorry macet ges" jawab Rita.
"Rita mau pesan apa?" tanya putri memberikan buku menu.
"Gue pesan es coklat aja Put" jawab Rita.
Putri menulis pesanan mereka lalu memanggil pelayan yang ada dicafe itu.
"Ditunggu sebentar mbak pesanannya" ucap pelayan itu mengambil catatan pesan kami.
"Iya Mas makasih" ucap Putri.
"Gimana nih Ri udah siapa untuk berumah tangga?" ledek Tika yang menyenggol lengan Rita.
"Aduh... pusing gue kalau bahas itu"
"Kenapa?" tanya Dita
"Cerita dong kekita?" lanjut Putri.
"Ortu gue gebet banget deh kayaknya pengen gue nikah, assal kalian tau gue udah nolak 3 orang yang mama jodohin ke gue masa sekarang mau dijodohin lagi? gimana dengan masa depan gue dong?" ujar Rita menyenderkan badannya kekursi.
Pelayan datang membawa pesanan kami, Putri juga memesan kentang goreng untuk sebagai cemilan kami dan juga mie goreng untuk dirinya. pelayan itu pergi setelah manaruh dimeja dan kami tidak lupa mengucapkan terimakasih. oke lanjut kecerita tadi.
"Lo bilang tadi lo udah pernah nolak 3 orang?" DIta dan Tika molototkan mata kanget. (itu kalau bola mata bisa copot mungkin udah copot tu).
"Wah lo gila sih Ri" lanjut Tika geleng kepala.
"Kok lo bilang gue gila sih?" protes Rita tidak terima.
"Gimana bisa lo tolak 3 orang itu?" kesel Dita.
Putri hanya menonton kami berdebat dia terus fokus pada makanan nya. Putri tipe orang yang mempunyai sopan santun yang baik, dia gak mau ngomong sebelum makanan habis. Dia bilang sih kalau makan sambil ngomong gak baik bisa-bisa setan masuk kedalam mulut kita. (oke lanjut kembali dengan mereka bertiga, kita tinggalkan dulu Putri agar fokus menghambiskan makannya).
"Ya karna gue gak tertarik sama mereka" jawab Rita santai menyeruput es coklat.
"Gue gak habis pikir dengan otak lo Ri" ucap Tika menunjuk Rita.
"Teman-teman sahabat gue yang paling gue sayang.... Gini ya gue tanyak sama kalian berdua, misal nih kalian berada di posisi gue yang berkali-kali dijodohin sama ortu kalian gimana tangakapan kalian? dari Dita dulu deh jawab"
"Kalau gue yang pasti ketemu dulu sama orang nya, kenalan dulu, cari tau dulu tetang dia, kalau dia tipe gue dan kita cocok gue terima, tapi kalau sebalik nya ya..." Dita menghentikan perkataan nya lalu menyeruput minuman green tea yang dia pesan.
"Kalau lo Tik?"
"Gue kalau cowok itu ganteng dan sesuai tipe gue ya gue langsung terima lah" jawab Tika dengan senang.
Rita memukul jidat Tika, "Yang ada di otak lo cuman cowok ganteng aja" kesal Rita.
"Kalian gak mau tanyak pendapatan Putri" ucap Putri yang sudah menghabiskan makanan nya.
Kami bertiga belihat kearah Putri.
"Dia siapa?" tanya Tika bercanda.
"Dia dari tadi bersama kita?" lanjut Dita.
"Perasaan cuman kita bertiga yang ngomong dari tadi, kok tiba-tiba muncul dia?" sambung Rita.
"Ih kalian jahat, Putri pergi pulang aja deh" ngambek Putri.
Putri sudah siap untuk berdiri tapi di cegah oleh Dita.
"Eeetttsss dah neng mau kemana? gitu aja ngambek" ledek Dita dilanjutkan dengan ketawa kami.
"Kalian sih ngeselin" Putri kembali duduk.
"Udah ah kita gak usah jahilin Putri kasihan dia tu" ujar Rita tertawa kecil.
"Sampai dimana tadi cerita kita?" tanya Tika.
"Putri mau kasih pendapat nya juga" jawab Rita.
"Ini ya kalau pendapat Putri, Putri akan shalat istikharah dulu, setelah itu baru putri ketemu orang nya, cari tau, kalau dia emang jodoh kita dia akan muncul didalam mimpi kita" ucap Putri.
__ADS_1
"Terus kalau dia bukan jodoh kita gimana?" tanya Tika.
"Ya dia gak akan muncul di dalam mimpi kita, terus cara gampang nya kalau kita merasa risih atau tidak nyaman kalau berada didekat dia atau berhubungan sama kita" jelas Putri yang menyeruput minuman.
"Kalian bisa lakuin itu kalau kalian merasa ragu dengan hati kalian ataupun bigung sama pilihan kalian, emang sih gak dapat jawaban nya langsung begitu saja tapi hati kalian bakalan tenang setelah melakukan shalat" lanjut Putri menjelaskan.
"Tapi jangan cuman shalat istikharah aja yang kalian lakuin, shalat wajib yang 5 waktu harus kalian lakuin kalau bisa jangan ada yang bolong" peringat Putri melihat kami bertiga.
"hmmm kita disini kayak lagi pengajian iya gak sih?" tayak Tika.
Rita dan Tika menganggukan kepala.
"Makasih lo Put udah kasih pencerahan bagi kita" ucap Rita.
"Iya sama-sama"
*****
Rita baru sampai rumah, baru saja Rita mau memasukan mobilnya kedalam ada yang menggodor-ngedor kaca mobilnya. Rita yang takut menekan klekson sekenjang-kenjangnya, tapi orang itu berhasil masuk kedalam mobil Rita.
"Loh Bapak?" kanget Rita.
"Loh kok kamu sih?" tanya Devan heran.
"Bapak ngapain disini?" Rita mengkerutkan Keningnya.
"Udah Lo jalan aja dulu nanti gue cerita" ucap Devan gelisah terus-terusan melihat kebelakang.
Rita yang heran ikut melihat kebelakang juga, "Ada apa sih pak?"
"Saya bilangkan jalan kok kamu gak jalan juga!!" kesel Devan.
"Galak banget sih" celetuk Rita yang didengarin Devan.
"Apa kamu bilang?" tanya Devan melihat Rita.
"Eh ini kita mau kemana?"
"Kemana aja yang pasti keluar komplek dulu"
Rita melajukan mobilnya menyesuru jalanan Bandung, Rita menghentikan mobilnya dialun-alun kota Bandung.
"Pak kita udah sampai nih" ucap Rita melihat kearah Devan.
"Emang gue setua itu sampek-sampek lo panggil gue bapak?" perotes Devan.
"Loh kan Bapak dosen saya masa saya harus panggil nama bapak gak sopan dong" jawab Rita memalingkan wajahnya.
"Ini bukan kampus lo bisa panggil gue Devan aja" Devan turun dari mobil.
Rita menyusul Devan turun.
"Gue Devan Elvano Reza" membalas uluran tangan Rita.
"Cantik juga nih cewek" Gumam Devan dalam hati.
"Lo kenapa tadi? kok kayak orang dikejar?" melihat Devan.
"Gue dikejar sama ibuk-ibuk komplek"
"hah kok bisa?" Tawa Rita.
"Gak tau gue baru turun dari mobil eh ibuk-ibuk udah ngejar gue aja, kebetulan ketemu sama lo"
"Hahaha fans lo ngeri juga ya"
"Gitu lah nasib orang ganteng" ujar Devan dengan percaya diri.
"Is kepedean bener, pengen muntah gue rasanya"
"Kesan yuk ada Cafe yang enak" menarik tangan Rita.
Rita kaget Devan memegang tangannya jantungnya berdetak tidak karuan rasanya jatungnya akan copot deh.
"Eh sorry" ucap Devan melepas pegangannya setelah sampai di depan Cafe.
"Yaudh yuk masuk" ujar Rita yang salah tingkah.
Mereka memilih duduk diatas Rooftop, pemandangan dari atas sangat indah apalagi dimalam hari. Pelayan datang memberikan buku menu.
"Lo pesan apa?" tanya Devan melihat buku menu
"Gue Green Tea Latte aja"
"Lo gak mau makan?" tanya devan lagi, "Steak Daging disini enak loh"
"Boleh deh"
"Mbak espresso satu, green tea latte satu, terus steak daging nya dua" ucap Devan kepada pelayan.
"Baik Mas tunggu sebentar" ujar pelayan itu lalu pergi.
Rita terus memperhatikan kota Bandung dari atas dia baru pertama kalianya diajak kemari bersama cowok lagi.
"Lo baru pertama kali kemari?'' tanya Devan seperti bisa membaca pikiran Rita.
Rita menganggukan kepalanya melihat Devan yang berada didepannya, "Gue jarang keluar malam malah hampir gak pernah" jawab Rita.
"Gue dong yang pertama kali ajak lo keluar malam?" Devan melihat Rita.
"Astagfiruallah, gue lupa" memukul jidatnya.
__ADS_1
Rita buru-buru menggambil HP didalam tasnya, dia lupa kasih kabar ke mama papanya kalau dia masih diluar.
"Assalamualaikum ma" Ucap Rita.
"....."
"Maaf ma Rita masih diluar bareng teman sekalian Rita makan diluar"
"...."
"Iya ma Rita gak pulang lewat dari jam 10 kok siap makan Rita pulang"
''...."
"Iya ma love u, Assalamualaikum" ucap Rita lalu mematikan sambungan telepon.
"Sorry ya gue tiba-tiba ajak lo pergi begitu saja" ucap Devan nyesel.
"Gpp kok santai aja, tadi gue emang baru pulang dari kumpul bareng teman, jadi ada alasan lah" ujar rita tersenyum.
"Sorry juga soal yang dikampus kemarin"
"yang mana?" tanya Rita bigng.
"Ya soal gue usir lo dari kelas"
"Oh itu gak masalah, gue juga kok yang salah gak memperhatikan saat lo lagi mengajar"
"Jujur gambar lo bangus"
Pelayan datang membawa pesanan mereka setalah menaruh diatas meja pelayan itu pergi tidak lupa mereka mengucapkan terimakasih.
"oh ya kenapa lo gak masuk ke seni lukis atau enggak desainer gitu?' tanya devan sambil memakan makanannya.
"Mau nya sih gitu, tapi Bokap gue ngelarang gue katanya kakak gue desainer masa gue juga desainer" ucap Rita menyeruput minumannya.
"Loh emang kenapa? kan bagus?"
"Papa gak suka kalau anaknya dua-dua didesain, mau nya beda-beda, yaudh karna gue juga suka musik gue pilih jurusan musik aja" Rita mengangkat alis dan tersenyum.
*****
Mereka berdua sudah selesai makan, am sudah menunjukkan pukul 21.30 ini saatnya mereka harus pulang.
kalau tidak pulang sekarang Rita bakalan berubah, Mereka berjalan menuju pakiran, sudah banyak cerita yang mereka ceritikan malam ini, mereka sampai lupa kalau mereka saling membenci satu sama lainnya.
"Oh ya lo juga tinggal di komplok itu? Kok gue baru liat lo ya?" Rita mengkerutkan keningnya.
"Gue baru pindah kemarin, dulunya gue gak tinggal disitu gue sewa rumah didekat kampus, krna ortu gue beli rumah disitu ya mau gak mau gue ikut pindah" jawab Devan santai.
Rita menganggukan kepala seolah mengerti dengan ucapan Devan.
"Sini biar gue yang bawa" ujar Devan mengambil kunci mobil Rita.
Rita memberikan kunci mobilnya dengan senang hati, malam semakin larut Rita yang kelelahan sejak tadi sore keluar tertidur, Devan yang melihat hanya tersenyum.
"cantik ya" Gumam Devan.
Sadar Dev, ya kali lo suka sama mahasiswa lo sendiri sih" menggelengkan kepala.
"Enggak itu gak boleh terjadi, yang ada kenak pasal perlindungan anak lagi"*
*****
Devan memberhentikan mobil Rita pas didepan rumahnya.
"Rita... Rita bangun udah sampek" Dengan mengoyangkan tubuh Rita.
"Eh dimana ini?" tanya Rita setengah sadar.
"Ini udah didepan rumah gue, gue gak tau rumah lo yang mana jadi gue bawa kerumah gue"
Rita melihat keluar jendela, "Ini rumah loh?" Rita kenget.
Devan menganggukan kepala, "Kenapa?" tanya Devan heran.
"Lo anak nya tante Sara?" membulatkan mata.
"Iya kok lo kenal nyokap gue?" tanyak Devan bigung.
"Jadi lo anaknya tante Sara, kalau gitu rumah kita sebelahan dong" melihat Devan.
"Hah rumah lo itu" nunjuk kearah rumah Rita.
Rita menganggukan kepala, "Yaudh gue balik rumah dulu" ucap Rita turun dari mobil.
"Rita mau kemana? Ini mobil lo gk mau dibawa?'' Devan bigung.
"Eh iya ya kan mobil gue napa gue turun begok deh gue" memukul kepakanya, "gue pulang dah" ucap Rita.
Devan tertawa melihat tingkah lucu Rita.
------------------------------------------------------------------------
Terimakasih buat kalian yang sudah membaca ceritaku ini.
Maaf masih banyak typonya.
Jangan lupa klik like coment dan favorit sebagai tanda kalian mensupport author untuk lebih bersemangat lagi melanjutkan cerita ini.
Sekali lagi autrher ucapkan terimakasih semua...
__ADS_1