Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 52


__ADS_3

Cleo menatap sedih karena lagi dan lagi Aura pingsan, Geo menghampiri nya untuk menguatkan Cleo, beberapa menit kemudian Aura sadar langsung saja Anna memberikannya minum.


"Sayang, bunda khawatir nak". Ujar Anna memeluk Aura.


"Maafin Aura ya bunda, bikin bunda dan yang lainnya khawatir". Ujar Aura dengan lemah dipelukan Anna.


"Kamu makan ya sayang, terus minum obatnya". Ujar Anna pada Aura.


"Aura ngga nafsu bunda". Ujar Aura pada Anna.


"Paksain sayang, biar kamu cepat sembuh". Ujarnya pada Aura.


"Baiklah bunda". Ujar Aura pada Anna.


Anna segera mengambil bubur yang telah dibuat oleh nya tadi pagi, hingga beberapa menit kemudian Aura kembali istirahat setelah makan dan minum obatnya, Ghea serta yang lainnya meninggalkan Aura agar tidak terganggu.


"Bunda, Aura akan sembuh kan?". Tanya Ghea sedih pada bundanya.


"Pasti sembuh sayang, doakan saja ya agar Aura selalu sehat selalu". Jawab Anna pada putrinya.


"Aunty, Emangnya Aura sakit apa?". Tanya Marselina pada nya.


"Kata dokter, demam akibat terlalu banyak yang membuatnya trauma". Jawab Anna pada ponakannya.


"Kasihan ya Aura kak". Ujar Natalia pada Marselina.


"Iya dek, maka dari itu kita harus berdoa untuk kesehatan Aura". Ujar Marselina menatap adiknya.


"Baiklah kak". Ujarnya pada Marselina.


Biasanya setelah selesai acara ulangtahun, Raditya dan yang lainnya akan membongkar hadiah yang mereka dapatkan, tetapi mengingat adik mereka yang sakit membuat keempatnya tidak semangat untuk membukanya.


"Lebih baik kalian tidur siang aja dulu yaa". Ujar Anna pada mereka.


"Tapi belum ngantuk bunda". Ujar Geo padanya.


"Pejamin mata kalian, nanti juga tidur kok". Ujar Rangga pada anak anaknya.


"Baiklah ayah". Ujar mereka lalu pergi ke kamarnya masing masing.


Setelah melihat anak anaknya masuk ke dalam kamarnya, Anna memeluk suaminya ia merasa lelah sekali sedangkan Rangga mengelus rambut istrinya agar terlelap dalam pelukannya, hingga beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus.


Rangga langsung memindahkan istrinya ke kamar mereka, lalu merebahkan di ranjang tidur sesudahnya Rangga pun ikut tidur di samping istrinya sesudah mengecup kening istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Sayang". Panggil Rangga pada istrinya.


"Iyaa mas? kamu udah bangun?". Tanya Anna pasa suaminya.


"Ya udahlah kalau belum ngga mungkin aku nyamperin kamu ke dapur". Jawab Rangga membuat Anna terkekeh.


"Iyaa deh mas, mau makan mas?". Tanya Anna pada suaminya.


"Ntar aja bareng anak anak syaang". Jawab Rangga memeluk istrinya dari belakang.


"Baiklah, tapi lepasin dulu dong pelukannya, aku susah gerak loh mas". Ujar Anna pada suaminya.


Rangga pun melepaskan pelukannya, lalu ia pergi mengecek kamar anak anaknya satu persatu, saat akan mengecek kamar Aura terdengar isakkan kecil membuat Rangga langsung membukanya.


"Astaga, Aura kamu kenapa?". Tanya Rangga menepuk pipi Aura pelan.


"Bangun sayangg". Ujar Rangga mengguncang badan Aura dengan pelan.


"Hiks Aura Lelah, Aura gamau hidup lagi". Ujarnya yang masih tertidur.


"Astaga, bangun sayang hey". Ujar Rangga pada Aura.


Anna yang merasakan suaminya sangat lama pun menghampiri, karena tidak ada di dalam kamar keempat anaknya, Anna pun masuk ke dalam kamar Aura dan melihat suaminya yang terus memanggil Aura agar tersadar dari tidurnya yang terus saja terisak.


"Gatau sayang, kayanya dia mimpi buruk". Jawab Rangga pada istrinya.


"Semenderita itukah hidupnya?". Tanya Anna dengan lirih.


"Sayang bangun, ini bunda sayang, bangun yuk". Ujar Anna membangunkan Aura.


"Gimana ini mas?". Tanya Anna pada suaminya.


"Coba bangunin sekali lagi sayang". Jawab Rangga pada istrinya.


Anna terus membangunkan Aura agar bangun, hingga beberapa menit kemudian Aura bangun dengan masih terisak, lalu Anna dan Rangga memeluk tubuh Aura yang terguncang karena isakkan.


"Aku lelah bunda, aku ingin mati saja, aku gamau hidup sendiri tanpa keluarga". Ujar Aura pada Anna.


"Stt sayangg, jangan bilang seperti itu, kamu harus hidup, percaya sama bunda, setelah badai akan ada pelangi sayang". Ujar Anna mengelus rambut Aura.


"Iya benar kata bunda syaang, jangan merasa hidup kamu sendiri, sekarang kamu punya ayah bunda dan juga abang kakak sayang". Ujar Rangga pada Aura.


"Jadi jangan bilang gitu lagi oke, bunda ga suka begitupun dengan ayah". Ujarnya lagi pada Aura.

__ADS_1


Aura yang mendengar itupun merasa tenang, ia terdiam dipelukan keduanya, ia begitu bahagia merasakan kelengkapan sebuah keluarga, hingga beberapa menit kemudian mereka keluar kamar bersamaan, Aura juga sudah mandi sebelum keluar kamar.


Di ruang makan sudah ada Raditya dan yang lainnya menunggu, mereka yang melihat Aura bersama kedua orangtua nya pun merasa senang, Karena mereka pikir Aura sudah sembuh membuat mereka berempat bersemangat.


"Aura, kamu udah sembuh?". Tanya Rachel padanya.


"Iyaa kak, aku udah sembuh". Jawab Aura pada Rachel.


"Syukurlah kalau sudah sembuh". Ujar Rachel memeluk Aura disusul dengan yang lainnya.


"Berarti kita jadi dong ayah jalan jalan?". Tanya Geo pada Rangga.


Rangga dan Anna saling melirik lalu mengangguk kemudian, membuat para anaknya bersorak senang, Anna mengajak mereka makan terlebih dahulu sebelum jalan jalan, Aura duduk disamping abang dan kakaknya itu.


Hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis, Aura langsung ditarik oleh para abang dan kakaknya ke dalam mobil, membuat Rangga dan Anna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihatnya.


"Kalian bersemangat sekali". Ujar Anna pada mereka.


"Jelas dong bunda, karena Aura sudah sembuh". Ujar Ghea pada Anna.


"Ajak Cleo jangan?". Tanya Rangga pada mereka.


"Ajak ayah karena Cleo kan adik kita juga". Jawab Geo pada Ayahnya.


"Baiklah kita jemput Cleo atau ngga biar Cleo yang nyusul aja sama Aunty dan Uncle?". Tanya Rangga pada mereka.


"Nyusul aja deh Yah". Ujar Raditya pada ayahnya.


Rangga langsung mengangguki nya, Anna mengabari Rania tentang acara jalan jalan ke mall dan mendapatkan balasan dari adik iparnya itu, kini Rangga sekeluarga sedang dalam perjalanan menuju mall.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di Mall milik keluarga Yunanda, ternyata Rania memang sudah tiba lebih dahulu, segera mereka menghampiri Rania sekeluarga. Anna memeluk adik iparnya itu begitu juga Rangga yang bertos dengan Reynaldi.


"Kita main itu yukkk". Ajak Cleo pada mereka.


"Hayu". ujar mereka bersama.


"Yang nilainya paling kecil harus dikasih hukuman". Ujar Raditya membuat semuanya menoleh.


"Ihh kok gitu sih bang?". Tanya Aura padanya.


"Iya gitu syaratnya". jawab Raditya dengan santai.


Mereka pun main bersama hingga beberapa menit kemudian tim perempuan kalah, dan tim laki laki menang sedangkan hukumannya adalah menari di depan umum, membuat para orangtua menahan senyumnya.

__ADS_1


Aura dan Ghea serta Rachel pasrah mereka pun menari dengan lincah, sehingga membuat pengunjung mall kagum melihatnya bahkan ada yang memberikan mereka uang, karena menyangka mereka menari dengan bayaran.


__ADS_2