Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 18


__ADS_3

Anna memeluk suaminya yang tiba tiba manja saat mereka sudah pulang ke Indonesia, bulan madu mereka yang seminggu lagi harus tertunda karena Anna hamil membuat keduanya harus extra menjaga kehamilannya.


"Kenapa sih sayang? manja banget". Ujar Anna pada suaminya.


"Pengen deket kamu aja syaang". Ujarnya pada istrinya.


"Hisshh kamu kan harus ke kampus sayang". Ujar Anna pada suaminya.


"Gamau sayang, aku mau sama kamu aja lagian inikan masih cuti jadi aku mau sama kamu". Ujar Rangga pada Anna.


"Yaudah sekarang lepasin dulu, aku mau ke kamar mandii". Ujar Anna pada suaminya.


"Ikuttt sayang". Ujar Rangga padanya.


"Cuman buang air kecil doang sayang, gaakan lama oke". Ujar Anna yang pada akhirnya diangguki olehnya.


Sambil menunggu Anna selesai Rangga merebahkan tubuhnya dikasur, entah kenapa ia merasa sangat malas sekali untuk beraktivitas Seperti biasanya, lalu tak lama kemudian ia tertidur pulas karena lembutnya kasur tersebut.


"Sayangg kamu kes--lah tidur toh sayangku". Ujar Anna saat melihat suaminya tidur.


"Liat ayah sayang, kayanya dia beneran pengen deket terus sama bunda". Gumam Anna sambil mengelus perutnya yang rata.


Anna pun meninggalkan suaminya yang sudah tertidur pulas, ia akan memasak untuk suaminya juga dirinya, tetapi sebelum itu ia dikejutkan oleh suara seseorang.


"Adek kamu lagi hamil ngapain di dapur?". Tanya Andrio membuat Anna kaget.


"Loh abang sejak kapan kesini?". Tanya Anna kaget.


"Abang dari semalem kan emang nginep dirumah adek, Rangga mana?". Tanya Andrio pada adiknya.


"Lagi tidur abang, lagian aku ke dapur mau masak ga banyak kok". Jawab Anna pada kakaknya.


"Kok istrinya dibiarin gini sih sedangkan dia malah tidur ". Ujar Andrio membuat mata Anna berkaca kaca.


"Abangg jahatt!! Anna gamau ketenu abang hiks hiks". Teriak Anna membuat Rangga yang berada dikamar langsung keluar.


"Sayang kamu kenapa?". Tanya Rangga dengan panik.


"Hiks abang hiks jahatt hiks huaaa". Jawab Anna dengan tangisnya semakin kencang.


"Lo apain sih Rio?". Tanya Rangga menatap tajam iparnya.


"Gue ngga ngapa ngapain sumpah". Jawab Andrio dengan cepat.


"Bohong lo". Ujar Rangga tidak percaya.


"Ngga gue ga bohong ihh ga percayaan amat lo sama ipar sendiri". Ujar Andrio kesal pada Rangga.


Anna masih memeluk suaminya dengan erat, hingga akhirnya malah tertidur membuat Rangga dengan sigap menahan tubuh Anna yang hampir terjatuh dari pelukannya.

__ADS_1


"Awas aja lo ya Rio bikin Anna nangis lagi". Ujar Rangga sebelum memasuki kamarnya.


"Orang gue cuman bilang.. istri dibiarin gini sedangkan lo tidur". Ujar Andrio pada Rangga.


"Bumil sensitif tauu pantesan Anna nangis". ujar Rangga pada Andrio.


Andrio ditinggalkan oleh mereka berdua dengan ekspresi melongo, karena dia baru tau ibu hamil sensitif tentang suaminya.


"Ah mending gue masak mie deh". Ujar Andrio pada dirinya sendiri.


Ting!


...Rania Nia...


...Online...


Kak Rio, aku didepan pintu bukain dongg, ga denger suara bel apa ya


^^^Iyaa sebentar^^^


Rania masuk disusul oleh Andrio, Rania lirik kanan lirik kiri mencari Anna dan Rangga, Andrio yang paham pun memberi tahu nya bahwa mereka berdua tidur kembali.


"Ahg percuma aku kesini". Ujar Raania cemberut.


"Mending masakin kakak makanan, kakak lapar nih". Ujar Andrio pada Rania.


"Oke deh bentar". Ujar Rania pada Andrio.


"Baguss, suruh siapa kamu masak?". Tanya Rangga pada Rania.


"Disuruh sama Kak Rio ". Jawab Rania dengan jujur.


"Wahh parah lo ya, tadi bikin Anna nangis sekarang nyuruh adik gue masak". Ujar Rangga membuat Andrio mendelik.


"Beneran Kak Anna nangis garagara kak Rio?". Tanya Rania pada kakaknya.


"Beneran dek". Jawab Rangga pada adiknya.


"Ishh bohong tuhh, jangan percaya Ran". Ujar Andrio pada Rania.


"Ngapain gue bohong, kalau Anna sendiri yang bilang lo jahat, lo bikin istri gue nangis". Ujar Rangga membuat Andrio tidak bisa mengelak lagi.


Beberapa jam kemudian Anna terbangun dan tidak menemukan suaminya, iapun berjalan ke luar kamar dan kebawah saat itu ia melihat ketiga nya sedang asik menonton tv diruang keluarga, Anna menghampiri mereka yang sedang menonton film horor.


"Wahh hantunya bentar lagi keluar". Ujar Rania pada keduanya.


"Iyaa bener". Ujar Andrio yang sudah siap untuk menutup matanya dengan sebuah bantal sofa.


Hahaha aku kerjain aja ya kalian. Batin Anna sambil tersenyum.

__ADS_1


Anna berbalik ke kamar untuk memakai masker pada wajahnya, lalu beberapa menit ia turun lagi ke bawah untuk mengerjai mereka bertiga. Pertama Anna mencolek abangnya yang seakan akan Rangga lah yang mencoleknya.


"Apaan sih Ngga! jangan main colek gue gitu napa, udah mah lagi tegang gini". Ujar Andrio pada tanpa melihat Rangga.


"Kapan gue nyolek lo sih? Ehh lo sekarang yang colek gue sialan". Ujar Rangga pada Andrio saat merasakan bahunya dicolek.


"Apaan sih kalian berdua daritadi ribut mulu". Ujar Rania kesal.


Dengan keadaan lampu dimatikan membuat Anna semakin semangat mengerjai mereka bertiga, Anna menahan tawanya saat ia akan mencolek kedua telinga Rania.


"Ishh kalian apaan sih, jangan nakutin napaa!!". Teriak Rania pada mereka berdua.


"Apaan sih dek, ran". Ujar Mereka berdua pada Rania.


"Kalian yang kenapa, nyolek telinga aku ish". Ujar Rania kesal.


Ini yang Anna tunggu tunggu, adegan hantu muncul Anna langsung menundukkan kepalanya serta tangannya berada dibahu Andrio dan Rangga, membuat ketegangan semakin terasa.


"Ngapain lo megang bahu gue anjirr". Ujar Andrio pada Rangga.


"Lo Kali yang megang bahu gue". Ujar Rangga sambil menutup matanya dengan bantal.


"Kok aku merinding ya kak". Ujar Rania sambil mengusap lehernya.


Saatnya hihihi. Batin Anna sambil tersenyum.


"Hihihiiihii". Ketawa Anna yang seperti hantu membuat ketiganya menoleh dengan pelan.


Rangga dan keduanya menoleh ke belakang mereka, dengan refleks ketiganya berteriak hantu serta berpelukan.


"HANTUUU NGAPAIN LO DISINII IHH". Teriak mereka barengan.


"Hihihihiii kalian yang mengundang ku untuk datang hihihihihiii". Ujar Anna dengan suara yang berbeda.


"Huaaaa Mommy help mee". Teriak Rania dengan ketakutan.


Rangga pergi ke atas kamarnya meninggalkan keduanya di ruang keluarga dengan keadaan lampu masih mati, membuat keduanya terdiam kaku ntah harus melakukan apa.


"SAYANG KAMU DIMANAA!!". Teriak Rangga terdengar sampai bawah.


"SAYANG!!". Teriak lagi Rangga sampai akhirnya ia menyadari sesuatu.


Rangga menyalakan lampu ruang keluarga dan terlihatlah istrinya yang sedang menyamar menjadi Hantu, Rangga menghampirinya dengan memeluk Anna membuat keduanya kaget karena belum sadar.


"Ihhh kak Rangga, ngapain peluk hantu, ada istri jugaa". Ujar Rania pada kakaknya.


"Nihh istri kakak cosplay jadi hantu". Ujar Rangga sambil membuka masker wajah Anna.


Rania Dan Andrio yang melihat nya pun langsung saja menggerutu kesal pada Anna, Anna hanya tertawa bahagia melihatnya membuat Rangga ikut tersenyum.

__ADS_1


Bagaiman kelanjutannya?


Maaf telat update, baru pulang kerja:)


__ADS_2