
Ting!
...Geonard Anakku...
...Online...
Bukannya bunda penasaran bagaimana dengan foto kami saat itu, nih Geo kirimkan
^^^Dasar anak menyebalkan, bunda minta saat tiga tahun yang lalu bukan sekarangg 😡^^^
Hahaah i'm sorry bunda 😘
^^^Ngga ada ya, bunda kesel sama kamu Geo, liat aja anak kamu salah satunya bunda bawa pulang!!!^^^
Ya jangan dong bun, ga asik benerr
Anna tidak membalasnya karena kesal pada anaknya, ia pun menatap Gibran dan Gabriel yang sedang asik menulis, ia menghampiri cucunya tersebut membuat keduanya menoleh pada Anna.
"Oma ada apa?". Tanya Gabriel padanya.
"Engga papa sayang, oma cuman pengen liat cucu oma aja". Jawabnya pada Gabriel.
"Liat oma bagus kan tulisan Gabriel?". Tanya Gabriel pada Anna.
"Iyaa sayang bagus sekali, coba oma liat tulisan Gibran". Ujar Anna pada cucunya.
"Ini oma, sama bagusnya kok kita kan kembar". Ujarnya memperlihatkan tulisannya pada Anna.
"Iyaa bagus sayang, pintarnya cucu oma". Ujar Anna sambil tersenyum pada Gibran.
Luna menghampiri mertuanya sambil mengelus perutnya yang sudah membesar, Anna yang melihat itupun langsung membantu Luna untuk duduk disampingnya, Gibran dan Gabriel yang melihat itupun langsung mendekati bundanya.
"Bunda baby nya nakal engga?". Tanya Gabriel sambil mengelus perut bundanya.
"Engga sayang baby nya engga nakal kok, malah anteng aja". Jawabnya pada sang anak.
"Gasabar deh pengen cepet cepet liat baby nya". Ujar Gabriel sambil terus mengusap perut bundanya.
"Doakan aja ya sayangnya bunda, semoga nanti waktu melahirkan bunda dan adek kalian Selamar sentosa". Ujar Luna mengelus rambut kedua anaknya.
"Iyaa amin bunda". Ujarnya pada bundanya.
"Kamu engga ada yang diinginkan?". Tanya Anna pada menantunya.
"Engga ada bun". Jawabnya pada Anna.
"Syukurlah kalau begitu syaang". Ujar Anna pada menantunya.
"Iyaa bunda". Ujar Luna sambil tersenyum tipis pada mertuanya.
__ADS_1
Mereka terus saja berbincang sampai Gibran dan Gabriel tertidur di sofa mendengar pembicaraan mereka berdua, hingga beberapa jam kemudian Geo dan Rangga pulang membuat keduanya menoleh ke belakang.
"Wah sikembar tidur". ujar Rangga menatap kedua cucunya.
"Iya habis dengerin kita ngobrol Yah, jadinya sikembar tidur". Ujar Anna terkekeh menatap Gibran dan Gabriel.
"Owalah pantas kalau begitu, bagaimana kandungan kamu sayang?". Tanya Rangga pada menantunya.
"Sangat baik ayah". Jawabnya pada Rangga.
"Syukurlah kalau begitu". Ujar Rangga pada menantunya.
"Iyaa ayah". Ujar Luna pada mertuanya.
"Istriku, mau pulang kapan?". Tanya Rangga menatap Anna.
"Sebentar lagi suamiku". Jawabnya pada Rangga.
"Baiklah kalau begitu, Ayah mau ngopi dulu deh". Ujarnya pada sang istri.
"Iyaa suamiku". Ujar Anna pada suaminya.
Beberapa menit kemudian seperti yang dikatakan oleh Anna, mereka berdua pamit untuk pulang pada Geo serta Luna , selama dalam perjalanan pulang Anna dan suaminya Rangga berbincang mengenai berbagai hal.
"Ayahh, bagaimana ya jika cucu kita bertambah banyak?". Tanya Anna pada suaminya.
"Iyaa engga gimana gimana sayang, harusnya kita bersyukur sayang karena banyaknya cucu makin ramai". Jawabnya pada sang istri.
"Iyaa juga sih Yah". Ujarnya pada sang suami.
"Nyimpang aja dulu sayang, ada yang mau aku beli". Jawab Anna pada suaminya.
"Baiklah tuan putri". Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.
"Apaan sih kamu tuh, ngga inget umur apa ya". Ujar Anna terkekeh pada suaminya.
"Gapapa dong sayang, mengingatkan kita pada masalalu". Ujarnya tersenyum pada sang istri .
"Heum iyaa deh gimana kamu aja". Ujar Anna pada suaminya.
Beberapa menit kemudian Anna dan Rangga sampai disebuah toko, mereka keluar dari mobilnya lalu memasuki toko tersebut untuk membeli beberapa keperluan rumah, saat Anna dan Rangga sedang asik memilih tiba tiba ada yang menepuk pundak keduanya.
"Anna, Rangga". Panggilnya pada keduanya.
"Ah iyaa siapa ya?". Tanya Anna pada orang tersebut.
"Masa kalian lupa sih sama kita, jahat banget sih sumpah"..Ujarnya dengan kesal menatap Anna dan Rangga.
"Iyaa tapi kalian siapa?". Tanya Rangga pada seorang wanita dan pria tersebut.
"Ish nyebelin banget ya mas". Ujar wanita tersebut pada suaminya.
__ADS_1
"Iyaa bener sayang, mereka menyebalkan". Ujarnya membuat Anna dan Rangga kesal.
"Sumpah kita kelamaan engga ketemu jadinya kalian lupa sama kita". Ujar sang wanita pada Anna dan Rangga.
"Emangnya kalian siapa?". Tanya Rangga dengan kesal padanya.
"Kita Amanda sama Nicky". Jawab sang pria pada Rangga.
"Hah?? Amanda Dan Kak Nicky?". Tanya Anna kaget menatap mereka.
"Iyaalah kita siapaa lagi coba". Jawab Amanda dengan kesal pada sahabatnya.
"Iyaa maaf habisnya udah lama banget ngga ketemu kan" . Ujar Anna memeluk sahabatnya.
"Iyaa udah engga papaa kok An". Ujar Amanda membalas pelukan sahabatnya.
Beberapa menit kemudian setelah mereka berbincang riang, kini Anna dan Rangga sedang melanjutkan perjalanan pulang yang sempat tertunda setengah jam, sesampainya dirumah kediamanan mereka Anna turun terlebih dahulu.
"Bunda sama ayah kok lama banget pulangnya?". Tanya Mahesa pada mereka berdua.
"Iya karena tadi bunda sama ayah ketemu sahabat sayang". Jawab Anna pada putranya.
"Pantas saja kalian lama sekali pulangnya, padahal jarak rumah Bang Geo engga terlalu jauh". ujar Mahesa pada bundanya.
"Iyaa Syaang, bunda tadi membelikan keperluan rumah sayang". Ujar Anna memperlihatkan apa yang tadi Anna beli pada anaknya.
"Heum yauda kalau begitu masuk yuk". Ujar Mahesa pada mereka berdua.
"Iyaa syaang". Ujar Anna pada anaknya.
Beberapa menit kemudian kini mereka sedang makan bersama setelah butuh waktu setengah jam Anna untuk memasak, Andira tengah menikmati makanannya karena masakan bundanya sangat enak membuatnya semakin menambah porsi.
Andira membantu bundanya membereskan piring bekas mereka makan ke dapur, sementara Rangga dan Mahesa sedang duduk bersama diruang tengah menonton acara bola, memang diantara semuanya hanya para perempuan yang tidak menyukai bola.
"Bola lagi bola lagi, emangnya engga bosen apa ya". Ujar Andira menatap kedua pria beda generasi tersebut.
"Iyaa engga papa dong kak, inituh kesukaan para pria". Ujar Rangga pada putrinya.
"Iyaa tapi kita sebagai seorang perempuan sangat bosan melihatnya Ayah". Ujar Andira pada ayahnya.
"Hahah nikmatin aja sih kak". Ujar Mahesa terkekeh pada kakaknya.
"His mending kakak nonton drakor aja dikamar saMa bunda, iyaa kan bun". Ujar Indira pada bundanya.
"Iyaa benar sayang, kita nonton drakor aja, banyak oppa yang ganteng kan". Ujarnya sengaja membuat Rangga kesal.
"Ihh gantengan juga aku kali". Ujar Rangga menatap istrinya.
"Lebih ganteng oppa oppa drakor lah". Ujar Indira pada ayahnya.
Rangga yang kesal pun menghampiri kedua nya lalu menggelitiki pinggang mereka, membuat Anna dan Andira tertawa dengan keras karena geli membuat Rangga senang melihat keduanya, Mahesa yang melihat itupun langsung mengikuti sang ayahnya menggelitiki pinggang keduanya.
__ADS_1
Anna dan Andira berusaha membalasnya tetapi karena tidak tahan dengan kegelian membuat tubuh mereka lemas, hingga jalan pintasnya keduanya pura pura pingsan saja membuat Mahesa dan Rangga kompak langsung panik melihrat mereka.
Jangan lupa Like, Komen Votenya :)