Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 128


__ADS_3

Anna menyuruh anak anaknya kumpul di rumah kediamannya, sudah ada Mahesa dan istrinya Marsya di ruang keluarga karena Mahesa merupakan anak terakhir mereka berdua , jadi Anna dan Rangga menyuruh Mahesa dan Marsya untuk tinggal dirumahnya.


"Kenapa mereka belum datang juga honey?". Tanya Marsya dengan menyandar pada lengan kokoh suaminya.


"Mungkin masih di jalan sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Iyaa juga ya sayang". Ujar Marsya sambil mengangguk anggukan kepalanya mengerti.


"Nah itu mereka datang sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.


"Ah iyaa sayang, Baby Gisella Aunty kangen banget". Ujar Marsya memeluk keponakannya.


"Sama adek aja? sama kitanya engga?". Tanya Gibran dan Gabriel kompak disetujui oleh ponakan yang lain nya.


"Iyaa Aunty juga kangen kalian berdua, sini aja peluk Aunty". Jawab Marsya pada Gibran dan Gabriel terlebih dahulu.


Setelah selesai acara peluk teletabis bersama para ponakannya, kini Marsya duduk kembali di samping semuanya begitupun yang lainnya juga ikut duduk disana, Anna melihat mereka semua hadir pun tersenyum senang.


"Senang deh bunda rasanya melihat anak serta menantu dan cucu bunda kumpul semuanya dirumah". Ujar Anna menatap mereka semua.


"Tentu kita juga senang bunda". Ujar Ghea dan Rachel bersamaan.


"Apakabar kalian semua? baru sekarang kita berkumpul dengan lengkap karena dulu keluarga kecil Raditya sedang berada di Eropa kan". Ujar Anna sambil menatap putra sulungnya dengan penuh kasih sayang.


"Iyaa bunda benar, sekarang kita sudah berkumpul dengan lengkap bahkan kini Andira dan Mahesa sudah menikah". Ujar Rachel pada bundanya.


"Iyaa bahkan dulu setiap kumpul hanya mereka berdua yang Single". Ujar Ghea menimpali pembicaraan mereka.


"Udah deh jangan bahas masa lalu". Ujar Andira dengan cemberut.


"Iyaa biarin dong, masa lalu itu untuk dikenang bukan". Ujar Geo terkekeh melihat adiknya yang cemberut.


"Udah bang jangan goda istriku lagi". Ujar Kenan pada Geo.


"Iyaa deh ngga". Ujar Geo pada adik iparnya.


"Yaudah karena semuanya sudah kumpul, kita makan makan yuk, bunda udah masak banyak makanan kesukaan kalian semua". Ujar Anna mengajak mereka semua.


Mereka menganggukkan kepalanya pada Anna, kini mereka sedang duduk di ruang makan, Anna sekali lagi tersenyum senang menatap mereka semua yang tersenyum pada Anna sebelum mereka mulai memakan makanannya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, namun berbeda dengan Andira yang begitu lahap menambah kembali membuat semuanya terkejut.


"Aunty Dira ngga dikasih makan ya sama Uncle dirumah?". Tuduh Bintang pada Kenan.

__ADS_1


"Apaa?! Ya engga dong Bintang, mana mungkin Uncle dengan teganya tidak memberikan makan pada istri Uncle yang begitu Uncle sayangi". Ujar Kenan dengan cepat pada ponakannya.


"Benarkah?". Tanya Bintang menatap Kenan dengan intens.


"Jangan jangan istri kamu hamil". Celetuk Andreas pada adik iparnya.


"Ha-mil bang?". Tanya Kenan dengan terkejut bukan hanya Kenan tetapi yang lainnya juga.


"Emangnya kalian engga inget saat Luna hamil juga kan begitu". Ujar Andreas membuat mereka langsung menatap Andira.


"Kenapa kalian semua liatin aku kaya gitu?". Tanya Andira setelah menelan makanannya.


"Ngga papa sayang, kamu lanjutin aja makannya". Jawab Anna pada anaknya.


Mereka semua meninggalkan Andira sendiri di ruang makan karena masih saja menambah porsi yang lebih besar, sedangkan kini mereka semua pada bertanya pada Kenan yang terlihat kebingungan.


"Yakin kamu ngga tau istri kamu hamil?". Tanya Kenzo padanya.


"Andira hamil aja aku ngga yakin orang aku jarang ngelakuinnya karena disibukkan pekerjaan lagian aku baru menikah selama lima bulan lebih". Jawab Kenan pada Kenzo.


"Masa sih? apa mungkin Andira akan datang bulan kali ya? karena pernah Andira bilang selalu merasa lapar jika akan datang bulan". Ujar Ghea pada mereka.


"Nah bisa jadi karena akan datang bulan bukan karena hamil aja". Ujar Kenan pada mereka semua.


"Kenapa kamu seyakin itu sih Ken? jangan bilang kamu ngga mau punya anak terlebih dulu?". Tanya Raditya yang sedaritadi diam.


"Terus gimana maksud kamu Ken?". Tanya Raditya membuat Kenzo dan Kenan menoleh.


"Nama kalian kenapa harus sama berawal dari Ken sih ah". Gerutu Raditya pada mereka berdua.


"Ya bukan salah kita lah bang". Ujar Kenan pada Raditya.


"Yang ngasih nama kita kan orangtua bang". Ujarnya lagi pada Raditya.


"Udah mending lo jelasin maksudnya tadi". Ujar Geo pada Kenan.


"Okee bang". Ujar Kenan padanya.


Kenan pun menjelaskan semuanya pada mereka semua dengan panjang lebar, mengapa dia sangat yakin dengan Andira yang tidak hamil karena alasan pertama ia jarang melakukan hubungan intim yang kedua karena Andira sering begitu ketika akan datang bulan.


"Jadi gitu bang bukan mak--"


"SAYANGGG!!!". Teriak Andira membuat perkataan Kenan terhenti dan beranjak dari duduknya disusul yang lain.

__ADS_1


"Ada apaa sayang? kenapa?". Tanya Kenan panik pada istrinya.


"Kenyang sayang , perut aku buncit tuh". Ujar Andira pada suaminya.


"Astaga sayang, aku kira kamu kenapa napa loh". Ujar Kenan pada istrinya.


"Kamu membuat kita semua panik tau". Ujar Geo pada adiknya.


"Biarin aja wlekk". Ujar Andira sambil menjulurkan lidahnya.


"Aneh banget nih bocah". Ujar Raditya menatap adiknya.


"Aneh gimana sih bang?". Tanya Andira pada abangnya.


"Ngga, ngga papa". Jawabnya pada adiknya.


"Ish abang nyebelin banget". Ujar Andira pada abangnya.


Bintang dan Bulan serta yang lainnya menghampiri mereka, membuat semuanya menatap para anak kecil yang datang memghampiri mereka, apalagi dengan tergesa gesa seperti itu.


"Ada apaa sayang'?". Tanya Ghea pada anaknya.


"Itu di depan ada Ayah eh tapi kok ayah Andreas ada disini". Ujar Bintang dengan mata yang kaget.


"Jangan jangan yang di depan itu Andra kembaran kamu yang udah lama menghilang lagi". Ujar Ghea menatap suaminya.


"Apa? ayah juga punya kembaran? mirip banget sama kaya Bunda dan Aunty Rachel". Ujar Bulan yang juga kaget.


"Mending kita ke depan aja lihat". Ujar Rachel pada mereka.


"Iyaa yuk". Ujar mereka padanya.


Saat pintu terbuka terlihat lima orang berbeda umur berdiri membelakangi mereka, saat Andreas berdehem membuat kelimanya menoleh pada mereka dan benar saja Andra kembarannya yang sudah lama menghilang.


"Astaga lo kemana aja Dra? lo ngilang selama bertahun tahun dan sekarang datang dengan boyong anak ". Ujar Andreas memeluk adik kembarannya.


"Maafin gue bang, gue waktu itu jatuh dari pesawat yang gue tumpangi sama Cinta". Ujar Andra membalas pelukan abangnya.


"Iyaa gapapa, yang penting lo balik dengan selamat, apa daddy dan mommy tau?" . Tanya Andreas pada adiknya.


"Belum bang". Jawabnya pada abangnya.


Anna menyuruh mereka semua masuk kedalam. rumah untuk melanjutkan perbincangannya, selama Andra menjelaskan panjang lebar tidak ada yang berani memotongnya karena mereka sedih dengan cerita Andra dan Cinta.

__ADS_1


Dimana mereka bersama dengan pasangannya, Andra dan Cinta harus hilang ingatan sebagian memorinya tetapi syukurlah mereka kembali bersama, bahkan sudah mempunyai tiga anak terdiri Aldrich, Alandra, Cantika.


Jangan lupa Like, Comment Votenya :)


__ADS_2