Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 55


__ADS_3

Aura sedang bermain dengan Ghea dan Rachel, mereka tertawa bersama karena saling menggelitiki pinggang, Anna yang melihatnya pun senang karena Ghea anak perempuan yang dulunya sangat jarang tertawa menjadi sering tertawa semenjak hadirnya Aura.


"Aku bersyukur dengan hadirnya Aura di keluarga kita mas". Ujar Anna memeluk lengan suaminya.


"Iyaa syaang". Ujar Rangga mengusap rambut istrinya.


"Sayang". Panggil Rangga pada istrinya.


"Iyaa mas, kenapa?". Tanya Anna menoleh pada suaminya.


"Bikin adik untuk mereka yuk". Ujar Rangga membuat Anna merona.


"Mas, bukannya Aura adik mereka". Ujar Anna pada suaminya.


"Adik kandung sayang". Ujar Rangga membuat Anna menghela nafasnya.


"Coba tanya mereka nanti mas". Ujar Anna pada suaminya.


Rangga yang mendengar itu seperti mendapatkan lampu hijau dari istrinya, keduanya menghampiri anak anaknya yang sedang asik bermain, mereka melihat keduanya pun menghentikan bermain nya begitupun juga dengan Raditya dan Geo yang sedang bermain robot.


"Kenapa berhenti? lanjutkan aja syaang". Ujar Rangga menatap mereka.


"Takutnya ayah mau mengucapkan hal yang penting, jadi kita berhenti dulu". Ujar Ghea mewakili yang lainnya.


"Heum baiklah, ayah cuman ingin bertanya pada kalian". Ujar Rangga tersenyum pada anaknya.


"Mau tanya apa Yah?". Tanya Rachel padanya.


"Apakah kalian ingin mempunyai seorang adik?". Tanya Rangga pada mereka.


"MAUU!!". Jawab mereka bersama dengan semangat apalagi Aura.


Anna yang mendengar itupun hanya bisa tersenyum gemas melihatnya, betapa kompaknya mereka berlima menjawab pertanyaan dari suaminya itu, Rangga menoleh sambil mengedipkan matanya membuat Anna mengalihkan pandangannya.


Anna memilih pergi dari sana karena rasa malunya, Rangga terkekeh melihatnya, ia sendiri gemas pada istrinya itu, Rangga menyuruh mereka melanjutkan bermain karena ia akan menyusul istrinya ke kamar, sedangkan di kamar Anna sedang membuka bajunya.


"Hmmahh mas". Desah Anna saat suaminya meremas lembut dua gunung kembarnya.


"Kamu menggodaku sayang heum". Ujar Rangga menggigit leher istrinya.


"Ahh mas sakitt, kebiasaan deh ahh". Ujar Anna kesal pada suaminya.


"Nanti malem kita bikin adik buat mereka ya sayang". Ujar Rangga memeluk istrinya.


"Heum yaudah lepasin, aku mau mandi ihh". Ujar Anna pada suaminya.

__ADS_1


"Loh kok mandi sayang? bukannya tadi mandi?". Tanya Rangga melepaskan pelukannya lalu menatap istrinya.


"Gerah mas, panas bangett". jawab Anna pada suaminya.


"Loh kan AC nyala sayangg, kamu sakit?". Tanya Rangga memegang kening istrinya.


"Ngga mas, aku kan tadi masak beberes rumah keringetan mas". Jawab Anna pada suaminya.


Rangga yang mendengar itupun hanya menganggukkan kepalanya kepada istrinya, ia pun kembali keluar kamar karena tak mau istrinya marah karena dirinya tidak mendengar ucapannya, hingga beberapa saat kemudian Anna menghampiri suami serta anaknya.


"Nonton apa nih? serius banget?". Tanya Anna pada mereka.


"Nonton film horor bunda". Jawab Ghea yang menutup matanya setengah.


"Kalau takut, gausah ditonton sayang". Ujar Anna pada putrinya.


"Tapi kita penasaran bunda, kok bang Geo sama bang Adit juga ayah ngga takut sih?". Tanya Aura pada Anna.


"Ya karena mereka lelaki, masa takut sih sama film horor". Jawab Anna terkekeh.


"Tapi kok bunda ga takut? kan bunda bukan lelaki". Ujar Rachel membuat Anna menahan kesalnya.


Sabarr An sabarr, anak kamu sendiri. Batin Anna sambil tersenyum tipis.


Anna hanya tersenyum dan menyuruh mereka fokus aja nonton jangan banyak tanya, hingga beberapa menit kemudian terdengar teriakan membuat Anna memegang dadanya karena kaget.


"Hahah mana mungkin sayang hantunya bilang dulu kalau mau muncul". ujar Anna terkekeh pada putrinya.


"Abisnya nyebelin banget sih hantunya bun". Ujar Rachel yang juga memeluknya.


"Yaudah, udahan nontonnya yaa". Ujar Anna pada mereka.


"NGGA MAU!!". Teriak mereka termasuk Rangga membuat Anna kembali mengelus dadanya.


"Ishhh kalian tuh yaa bikin bunda kaget tau ngga sihh". Ujar Anna kesal menatap mereka.


"Heheh maaf yaa bunda, jangan marah dongg". Ujar Raditya terkekeh pada bunda nya.


Anna hanya diam saja sengaja ia ingin menghukum mereka yang membuatnya kaget, Rangga menyuruh mereka semua memeluk Anna begitupun juga dengan dirinya, membuat Anna tersenyum kecil melihat mereka.


"Maafin kita ya bunda, udah bikin bunda kaget". Ujar mereka bersama.


"Maaf yaa bun". Ujar mereka karena Anna hanya diam saja.


"Bunda kok diam aja sihh? maafin kita dong bunda". Rengek Rachel padanya.

__ADS_1


"Hayooo ,bunda marah loh sama kita". Ujar Rangga menakuti mereka.


"Udah ngga kok sayang". Ujar Anna memeluk mereka.


"Beneran bunda?". Tanya Geo mewakili yang lain.


"Beneran syaang". Jawab Anna membuat mereka senang.


Beberapa jam kemudian kini semuanya sedang tidur siang, karena memang sudah Anna terapkan dalam hidup mereka, kecuali jika mereka sedang ada urusan diluar, Rangga memeluk istrinya membuat keduanya tidur dengan nyenyak.


Anna terbangun dengan badannya yang tidak memakai apapun serta tanda kemerahan, ia sudah menebak pasti ulah suaminya, saat ia tidur dengan nyenyak kemudian Rangga melakukannya, pantas saja mimpi itu terasa nyata karena memang suaminya yang melakukan.


"Dasar, ngga bisa nunggu nanti malam apa ya kamu mas". Ujar Anna menatap suaminya.


"Gemas sekali sih suamiku inii". Ujar Anna mengecup bibir tebal suaminya.


"Udah ahh nanti singanya bangun". Ujarnya lalu bangkit dari tidurnya.


"Eitss mau kemana kamu?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Mandi lah mas". Jawab Anna pada suaminya.


"Nanti bareng sama aku". Ujar Rangga kembali menindih tubuh istrinya dalam keadaan sadar.


Anna hanya pasrah ketika suaminya melakukannya, kedua nya saling mendesahh, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melakukan hubungan intim tersebut, keduanya membersihkan badannya tanpa melakukan hal yang aneh.


Beberapa menit kemudian mereka keluar kamar, ternyata anak anak sudah begitu rapih, Karena memang Rangga menjanjikan akan mengajak mereka jalan jalan setelah tidur siang. Selama dalam perjalanan semuanya berbincang riang.


"Oh ya Aura, ayah sudah menemukan keluarga kamu". Ujar Rangga pada Aura.


"Beneran ayah? ngga bohongkan?". Tanya Aura dengan mata berbinar.


"Beneran sayang". Jawab Rangga membuat Aura tersenyum senang.


"Akhirnya, terus kapan aku bisa ketemu dengan mereka Ayah?". Tanya Aura pada Rangga.


"Nanti ayah yang akan mempertemukan kalian". Jawab Rangga pada Aura.


Sedangkan Raditya serta adik kembarannya bukannya tidak senang, tetapi mereka sudah menganggap Aura sebagai adik kandung mereka sendiri, Aura yang sedaritadi tersenyum melirik para abang dan kakaknya.


"Kalian kenapa?". Tanya Aura pada mereka.


"Gapapa kok". jawab mereka bersama.


"Beneran nih? jangan bohong loh nanti hidungnya kaya pinokio". Ujar Aura pada mereka.

__ADS_1


"Beneran adikku sayang". Ujar mereka dengan gemas pada Aura.


Beberapa jam kemudian mereka sudah pulang ke rumah, karena Rangga hanya mengajak mereka jalan jalan memutar taman kota, walaupun begitu semuanya tersenyum senang karena tidak terlalu bosan di rumah.


__ADS_2