Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 147


__ADS_3

Tiga Tahun Kemudian..


"Mommy!!". Teriak seorang anak kecil padanya.


"Iyaa kenapa anak cantiknya Mommy?". Tanya Andira pada anaknya.


"Abang Raden nyebelin banet mom". Jawabnya dengan kesal.


"Memangnya abang Raden ngapain Zura nya bunda yang cantik ini?". Tanya Andira mengelus rambut anaknya.


"Selalu aja merebut milik Zura mom". Jawabnya dengan merengek pada mommy nya.


"Abangg!! kembalikan dan minta maaf sama adikmu!". Teriak Andira pada anaknya.


"Heum iya deh nih, maafin abang juga ya dek Udsh jahilin kamu terus". Ujar Raden dengan tersenyum tulus pada adik kembarannya.


"Iyaa abangg gapapa, makasih ya abangg". Ujar Zura sambil tersenyum tipis pada abangnya.


"Ya sama sama sama syang". Ujarnya pada adik kembarannya.


"Nah gitu dong, mom senang melihat kalian berdua akur seperti ini". Ujar Andira melihat mereka berdua.


"Maafin kita mom". Ujar mereka berdua pada Andira.


"Iyaa mom maafkan sayang". Ujar Andira memeluk kedua anaknya.


"Mom, daddy mana? ". Tanya Raden pada Mommy nya.


"Daddy kan kerja sayang". Jawab Andira padanya.


"Oh iya yak aku lupa mom". Ujar Raden pada Momnya.


Kedatangan Anna serta yang lainnya membuat sikembar berbeda jenis kelamin sontak bahagia, Andira menoleh ke belakang karena merasa penasaran, ia melihat orangtua serta saudaranya datang ke rumah kediamannya.


"Kok ngga ngabarin mau kesini sih bun?". Tanya Andira pada bundanya.


"Sengaja sayang, biar kejutan". Jawabnya pada sang anak.


"Yaudah kalian mau dibikinkan minuman apa? ". Tanya Andira pada mereka.


"Kayanya jus Alpukat enak nih". Celetuk Geo pada adiknya.


"Jus Mangga deh". Ujar Raditya pada adiknya.


"Jus Jeruk dek kalau ada". Ujar Rachel pada adiknya.


"Udah nih ngga ada lagi yang request?". Tanya Andira pada mereka.


"Udah engga ada dek, yang lainnya samain aja". Jawab Ghea pada adiknya.


"Oke kalau begitu, tapi khusus anak kecil Aunty buatkan susu ya". Ujarnya pada mereka.


"Okee Aunty". sahut para ponakannya.


Andira meninggalkan mereka untuk menuju dapur, tak disangka Mahesa adiknya mengikutinya sampai dapur, membuat Andira merasa heran pada adiknya yang terus saja menatapnya, hingga ia selesai membuat minuman barulah suara adiknya terdengar.

__ADS_1


"Sini aku bantu kak". Ujarnya pada Andira.


"Kamu itu bilang dong kalau mau bantu, bukan diem kaya patung". Ujar Andira pada adiknya.


"Iyaa maaf kak". Ujar Mahesa pada kakaknya.


"Iya gapapa, ayok kita bawa aja ke ruang keluarga". Ujarnya pada sang adik.


"Okee hayuk kak". Ujar Mahesa pada kakaknya.


"Iyaa hayuk dek". Ujarnya pada sang Adik.


"Mas Esa, aku cari kemana mana ternyata kamu ikut ke dapur". Ujar Marsya yang hendak membuka pintu dapur.


"Ah untunglah kamu bukakan pintunya Sya, kita kesusahan bawanya nih". Ujar Andira pada adik iparnya.


"Kenapa kakak ngga mempekerjakan pembantu aja sih ? jadi kan ngga repot ke kakaknya". Ujar Marsya yang mengambil salah satu nampan untuk ia bawa ke ruang keluarga.


"Kakak malas aja mempekerjakan pembantu dek". Ujarnya pada Marsya.


"Daripada kakak kerepotan gini mending kerjakan pembantu menurut aku kak". Ujar Marsya pada kakak iparnya.


"Engga repot kok, kalian kan ngebantuin kakak". Ujarnya sambil terkekeh.


"Benar juga ya". Ujar Mahesa yang sedaritadi diam.


Beberapa menit kemudian mereka sampai diruang keluarga, Andira dan Mahesa serta Marsya meletakkan nampan di meja, sementara yang lain merasa terkejut karena tadi Marsya izin mencari suaminya tetapi datang datang membawa nampan.


"Adik ipar idaman nih". Ujar Rachel pada Marsya.


"Ish apaan sih kak". Ujarnya dengan malu malu.


"Ya biarin aja kak". Ujarnya dengan santai pada kakaknya.


"Silahkan diminum ya semuanya". Ujar Andira pada mereka.


"Oh ya sayang, anakmu yang satu lagi kemana?". Tanya Anna pada anaknya.


"Oh Tiara lagi diajak sama mamahnya Mas Ken bun". Jawabnya pada Anna.


"Ohh gitu, tapi pulang kesini kan?" . Tanya Anna pada anaknya.


"Iya dong masa engga pulang kesini sih, kan Tiara masih minum ASI bun". Jawabnya pada sang bunda.


"Eh iyaa ya bunda baru ingat sayang". Ujarnya sambil terkekeh pada anaknya.


"Ish gimana sih bunda ini". Ujarnya pada sang bunda.


Ting!


...Mamah Karin...


...Online...


Sayang, mamah pulang sekarang, apakah kedatangan tamu dirumah kamu?

__ADS_1


^^^Iya keluarga aku yang datang mam^^^


Yasudah mamah pulang sekarang, gaenak dong ada besan tapi mamahnya engga ada


^^^Haha ngga papa kali mam, oh iya Tiara rewel engga mam? ngga nyusahin mamah kan?^^^


Haha iyaa dehh, engga kok sayangg, yaudah udah dulu ya sayang


^^^Okee mam, hati hati di jalannya ya mam^^^


Andira menyimpan kembali ponselnya setelah mengakhiri chattingan nya bersama mertuanya, Anna menatap putrinya penuh tanda tanya membuat Andira paham dengan tatapan bundanya pun langsung menjelaskannya pada sang bunda.


"Jadi mamah mertuamu akan pulang?". Tanya Anna pada anaknya.


"Iyaa bundaku syaang". Jawabnya pada Anna.


"SaMa Tiara juga kan?". Tanya Anna pada anaknya.


"Yaiya dong bunda, masa engga sama Tiara nya". Jawabnya sambil terkekeh pada sang bunda.


"Hahah ya siapa tau kan". Ujar Anna sambil tertawa pelan pada anaknya.


"Bunda mah kebiasaan dehh, eh iya aku kok ngga liat bang Kenzo? kemana?". Tanya Andira pada mereka.


"Bang Kenzo mu sedang mencari cuan". Jawab Rachel sambil terkekeh.


"Ihh yang benar aja deh Kak". Ujar Andira pada kakaknya.


"Hahah ngga mungkin abang kamu kerja sefangkan yang lainnya kesini, abang kamu masih di mobil". Ujar Rachel pada adiknya.


"Terus bang Kenzo lagi ngapain di mobil?". Tanya Andira kembali.


"Lagi tidur". Jawab Kenzo yang baru saja masuk ke dalam rumah Andira dan Kenan.


"Ihh abangg nyebelin banget". Ujarnya pada Kenzo.


"Nyebelin kenapa coba?". Tanya Kenzo pada adik iparnya.


"Ngga tau ah". Ujarnya dengan kesal pada Kenzo.


Kenzo menatap istrinya dengan raut wajah bertanya, namun Rachel mengendikkan bahunya pada sang suami, Kenzo memilih duduk disamping istrinya tanpa memperdulikan adik iparnya yang sedang merajuk.


Beberapa menit kemudian Karin yang merupakan mertua dari Andira datang bersama Tiara, membuat yang lainnya menoleh pada keduanya apalagi Tiara yang terlihat begitu kelelahan karena hanya bersandar dipundak Karin.


"Loh Tiara kenapa mam? kok lemes gitu?". Tanya Andira padanya.


"Dia cuman kecapean aja tadi mainnya". Jawabnya pada menantunya.


"Yaudah sini biar aku pindahin ke kamar". ujarnya pada Mertuanya.


Beberapa menit kemudian mereka berbincang riang bersama hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang, membuat Andira langsung menyiapkannya bersama yang lainnya.


...****************...


Ini harusnya bab untuk tanggal 03/04/2023 tapi aku update di tanggal 04/04/2023, karena seperti biasa aku banyak ketiduran saat mengetik bab, lagipula author sedang sakit badan jadi kebanyakan istirahat daripada megang HP :(

__ADS_1


Doain Author biar puasanya ngga bocor lagi garagara sakit, kemarin Author bocor puasa karena masuk angin gays :(


Doain Author ya, semoga sehat sehat selalu ngga sakit sakitan lagi, jangan lupa juga Like and Comment juga Vote nya ya guys :) , terimakasih sebelumnya :)


__ADS_2