Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
13 Surprise 1


__ADS_3

    Rita cukup lelah hari ini dia pun tertidur di dalam mobil, mereka bertiga lega melihat Rita akhirnya tertidur.


    Dita memberhentikan mobil Rita sebuah Cafe bertuliskan Jasmine. Cafenya tidak terlalu besar dan tidak terlalu rame tapi cukup nyaman untuk sekedar nongkrong.


    Tika mengeluarkan kain penutup mata dari dalam tasnya, Tika menutup mata Rita berlahan-lahan dibantu juga sama Putri untuk menengakan badan Rita dengan hati-hati agar Rita tidak terbangun. mereka pun berhasil menutupin mata Rita tanpa membangunkannya.


    Rita terbangun dari tidurnya. Rita membuka mata tapi pandangannya gelap, Rita meraba-raba benda yang menghalangi penglihatannya itu.


“Geas ini apa-apa sih!” kesal Rita.


“Bukan apa-apa Ri... sementara waktu mata lo kita tutup dulu ya” ucap Dita melihat kekursi belakang.


“Kalian mau apain gue sih!!”


“Yaudah lo ikut kita aja dulu, tenang gak kita culik kok” timpal Dita.


    Dita memegang tangan sebelah kiri Rita dan Putri memegang tangan sebelah kanan Rita.


“Yuk turun Ri, hati-hati” ucap putri membantu Rita turun.


    Mereka semua masuk kedalam cafe, pelayan cafe menyambut mereka dengan membukakan pintu. Rita di bawa duduk di meja paling belakang yang dimana sudah di hiasin berbagai hiasan dengan tema Hello Kitty dengan tulisan Happy Birthday Rita yang tertempel di dinding dan juga kue berwarna pink di atas kue itu ada hiasan Hello Kitty dan lilin berangka 21 tahun.


    Rita sangat suka dengan karakter kartun Hello Kitty, kamar Rita sendiri bernuansa pink dan juga berbagai macam boneka Hello Kitty, termasuk mobil dan Hp Rita pasti ada gambar Hello Kittynya dan yang paling gemesin, Rita itu kalau sedang jalan-jalan melihat ada Hello Kitty didepan matanya langsung deh lupa diri.


    Dita menyalakan lilin, Putri dan Tika membantu Rita melepaskan penutup mata nya.


Setelah penutup mata itu di lepas....


“Tada... Surprise.....Happy Birthday Rita, Happy Birthday Rita, Happy Birthday Happy Birthday Happy Birthday Rita” ucap mereka semua.


    Rita menutup mulut nya, dia tidak menyangka kalau teman-temannya mengingat ulang tahunnya dia sendiri aja lupa kalau hari ini dia berulang tahun.


“Ayo Ri tiup lilin nya” ucap Tika beresemangat.


    Rita meniup lilin, sebelum Rita meniup lilin dia berdoa terlebih dahulu.


“semoga diumur yang ke 21 ini aku Rita Ratna Sari bisa terus membuat orang disekitarku bangga denganku dan bahagia denganku. Termasuk orang tua, kak Radit dan sahabat-sahabat terbaikku ini. Semoga di umur 21 tahun aku tidak membuat orang disekitarku bersedih” ucap Rita dalam hati lalu meniup lilin.


    Rita memeluk satu-satau sahabatnya itu, dia terharu sampai ingin menangis. Rita melihat dekorasi sederhana yang di buat oleh sahabat-sahabat nya itu.


“Wah lucu sekali” Rita tersenyum senang.


“Gimana bagus tidak dekorasi kami?” tanya Tika yang ikut senang.


“Bagus bangut ada Hello Kitty nya” Rita menyentuh balon bergambar Hello Kitty.

__ADS_1


“Makasih ya gaes” lanjut Rita memeluk sahabat-sahabatnya.


“Sama-sama” ucap mereka.


    Mereka semua duduk kembli, Rita mulai memotong kue ulang tahunnya dan menyuapi satu-satu sahabatnya.


“Kalian kok masih ingat aja sama ultah gue sih” Rita melihat satu-satu sahabatnya.


“Ingat dong Ri, kami mana mungkin melupakan hari spesial kamu” ucap Putri yang tersenyum.


“Gue jadi terharu, pada hal gue sendiri aja lupa kalau hari ini gue ultah, gue kira ini hari terburuk gue” Rita menundukan kepala sedih.


“Ini bukan hari terburuk, tapi hari terbaik lo” Dita menyemangati Rita.


“Udah ah jangan sedih-sedih ayok kita makan, gue laper nih” ucap Tika dengan memegangi perutnya.


    Mereka semua menikmati acara makan-makan mereka. Rita sangat beruntung berada di tengah-tengah mereka, Rita akan ingat selalu momen yang indah ini.


    Selesai makan mereka kembali kekampus karna masih ada 1 mata kuliah lagi yang harus mereka lalui. Sesampai mereka di kelas mereka terkejut dengan ruang kelas yang kosong pada hal jam sudah meninjukan pukul 12.25 yang sebentar lagi jam kuliah dimulai.


“Loh pada kemana semuanya?” tanya Tika melihat ruang kelas yang kosong tanpa penghuni.


“Coba deh cek Hp kalia!” perintah Rita.


“Ya Allah kalau gitu ngapain juga kita balik kekampus!” kesal Dita duduk lemas dibangkunya.


“Yaudah lah kita balik pulang aja, Pak Kasim mendadak sakit juga” ucap Tika yang juga lemas dan capek.


“Yuk ah kita pulang gue juga di suruh pulang cepat hari ini” lanjut Rita yang sudah berdiri.


“Tumben Ri kamu disuruh pulang cepat, ada apa?” tany Putri melihat Rita.


“Ya biasa lah kalau bukan masalah perjodohan” Rita berjalan keluar kelas.


“Kali ini model pria yang gimana yang bakal lo temui Ri?” Tika maikan alisnya.


“Entah ah gue males bahas itu” Rita mempercepat langkah nya.


“KALAU GANTENG KASIH GUE AJA RI!!” teriak Tika sambil tersenyum.


    Rita terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan dari Tika. Sesampainya Rita di pakiran Rita langsung masuk kedalam mobil lalu menancap gas menuju rumah.


    Sesampai nya Rita didepan pintu rumah.


“Assalamualaikum” ucap Rita membuka pintu.

__ADS_1


“Kok tumben sepi” Rita mengkerutkan keningnya melihat-lihat sekeliling rumah yang tidak ada penghuni nya itu.


“Bi Imah.... Mama... Kak Radit” Rita memanggil semua orang yang ada, tapi gak ada sahutan dari orang yang Rita panggil.


    Rita pun pergi menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. Rita menaruh tas nya di atas meja belajar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.


    Selesai mandi Rita keluar dari kamar mandi melihat kamarnya begitu gelap, Rita mengkerutkan kening nya. “Perasaan tadi lampunya gak mati, kok sekarang malah mati gini sih” ucap Rita dalam hati. Rita berjalan mencari skral lampu, setelah menemukannya Rita menghidupkan lampu kamar.


“surprise” ucap Mama, Papa dan Kak Radit.


    Rita kanget tiba-tiba ada mereka dan kamarnya yang tadi masih polos belum ada hiasan apa-apa sekarang sudah ada hiasan berbagai macam bentuk, Ada balon diatas langit-langit kamarnya, ada ucapan Happy Birthday di dinding, ada balon berbentuk kue ulang tahun dan juga boneka Hello Kitty yang besar berada di atas kasur nya. Rita berjalan mendekati boneka Hello Kitty, Rita menggambil dan memeluk boneka itu.


“Ini dari siapa?” tanya Rita memperlihatkan boneka nya.


“Kok malah boneka nya deluan yang diambil bukan kue nya!” ucap Mama kesel.


Rita tertawa lalu mendekati Mama dan Papa nya.


“Makasih Ma, Pa” Rita mencim Mama dan Papa.


“Gue gak di cium” protes Kak Radit.


“uuuuhhh.... sini sini Kakak ku sayang” Rita memeluk Kak Radit.


“Nah gitu dong” Kak Radit mengacak rambut Rita.


“Ini dari lo kan?” Rita kembali memperlihatkan boneka itu lagi.


    Kak Radit menggelengkan kepala nya.


“Terus dari siapa dong” Rita mulai cemberut.


“Yuk kita turun kebawah sekalian potong kue nya” ucap Mama mengajak mereka semua untuk turun.


    Semua nya sudah berada di meja makan, Rita masih saja memegang boneka itu. Dia masih penasaran siapa yang memberikan boneka segede ini untuknya. Dia tau kalau orang tua nya tidak mungkin membelikan boneka segede ini dan Kakak Radit dia seumur-umur belum pernah tu belikan adek nya boneka, jangan kan boneka beli es krim aja tidak pernah.


“Sayang kamu mau tau kan siapa yang berikan hadia boneka itu” ucap Mama melihat kearah Rita.


Rita meanggukan kepalanya.


“Tu dia orang nya” Kak Radit membalikan badan Rita.


    Betapa terkejunya Rita melihat seorang pria tinggi, berkulit putih, rambut yang pirang, tersenyum manis melihat Rita dengan kue yang ada di tangannya.


Siapa kah pria itu....?

__ADS_1


__ADS_2