
Beberapa jam kemudian semua keluarga terus saja mengucap syukur karena kelahiran Anna berjalan dengan lancar, ibu dan keempat anaknya selamat sentosa. Anna dan Rangga ternyata mempunyai generasi yang sangat cantik dan tampan.
"Sekali lagi selamat ya sayang, semoga anak kalian tumbuh menjadi pribadi yang sempurna". Ujar Mommy Alexa pada putrinya.
"Iyaa mom, terimakasih". Ujarnya pada Mommy Alexa.
"Kak boleh ngga aku gendong?". tanya Aera pada Anna.
"Belum saatnya sayang, bukannya kakak tidak memperbolehkan, tetapi anak kakak masih kecil, tunggu usia mereka 1tahun deh atau ngga 2tahun baru boleh menggendongnya". Jawab Anna sambil mengelus kepala adiknya.
"Eum baiklah kak". ujar Aera pada kakaknya.
"Iyaa syaang, sekarang mending kalian main aja, tuh Ayra sendirian kasian". Ujar Anna diangguki oleh Lion dan Aera.
Rangga yang sedaritadi duduk di samping istrinya langsung berdiri, membuat semuanya langsung menoleh pada Rangga, Anna juga melihat ekspresi suaminya yang kaget seperti melihat hantu saja pikirnya.
"Ada apaa Mas?". Tanya Anna pasa suaminya.
"Itu siapa ya sayang?". Tanya Rangga menunjuk ke arah pintu.
"Siapa? maksud kamu apa?". Tanya balik Anna bingung.
"Itu ada yang mengintip kita dari luar". Ja-wab Rangga pada istrinya.
"Mas, jangan bikin cerita horor dehh, orang gada siapa siapa". Ujar Anna kesal pada suaminya.
"Yaudah kalau kamu ga percaya, aku mau liat orang itu". Ujar Rangga berlalu pergi dari sana.
Rangga melihat sosok itu pergi dengan berlari cepat, langsung saja Rangga mengikutinya dengan cepat juga, sedangkan orang yang dikejar oleh Rangga merasa was was takut ketauan.
"TUNGGU!!". Teriak Rangga padanya.
Puk
Rangga menepak bahu nya, membuat seseorang itu refleks berbalik badan, membuat Rangga mundur ketakutan, namun hanya sesaat karena Rangga melihat kakinya masih nampak di lantai.
"Om Dirga?". Ujarnya saat melihatnya dengan jelas.
"Iyaa Ini Om". Ujar Dirga pada Rangga.
"Loh kata Aunty Alesha, om Dirga sudah meninggal semenjak kecelakaan itu". Ujar Rangga menatap Dirga.
"Boleh ikut om sebentar? om akan menjelaskan semuanya". ujar Dirga diangguki Rangga.
Sebelum mengikuti langkah Dirga, Rangga mengabari istrinya terlebih dahulu, bahwa ia ada urusan, mungkin hanya satu jam berada di luar, saat itu Anna memang sedang menunggu suaminya.
Ting!
__ADS_1
...Suamiku ❤...
...Online...
Sayang , mas pergi selama satu jam, ada urusan, love you ❤
^^^Yaudah, awas kalau ga tepat waktu, love you too Suamiku 😘❤^^^
Sekarang Rangga dan Dirga sedang berada di taman rumah sakit, mereka duduk dibangku yang sama, terlihat Dirga menghela nafasnya sebelum bercerita pada Rangga yang ia ketahui adalah suami dari Ponakannya.
"Jadi bagaimana bisa om masih hidup?". Tanya Rangga membuka pembicaraan.
"Saat itu om terpisah dengan Alesha istri om yang sedang hamil, om terkapar di pulau orang lain namun om bersyukur masih selamat, karena laut banyaknya ikan yang berbahaya, saat om ingin menyusul ke Jakarta om tersadar tidak mempunyai uang, maka dari itu om kerja serabutan di pulau orang, sampai om sudah mempunyai uang yang cukup untuk ke Jakarta tetapi musibah kembali datang, uang om di ambil semua oleh preman disana". Jawab Dirga pada Rangga yang mendengarkan.
"Terus bagaimana sekarang om bisa sampai di Jakarta ?". Tanya Rangga pada nya.
"Kebetulan om bertemu dengan rekan om saat ia ada pekerjaan bisnis kesana dan ini adalah pertemuan pertama kita, rekan om adalah Reynaldi, kamu pasti kenal kan? suami dari Rania, dia mengajak om untuk ke Jakarta, om langsung mau setelah mendengar bahwa Alesha istri om ada di rumah kak Alexa". Jawab Dirga pada Rangga.
"Om mau bertemu kan? Ayok bareng". Ajak Rangga pada Dirga.
"Om malu". Ujarnya pada Rangga.
"Ngga usah malu, ayoo". Ujar Rangga menarik tangan Dirga.
Sebelumnya Rangga membeli sesuatu untuk istrinya, Dirga hanya ikut saja sampai mereka berdiri di depan pintu ruangan Anna, Rangga menyuruh Dirga untuk diam sejenak di pintu sebelahnya.
"Aku bawa sesuatu untuk Aunty, pasti suka bahkan akan sangat suka". Jawab Rangga dengan senyuman nya.
"Apaan sihh jangan bikin Aunty melayang ya kamuu, cepat masuk itu Anna ingin makan disuapin". Ujar Alesha tertawa pelan pada Rangga.
"Mas katanya cuman sejam, ini sejam lebih lohh". Ujar Anna menatap suaminya.
"Beli makanan kesukaan kamu dulu sayang, nih". Ujar Rangga pada istrinya.
"Wahhh, terimakasih mas, tau aja aku lagi pengen ini". Ujar Anna memeluk cemilan tersebut.
Alesha menghampiri mereka, karena tiba tiba ia penasaran dengan yang dimaksud Rangga, Rangga yang melihat itu hanya menahan senyumnya, Anna sedang asik memakan makanan yang dibawa oleh suaminya.
"Rangga kamu bilang bawa Aunty sesuatu, sesuatu apa? mana?". Tanya Alesha membuat yang lainnya menoleh.
"Wahh kamu, ke mertua tidak ingat, malah ke Aunty kamu". Ujar Mommy Alexa menjewer telinga Rangga.
"Aduhh mom Sakitt, mom lepas ihh, lagian aku bawanya buat Aunty seorang mom". Ujar Rangga malah ditertawakan oleh yang lain termasuk Anna.
Dirga yang mendengar dari luar, tertawa kecil sungguh ia merindukan suasana seperti itu. Berada di dekat keluarganya, bercanda tawa bersama, hingga ia tertawa sangat kencang membuat yang didalam kaget.
"Aduhh mampus". Gumam Dirga menepuk bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Siapa yang ketawa diluar mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Biar Aunty cek aja ya". Ujar Alesha pada nya.
"Biar aku aja Aunty, sekalian mau bawa sesuatu buat Aunty tadi". Ujar Rangga diangguki oleh semuanya.
Rangga keluar, untung Dirga masih ada disana, Dirga yang melihat Rangga pun lega, namun hanya sesaat ketika Rangga menarik tangannya untuk masuk, Rangga menatap nya seolah mengatakan tenang saja.
"Semua nya boleh tutup mata sebentar sebelum aku hitung sampai tiga". Ujar Rangga membuat mereka berdecak kesal namun menuruti.
"Ayo om, ikut aku masuk". Bisik Rangga diangguki oleh Dirga.
"Udah belum mas??". Tanya Anna dengan mata masih tertutup.
"Belum lah Syaang, aku belum hitung kan". Jawab Rangga pada istrinya.
Dirga melihat sekeliling ruangan tersebut, betapa rindunya ia dengan mereka, namun melihat tiga orang anak kecil, ia tidak mengenalinya . Dirga menatap Rangga, lalu mengangguk.
"Satu.. Dua... Tiga.. buka matanya". Ujar Rangga pada mereka.
"Mana yang kamu bawa? kok gaada?". tanya Alesha pada Rangga.
"Okee, siap siap ya Aunty, ini dia hadiah yang aku persembahkan untuk Aunty ku yang cantik ,jeng jengg". Ujar Rangga sambil menggeser tubuhnya memperlihatkan Dirga yang tersenyum.
"Astaga!! hantuu!!!". Teriak mereka kagett.
"Ishh enak aja aku dibilang hantuu, kaki masih nampak di lantai juga". Ujar Dirga tak terima.
Mendengar suara itu, Alesha menutup mulutnya tak percaya, suaminya berada dihadapannya, ia masih hidup, Alesha masih menatap ke arah Dirga dengan mata berkaca kaca.
"Mas Dirga, kamu... ". Ujar Alesha tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
"Iyaa Alesha-nya mas, mas masih hidup ,sini ". Ujar Dirga sambil membuka kedua tangannya.
"Mas Dirga!!". Isak tangis Alesha dipelukan suaminya.
"Wahh kamu ketemu dimana om Dirga?". Tanya Reynaldi padanya.
"Tadi saat keluar sejam yang lalu". Jawabnya pada Reynaldi.
Ayra yang melihat Mommy nya memeluk laki laki tersebut, langsung mengira dia adalah sang ayah yang selama ini ia tanyakan pada Mommy nya, langsung saja Ayra memeluk keduanya membuat Dirga menatap sejenak pada Istrinya dan menggangguk.
Syukurlah anakku masih hidup, walaupun aku tidak tau perkembangan nya. Batin Dirga tersenyum senang.
Bagaimana kelanjutannya ya guys?
Aku update 2 bab untuk yang kemarin dan sekarang :)
__ADS_1