
Tiga Tahun Kemudian..
Anna sedang berada disebuah makam salah satu sahabatnya yaitu Clara, ya Clara yang dulunya selalu menghibur ternyata menutupi hal yang sebesar ini, ternyata Clara sedari lama sudah mempunyai tumor pada otaknya.
"Kenapa saat pertama kali , kamu ngga langsung ceritakan pada kita Clara". Ujar Anna dengan sedih menatap nisan salah satu sahabatnya.
"Sayang, jangan sedih lagi ya, kasian Alex serta anak anaknya yang ditinggal oleh Clara". Ujar Rangga pada istrinya.
"Aku masih engga nyangka mas, kalau Clara akan meninggalkan ku". Ujarnya sambil memeluk sang suami.
"Iyaa sayang, makanya sekarang kita harus berdoa yang terbaik untuk ketenangan Clara disana". ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya pada sang suami.
"Kita pulang ya sayang". Ajaknya pada sang istri.
"Iyaa Ayok mas". Ujar Anna pada suaminya.
Selama dalam perjalanan menuju rumah Anna selalu melamun membuat Rangga khawatir pada istrinya, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman rumah mereka, terlihat Mahesa dan Marsya yang sedang duduk menunggu Rangga dan Anna pulang dari makam.
"Bunda jangan sedih lagi yaa". Ujar Marsya pada sang mertua.
"Habisnya bunda masih ngga nyangka loh Sya, sahabat bunda meninggal, dia nahan sakit dari lama". Ujar Anna sambil terisak membuat Rangga langsung memeluknya.
"Bunda yang sabar yaa, doakan saja semoga Aunty Clara tenang di alam sana bun, kasian Aunty Clara lihat orang yang dia sayangi menangis, membuatnya berat untuk pergi dengan tenang bunda". Ujar Mahesa yang jyga memeluknya.
"Benar apa yang dibilang oleh Mahesa sayang, jangan nangis lagi ya kasian Clara yang ngga akan tenang perginya sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Huft maafin aku ya mas". Ujar Anna pada sang suaminya.
"Iyaa sayang gapapa kok". Ujar Rangga pada istrinya.
"Oma tenapa nangis?". Tanya Melvin yang merupakan anak ketiga dari Marsya dan Mahesa.
"Oma ngga papa sayang, maaf ya oma buat kamu jadi sedih". Jawab Anna pada cucunya.
"Benelan ndak papa Oma? ndak bohongkan cama Evin?". Tanya Melvin pada Anna.
"Beneran sayang, oma ngga papa kok, cuman kelilipan doang sayang, oma juga ngga bohong kok sama kamu sayang". Jawab Anna pada cucunya.
"Baiklah Evin pelcayaa sama oma". Ujar Melvin pada sang oma.
"Harus percaya dong sayang, eh iya Melvin udah belajar lagi belum cara membaca yang baik dan benar?". Tanya Anna pada cucunya.
__ADS_1
"Udah dong oma". Jawabnya sambil tersenyum manis pada sang oma.
"Coba oma pengen dengar sayang". Ujar Anna pada cucunya Melvin.
"Baik oma, dengal yaa, aku membantu ibu belsih belsih rumah". Ujarnya pada omanya.
"Aish pintarnya cucu omaa". Ujarnya padanya.
"Iyaa dong oma hehe". Ujarnya sambil tertawa kecil pada Anna.
Beberapa jam kemudian kedatangan Andira serta anak anaknya yang lain, membuat Anna senang melihatnya ia pun memeluk anak anaknya dengan berkaca kaca, sungguh Anna sangat senang melihat anak, menantu serta cucunya.
"Bunda Apakabar? bunda yang sabar dan tabah ya atas kehilangan sahabat bunda". Ujar Raditya memeluk bundanya.
"Bunda baik sayang, seharusnya yang butuh sabar dan tabah adalah keluarganya sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Benar juga apa yang dibilang sama bunda". Ujarnya pada bundanya.
"Iyaa sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Haii cucu Gantengnya oma". Ujar Anna mencium satu persatu pipi cucunya.
"Halo oma cantik". Ujar mereka pada Anna.
"Bisa aja cucu oma ini". Ujar Anna sambil tersenyum pada cucunya.
"Ah ngga usah sayang". Ujar Anna pada cucu nya.
"Ih biarin oma, Bintang pijatkan ya". Ujarnya hanya bisa diangguki oleh Anna.
Beberapa menit kemudian Bintang selesai memijat kaki omanya, kini ia akan memijat kaki opanya membuat yang lain melihatnya sangat terharu pada Bintang, namun Bintang hanya acuh tak acuh pada mereka yang melihatnya.
"Baiknya cucu opa yang tampan ini". Ujar Rangga pada cucunya.
"Terimakasih opa". Ujar Bintang sambil tersenyum pada sang Opa.
"Iyaa sama sama jagoan". Ujar Rangga pada cucunya.
"Opa, ada yang ingin aku pijatkan lagi?". Tanya Bintang pada Rangga.
"Ngga sayang, udah ngga usah, lebih baik sekarang kamu main gih sama yang lain". Ujar Rangga pada sang cucu.
"Huft baiklah kalau begitu opa". Ujar Bintang sambil beranjak dari duduknya ke ruang bermain.
__ADS_1
Setelah melihat kepergian Bintang, mereka semua langsung menatap ke arah kedua orangtua mereka yaitu Ghea dan Andreas, membuat keduanya saling menoleh saat ditatap seperti itu oleh mereka semua, hingga akhirnya semuanya menoleh mendengar suara orang berteriak dengan keras.
"Itu suara Bulan mas". Ujarnya pada Andreas.
"Iya benar itu suara Bulan, ayok kita samperin mereka mas". Ujar Ghea setelah memastikan suara tersebut adalah anaknya.
"Iyaa Ayok sayang". Ujar Andreas yang sudah beranjak dari duduknya.
"Bunda diam aja ya disini, jangan banyak gerak". Ujar Kenzo pada Anna.
"Heum baiklah, pastikan mereka baik baik saja". Ujar Anna hanya diangguki oleh mereka.
"Kenapa perasaan ku tidak tenang begini". Gumam Anna sambil memegang dadanya.
Beberapa menit kemudian mereka kembali dengan menggendong Bintang yang berdarah di kepalanya, membuat semuanya beranjak dari duduknya dengan perasaan terkejut saat melihat kepala Bintang mengalirkan banyak darah.
"Ada apa ini? kenapa Bintang bisa berdarah seperti ini?". Tanya Anna panik pada mereka.
"Engga tau bunda, kayanya ada yang sengaja lempar batu dan itu mengenai kepalanya". Jawabnya pada mertuanya.
"Apaa?? bagaimana bisa?". Tanya Anna pada Andreas.
"Ntahlah soalnya kaca diruang bermain pecah karena batu dan juga ada kertas DISANA bun". Jawabnya pada bundanya.
"Bunda kita kerumah sakit dulu". ujar Ghea pada bundanya.
"Iyaa sayang hati hati". Ujar Anna pada anaknya.
Anna terduduk menahan rasa khawatirnya, ia melihat surat yang bertuliskan bahwa Clara meninggal bukan karena penyakit melainkan dibunuh oleh seseorang dan itu adalah orang yang sama saat Anna dihina saat kuliah. Anna menangis dengan keras dipelukan suaminya karena ia merasa menjadi penyebab meninggal suaminya.
Maafin aku Ra, seandainya waktu bisa diputar kembali. Batinnya merasa amat sedih.
...----------------...
Nulis Bab \= 05 April 2023 & 06 April 2023
Update Bab \= 07 April 2023
Maaf sebelumnya kemarin aku sibuk banget, banyak banget pekerjaan di toko, dari pagi aku ngga pegang HP saMa sekali, beres beres pas sore langsung lanjut kerja lagi, maaf ya gays jadinya bab yang harusnya kemarin di update jadi sekarang di updatenya :(
Sekarang juga sama kaya kemarin kerjaannya banyak banget gays:( sampai sampai pegel semua badanku, dari pagi jam 7 baru bisa nulis bab tuh jam 3 sore gays kalau kemarin mah lebih parah dari yang sekarang sih :(
Intinya jangan bosen baca karya novelku ya gays:) jangan lupa tambahkan favorit ya:)
__ADS_1
Semangat terus menjalani ibadah puasa kalian selama bulan Ramadhan ya :) semoga tamat terus sampai buka ya gays :) Aamiin yaa rabbal'alamin :)
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Terimakasih sebelumnya ya :)