Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 38


__ADS_3

Anna dan Rangga serta keempat anaknya akan pergi mengunjungi kediaman Rania dan Reynaldi, selama perjalanan keempat anaknya yang sudah berusia 8bulan tersebut selalu mengoceh dengan menyebut nama Reynaldi maupun Rania walau tidak begitu jelas.


"Yah Nda, Rell". Ocehan Baby Raditya mulai menyebut uncle nya lagi.


"Iyaa syaang ini mau ke rumahnya kok, sabar ya anak bunda yang ganteng". Ujar Anna menoleh ke belakang.


"Yah Bun, nty ia". Oceh Baby Ghea pada Anna.


"Anak bunda ini pada ngga sabar yaa, kangen banget sama Aunty sama uncle yaa sayang". Ujar Anna sambil tersenyum pada anaknya.


Untung saja Rangga membeli kursi yang khusus bayi saat di mobil, jadi Anna tidak akan was was karena ada pengaman yang kuat dikursi bayi tersebut.


Pertengahan jalan, mereka berhenti di toko oleh oleh karena tidak mungkin mereka berkunjung dengan tangan kosong, Anna yang keluar sedangkan Rangga menjaga anak anaknya, untung saja Anna cepat memilih agar anaknya tidak rewel.


"Sayang kamu beli apa aja?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Ohh ini aku bawa buah, bawa peralatan bayi untuk nanti Rania, serta bawa cemilan lainnya mas". Jawab Anna pada suaminya.


"Sayang kan Rania baru aja masuk usia 7 bulan, masih lama ke lahiran sayang, gimana kalau itu ngga akan cukup nanti karena udah kekecilan?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Aku cuman beli peralatan bayi mas seperti buat makan atau minumnya, aku ga belikan baju kok". Jawab Anna pada suaminya.


"Ohh mas kira kamu beli baju nya juga syaang". Ujar Rangga pada istrinya.


"ya ngga lah mas, biar aja bagian baju mereka sebagai orangtua yang membelinya". Ujar Anna pada suaminya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Rania dan Reynaldi, tetapi ada saja hambatan dijalan karena tiba tiba saja terjadi kemacetan, padahal tadi jalan tidak terlalu macet.


"Kayanya ada yang kecelakaan deh mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Heum kayanya seperti itu, coba mas tanyakan dulu pada mereka ". Ujar Rangga diangguki oleh Anna.


"Halo anaknya bunda, sebentar ya macet jalannya sayang". Ujar Anna membalikkan badannya menghadap pada anak anaknya.


"Yahh yah nda". Oceh anak anaknya.


"Ayah nda". Oceh Baby Geo padanya.


"Ayah keluar dulu sayang , sebentar ya". Ujar Anna pada anaknya.


Hingga beberapa saat kemudian Rangga kembali masuk ke mobil serta jalanan perlahan menjadi lancar, Rangga menjelaskan pada istrinya bahwa tadi ada yang membawa kendaraan dengan kebut membuat kendaraan bermotor saling bertabrakan.

__ADS_1


"Ada Ada aja ya mas, harusnya mereka mematuhi lalu lintas dong". Ujar Anna pada suaminya.


"Namanya anak muda sayang, masih sekolah SMA syaang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Ayah nda". Oceh Baby Geo pada mereka.


"Iyaa syaang sabar yaah". Ujar Rangga pada anaknya.


"Mas tunggu deh, kayanya aku belum periksa anak kita pup apa ngga nya". Ujar Ayna pada suaminya.


"Yaudah kita berhenti dulu di rest Area". ujar Rangga pada Istrinya.


Akhirnya Anna dan Rangga berhenti sejenak di rest area terdekat, Anna mengecek satu persatu anaknya, untung saja mobilnya lega jadi Anna tidak kesulitan mengurus anaknya.


"Owalah mas, ternyata baby Geo pup". Ujar Anna pada suaminya.


"Yaudah sayang ganti dulu, mas juga mau ke toilet dulu tiba tiba pengen buang air". ujar Rangga pada istrinya.


"Yaudah sana mas, nanti bocor hhe". Ujar Anna terkekeh pada suaminya.


"Dasar kamu sayang, yaudah tunggu ya". Ujar Rangga diangguki oleh Anna.


Sambil menunggu suaminya kembali, Anna mengajak sikembar bermain serta berbicara, Anna juga video call para sahabatnya di grup chat, mereka semua heboh melihat betapa lucunya anak anak Anna.


"Mas sebentar, Abang nelpon". Ujar Anna pada suaminya.


"Angkat aja sama kamu sayang". Ujar Rangga diangguki oleh Anna.


Andrio Rio menyambungkan..


[Halo bro]


"Kenapa bang?".


[Suami kamu mana dek?]


"Ada lagi nyetir, mau ngapain?".


[Kalian mau kemana emangnya?]


"Mau ke rumah Rania bang, emangnya kenapa?".

__ADS_1


[Bisa jemput Michelle nggaa, abang ada urusan di kantor, dia katanya pengen ke rumah Rania juga]


"Untung aja belum lewat rumah abang, yaudah nanti kita jemput Kak Michelle dulu".


[Makasih ya dek]


"Okee bang sama sama"


Anna menyimpan ponsel suaminya setelah Andrio mematikan ponselnya, Rangga bertanya pada istrinya lalu Anna menjelaskan pada suaminya dan Rangga pun mengerti, beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Michelle.


"Akhirnya kalian datang juga, Kalian mau ke rumah Rania kan? aku nebeng ya". Ujar Michelle pada mereka berdua.


"Boleh kok Kak, untung aja mobilnya Mas Rangga bisa muat banyak". Ujar Anna pada Michelle.


"Makasih ya dek, maaf ngerepotin loh". ujar Michelle pada mereka.


"Nggak ngerepotin kok Kak". ujarnya pada Michelle.


Michelle duduk di belakang bersama anak-anak, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah kediaman Reynaldi dan Rania. Selama perjalanan, Michelle selalu mengajak Anna maupun Rangga berbicara, Untung saja waktu masih siang jadi memudahkan Michelle untuk menyimpang ke toko oleh-oleh.


"Tunggu bentar ya, kakak titip anak-anak dulu". Ujarnya diangguki oleh mereka berdua.


" Halo ponakan aunty, Sabar ya Sebentar lagi kita akan sampai. Ponakan Aunty ini kenapa lucu sekali sih? tapi emang bayi suka lucu sih, anak Aunty aja lucu-lucu apalagi anak-anak yang lain." ujar Anna pada mereka.


"Sayang jangan usilin mereka loh". ujar Rangga pada istrinya.


"Lagian mereka lucu mas gemesin". Ujar ANNA pada suaminya.


"Wajarlah kan masih bayi, Emang kalau udah gede ada yang gemesin? contohnya mas gitu?". Tanya Rangga menggoda istrinya.


"Mas ngga Gemesin, tapi aku yang gemesin dan lucu haha". jawab Anna dengan tertawa.


Beberapa menit berlalu, kini mereka kembali melanjutkan perjalanan, setelah banyaknya halangan. Michelle tak sabar untuk bertemu dengan Rania, walaupun Rania bukanlah adik kandungnya ataupun adik iparnya, ia merasa mempunyai adik kandung sendiri begitu pun juga dengan Anna.


Sedangkan Rania dan Reynaldi di rumah sedang menonton televisi bersama, mereka tidak Berencana untuk keluar rumah karena Rania merasa malas untuk berjalan kaki jadinya ia hanya diam di rumah bersama suaminya.


"Mas film nya bagus bangettt, aku mau kisah kita kaya mereka mas". Ujar Rania pada Suaminya.


"Iya syaang, kita akan ciptakan versi kita sendiri nanti". Ujar Reynaldi mengecup kening istrinya .


"Iyaa mas". Ujarnya memeluk suaminya.

__ADS_1


Saat sedang asyik berbincang riang bersama suaminya tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, tadinya Rey akan membukakan pintu namun dilarang oleh Rania karena ia ingin membukakan pintu.


Saat membuka pintu Rania terkejut melihat Abangnya serta kakak iparnya dan Michelle berada di depan pintu bersama anak-anak mereka yang lucu dan menggemaskan sekali. Rania memeluk mereka satu persatu serta mencium ponakannya.


__ADS_2