
Dua bulan kemudian..
Kini semuanya sedang menunggu kedua bumil yang sedang makan banyak, entah kenapa mereka berdua belum merasakan kenyang padahal sudah menghabiskan makanan sebanyak lima piring, hingga beberapa menit kemudian mereka berdua baru menyelesaikan memakan makanannya.
"Sayang, udah kenyang?". Tanya Cleo pada Aura.
"Heum udah kayanya mas". Jawab Aura pada suaminya.
"Syukurlah kalau sudah kenyang". Ujar Cleo sambil tersenyum pada istrinya.
"Kamu udah kenyang Syaang?". Kini giliran Geo yang bertanya pada Luna.
"Udah Hubby perut aku rasanya mau meledak". Jawabnya dengan lemas.
"Hahah habisnya kalian makan banyak banget sih". Ujar Ghea pada mereka berdua.
"Biarin aja sih kak, jangan menggoda mereka berdua". Ujar Anna pada anaknya.
"Hahah iya engga akan bunda". Ujarnya pada sang bunda.
Kedatangan paket membuat semuanya menoleh ke arah pintu, Anna segera berjalan menghampiri orang yang mengirim paket tersebut, saat akan membukanya tiba tiba Rangga langsung mengambilnya dengan cepat.
"Kenapa sih mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Ngga papa sayang, ini tuh paket yang dikirim sama rekan kerja mas". Jawabnya pada sang istri.
"Tapi kenapa aku gaboleh buka sih?". tanya Anna menatap suaminya.
"Ini tentang laki laki sayang, jadi kamu gaboleh tau". Jawabnya pada sang istri.
"Kalau gitu Geo boleh liat Yah?". Tanya Geo pada sang Ayah.
"Oh tidak bisa ini khusus untuk seusia ayah walaupun kamu juga laki laki". Jawabnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.
"Wah curiga nih ayah pasti nyembunyiin sesuatu dari bunda". Ujar Raditya pada bundanya.
"Nyembunyiin sesuatu? wahh gabener nihh". Ujar Anna langsung berlari menaiki tangga.
"Hubby kamu malah adu domba ihh". Ujar Luna pada suaminya.
"Siapa yang mengadu domba? orang aku daritadi saMa kamu sayang". Ujar Geo membuat semuanya tertawa mendengarnya begitupun dengan Luna.
Sementara di kamar Rangga sedang mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan pesanannya, tetapi sebelum menyembunyikan tiba tiba istrinya masuk dengan wajah garang nya membuat Rangga seperti orang yang kepergok selingkuh saja.
"Loh sayang kenapa kamu disini?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Kamu menyembunyikan sesuatu dariku ayah?". Tanya Anna menatap tajam suaminya.
"Ah engga sayang, nyembunyiin sesuatu apaan sih". Jawabnya pada istrinya.
"Terus itu dibelakang mU apa mas??". Tanya Anna menatap suaminya yang menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya.
__ADS_1
"Bukan apa apaa sayang, kan ini urusan laki laki sayang, jadi kamu gaboleh tau"..Jawabnya pada Anna dengan tersenyum tipis.
"Ayah jangan bohong sama bunda dehh, sini kasih sama bunda cepat!". Ujarnya dengan tegas pada suaminya.
Waduh belum aja besok masa udah ketahuan aja hadiahnya, ah istriku pasti mendengar anak sontoloyo sudah pasti mengatakan yang tidak tidak. Batin Rangga kesal.
"Sayang beneran bukan Apaa apa kok, ah kamu mau liat bentuk burung suamimu?". Tanya Rangga yang melenceng dari pembicaraan mereka.
"Ih kenapa jadi bahas burung kamu sih Yah". Gerutu Anna pada suaminya.
"Biarkan ayah sendiri sayang, Ayah mau mempraktekkan barangnya". Ujar Rangga pada istrinya.
"Praktek apa sih Yah?". Tanya Anna dengan penasaran.
"Kamu yakin mau tau?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Iyaa Yah". Jawabnya dengan yakin.
Rangga membisikkan sesuatu yang membuat Anna langsung keluar dari kamarnya dengan wajah memerah, sungguh suaminya sangat menyebalkan bisa bisanya membahas tentang ranjang pada rekannya untuk mengirim sesuatu.
Rangga yang melihat istrinya kabur langsung tertawa dengan keras apalagi melihat muka sang istri, Rangga membuka kotak tersebut lalu tersenyum melihatnya dan ia melihat foto pernikahan nya bersama Anna yang ia pajang dengan bingkai yang sangat besar.
"Besok adalah hari spesial mU sayang". Gumam Rangga sambil tersenyum.
"Aku tidak sabar menunggu hari esok". Gumamnya lagi sambil menyimpan barang tersebut.
"Ah sebaiknya aku beritahu saja yang lain untuk memberikan Anna kejutan". Ujarnya sambil mengeluarkan ponselnya.
"Kembali gabung deh, bosan juga dikamar". Ujar Rangga sambil keluar dari kamar.
Beberapa menit kemudian ia sudah turun ke Bawah membuat semuanya menoleh padanya, ia menghampiri istrinya dan duduk disampingnya membuat Anna merasakan jantungnya bergetar padahal mereka sudah lama menikah tapi Anna akan gugup tiba-tiba..
Ting!
...Clarissa Risaaa...
...Online...
Anna, gue boleh minta tolong ngga 😢
^^^Minta tolong apa? lo kenapa Ris?^^^
Anak gue sakit An sedangkan uangnya menipis ðŸ˜
^^^Astaga anak lo sakit apa Ris? kok bisa menipis sih kan lo sama kak Nathan kaya^^^
Intinya gue butuh lo besok kesini An
^^^Yaudah besok gue kesana sama suami gue^^^
Jangan An, gue ngga enak sama suami lo An
__ADS_1
^^^Lah kenapa?^^^
Pokoknya jangan aja An
^^^Yaudah dehh kalauu gitu^^^
Baik Aura dan Luna saMa saMa memegang perutnya yang sangat amat sakit, membuat Anna yang melihat pun langsung bangkit dari duduknya menjadikan semua mata tertuju pada Anna yang bergerak menghampiri keduanya.
"Geo, Cleo istri kalian akan melahirkan". Ujar Anna membuat semuanya heboh.
"Cepatt bawa ke rumah sakitt!!". Teriak Anna karena anak dan ponakannya hanya diam saja.
"Kalian cepat bergerak lah bukan cosplay jadi patung gitu". Ujar Andreas pada mereka berdua.
"Ah Iyaa bang". Ujar keduanya sontak menggendong istrinya masing masing.
"Yang sebagian ke rumah sakit sebagian di rumah, biar ada yang nyambut nanti pulangnya". Ujar Anna sambil berlalu pergi dari rumah.
"Baikkk". Ujar mereka yang berada di rumah.
Anna dan Rangga ikut mobil Geo lebih tepatnya Rangga yang menyetir mobil, sedangkan Geo menguatkan istrinya yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit segera Anna membuka pintu mobil untuk memudahkan anaknya.
Geo dan Luna sudah terlebih dahulu masuk lalu disusul oleh Cleo yang menggendong Aura, kini baik Anna dan Rangga atau Rania dan Reynaldi memasuki rumah sakit itu bersama, mereka kini menunggi diluar ruangan bersalin karena keduanya melahirkan barengan.
"Semoga saja ibu dan anak selamat". Ujar Anna pada mereka.
"Semoga kaak". Ujar Rania dan Rey pada Anna.
"Kita akan jadi kakek nenek". Ujar Anna sambil berkaca kaca.
"Iyaa walaupun aku disebut kakek setidaknya kehebatanku diranjang tidak perlu di ragukan lagi". Ujar Rangga membuat mereka bertiga menatapnya kesal terutama Anna.
"Kamu malah bahas ini Yah". Ujar Anna pada suaminya.
"Iya maaf sayang"..Ujarnya pada sang istri.
Hingga beberapa menit kemudian terdengar lah suara bayi saling bersahutan, membuat Anna mengucap syukur karena cucu nya lahir begitupun dengan Rania, Rangga dan Reynaldi memeluk istrinya masing masing untuk menenangkan mereka.
Sepertinya hadiahnya akan double. Batin Rangga sambil mengusap rambut istrinya.
"Mas, kita jadi nenek kakek lagi". Ujar Anna dengan terkekeh pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujar Rangga mengelus rambut istrinya.
"Ah rasanya ngga sabar pengen liat mereka berempat mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Cucu kita tambah banyak Rey". Ujar Rangga pada Reynaldi yang terdiam.
...****************...
Maaf ya guys kemarin akunya ketiduran :) jadi baru sekarang update nya :(
__ADS_1