
"Anna". Panggil seseorang membuatnya menoleh.
"Clarisa, kangen bangett". Ujar Anna memeluk sahabatnya.
"Apalagi gue An, kangen bangettt nget ngett". Ujar Clarisa memeluk Anna dengan erat.
"Ahh mending lo ke rumah gue aja, kita ngobrol disana". Ujar Anna pada sahabatnya.
"Bolehh juga, bentar gue kabarin suami gue dulu". Ujar Clarisa diangguki oleh Anna.
Beberapa menit kemudian, kini mereka sampai di rumah, kebetulan tadi ia habis mengantarkan anak anak sekolah kecuali Andira dan Mahesa mereka ada dirumah bersama pengasuh, Clarisa menatap seluruh ruangan.
"Wah keren, makin besar aja ini rumah". Ujar Clarisa pada Anna.
"Iya karena anak gue juga banyak". Ujar Anna terkekeh.
"Wahh parah lo An". Ujar Clarisa tertawa.
"Haha, oh yaa lo pasti kaget deh liat adik angkat gue, karena udah lama ga ketemu kan". Ujar Anna pada sahabatnya Clarisa.
"Wah emangnya gimana tampilan adik lo sekarang?". Tanya Clarisa pada sahabatnya.
"Lo ikut deh ke rumah atau ngga mampir kek". Ujar Anna pada sahabatnya.
"Okee dehh, nanti gue kabarin An". Ujar Clarisa dianggyki oleh Anna.
Anna pamit pergi karena ia akan memasak makan siang untuk suaminya di kantor, lalu menjemput anak anaknya, selama dalam perjalanan Anna selalu tersenyum senang mengingat awal awal pernikahan nya dengan Rangga sangatlah kaku.
"Aku bersyukur memiliki suami serta anak anak seperti kalian". Ujar Anna pada dirinya sendiri.
"Ah rasanya aku seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga jika mengingatnya". Gumam Anna sambil tersenyum.
"Tetapi memang mereka sangat berharga bagiku". Gumamnya lagi sambil tersenyum.
"Akhirnya nyampe rumah juga". Ujar Anna sambil turun dari mobil.
Anna memasuki rumahnya, disana ia melihat Aera dan Lion sedang mengerjakan tugas kuliah, untung saja mereka disuruh belajar melalui online tanpa adanya pertemuan dengan dosen, makanya Lion memutuskan kembali ke luar negeri saat Rania lahiran nanti.
"Eh kak Anna, udah pulang aja". Ujar Aera yang menyadari kedatangan Anna.
"Iyaa kakak mau masak makan siang buat mas Rangga, kalian lanjutkan lagi aja belajarnya". Ujar Anna pada mereka.
"Hufft untung aja kak Anna gatau". Gumam Lion sambil mengelus dadanya..
"Kamu sih abangg main cium aja, padahal itu ciuman pertama akuu". Ujar Aera kesal pada abangnya.
__ADS_1
"Berarti bagus, aku dapat yang pertama". Ujar Lion terkekeh.
Flashback On
Aera sedang membuat pudding di dapur, kebiasaan Aera dulu saat ia berada di luar negeri, ia di apartemen selalu memakai setelan tanktop , Aera dan Lion sama sama diberikan tempat tinggal oleh Mommy Alexa dan Daddy David di apartemen akan tetapi beda nomor saja.
Aera tidak menyadari kedatangan Lion yang ingin mengambil minum ke dapur, Lion menelan ludah melihat Aera memakai setelan tanktop tersebut , Lion menghampiri Aera yang sedang asik mengaduk lalu memeluk nya membuat Aera terkejut.
"Akhhh bang Lion!". Teriak Aera karena kaget.
"Sstt, biarin gini dulu". Ujar Lion membenamkan wajahnya di pundak Aera.
"Abang jangan ginii, nanti ada yang lihatt". Ujar Aera panik.
"Gaakan ada, semuanya lagi pergi". Ujar Lion membuat Aera geli karena nafas Lion kena leher.
"Abang tapi--heumm". perkataan Aera terpotong karena Lion mencium bibirnya.
Ciuman pertamakuuu. Batin Aera berteriak.
"Heum abang, jangan ahhh". Ujar Aera mendesah karena tangan Lion sudah masuk ke dalam bajunya.
"Ahh Lion". desah Aera saat Lion meremas lembut dua gunung kembarnya.
Lion mengangkat tubuh Aera dan membawanya masuk ke kamar, saat mereka tengah asik bercumbu tiba tiba ponsel Lion dan Aera berdering bersamaan, membuat keduanya tersadar untung baju keduanya masih utuh.
"Abangg ihh mesum". Ujar Aera sambil berlari keluar kamar.
"Ahh bodohh bangett sih lo, didepan mereka semua gue ngaku gasuka sama Aera, tapi berduaan gini gue malah gabisa nahan". Gerutu Lion memukul kepalanya.
"Mending gue mandi dulu". Ujarnya memasuki kamar mandi.
Sedangkan Aera memegang dadanya yang berdebar kencang, Aera senang tetapi ia masih terkejut, ia juga baru menyadari hanya memakai setelan tanktop, ia pikir sudah kembali ke apartemen untuk nya.
"Duh untung aja ngga sampai ke sana". Gumam Aera memasuki kamar mandi.
Flashback Off
Anna kembali dengan membawa bekal makan siang untuk suaminya, ia menghampiri kedua adiknya yang masih fokus mengetik sesuatu di laptopnya, Lion menoleh pada Anna dan tersenyum membuat Anna ikutan tersenyum.
"Kakak pergi dulu ke kantor ya, kalian hatihati di rumah". Ujar Anna pada mereka berdua.
"Iyaa siap kak". Ujar Mereka berdua pada Anna.
__ADS_1
"Eh kak tunggu, boleh ngga kalau anak anak kita yang jemput? jadi kakak bisa diem di kantor abang". Ujar Lion pada Anna.
"Bener nih gapapa?". Tanya Anna pada mereka berdua.
"Iyaa gapapa kak, sekalian kita mau ajak mereka jalan jalan , ya kan dek?". Tanya Lion pada Aera.
"Ah iyaa kak". Jawab Aera dengan kikuk.
"Baiklah, tetapi sebelum kalian ngajak anak anak jalan jalan, lebih baik bawa dulu mereka pulang ke rumah dan ganti baju". Ujar Anna pada mereka berdua.
"Okee siap kak". Ujar keduanya pada Anna.
Setelah melihat Anna keluar rumah, Lion langsung saja mencium bibir Aera serta ********** membuat Aera kaget, tetapi Lion mengusap pinggang Aera agar tenang hingga akhirnya Aera bisa menyeimbangkan kembali.
"Ihh abangg, ciuman kedua aku ituu". Ujar Aera kesal.
"Mau abang balikin?". Tanya Lion mendekatkan wajahnya pada wajah Aera.
"Ngga usahh, udah ahh abang mah mesum". Ujar Aera berlari meninggalkan Lion yang terkekeh.
"Maniss, kaya permen". Gumam Lion sambil tersenyum.
Sedangkan dikantor Rangga melihat semuanya, karena memang ia memasang CCTV yang tidak akan terlihat oleh mereka kecuali saat di kamar, Rangga menggelengkan kepalanya, sedikit aneh pada Lion karena bilang padanya tidak suka tetapi ah entahlah pikirnya.
"Sayangg". Panggil Anna memasuki ruangan suaminya.
"Hai syaangg". Ujar Rangga mengecup bibir istrinya dengan sedikit **********.
"Ini aku bawa makanan buat kamu". Ujar Anna duduk di sofa.
"Makasih ya istriku". Ujar Rangga pada Anna.
"SaMa saMa suamiku". Ujar Anna sambil tersenyum.
Apa aku bilang aja sama Anna? eum tapi gausah aja deh, biar aku liat sampai mana mereka bermain. Batin Rangga sambil tersenyum.
"Ayok makan mas". ujar Anna pada suaminya.
"Iya sayang, tapi kamu juga makan yaa". Ujar Rangga pada istrinya.
"Heum yaudah mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Masakan kamu makin hari makin enak sayang". Ujar Rangga saat sudah memakan masakan istrinya.
Anna tersenyum senang melihatnya, apalagi suaminya sangat lahap memakan masakan nya, sederhana saja bahagia ketika melihat orang yang disayang menyukai masakannya pikir Anna sambil tersenyum menatap suaminya.
__ADS_1