Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 74


__ADS_3

Anna mengejar anaknya yang mulai aktif itu berkeliling melewati para abang dan kakaknya yang sedang menulis tugas, Raditya melihat tingkah adiknya Mahesa tersebut menghentikan kesibukkannya, lalu mengejar Mahesa dan menggendongnya.


"Udah, jangan lari lari lagi dek, ngga kasian sama bunda tuh". Ujar Raditya menunjuk Anna yang ngos ngosan.


"Bunda tenapa bang?". tanya Mahesa dengan polosnya.


"Bunda capek ngejar kamu bocah". Jawab Raditya padanya.


"Ihh Mahesa bukan bocah abangg". Rengek Mahesa padanya.


"Lah kalau bukan bocah apaan dong". Ujarnya terkekeh pada sang adik.


"Tau ah abang nyebelin". Ujarnya pada Raditya.


"Yaudah dehh, sana ah main sendiri, abang mau ngerjain tugas, byee". Ujarnya menurunkan Baby Mahesa di lantai.


Baby Mahesa jelas saja marah pada abangnya yang menurunkannya di lantai, ia berlari menghampiri abangnya lalu duduk begitu saja dilahunan Raditya, Mahesa memang dekat dengan Raditya daripada dengan kakak atau abangnya yang lain.


Anna yang melihat itu mengulum senyumnya, betapa dekatnya Mahesa dengan abangnya itu, padahal tadi Mahesa jelas marah tetapi saat sudah dekat dengan Raditya, ia tidak jadi marah malah ikut belajar bersama abangnya.


"Abang, belajal apa sih?". Tanya Baby Mahesa padanya.


"Belajar matematika dek". Jawab Raditya yang masih fokus pada buku.


"Matematika itu apa bang?". Tanya baby Mahesa padanya.


"Pelajaran perhitungan, misal satu ditambah satu sama dengan dua". Jawab Raditya padanya.


"Oh gitu bangg". Ujar Baby Mahesa padanya.


"Ngerti gitu?". Tanya Raditya menatapnya.


"Ngerti bang". Jawabnya dengan tegas.


"Ah masa? abang ga percaya tuh". Ujar Raditya meledek adiknya.


Baby Mahesa akhirnya marah kembali tapi saat melihat Anna yang tersenyum, ia tidak jadi marah pada abangnya, kini Baby Mahesa pindah duduknya dilahunan Geo membuat abangnya yang agak pendiem tersebut hanya bisa tersenyum tipis.


"Abang senyum tuh lebar bukan kaya gitu". Ujar Baby Mahesa pada Geo.


"Harusnya kaya gimana dong dek?". Tanya Geo sambil tersenyum tipis pada adiknya.


"Kaya gini nih bang". Jawab Baby Mahesa sambil memperagakan pada Geo.

__ADS_1



Geo yang melihat itupun tersenyum gemas pada adiknya, begitupun juga dengan yang lain gemas pada baby Mahesa yang tersenyum seperti itu, Anna menggelengkan kepalanya saat Geo hanya tersenyum tipis padahal adiknya sudah memberikan contohnya.


"Ish abang ga seru ahh, padahal aku udah nyontohin loh bang". Ujar Baby Mahesa kesal.


"Hahah iyaa maafin abang dek, ini abang senyum nihh". Ujar Geo pada adiknya.



"Hahahaa abangg, ngga gitu juga kaliii". Ujar Rachel yang melihatnya.


"Loh salah lagii, katanya harus senyum lebar kan". Ujar Geo menatap kembarannya.


"Ah kamuu mahh sinii heum". Ujar Raditya memeluk leher adiknya.


"Bangg lepass ih geliii". Ujar Geo pada Raditya.



Raditya dan Geo memang kembar tetapi muka mereka berbeda, tetapi keduanya saMa saMa di kagumi oleh para perempuan di sekolah nya, bahkan saat mereka masih kecil pun banyak yang mengagumi Raditya dan Geo begitu pun dengan Ghea dan Rachel.


"Hahaha terus bangg, biar bang Geo kapok". Ujar Ghea yang ikut menertawakan Geo.


"Ngga akan abang lepas, sebelum abang puas hahaha". Ujar Raditya tertawa sambil menggelitiki pinggang adiknya.


"Bunda help me!!". Teriak Geo pada Anna yang hanya melihatnya.


"Aduhh ini ada apa sih rame banget". Ujar Rangga yang baru turun ke bawah.


"Ayahhh, liat tuh abang ihh nyebelin bangett". Ujar Geo padanya.


"Abang kebiasaan deh selalu aja gitu". Ujar Rangga padanya..


"Udah jangan ribut terus ahh, bunda pusing dengernya". Ujar Anna sambil memijitkan kepalanya.


Sontak saja seluruh anaknya terdiam dan Rangga menatap nya cemas, padahal Anna hanya pusing biasa tidak parah tetapi mereka sungguh membuat Anna semakin pusing, bagaimana tidak pusing badan gede tapi tingkah laku seperti anak kecil saja.


"Bunda, maafin kita ya, pasti bunda marah ya sama kita yang selalu aja bikin bunda pusing". Ujar Raditya padanya.


"Sudahlah, bunda tidak papa, kalian lanjutkan, bunda akan ke kamar istirahat". Ujar Anna meninggalkan mereka.


"Sekarang sama ayah aja, kasian bunda capek nguruss kalian, ngurus ayah juga". Ujar Rangga pada mereka.

__ADS_1


"Ngapain juga ayah harus di urus saMa bunda? kan ayah udah gede". Ujar Geo padanya.


"Dasar anak sablengg". Ujar Rangga dengan pelan.


"Aku mendengarnya ayahh". Ujar Geo menatap sebal pada Rangga.


Rangga yang sedang mengajarkan anak anaknya terpaksa berhenti saat mendengar bel berbunyi, Baby Mahesa ikut bersama Rangga untuk melihat siapa yang datang jam 10 pagi, saat membuka pintu rumah terlihat kedua orangtua Rangga dan Anna.


"Ah Oma Opa". Ujar Baby Mahesa menatap mereka.


"Masuk mom dad". Ujar Rangga pada mereka berempat.


"Anna dimana?". Tanya Mommy Alexa pada Rangga.


"Dikamar mom, kepalanya pusing". Jawab Rangga pada mereka.


"Wah rajin nya, cucu oma belajar di hari minggu". Ujar Mommy Jinny membuat kelima anaknya menoleh kecuali Baby Mahesa yang sudah berada di pangkuan Opa David..


Sontak saja ke lima anak Rangga dan Anna menghampiri oma dan opa nya, mereka menyalimi tangan oma opanya satu persatu, Raditya yang melihat kedatangan oma dan opanya pun merasa heran, tetapi ia diam saja biar mereka yang mengatakan tujuan mereka.


"Sebenarnya kedatangan Daddy kesini, ingin mengatakan padamu Rangga, mulai minggu depan kamu akan menggantikan daddy menjadi kepala yayasan di kampus, bukan lagi seorang Dosen". Ujar Daddy Dimitri pada Rangga anaknya.


"Terus bagaimana dengan perusahaan dad?". Tanya Rangga pada Daddynya.


"Tetap sama kamu Rangga, kamu atur saja waktunya". Jawab Daddy Dimitri padanya.


"Ah baiklah dad". Ujar Rangga pada nya..


Beberapa menit kemudian Anna turun ke bawah dan melihat para orangtua, segera saja Anna menghampiri mereka serta menyalimi tangan mereka satu persatu, Anna duduk disamping suaminya serta anak anak kini sudah tidak belajar karena memang sudah selesai.


Anna menatap anaknya Andira yang diam saja sedari tadi seperti memikirkan sesuatu, Anna menyuruh suaminya untuk melihat Andira juga dan Rangga segera menghampiri Andira yang duduk bersebrangan dengannya. Andira yang menyadari ayah nya menghampiri nya pun menoleh.


"Anak ayah kenapa diem aja sih? ngga ngobrol sama yang lain?". Tanya Rangga mengelus rambut anaknya.


"Ngga papa kok ayah, Andira hanya malas saja gerak". Ujar Andira padanya.


"Heum bener sayang? tidak ada yang kamu sembunyikan dari ayah kan?". Tanya Rangga padanya.


"Ngga ada ayahku sayang". Jawab Andira padanya.


"Baiklah jika tidak ada". Ujar Rangga kembali menghampiri istrinya.


Beberapa jam kemudian anak anaknya sudah pada tidur siang, mereka sedang malas untuk bermain di hari libur entah kenapa, tetapi Rangga maupun Anna senang karena mereka berdua tidak akan banyak berjalan jalan di mall, karena mengundang perhatian banyak orang.

__ADS_1


Tetaplah tumbuh besar anak bunda. Batin Anna menatap anak anaknya.


__ADS_2