Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 97


__ADS_3

Dua Tahun Kemudian..


Dirumah kediaman Anna dan Rangga begitu ramai, karena banyaknya anak dan cucu mereka, Rangga menggendong Baby Kendra yang berumur 1tahun 2bulan, merupakan anak dari Kenzo dan Rachel terlihat jelas namanya saja singkatan dari kedua orangtuanya.


"Wah baby ken, udah bisa jalan ternyata ya". Ujar Rangga mengusap rambut cucunya.


"Iya haruslah Yah". Ujar Rachel padanya.


"Ngga nyangka ayah akan dapat cucu sebanyak ini, apalagi jika semua anak ayah sudah menikah dan mempunyai anak, mungkin makin ramai rumah ayah". ujar Rangga pada anaknya.


"Bukannya Ayah juga gitu kan membuat rumah oma dan opa ramai dengan cucunya". Ujar Rachel terkekeh.


"Hahah benar juga apa yang kamu bilang sayang". Ujar Rangga sambil tertawa pada anaknya.


"Bahkan anak ayah dan bunda itu berjumlah enam sedangkan oma hanya melahirkan dua anak". Ujarnya lagi pada Rangga.


"Haha iyaa juga ya sayang, benar apa yang dibilang oleh anak kita, kita mengalahkan para orangtua kita". Ujar Rangga pada istrinya.


Anna hanya tersenyum mendengarnya, memang benar dia dan suaminya bahkan yang lainnya mengalahkan orangtua mereka, bahkan mungkin akan terjadi pada anak anaknya yang sudah menikah, Anna menatap suaminya yang sedang mengusap rambut anak anaknya.


"Ayah sangat menyayangi kalian semua". Ujar Rangga pada anak anaknya.


"Kita juga menyayangi ayah". Ujar mereka pada Rangga.


"Jadi bunda ngga nih?". Tanya Anna sambil pura pura sedih.


"Tentu saja kita juga menyayangi bunda sangatt sangatt". Jawab mereka dengan kompak pada Anna.


"Makasih sayangnya bunda". Ujar Anna mengecup pipi mereka satu persatu.


"Iyaa bunda makasih kembali". Ujar mereka pada Anna.


"Sini peluk bunda sayang". Ujar Anna pada anak anaknya.


Rangga yang melihat itupun tersenyum, ia tidak menyangka akan melihat anak anak serta cucu berada di rumahnya, Kenzo dan Andreas menepuk pundak Rangga membuat mertua mereka tersenyum pada keduanya.


"Terimakasih telah membuat rumah Ayah ramai Ken Dre". Ujar Rangga pada mereka berdua.


"Iyaa ayah sama sama". Ujar mereka berdua kompak.


"Ah ya Ken, gimana perkembangan perusahaan kamu?". Tanya Rangga padanya.


"Semakin berpesat tinggi yah, ya namanya juga perusahaan game". Jawabnya pada Rangga.


"Kalau kamu Dre?". Tanya Rangga menatap Andreas.


"SaMa seperti bang Ken, berkembang pesat yah, semakin banyak yang mengajak kerja sama dengan Andre, tapi Andre harus memilah terlebih dahulu". Jawab Andreas padanya.


"Kenapa harus memilahnya? kamu pikir ini bahan pakan". Ujar Rangga pada menantunya.


"Jaga jaga yah, siapa tau kan ada yang curang , bisa bisa rugi Andre kalau tidak memilahnya dengan benar". Ujar Andre membuat Rangga terdiam.


"Benar juga apa yang kamu katakan, kita memang harus memilah dengan benar, agar tidak terjadinya pencurangan". Ujar Rangga pada Andreas.


Beberapa menit kemudian mereka makan siang bersama, dengan tenang mereka makan hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa.


"Buna". Panggil Bintang dan Bulan pada Ghea.


"Iyaa kenapa sayangnya bunda?". Tanya Ghea pada anak anaknya.

__ADS_1


"Bubul sama Bibin pengen main buna". Jawab Bulan pada Ghea.


"Main aja sana sama abang Ken ada Bang Key juga kan syaang". Ujar Ghea pada kedua anaknya.


"Heum lagi main sama opa buna". Ujarnya pada Ghea.


"Ya bareng dong mainnya sayang". Ujar Ghea sambil tersenyum pada anaknya.


"Baiklah buna". Ujar mereka berdua pada Ghea.


Ting!


...Abang Adit...


...Online...



Gimana nih keren ngga? 😂


^^^Widih keren amat, mau ngapain?^^^


Mau ngeband dongg 😉


^^^Wah emangnya bisa nyanyi?^^^


Wah nantangin inimah , ya bisa lah liat aja di youtube abang


^^^Waww, Okee nanti aku carii di youtube 😂^^^


Udah ah jangan ketawa, nanti nyesel pas liat youtube ternyata punya abang keren 😎


Haruslah, dari pada di injak injak terus harga diri, lebih baik percaya diri aja 😝


^^^Iyaa deh iyaa 🙂^^^


Ghea menyimpan ponselnya setelah abangnya tidak membalas, dia sekarang sedang mengelus perutnya yang masih rata, memang tidak hamil tetapi ia suka sajaa mengelus perutnya seakan sedang hamil saja, membuat semuanya salah paham dengan apa yang dilakukan oleh Ghea.


"Sayang kamu hamil?". Tanya Anna Dan Rangga kompak pada anaknya.


"Ngga bun yah, ngga hamil". jawab Ghea pada mereka berdua.


"Ya terus kalau ngga hamil kenapa kamu terus terusan ngusap tuh perut?". Tanya Anna pasa anaknya.


"Emangnya ngga boleh ya kalau aku ngusap perut aku sendiri? aku suka aja bun ngusap perut gini, kebiasaan waktu hamil bun". Ujar Ghea padanya.


"Tapi beneran kamu ngga lagi hamil kan?". tanya Anna pada anaknya.


"Beneran bunda, coba tanya aja mas Andre". Jawab Ghea pada bundanya.


"Beneran Dre, Ghea ngga hamil?". Tanya Anna pada menantunya.


"Beneran bunda". Jawabnya sambil duduk disamping Ghea.


"Bunda pikir kamu lagi hamil syaang, kayanya seru makin ramai rumah bunda". Ujar Anna terkekeh pada mereka.


"Ngga bunda, anak anak aja masih kecil". Ujar Ghea pada bundanya.


"Heum iya deh kalau begitu". Ujarnya pada anaknya.

__ADS_1


Ting!


...Aura Sayang...


...Online...


Kak Gheaa aku rinduu 🤗


^^^Main lah ke rumah kalau rindu^^^


Mas Cleo nya pelit banget, masa akku gaboleh keluar ihh kaya burung aja di kurung 😬


^^^Hahaha wajar aja lagi bucin diaa 😂😂^^^


Help me Kaak 🤧


^^^Gabisa, nurut sama suami Okee 😂👋🏻👋🏻^^^


Ihh kok Ghea 😡


^^^Inget kamu tuh yaa cepet cepet punya anak, jangan ditunda mulu, kasian nanti anak kamu ketinggalan 😂^^^


Wah nyebelin banget sih kamu kak 😭


^^^Ishh udah ahh, kakak lagi ngobrol nih jadi ga fokus kan, byee adikku 😂👋🏻🤗^^^


Ghea menyimpan ponselnya lalu kembali menyimak mereka yang sedang membahas Raditya dan Geo yang belum menikah, begitupun dengan Natalia dan Marselina yang sedang berkarir, hingga beberapa menit kemudian mereka mendengar suara mobil berhenti.



Datanglah orang yang mereka bicarakan barusan, keduanya menghampiri keluarga nya yang sedang berkumpul, Geo duduk didekat Ghea sedangkan Raditya duduk di dekat Rachel yang duduk disamping suaminya.


"Jadi bagaimana sayang? kalian kapan siap nikah atau mau tunangan dulu?". Tanya Anna pada keduanya.


"Bunda kita baru aja pulang loh malah langsung dikasih pertanyaan itu". Ujar Raditya pada bundanya.


"Dulu bukannya kamu bilang pengen nikah, tetapi sampai sekarang belum ada niat ngelamar Jenni gitu". Ujar Anna menatap anaknya.


"Itu mom, Jenni masih belum bisa menjawab". Ujarnya pada Anna.


"Kalau kamu Geo?". Tanya Anna padanya.


"Geo masih mau kuliah begitupun juga dengan Luna". Jawab Geo pada bundanya.


"Heum baiklah terserah kalian sih". Ujar Anna pada kedua anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka berpamitan pulang pada Anna dan Rangga, menyisakan keluarga kecil Rangga yang hanya sisa 4 anak yang belum menikah, kecuali kedua anaknya Andira dan Mahesa yang masih kuliah dan umurnya juga masih muda.


"Cepatlah kalian berpikir, menikah itu enak loh". Ujar Rangga sebelum meninggalkan kedua putranya.


"Aish mereka pikir semua mudah". Gumam kedua hampir bersamaan.


"Bang kita senasib". Ujarnya terkekeh.


"Benar banget Geo". Ujarnya pada sang adik.


...****************...


Maaf ya akhir akhir ini sering telat updatenya, masih sakit gays :(

__ADS_1


__ADS_2