Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 107


__ADS_3

Lima bulan kemudian ..


Kandungan Laluna bersamaan dengan Aura yang sudah memasuki usia ke 3 bulan, keduanya tidak merasakan yang namanya mual mual atau bisa disebut morning sickness karena suami merekalah yang merasakannya.


"Hubby gapapa?". Tanya Luna pada suaminya.


"Gapapa sayang, daripada kamu yang mual mual seperti ini". Jawabnya dengan lemas.


"Pasti kesiksa ya By?". Tanya Luna dengan sedih.


"Ngga sayang, aku lebih kesiksa liat kamu mual mual atau sakit". Jawabnya pada istrinya.


"Beneran sayang?". Tanya Luna padanya.


"Beneran sayang, ngapain juga aku bohong". Jawab Geo pada istrinya.


"Yaudah sekarang makan dulu yuk, kamu belum makan loh daritadii". Ujar Luna padanya.


"Ngga mau sayang, lemes bangett ngga nafsu makan akunya". Ujarnya pada sang istri.


"Ih paksain hubby". Ujarnya sambil menatap suaminya.


Mau tak mau Geo akhirnya makan berkat paksaan istri dan kedua orangtuanya, tetapi baru saja tertelan makanan nya ia merasa mual tetapi Anna langsung menyuruh anaknya menelannya dengan paksa, hingga akhirnya Geo mampu menghabiskan setengah makanannya.


"Udah bun, Geo gakuatt". Ujarnya sambil berlari ke kamar mandi.


"Bunda hiks hiks Luna gatega liat hubby bunda". Ujar Luna sambil terisak.


"Ya ampun sayang, jangan nangis Luna sayang, nanti juga akan hilang sayang". Ujarnya mengelus menantunya.


"Tapi kasian Hubby bunda". Ujarnya memeluk mertuanya.


"Bunda, Geo pengen buah mangga muda sekarangg". Ujar Geo dengan tiba tiba.


"Yaudah sebentar ya, bunda ambilkan dulu sayang". Ujarnya sambil bangkit dari duduknya.


"Gamau saMa bunda, tapi sama ayah bun". Ujarnya pada Rangga yang sedang baca koran.


Rangga yang mendengar itupun mengangkat wajahnya menatap putranya, ia bangkit dari duduknya daripada cucunya ileran lalu pergi ke taman belakang untuk mengambil buah mangga langsung dari pohonnya.


Rangga pun mengupas serta memotong buah mangga tersebut disertai dengan sambel rujak, hingga beberapa menit Rangga menyimpan nya di meja yang langsung saja Geo makan dengan lahap tanpa merasakan namanya masam sedikitpun.


"Enak Hubby?". Tanya Luna pada suaminya.


"Iyaa enak banget syang kamu mau?". Tanya Geo menawarkan buah mangga tersebut.


"Ah engga usah Hubby, buat kamu aja ya sayang". Jawabnya pada sang suami.


"Yaudah kalau begitu aku habisin ya sayang". Ujar Geo pun dianggyki oleh istrinya.

__ADS_1


"Jangan cepat cepat makannya sayang, pelan pelan aja nanti kesedak loh". Ujar Luna pada suaminya.


"Iyaa boy santai aja makannya". Ujar Rangga melihat putranya lahap seperti belum makan.


"Iyaa ayahh". Ujarnya setelah menelan buah tersebut.


"Anaknya kembar juga ngga nih bun?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Heum kayanya kembar deh, soalnya perut Luna agak besar di usia kehamilannya yang ke tiga bulan". Jawabnya membuat Luna menoleh.


"Beneran bun? pantas saja aku ngerasa hamil kaya udah enam bulan aja bun". Ujarnya menatap mertuanya.


"Iyaa sayang, jika benar kembar kamu harus siap ya menghadapi ketiga anakmu nanti". Ujarnya sambil terkekeh.


"Hah? tiga bun? aku bakal hamil kembar tiga?". Tanya Luna dengan syok.


"Bukan bisa aja bayi kamu kembar dua, ditambah bayi gede yaitu suami kamu". Jawabnya sambil tertawa pelan padanya.


Geo yang mendengar itupun cemberut karena disebut bayi gede, membuat Luna gemas dengan suaminya yang sangat ia cintai dan sayangi, hingga beberapa menit kemudian Geo baru selesai memakan buah mangga muda tersebut.


"Bunda, Geo pengen mancing ikan sama ayah". Ujarnya membuat ketiganya menoleh.


"Mancing Hubby? bukannya kamu gabisa?". Tanya Luna menatap suaminya.


"Kata siapa ngga bisa? bisa kok sayang". Jawabnya pada sang istri.


"Okee tunggu Yahh". Ujarnya pada Rangga.


"Iyaa kan ayah juga mau siap siap". Ujar Rangga pada anaknya.


"Kamu mau ikut sayang?". Tanya Anna pada Luna


"Ikut dong bun, aku mau liat suamiku mancing". Jawabnya dengan semangat.


"Yaudah kita juga siap siap sayang". Ujarnya diangguki oleh Luna.


Beberapa menit kemudian mereka telah siap dengan pakaian untuk memancing, keempatnya masuk ke dalam satu mobil milik Rangga, selama dalam perjalanan Geo begitu tidak sabar ingin memancing ikan bersama sang ayah.


"Ga sabar banget ya Hubby". Ujar Luna menatap suaminya.


"Iyaa ga sabar banget sayang"..Ujarnya sambil mengelus perut istrinya.


"Hahah papah atau ayah atau daddy atau papi ga sabar sayang". Ujarnya sambil mengelus perutnya.


"Kalian belum menentukan panggilan?". Tanya Anna menatap keduanya.


"Belum bun, masih bingung". Jawab Geo pada Anna.


"Ohh yaudah sih mending nanti pas lahiran aja kalian langsung tentukan panggilannya". Ujarnya pada mereka berdua.

__ADS_1


"Oke siap bunda". Ujar mereka berdua pada Anna.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat pemancingan ikan, membuat Geo turun dengan raut wajah sangat senang sekali sambil menggenggam tangan istrinya, mereka sudah duduk di kursi kedua para suami duduk di depan sedangkan para istri dibelakang mereka berdua.



Geo terlihat begitu senang sekali memancing ikan membuat Luna tersenyum melihatnya, begitupun juga dengan Anna yang melihat tawanya Geo sangat membuat hatinya tenang, hingga beberapa menit kemudian Geo dan Rangga mendapatkan ikan.


"Yee Geo dapett ikan lebih gedee daripada ayah". Ujar Geo sambil bersorak senang.


"Iyaa lah ayah ngalah, seharusnya ikan itu yang tadi nyangkut di pancingan ayah bukan kamu". Ujar Rangga pada anaknya.


"Ih mana ada begitu ayah, jangan ngadi ngadi deh". Ujar Geo dengan kesal.


"Mas ih udah ah kasian Geo". Ujar Anna menatap tajam suaminya.


"Iyaa syang engga, maaf ya Geo sayangnya ayahh". Ujar Rangga memeluk putranya.


"Iyaa udah gapapa, mending kita pulang aja tapi sebelum pulang Geo pengen makan seafood". Ujar Geo pada mereka.


"Loh kamu kan alergi! ". Ujar ketiganya pada Geo.


"Bukan aku sih yang makan tapi kalian bertiga". Ujar Geo sambil tersenyum pada mereka.


"Aishh yasudah kita berangkat sekarang". Ujar Rangga pada mereka.


"Okeee Let's gooo"..Ujar Geo dengan semangat memasuki mobil .


Selama dalam perjalanan, Geo begitu manja pada istrinya bahkan sesekali mencium perut istrinya, membuat Rangga yang melihat dari kaca kesal karena ia tidak bisa bermanja dengan istrinya karena sedang menyetir mobilnya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat makan seafood, Geo turun bersama istrinya sedangkan Rangga dengan Anna keduanya bergandengan memasuki tempat tersebut, hingga mereka menemukan sosok yang mereka kenal.


"Loh Cleo, Aura kalian disini juga? ". tanya Anna menatap kedua ponakannya.


"Iyaa bunda, Aura pengen banget makan seafood". Jawabnya pada Anna.


"Tapi kamu ngga alergi kan?". Tanya Rangga pada Aura.


"Ngga ayahh". Jawabnya pada Rangga.


Mereka pun makan seafood bersama kecuali Geo yang hanya memesan nasi goreng, bahkan memesan dengan banyak karena merasakan nasi goreng yang enak menurutnya tetapi itu membuat semuanya menatapnya heran.


*Emang ngga kenyang apa? udah habis berapa piring tuh


Iyaa padahal ganteng, tapi makannya banyak bener


Jijik gue liatnya*


"STOP KALIAN MEMBICARAKAN SUAMI GUE!! ASAL KALIAN TAU DIA ITU LAGI NGIDAM NGEGANTIIN GUE!! JANGAN BANYAK BACOT!!". Teriak Luna dengan amarah.

__ADS_1


__ADS_2