Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 122


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Tengah malam Luna merasakan sakit di perutnya membuat Geo yang merasakan pergerakan pun langsung membuka mata, ia melihat istrinya dengan wajah menahan sakit lalu tatapannya beralih melihat baju istrinya yang basah.


"Gawatt, ketuban nya udah pecah". Ujar Geo langsung menggendong istrinya tanpa merasakan jijik sedikitpun.


"Ayahhh Bundaaa!!". Teriak Geo sambil keluar dari kamarnya.


"Ada apaa Geo?". Tanya Anna dengan tergesa gesa menghampiri putranya.


"Luna mau melahirkan bunda". Jawabnya dengan panik.


"Sayangg, siapkan mobil!!". Teriak Anna pada suaminya.


"Iya sayang". Ujar Rangga langsung berlari keluar rumah di ikuti oleh Geo yang menggendong istrinya.


"Sayang kamu pasti kuat, tahan sayang". Ujar Geo pada istrinya.


"Sakit Hubby". Keluh Luna pada suaminya.


"Iyaa syaang, tahan yaa honey". Ujar Geo sambil mengecup kening istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit keluarga Yunanda, Luna langsung dibaringkan serta dimasukan ke ruang persalinan sementara Geo diam sejenak mengatasi kepanikannya sebelum masuk kedalam ruangan.


Anna dan Rangga mengabari yang lainnya tentang Luna yang sedang melahirkan, beberapa menit kemudian terdengarlah suara tangisan bayi membuat Anna dan Rangga mengucap syukur, mereka berdua saling berpelukan saat mendengar suara tangisan bayi tersebut.


"Cucu kita bertambah sayang". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa Syaang, cucu kita bertambah banyak". Ujarnya terkekeh pada sang istri.


"Makin ramai rumah nanti". Ujarnya pada Rangga.


"Iyaa benar sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Ya tentu sjaa benar sayang". Ujar Anna terkekeh pada sang suami.


Beberapa menit kemudian Luna telah dipindahkan ke ruang khusus keluarga Yunanda, bahkan kini semuanya sudah ada beberapa yang hadir untuk melihat Baby Girl tersebut, Luna tersenyum senang pada mereka yang datang berkunjung.


"Siapa nih nama Baby Girl keponakan kita?". Tanya Rachel padanya.


"Namanya adalah Gisella Ayunda Putri Anggara panggil aja Baby Gisella atau Baby Sella". Jawab Luna sambil menatap anaknya.


"Ah gemas banget sih kamu sayang". Ujar Ghea menatap ponakannya.


"Makasih Aunty Ghea". Ujar Luna tersenyum pada Ghea.


"Iyaa sama sama sayang". Ujarnya menatap Baby Gisella.


"Oh ya mana Bintang dan Bulan? ". Tanya Anna tidak melihat kedua cucunya.


"Ada di kantin bersama yang lainnya bun". Jawab Ghea pada bundanya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu syaang". Ujar Anna diangguki oleh Ghea.


Beberapa menit kemudian anak dan cucu mereka memasuki ruangan dimana Luna di rawat, Gabriel dan Gibran langsung minta di gendong oleh Rangga dan Geo untuk melihat adik mereka berdua, saat melihatnya keduanya tersenyum senang karena adiknya begitu menggemaskan sekali.


"Lucu ya ayah adeknya". Ujar Gibran pada Geo.


"Iyaa sayang lucu sama seperti kalian berdua". Ujar Geo tersenyum pada anaknya.


"Benarkah yah?". Tanya Gabriel pada ayahnya.


"Benar dong bahkan saat kalian masih sekecil adek kalian, banyak yang merebutkan kalian berdua karena pengen gendong kalian". Jawab Geo pada anaknya.


"Wah engga nyangka berarti kita benar benar hebat ya diperebutkan". Ujar Gabriel pada sang adik.


"Hahah iyaa benar bang". Ujar Gibran padanya.


Semuanya kompak tertawa mendengar perkataan Gibran dan Gabriel yang sangat menggelikan, membuat keduanya menatap seluruh keluarga dengan heran karena ditertawakan, tetapi keduanya tidak memperdulikan itu karena fokus menatap adik mereka yang mungil.


"Mami". Panggil Aura pada mertuanya.


"Iyaa kenapa sayang?". Tanya Rania pada menantunya.


"Aura pengen sesuatu deh mam". Jawabnya dengan wajah memelas pada mertuanya.


"Kamu ngidam sayang? pengen apa? ". Tanya Rania pada menantunya.


"Pengen lahiran sekarang mam". Jawaban Aura membuat semuanya terkejut terutama Cleo.


"Sayang kehamilan kamu aja baru mau masuk usia delapan bulan, engga mungkin lahiran sekarang kan". Ujar Cleo kaget menatap istrinya.


"Sayang gamungkin, kecuali kamu operasi sesar lahirannya". Ujar Anna pada Aura.


"Tapi aku pengennya lahiran normal". Ujarnya menunduk pada mereka.


"Yaudah tunggu waktunya aja, jangan dipercepat juga kalau mau lahiran". Ujar Luna dengan lemas.


"Huftt iyaa deh nunggu waktunya aja". Ujar Aura membuat yang lainnya menghela nafasnya lega.


Beberapa jam kemudian mereka semua membubarkan diri karena Luna masih harus dirawat dirumah sakit, tersisa Anna dan Rangga yang akan menginap dirumah sakit walaupun sudah Geo larang tetapi keduanya tetap kekeh ingin menginap.


"Sayang, aku belikan makanan dulu yaa". Ujar Rangga pada istrinya.


"Sekalian buat mereka juga ya sayang". Ujar Anna menatap suaminya.


"Baiklah sayang, Geo kau ingin menitip sesuatu? ayah akan keluar membeli makanan". Ujar Rangga pada anaknya.


"Aku titip cake aja ayahh". Ujar Geo pada sang ayah.


"Baiklah kalau begitu, kalau kamu Luna?". Tanya Rangga menatap menantunya.


"Apa aja ayah, yang penting aku bisa makan". Jawabnya dengan lemas padanya.

__ADS_1


"Okee pesanan diterima". Ujar Rangga sambil keluar dari ruangan tersebut.


Anna menatap suaminya yang sudah keluar ruangan, lalu menghampiri Geo dan Luna yang sedang asik menatap Baby Gisella, keduanya menatap Anna sambil tersenyum tipis membuat Anna juga tersenyum pada mereka berdua.


"Kamu sudah siap mengurus anak lagi sayang?". Tanya Anna menatap Luna.


"Udah siap dong bunda". Jawabnya dengan semangat.


"Engga akan ngeluh lagi kamu Geo?". Kini gantian Anna bertanya pada anaknya.


"Ngeluh? emang kapan aku ngeluh sama bunda?". Tanya Geo menatap bundanya.


"Kamu jangan pura pura engga inget dehh". Ujaar Anna pasa anaknya.


"Asli loh bunda, Geo beneran engga ada inget pernah ngeluh saMa bunda". Elaknya pada Anna.


"Harus bunda ingatkan kembali sayang?". Tanya nya pada anaknya.


"Ish kalian ini jangan ribut nanti Baby Gisella bangun". Ujar Luna menatap keduanya.


"Maaf ya sayang kita engga bermaksud". Ujar Anna pada menantunya.


"Iyaa gapapa kok bunda". Ujar Luna sambil tersenyum tipis pada mertuanya.


"Makasih ya sayang". Ujar Anna pada menantunya.


"Iyaa saMa saMa bunda". Ujar Luna padanya.


Satu jam kemudian Rangga baru kembali karena macetnya perjalanan, ia memasuki ruangan dimana menantunya dirawat membuat ketiganya menoleh pada orang yang sedaritadi mereka tunggu tunggu, Rangga menghampiri istrinya lalu mengecup kening nya.


"Nih pesanan kalian". Ujar Rangga pada mreka.


"Wah makasih ya ayah". Ujar Luna dengan gembira.


"Makasih Sayang". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Rangga sambil tersenyum tipis pada mereka.


"Makasih my Father". Ujar Geo dengan senyum terpaksa.


"Yayaya saMa sama". Ujar Rangga kesal melihat senyuman anaknya.


"Udah lebih baik kita makan dulu". Ujar Anna pada mereka.


"Baik bunda". Ujar ketiganya pada Anna.


Mereka makan dengan tenang tanpa adanya perbincangan karena memang mereka sangat lapar, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun karena memang lapar.


Beberapa menit kemudian mereka memutuskan untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul jam 10 malam, Geo tidur di kursi disamping ranjang istrinya sedangkan kedua orangtuanya tidur di sofa yang agak muat untuk mereka berdua.


Semoga kita selalu diberikan kebahagiaan ya sayang. Batin Luna yang memang belum terlelap.

__ADS_1


...****************...


Like Komen Votenya 😁


__ADS_2