Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 138


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Kandungan Andira sudah memasuki usia ke 8 bulan, sebulan lebih beberapa hari lagi ia akan melahirkan baby twins sedangkan kehamilan Marsya sudah memasuki usia ke 6 bulan, ia juga sama hamil kembar seperti Andira.


"Bagaimana sayang, apa kamu sudah kontraksi?". Tanya Kenan selalu menbuat Andira kesal.


"Mas ih, kan aku udah bilang masih lama". Rengek Andira pada suaminya.


"Iyaa kan mas takut sayang". Ujar Kenan pada istrinya.


"Nih mending kamu usap, baby kita nendang loh". Ujar Andira menarik tangan suaminya.


"Wah iya bener sayang, Baby nya nendang". ujar Kenan dengan raut wajah gembira.


"Iyaa benerkan sayang". Ujar Andira sambil mengusap perut buncitnya.


"Anak ayah ngapain di dalam sana? main bola ya sayang". Ujar Kenan sambil mendekatkan telinganya pada perut sang istri.


Dug


Dug


Dug


Tendangan tendangan dari kedua anaknya membuat Kenan gemas sekali, namun Andira merasakan sakit karena tendangan anaknya begitu keras, tetapi hanya sesaat karena suaminya mengusap serta mencium perut besarnya.


"Baby nya tau kalau ada daddy disini". Ujar Andira pada suaminya.


"Jelas harus tau dong, kan anak kita berdua sayang". Ujar Kenan pada istrinya.


"Kalian bisa ngga jangan bermesraan di depan aku?'. Tanya Marsya dengan cemberut.


"Hahah maaf ya dek". Ujar Andira pada adik iparnya.


"Heum ya gapapa kak". Ujarnya pada Andira.


"Mana suami kamu dek?". Tanya Kenan pada Marsya.


"Ada di kamar lagi ambil sesuatu bang". Jawabnya pada Kenan.


"Ohh gitu, yaudah abang sama kakak ke kamar duluan ya". Ujar Kenan padanya.


"Loh kok aku ditinggal sih". Ujar Marsya sambil cemberut pada mereka.


"Kan nanti suami kamu balik lagi Sya". Ujar Andira pada adik iparnya.


"Heum kalian menyebalkan". Ujar Marsya pada mereka berdua.


"Karena kita pasangan pasti sama dek". Ujar Andira pada Marsya.


"Tau ah, sana deh kalian pergi". Ujar Marsya pada mereka berdua.

__ADS_1


"Yaudah deh kita ke kamar dulu ya Sya". Ujar Andira hanya dijawab anggukkan oleh Marsya.


Beberapa menit kemudian datanglah Anna yang melihat Marsya seorang diri di ruang tengah, membuatnya langsung menghampiri menantunya tersebut dan menyadarkan Marsya dari lamunannya.


"Sayang, kemana yang lainnya? kok kamu sendirian disini?". tanya Anna pada menantunya.


"Yang lain ke kamar, suami aku juga sama bunda, aku disini deh sendirian karena capek juga naik tangga". Jawabnya pada mertuanya.


"Uluh kasian banget sih menantu bunda yang cantik ini, biar bunda temani ya syang". Ujar Anna pada menantunya.


"Asikk makasih ya bunda yang paling cantik". Ujar Marsya sambil memeluk lengan mertuanya.


"Menggemaskan sekali kamu sayang, pasti anaknya juga menggemaskan seperti kamu". Ujar Anna pada menantunya.


"Iyaa semoga aja bunda". Ujar Marsya sambil mengelus perutnya.


"Kemana suami kamu itu? kenapa lama sekali?". tanya Anna pada menantunya.


"Entahlah bunda, mungkin Mas Esa ketiduran di kamar karena sedaritadi aku nunggu ngga turun turun dari kamar". Jawabnya pada Anna.


"Astaga anak itu". Ujar Anna sambil menepuk keningnya pusing.


Beberapa menit kemudian Mahesa baru turun ke bawah namun yang ia lihat istrinya yang tertidur dipaha bundanya, membuatnya merasa bersalah karena pasti istrinya menunggu sedaritadi, Anna yang melihat anaknya turun pun hanya bisa menghela nafasnya kesal.


"Maafin aku ya bunda, garagaraa aku lama jadi Marsya tidur di paha bunda". Ujar Mahesa pada bundanya.


"Harusnya kamu minta maaf sama istri kamu karena sedaritadi dia nungguin kamu lama banget sampai ketiduran". Ujar Anna dengan kesal pada anaknya.


"Iyaa aku tau bunda, tadi aku keasikan bahas bisnis bunda". Ujar Mahesa pada bundanya.


"Iya siap bunda". Ujar Mahesa pada bundanya.


"Okee, bunda jugaa mau ke kamar istirahat". Ujarnya pada sang anak.


"Yaudah bunda hati hati ya ke kamarnya". Ujar Mahesa diangguki oleh Anna.


"Yaudah sana kamu duluan, nanti bunda nyusul sayang". Ujar Anna yang melihat putranya diam saja.


"Kenapa engga bareng aja bunda? kan kita naik lift". Ujar Mahesa pada bundanya.


"Bunda ngga mau, bunda punya trauma soal lift sayang , maaf ya". Ujar Anna sambil menunduk pada anaknya.


"Astaga maafin Mahesa bunda , Mahesa engga ada maksud buat bunda ingat soal trauma bunda". Ujar Mahesa pada Anna.


"Iyaa gapapa kali nak". Ujar Anna pada anaknya.


"Udah sana, kasian Marsya". Ujarnya lagi pada anaknya.


"Baiklah bunda". Ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan Anna sendirian.


Beberapa menit kemudian Anna sampai dikamarnya, ia melihat Rangga suaminya yang memang sedang sakit, ia merasa kasian pada suaminya karena diumurnya yang semakin tua membuatnya harus terus terusan sakit.

__ADS_1


"Cepat sembuh sayang, jangan buat aku khawatir". Gumannya sambil mengelus rambut suaminya.


"Rasanya aku ngga bisa lihat kamu seperti ini sayang". Ujar Anna sambil menatap suaminya.


"UHUK UHUK".


"Sayang kenapa? minum dulu nih". Ujar Anna pada suaminya.


"Rasanya melelahkan sayang, aku gabisa gini terus". Ujar Rangga dengan lemah pada istrinya.


"Ya namanya juga semakin umur bertambah semakin sering kita sakit mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Heum mas pengen makan sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Yaudah aku ambilin dulu makannya ya sayang".Ujar Anna pada suaminya.


"Jangan pergi sayang, panggil aja bibi untuk mengantarkan makanannya ke kamar ". Ujar Rangga memeluk lengan istrinya.


"Yaudah sebentar mas, aku telepon dulu bibinya". Ujar Anna pada suaminya.


"Okee sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


Setelah menelpon bibi yang berada di dapur, Anna kembali menemani suaminya yang terlihat sedang menahan sakit, membuatnya tak tega melihatnya hingga beberapa menit kemudian ketukan pintu membuatnya tersadar.


Rangga makan disuapi oleh istrinya karena ia jika sakit terkadang suka sekali manja, namun itu tidak membuat Anna risih melainkan senang melakukannya, hingga beberapa menit kemudian makanan tersebut habis tak tersisa.


"Minum dulu obatnya ya sayang". Ujar Anna pada suaminya.


"Bentar sayang diemin dulu lima menit". Ujar Rangga pada istrinya.


"Yaudah iyaa Mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Udah sayang, mana obatnya?". Tanya Rangga setelah diam selama limaa menit.


"Ini sayang". Jawabnya sambil menyerahkan obat pada suaminya.


"Sayang, emang efek obatnya gini ya? kok mas jadi ngantuk ya sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Ya emang gitu efek obat syang". Ujar Anna pada suaminya.


"Yaudah kalau gitu kamu temani aku tidur sayang". Ujarnya dengan mata sayunya.


"Iyaa ayok sayang".Ujar Anna pada suaminya.


Tidak butuh lama, Rangga sudah terlelap sedangkan Anna masih mengelus rambut suaminya hingga tak terasa ia pun tertidur dengan tangan masih mengelus rambut suaminya, sungguh kenyamanan yang hakiki.


...****************...


Sekarang sudah masuk puasa gays, bagi yang menjalankan semoga lancar sampai buka ya, maaf kalau saya banyak salah sama kalian :)


Maaf juga seharusnya kemarin aku updatenya tetapi aku terlalu kecapean jadinya aku ketiduran gays maaf ya sekali lagi, mohon maklumi:)

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan :)


Jangan lupa Like, Comment and Votenya ya guys :) Terimakasih sebelumnya :)


__ADS_2