
Tengah malam Anna ditelepon oleh Ghea yang katanya ingin makan nasi goreng buatan nya, mau tak mau Anna bangun dari tidurnya karena tidak ingin cucunya mengeluarkan air liurnya jika tidak dipenuhi keinginannya.
"Menyusahkan saja padahal masih dalam kandungan". Gerutu Rangga pada Istrinya.
"Biarlah mas, namanya juga ngidam pasti beda beda ngidamnya mas". Ujar Anna padanya.
"Heum iya deh sayang". ujarnya pada Anna.
"Syang, anak anak masih tidur pastinya kan". Ujar Rangga pada istrinya.
"Gatau Tuh Kenzo sama Rachel, mereka berdua sering begadang bukan bikin bayi tapi malah main game". Ujar Anna sambil terkekeh diangguki oleh suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman Ghea dan Andreas, pemilik rumah yang memang sedang menunggu mereka di ruang tengah pun membuka pintu dan terlihat Anna serta Rangga, Andreas mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam rumah.
"Bunda bawa nasi gorengnya?". Tanya Ghea padanya.
"Bawa sayang, bentar bunda siapkan dulu yaa". Jawab Anna pada anaknya.
"Biar Andre aja bun, bunda diam aja nemenin Ghea saMa ayah". ujar Andreas padanya.
"Baiklah Dre". Ujar Anna padanya.
Beberapa saat kemudian, Andreas kembali sambil membawa sepiring nasi goreng, lalu menyimpan nya didepan Ghea membuat istrinya tersenyum senang, kemudian memakan nasi goreng buatan bundanya dengan lahap membuat Anna tersenyum senang.
"Enak syaang?". Tanya Anna padanya.
"Enak banget , masakan bunda paling top". Jawab Ghea pada bundanya.
"Yaudah habiskan sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Iyaa bunda". Ujar Ghea pada bundanya.
"Bun, ayah daripada kalian pulang jam segini, mending tidur disini aja yah, bunda sama ayah istirahat aja di kamar, biar Andreas yang menemani Ghea". Ujar Andreas pada kedua mertuanya.
"Baiklah Dre, dimana kita harus tidur?". Tanya Rangga padanya.
"Di lantai dua, ada khusus kamar buat bunda dan ayah, sengaja bikin kamar banyak biar kalian menginap mudah menemukan kamar, karena sudahh Andre kasih tanda di pintu nya dengan inisial AR". Jawab Andreas padanya.
"Menantu idaman banget kamu Dre, yaudah kalau gitu ayah dan bunda ke kamar ya sayang, udah makan jangan langsung tidur gabaik, diamkan selama 5/10 menit". Ujar Rangga pada anaknya Ghea.
"Baik ayahh". Ujar Ghea pada ayahnya.
Beberapa menit kemudian Ghea selesai memakan nasi goreng buatan bundanya, ia mengajak suaminya untuk kembali ke kamar tetapi Andreas menyuruh nya untuk diam sejenak di ruang tengah, karena mengingat nasihat Rangga pada Ghea.
__ADS_1
"Sayang, mau belanja perlengkapan bayi kapan?". Tanya Andreas sambil mengusap perut istrinya.
"Heum nanti aja deh kalau udah 7 bulan sayang". Jawab Ghea sambil memeluk lengan suaminya.
"Yaudah kalau gitu, kamu mau cek jenis kelaminnya?". Tanya Andreas padanya.
"Ngga ah, biar jadi kejutan aja yaa sayang". Jawab Ghea sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.
"Yakin syaang? emang kamu ngga penasaran sama jenis kelaminnya?". Tanya Andreas padanya.
"Ya penasaran sih, tapi pengen jadi kejutan aja, seperti bunda melahirkan aku sayang". Jawab Ghea pada suaminya.
"Yaudah, aku gimana kamu aja syaang". Ujar Andreas sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
"Iyaa syaang". Ujar Ghea pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka masuk ke kamar, sesampainya di kamar Ghea merebahkan tubuhnya perlahan, semakin besar semakin susah saja untuk dia tidur dengan posisi nyaman, Andreas selalu memiringkan tubunya jika tidak nyaman dalam tidurnya.
Keesokkan pagi Anna sudah memasak di dapur rumah anaknya, Ghea dan Andreas yang baru turun merasa tak enak karena bangun kesiangan, sedangkan Rangga sudah minum kopi karena kebetulan ini hari minggu serta ia juga sudah memakai baju yang berbeda karena Andreas benar benar menyiapkan segalanya.
"Selamat pagi bunda, ayah". Sapa mereka berdua pada Anna dan Rangga.
"Pagi juga sayang". Ujar mereka berdua padanya.
"Udah gapapa sayang, wajar karena kalian tidur larut kan". Ujar Anna sambil tersenyum pada anaknya.
"Heum iyaa bunda". Ujar Ghea pada bundanya.
"Ayah, bajunya nyaman ngga?". Tanya Andreas duduk disamping Rangga.
"Nyaman banget, makasih ya Dre udah menyiapkan semuanya". Jawab Rangga tersenyum pada menantunya.
"Iyaa yah saMa saMa, Andre menyiapkan untuk semua kok, ya misal Geo mau nginap disini, ada kamar dan juga baju nya yah". Ujar Andreas padanya.
"Sungguh beruntung Ghea mendapatkan suami seperti mu Dree". Ujaar Rangga menepuk bahunya .
"Bukan Ghea, melainkan aku yang beruntung mendapatkan istri seperti Ghea yah". Ujar Andreas sambil tersenyum menatap Ghea yang sedang membantu Anna.
"Benar, ayah juga beruntung mendapatkan istri ayah, padahal dulu dia sedang dalam lupa ingatan pada Ayah Dre". Ujar Rangga menatap Anna yang tersenyum padanya.
"Apakah ayah dan bunda pernah bertengkar hebat?". Tanya Andreas padanya.
"Tidak, ayah dan bunda tidak pernah bertengkar, bahkan semakin romantis saja". Jawab Rangga padanya.
__ADS_1
"Aku ingin seperti ayah dan bunda". Ujarnya pada Rangga.
Rangga tersenyum melihat istri dan anaknya menghampiri mereka berdua, Anna duduk disamping Rangga sedangkan Ghea duduk disamping suaminya, mereka makan di ruang tengah tidak di ruang makan, karena kemauan Ghea jugA yang ingin makannya diruang tengah.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun , mereka kini sedang berbincang mengenai nama bayi Ghea dan Andreas nantinya , tetapi Ghea belum memikirkannya karena tidak tau anaknya berjenis kelamin apa.
Ting!
...Kak Marselina...
...Online...
Kita cantik ngga?
^^^Ihh cantik bangett kak 😍 kakak ada acara apa?^^^
Kita mewakilkan kelas, untuk tampil di acara pentas seni, pangling kan?
^^^Pangling banget sumpah kak'😍😍😍^^^
Wahh senangnya, andai aja kamu melihat acara pensi kakak, pasti ramai
^^^Aku kan hamil kak', kakak tau sendiri gimana susahnya aku jalan apalagi sebentar lagi sudah memasuki usia 6 bulan^^^
Baiklah, yang penting kamu dan kedua bayi mU selamat sentosa
^^^Iyaa semoga kak, makasih doanya kak^^^
Ghea tersenyum senang membuat ketiga orang menatapnya, tersadar jika mereka menatap Ghea, ia pun memperlihatkan chattannya dengan Marselina, Rangga dan Anna menatap kagum pada kedua ponakannya, yang jarang dandan tapi sekalinya dandan membuat mereka pangling.
"Wah cantik banget sih ponaakan bunda". Ujar Anna saat melihat foto tersebut.
"Bunda dan ayah bisa membedakan Kak Nata dan Kak Selin?". Tanya Andreas membuat Mereka menoleh.
"Kak Nata? Kak Selin siapa?". Tanya Ghea pada suaminya.
"Ya kan, namanya Natalia dan Marselina kan, jadi aku manggilnya gitu biar mudah". Jawab Andreas pada mereka.
"Benar juga ya, biar mudah memanggil mereka". Ujar Ghea menyetujui suaminya.
Beberpaa jam kemudian Anna dan Rangga pamit pulang karena khawatir Andira dan Mahesa mencari mereka berdua, sedangkan Ghea dan Andreas memilih untuk berkunjung ke rumah kediaman Marvello. Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Marvello.
__ADS_1
Andra yang melihat itupun memanggil kedua orangtuanya, Rayzan dan Jessi senang dengan kedatangan mereka berdua, Ghea dengan perlahan berjalan menuju ruang tengah dirumah mertuanya, Jessi langsung saja bercerita panjang lebar padanya.