Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
2 Awal Pertemuan


__ADS_3

tin....tin...tin...


bruk...


''Aduh...." teriak Rita.


"Rita....." Dita menghampiri Rita yang sudah terjatuh.


Orang-orang yang berada disekitaran kampus mulai berdatangan melihat ada yang ketabrak. Mereka pada mengerumunin Rita dan pengendera motor, mereka mulai membantu Rita dan pengendara motor untuk berdiri.


"Mas dan Mbak gak kenapa-kenapa?" kata salah satu orang yang menbantu.


"Gak apa-apa, mbak dan mas terimakasih udah bantu" ucapa Rita.


Setelah memastikan keadaan mereka baik-baik saja mereka pun pergi meninggalkan Rita, Dita dan pengendara motor.


"Mas bisa bawa motor gak sih? kalau gak bisa bawa motor mending jangan bawa motor membahayakan orang lain tau!!" kesel Rita.


Pengendara motor itu tak menghiraukan perkataan Rita dia sibuk mememeriksa motornya apakah ada yang lecet atau rusak. Setelah memastikan tidak ada yang lecet atau pun rusak dia mulai melihat Rita.


"Mbak kalau nyebrang itu liat kiri kanan jangan asal nyebrang kayak gitu!!" ucap pengendara motor.


Rita berjalan kehapatan pengendara motor itu dengan dibantu oleh Dita karna kaki Rita yang luka.


"Mas nyalahin saya, udah jelas-jelas mas yang salah bawa motor gebut-gebut, gak tau kalau ini kawasan kampus..!!" Rita mulai meninggikan nada bicara nya.


"Saya tidak ngebut bawa motor, mbak nya aja tu tiba-tiba nyebrang gak liat-liat."


Dita yang sedari tadi melihat pentengkaran itu mencoba menengahkan, "Rita udah dong berdebatnya nanti kita telat nih masuk kelas."


Rita melihat jam di tangannya 5 menit lagi dosennya masuk kekelas, Rita pun menyudahi pentengkaran itu, "Mas kali ini saya lepaskan kalau saya bertemu mas lagi saya akan minta pertanggung jawaban."


Rita dan Dita pergi meninggalkan pengendara motor itu. pengendara motor itu hanya geleng-geleng kepala dan pergi memakirkan motornya.


****


Sesampai dikelas Rita dan Dita langsung menuju ketempat duduk yang masih kosong dibelakang kelas. Rita mulai melihat mata kakinya yang berdarah, Rita membuka tasnya dan mengambil sebuah kotak P3K, Rita selalu membawa P3K didalam tasnya. Selagi Rita menggobati lukanya datang lah Putri dan Cantika menghampiri Dita dan Rita.


"Hai geas..." sapa Cantika


"Assalamualaikum" sapa Putri


"Walaikumsalam" sapa Dita dan Rita


"Tika lo datang datang bukan nya ucapin salam" ucap Dita


"Heheh..." tawa Cantika sambil menggaruk kepala


"Eh Ri kaki lo kenapa tu?" tanya Putri melihat kearah kaki Rita


"Oh ini, tadi tu ada cowok naik motor tabrak gue dipakiran" jawab Rita yang terus menggobati kakinya


"Ganteng gk cowok nya??" ucap Cantika


Rita dan Putri hanya senyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah sahabat nya.


"Apaan sih lo, bukannya tanya keadaan teman malah cowok itu ditanyain" kesel Dita


"Mana tau kalau ganteng kan bisa kenalin ke gue gitu" Cantika menarik kursi duduk berhadapan dengan Dita dan Rita, "eh kalian tau gak kalau pak Budi bakalan diganti sama dosen baru?" lanjut Cantika.


"Loh kok pak Budi diganti? emang pak Budi mau kemana?" tanya Putri yang sudah duduk di samping kanan Rita.


"Palingan hoax lagi tu, Tika kan kadang kadang suka gak benar beritanya" ledek Dita


"Kali ini gak hoax deh, kata nya pak Budi mau pindah ke jakarta" ucap Cantika serius, "Dosen yang ganti pak Budi juga ganteng" lanjut Cantika mulai menghayalin dosen tersebut.


"Duh Tika lo dapat berita itu dari mana? jangan sampe tu berita hoax" ucap Rita yang sudah menyelesaikan mengobati kakinya.


"Ini kebenaran nya sudah 99,99% karna gue dapat berita dari anak bimbingan pak Budi sendiri"


"lo serius...??" Dita mulai membulatkan mata nya.


"serius lah liat aja nanti siapa yg masuk" Cantika melipatkan tangan didada.


Selagi mereka asik mengobrol masuk lah Pak Budi ke dalam kelas mereka.


"Pagi semua" sapanya


"Pagi pak" sapa seluruh kelas.


Cantika langsung merubah posisi duduk kearah depan.


"Lo bilang bakalan ada dosen baru tu Pak Budi yg masuk" bisik Dita kepada Cantika yg ada didepannya.


Cantika hanya menaikan bahunya menandakan dia juga tidak tau, Cantika mulai tidak bersemangat dengan mata kuliah itu dia menyandarkan kepala nya ke dinding dengan muka sedihnya.


"Di awal tahun 2020 Bapak mau mengucapkan maaf kepada kalian semua karna Bapak telah merusak awal tahun baru kalian dengan kuliah tambahan ini" ucap Pak Budi, "Oke untuk hari ini dan seterusnya Bapak tidak akan mengajar lagi disini, jadi mata kuliah ini bakalan di ganti oleh dosen baru... ayok pak silahkan masuk" Pak Budi memanggil seseorang yang berada diluar untuk masuk.


Cantika yang tadi nya murung gk bersemangat setelah orang itu masuk langsung semangat dan ceria lagi, Cantika membalikan badannya menghadap keteman temannya.


"Tukan benar yang gue bilang tadi, berita gue itu gak mungkin hoax" ucap Cantika dengan semangat.


"Usssttt jangan berisik" ucap Putri menaruh telunjuknya kebibir.


"Udah sana hadap depan lagi jangan gangguin kita dibelakang"kesel Dita


Rita tidak terlalu open dengan suasana dikelas dia hanya sibuk menggambar sesuatu di bukunya. ya Rita senang menggambar, dia selalu menggambar baju atau melukis muka orang, itu yg selalu Rita lakukan disaat bosan melandanya.


Seisi kelas mulai ribut setelah orang yang dipanggil Pak Budi masuk, kecuali Rita dia tidak peduli sama sekali siapa yang ada di depan kelasnya itu.


Dita membulatkan matanya dan mulai memukul lengan Rita yang berada disampingnya tanpa memalingkan wajahnya sedikitpun kearah Rita.


"Ri....Ri.... bahaya ini...." ucap Dita masih memukul legan Rita.


"Apaan sih Dit, ganggu aja deh" Ucap Rita yang masih fokus dengan gambar nya.


"Lo liat dong didepan" Dita melihat kearah Rita lalu menggambil buku Rita.


Rita yang kesel dengan sikap Dita itu mau gak mau dia melihat depan, Rita kanget sampai menjatuhkan pensil ditangan nya.

__ADS_1


"Ri kamu kenapa?"tanya Putri membantu menggambilkan pensil Rita yg jatuh disampingnya.


"Gk kenapa kenapa kok put" jawab Rita dengan senyum.


"Oh ini pensilnya" Putri memberi pensil Rita yang jatuh tadi.


"Makasih Putri" ucap Rita dan menggambil pensil ditangan Putri.


Rita membalikan badan kearah Dita "kok ada cowok itu lagi sih!!" berbisik ke Dita.


"Mana lah gue tau mungkin dia yg gantiin Pak Budi"


"Hmmm sini balikin buku gue" menggambil buku dari Dita.


Rita kembali fokus menggambar tanpa peduli sama sosok didepan kelas itu.


"Anak anak ini Pak Devan yang akan menggambil alih matakuliah ini, seterusnya kalian belajar sama Pak Devan" ucap Pak Budi, "baik Pak silahkan lanjutin pembelajarannya saya permisi dulu" lanjut Pak Budi.


"Baik Pak" jawab Devan menggantar Pak Budi kedepan kelas dan bersalaman.


Devan kembali masuk kedalam kelas, anak anak cewek sudah mulai ribut mereka mulai menanyakan pertanyaan yang tidak penting. Dari pertanyaan menikah, umur, tinggal dimana, ulang tahun kapan dll. Devan hanya senyum senyum saja tanpa menanggapi pertanyaan dari mahasiswanya. Devan mengeluarkan beberapa buku didalam tasnya.


"Baik semua kita akan mulai matakuliah hari ini tentang musik gitar, yang mempunyai gitar dirumah bisa dibawa dimatakuliah selanjutnya" Devan memulai pembelajarannya menjelaskan secara rinci tentang teori musik gitar, mata devan tertuju ke salah satu mahasiswa dikelas yang sedari tadi tidak memperhatikan Devan didepan.


"Itu cewek ditengah yang paling belakang ngapain" ucap Devan melihat kearah Rita.


Rita yang gak tau apa apa hanya melihat kiri kanan lalu melihat kedepan kearah Devan.


"Iya kamu, kamu dari tadi tidak memperhatikan apa yang saya jelaskan, coba kamu kedapan sini dan bawa buku kamu sini"


"****** deh gue" gumam Rita.


Rita berjalan dengan pinjang kedepan dengan membawa bukunya, "iya Pak ke..napa" ucap Rita dengan terbata bata.


"Kemarikan buku kamu sini" Devan mengulurkan tangan.


"Bu..at apa pak"


"Saya mau liat apa yang kamu buat dibelakang sana atau kamu mau langsung keluar dan tidak usah ikut kelas saya lagi" ucap Devan dengan penuh ancaman.


"Duh pak jangan dong masak iya saya gak ikut matakuliah ini nanti saya gak bisa ikut magang dong kalau gak lulus matakuliah ini" ucap Rita dengan muka sedih.


"Itu urusan kamu saya gak peduli, sini buku nya"


Rita mengulurkan bukunya kehadapatan Devan, Devan langsung menggambil buku Rita dan membukanya.


"Saya mau tanyak sama kalian disini, sekarang ini saya sedang mengajar apa?" ucap Devan dengan mengangkat buku Rita.


"Instrumen musik pak" jawab anak anak


''Kamu dengar kan" Devan kembali berhadapan dengan Rita, "terus kenapa kamu malah gambar dimatakuliah saya!" lanjut Devan


"Maaf pak" Rita hanya mampu menundukkan kepala, Rita tidak berani menatap kearah Devan.


"Kalau kamu mau menggabar mending pilih seni lukis jangan seni musik!" devan menyenderkan bokongnya dimeja,


"Baik pak" Rita berjalan keluar kelas tanpa melihat sedikit pun wajah Devan.


"Baik saya lanjutkan pembelajarannya"


Rita berjalan menuju kantin, sesampai di kantin Rita langsung duduk dibangku paling belakang. dikantin tidak rame seperti biasanya karna hari ini libur tidak banyak mahasiswa yang datang. Rita dengan santainya duduk disana sembari kembali menggambar, dia tidak peduli dengan ucapan dosennya tadi dan itu gak membuat Rita menjadi beban.


****


Jam sudah menuju pukul 11.00 wib sebentar lagi kelas Devan selesai, Rita sudah hampir 2 jam duduk dikantin sendirian menunggu teman temannya selesai kuliah.


"Baik anak anak cukup sekian pembelajaran kita hari ini, minggu depan jangan lupa membawa gitar" ucap Devan dan memasukan buku buku kedalam tas lalu Devan pun keluar dari kelas itu.


"Wah ganteng nya Pak Devan kira kira udah punya istri apa belum ya?" ucap Tika melihat kearah tema-temannya dibelakang.


"Astagfiruallah Tika dosa melihat cowok sampek segitunya" ucap Putri sebari memasukan buku kedalam tas


"Eh iya lupa" Tika memukul jidat nya


"Udah ah kita samperin Rita yuk kasihan dia sendirian diluar" ucap Dita berdiri


"Oh iya sampek lupa sama tu anak" Tika buru buru memasukan barang barangnya kedalam tas.


Mereka bertigapun menyusul kekantin tempat Rita berada, mereka melihat Rita asik dengan pensil, buku dan handset yang berada dikuping Rita.


"Asik sendiri tu anak gak ada beban beban nya sama sekali setelah diusir" ucap Tika melihat kearah Rita.


"Gue rasa tu anak gak ada beban sama sekali mungkin kalau dibuka tu kepalanya  gak ada otaknya dia tu hahaha" canda Dita


"Eh udah dong gak boleh ledekin teman dibelakang" Putri mulai menceramahi mereka berdua, ''udah atu kita samperin Rita kasihan dia tu sendirian"


Mereka berjalan kearah Rita dan mengagetkan Rita.


"Woy" teriak Dita dan Tika


"Duh apaan sih kalian ini" Rita melepaskan handset dikupingnya.


Putri, Dita dan Tika ketawa melihat ekspresi Rita yang kanget, mereka bertiga duduk didepan Rita.


"Duh ini anak betah amat dah duduk disini setelah diusir ma dosen" ledek Dita


Rita tersenyum menaruh pensil dan melipat tangan,"duh sahabat sahabat gue capek ya belajar dikelas ya? haus ya? nih nih minum dulu biar dingin kepalanya" Rita kasih minum kemereka.


"Ri nah buku catatan aku, aku tu udah catat semua yang dijelasin Pak Devan tadi dan kamu gak akan ketinggalan pelajaran dari Pak Devan" Putri memberikan buku kepada Rita.


"Wah makasih putri, baik banget cih..." Rita mengambil buku Putri dan menaruhnya kedalam tas.


"Put untuk gue gak ada?" tanya Tika


"Enggak" Putri tersenyum lebar dihadapan Tika


"Makanya Tik apa yang dijelasin dicatat jangan masih melihat muka Pak Devan aja" ledek Dita


Putri, Dita dan Rita ketawa setelah membuat salah satu sahabatnya ngambek.

__ADS_1


"Udah ah gue mau pulang aja dari pada disini diledekin kalin terus" ngambek Tika, "yuk Put kita pulang"


"Yah Tik masa pulang, maaf deh" ucap Dita menarik tangan Tika


"Kalian sih ngeselin" Tika kembali duduk


"Kalian pulang naik apa?" tanya Rita kepada Putri dan Tika


"Biasa lah naik angkot" jawab putri


"Bareng gue aja mau gak?" ucap Rita


"Gak usah deh Ri nanti malah ngerepotin lagian rumah kamu sama kos kita kan jauh" ucap putri


"Udah gak apa apa put" senyum Rita


"Iya Put kan bisa lebih hemat lagi untuk akhir bulan" ucap Tika


"Yasudah deh" ucap Putri pasrah


Mereka berempat pun pergi dari kantin menuju kepakiran, mereka pun tiba didepan mobil Rita. Rita membuka kunci mobilnya lalu mereka pun masuk kedalam mobil Rita, Rita menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.


****


Rita mengantar Cantika dan Putri, mereka berdua tinggal dikos yang sama dan kos mereka tidak terlalu jauh dari kampus hanya 20 menit.


"Oke sudah sampai" ucap Rita


"Makasih Rita Dita" ucap Putri dan Tika sembari turun dari mobil


"Oke" jawab Dita


"Kami pulang dulu" ucap Rita dan melajukan mobilnya.


Setelah melawati jalan macet akhirnya Rita sampai juga dikos Dita, Dita turun dari mobil setelah mengucapkan terimakasih ke Rita. Rita mulai melajukan mobilnya menuju rumah, karna rumahnya dan kos Dita tidak jauh Rita bisa lebih cepat sampai rumah.


"Hah akhirnya sampai rumah juga" gumamnya.


Rita memasukan mobil kedalam garis disana sudah ada pak mamat menunggu Rita.


"Assalamualaikum pak" sapa Rita sembari turun


"Waalaikumsalam" ucap pak mamat, "neng sudah ditungguin ibu ma bapak didalam" lanjut pak mamat


"Eh tumben mama papa tungguin Rita emang ada apa pak?"tanya Rita penasaran


"Pak Mamat juga kurang tau neng, didalam juga ada mas Radit"


"Kak Radit sudah pulang pak?" ucap Rita sangat ngembiri


"Iya neng, baru sampai juga"


"Kalau gitu Rita masuk kedalam dulu deh, pak tolong dicek ya mobilnya" memberi kunci mobil kepada pak mamat,


"Makasih pak" Rita langsung buru buru masuk.


"Assalamualaikum" ucap Rita didepan pintu


"Walaikumsalam" ucap mama Rita dari ruang keluarga, "anak mama sudah pulang"menghampiri Rita yang berada diruang tamu


Rita menyalami mama "oh ya ma katanya kak Radit udah pulang,, mana ma kak Radit" Rita melihat lihat sekeliling rumah


"Ada lagi ngobrol sama papa diruang kerja"


"Oh gitu"


"Yaudh sana bersih bersih dulu abis itu kita makan siang bareng" ucap mama sambil mengelus punggung Rita


"Yaudh Rita kekamar dulu ya ma" Rita berjalan menuju kamarnya.


Rita sudah selesai mandi, Rita pun turun kebawah menuju meja makan. Rita melihat ada mama, papa dan kakaknya sudah berkumpul semua disana.


"Kak Radit" ucap Rita berlari kearah kakaknya, Rita menyalami kakaknya dan memeluknya


"Apa kabar kamu ta?" mengusap kepala Rita


"Hehe baik dong kak, kakak kok gk bilang mau balik bandung hari ini?"


"Mau kasih surprise buat kamu" senyum


"Yaudh nanti lagi ngobrolnya sekarangg kita makan dulu ya" ucap mama menaruh nasi diatas meja.


Selesai makan mereka semua berkumpul diruang keluarga, Rita bercanda dengan kakaknya yang sudah lama tidak bertemu. kak Radit bekerja di jakarta jadi jarang pulang kebandung, kalau pulang paling pas hari libur dan cuti saja. selagi asik bercanda dengan kakaknya papa Rita memanggil Rita untuk duduk berdekatakn dengan papa.


"Rita sini duduk samping papa mama" ucap papa.


Rita bangkit dan duduk disamping papa mama.


"Ada apa pa"


"Papa mau ngomong serius sama kamu"


"Ngomong apa pa" Rita melipat kakinya dan mulai mendengarkan dengan serius


"Rencananya papa sama mama mau menjodohkan kamu sama anak temannya papa" ucap papa menatap Rita


"Hah dijodohkan...." Rita melihat papa mama.


Rita Ratna Sari



Devan Elvano Reza



Radit Aditya Purnama


__ADS_1


__ADS_2