Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 142


__ADS_3

Sebulan kemudian, kehamilan Marsya sudah memasuki usia yang ke 8 bulan, membuat Marsya merasa takut saat akan melahirkan anaknya nanti tetapi suaminya selalu menenangkan dirinya.


"Sayang, udah dong jangan ngelamun terus kamu tuh". Ujar Mahesa pada anaknya.


"Heum aku Tuh takut sayang". Ujar Marsya pada suaminya.


"Ngga usah takut sayang kan ada aku bahkan ada ayah bunda dan yang lainnya sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.


"Heum yaudah kalau gitu, semoga nanti saat aku akan melahirkan kamu ada disamping aku ya sayang". ujar Marsya pada suaminya.


"Iyaa tentu sayang, aku akan ada disamping kamu". Ujar Mahesa pada istrinya.


"Mas Esa". Panggil Marsya pada suaminya.


"Kenapa sayang?". Tanya Mahesa pada istrinya.


"Pengen cimol deh". Jawabnya pada sang suami.


"Cimol sayang? apa itu? mas kok baru denger?". Tanya Mahesa pada istrinya.


"Searching aja mas, masa ngga tau sih mas". Ujarnya pada sang suami.


"Mas belum pernah jajan cimol sayang atapun makanan yang kamu sebutkan sayang". Ujar Mahesa padanya.


"Yang bener kamu mas? masa belum pernah sih? kayanya mas pernah makan tapi gatau namanya deh, sebentar aku liatin fotonya". Ujar Marsya pada suaminya.


"Okee lihatkan fotonya pada mas". Ujar Mahesa pada istrinya.



Marsya menunjukkan foto cimol pada suaminya, Mahesa yang melihat itu menelan ludahnya karena terlihat menggugah seleranya, ia pernah memakannya tetapi ia baru mengetahui bahwa makanan tersebut adalah Cimol.


"Mas, beliin yaa". Ujar Marsya pada suaminya.


"Yaudah mas belikan, kebetulan mas juga pengen, rasanya udah lama ngga makan makanan itu". Ujar Mahesa sambil bangkit dari duduknya.


"Ini namanya cimol Mas Esa ku sayang". Ujar Marsya pada sang suami.


"Iyaa itu intinya sayang, yaudah mas pergi dulu ya sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Iyaa hati hati dijalannya sayang". Ujarnya pada sang suami.


"Okee siap sayang". Ujarnya sambil mengecup kening istrinya serta bibirnya sekilas.


Anna menghampiri Marsya yang terlihat sendirian tanpa ditemani oleh putranya, Marsya menoleh saat merasakan adanya yang menghampiri dirinya ternyata yang menghampirinya adalah mertuanya, Anna duduk disamping menantunya lalu mengusap perut Marsya yang sudah besar.

__ADS_1


"Sayang, kemana Mahesa?" . Tanya Anna padanya..


"Mas Esa lagi pergi buat beli cimol bun, soalnya aku pengen makan itu". Jawabnya pada mertuanya.


"Kayanya enak juga ya, bunda juga udah lama banget ngga makan cimol". ujar Anna pada menantunya .


"Tapi kok Mas Esa ngga tau cimol ya bun?". Tanya Marsya pada mertuanya.


"Masa sayang?". Tanya Anna terkejut pada menantunya.


"Beneran bunda, tadi sebelum berangkat beli cimol aku harus nunjukin foto cimol karena katanya ngga tau cimol itu makanan apa". Jawabnya dengan menggebu gebu pada mertuanya..


"Tapi Mahesa pernah makan bareng bunda kok". Ujarnya pada Marsya.


"Iyaa mungkin saja Mas Esa tidak tau nama makanan apa yang ia makan bunda". Ujarnya pada Anna.


"Ah benar juga apa kata kamu sayang, bunda waktu itu tidak menyebutkan nama makanan tersebut". Ujar Anna pada anaknya.


"Tapi bunda, bunda kan ngga boleh makan cimol kalau sekarang". Ujar Marsya pada bundanya.


"Boleh, hanya saja jangan terlalu banyak, paling Nanti bunda minta aja pada kalian sedikit". Ujar Anna pada menantunya.


"Huft baiklah kalau begitu bunda". Ujar Marsya pada mertuanya.


Beberapa menit kemudian Mahesa telah kembali sambil membawa cimol dengan porsi banyak, Marsya yang melihat itupun merasa senang begitupun dengan Anna. Mahesa meletakkan makanan tersebut dihadapan istrinya dan juga bundanya.


"Iyaa benar bunda, karena rasanya sangat enak". Jawabnya pada sang bunda.


"Benar juga, ini cimol yang pertama kali aku rasa berbeda dengan yang lainnya". ujar Marsya pada mereka berdua.


"Kalau enak yaudah habiskan, bunda cuman makan sedikit aja karena takutnya kenapa napa". Ujar Anna pada mereka berdua.


"Bunda tenang aja, nih aku belikan makanan sehat untuk bundaku tercinta". Ujar Mahesa pada Anna.


"Bunda terharu sayang, terimakasih ya sayang". Ujar Anna saat melihat makanan sehat favoritnya.


"Iyaa sama sama bunda". Ujarnya sambil tersenyum pada bundanya.


Saat mereka sedang asik makan cemilan bersama, datanglah Rangga menghampiri mereka bertiga lalu duduk disamping istrinya, ia menatap cimol serta cemilan sehat kesukaan istrinya yang sebenarnya juga kesukaan Rangga juga.


"Mas ngemil bareng aku aja, ini juga kesukaan kamu kan". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa bener ayah, biar sosweet". ujar Marsya pada mertua lelakinya.


"Haaha baiklah kalau begitu, apa sih yang engga buat kalian berdua". Ujarnya sambil tertawa pelan pada mereka.

__ADS_1


"Ayahh, Marsya istri aku loh kalau ayah lupa". Ujar Mahesa dengan posesif pada istrinya.


"Iyaa ayah tau, ayah engga mungkin lupa boy". Ujarnya pada anaknya.


"Ya siapa tau ayah mulai lupa". Ujarnya sambil terkekeh pada ayahnya.


"Dih mentang mentang umur ayah sudah tidak muda lagi, kamu berani bicara seperti itu pada ayah". Ujarnya dengan sedih.


"Mahesa engga bermaksud seperti itu Ayahh, maafin Mahesa". Ujarnya dengan perasaan bersalah pada ayahnya.


"Yaudah gapapa kok boy, ayah juga sadar diri kok". Ujarnya pada anaknya.


"Ihh ayah jangan gini dong, Mahesa kan udah minta maaf yah". Ujar Mahesa dengan sedih membuat Marsya tersenyum geli melihatnya.


Menggemaskan sekali suamiku inii. Batin Marsya saat menatap suaminya.


Anna mencubit pinggang suaminya agar tidak menjahili putranya tersebut, Rangga yang merasakan kode dari istrinya pun langsung mengerti, ia pun memaafkan anaknya walaupun tidak mempunyai kesalahan fatal.


"Aduh, kebiasaan deh nendangnya keras banget". Ujar Marsya nembuat ketiganya menoleh padanya.


"Aduh anaknya ayah, jangan buat bunda tersiksa ya sayang, kasian kesakitan". Ujar Mahesa sambil mengelus perut istrinya.


"Rasanya mereka langsung ngerti omongan ayahnya deh, soalnya langsung diem aja". Ujar Marsya pada suaminya.


"Wah pintarnya anak ayah, boleh aja nendang ya sayang tapi jangan terlalu keras kasihan bunda". Ujar Mahesa sambil mengecup perut istrinya.


Anna dan Rangga tersenyum haru menatap tingkah laku anaknya pada Marsya, mengingatkan Rangga saat istrinya hamil membuatnya rindu dengan masa masa kehamilan istrinya, hingga beberapa menit kemudian mereka memasuki kamarnya masing masing.


Anna dan Rangga yang sudah memasuki kamar langsung merebahkan tubuh mereka, karena mereka merasa lelah sekali pada badannya hingga tak lama kemudian mereka tidur dengan nyenyak saling berpelukan membuat keduanya nyaman.


Ting!


...Kenzo Menantuku...


...Online...


Ayahh, tolong aku Yahh


Rachel masuk rumah sakitt


Ayahh balas pesanku Yahh!


...****************...


Tak terasa besok puasa Ramadhan yang ke 6 ya guys :) rasanya baru kemarin puasa pertama tuh, semoga kalian selalu lancar dalam menjalani ibadah puasa ini, aamiin yaa rabbal'alamin :)

__ADS_1


Maaf juga ya guys, kebiasaan author selalu lama update bukan disengaja kok', tapi emang terkadang ketiduran terkadang males ngetiknya karena belum ada ilustrasi di pikiran authornya , jadi maaf sekali lagi guys sumpah bulan puasa banyak godaan nya initeh duh ah😭😭


Jangan lupa juga Like and Comment juga Vote ya gays, terimakasih :)


__ADS_2