Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 66


__ADS_3

Lion dan Aera sedang berada di sebuah tempat yang sangat indah sekali, Lion memeluk Aera dari belakang yang sedang melihat pemandangan di depannya serta mengecup leher Aera membuat sang empunya melenguh.


"Sayang". panggil Lion, ya kini mereka menjalin hubungan walau hanya pacaran terlebih dulu.


"Kenapa bang?". Tanya Aera yang masih belum terbiasa memanggil Lion dengan romantis.


"Masih aja belum terbiasa?". Tanya Lion pada Aera.


"Iyaa maaf ya, lagian kita juga baru beberapa hari pacaran jadi aku belum terbiasa". Jawab Aera menunduk.


"Hei, jika sedang berbicara tatap orangnya". Ujar Lion mengangkat wajah Aera agar menatapnya.


"Heum ya maaf bangg". Ujarnya malu.


Lion mencium bibir Aera yang menjadi candu nya, Aera mulai terbiasa dengan ciuman nya bersama Lion, saat Lion akan memasuki tangannya ke baju Aera tiba tiba saja ponsel keduanya berbunyi dan menampilkan nama Anna dan Rangga.


Ting! Ting!


...Abang Rangga...


...Online...


Kalian dimana? kenapa belum pulang? udah jam berapa ini? mentang mentang dikasih izin saMa mom dad.


^^^Iyaa bang bentar lagi Lion dan Aera pulang kok.^^^


...Kak Anna...


...Online...


Dek, kamu dimana sama Lion?


^^^Ini mau pulang kok kak.^^^


Okee cepet ya, ini ponakan pada rindu 🤣


^^^Asyiap bu negara 😂^^^


Keduanya pun beranjak pergi dari tempat tersebut, sebelum mereka pergi Lion mencium kembali bibir Aera dan sedikit **********, lalu mengusap bibir Aera dengan perasaan senang, selama dalam perjalanan mereka mengobrol riang bersama.


"Sayang". Panggil Lion padanya.


"Iyaa kenapa?". Tanya Aera menatap abang yang sudah menjadi kekasihnya.


"Apakah kamu siap jika menikah di umur 20tahun?". Tanya Lion padanya.


"Bukannya ngga siap ya, tapi kita mending lulus kuliah dulu bang, aku mau nikah tapi sesudah lulus kuliah bang". Jawab Aera padanya.


"Heum baiklah kalau begitu, kita jalani aja pacaran ini ya sayang". Ujar Lion pada Aera.

__ADS_1


"Iyaa bang". Ujar Aera padanya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Anna dan Rangga, saat mereka masuk ke dalam rumah terlihat sepasang suami istri sedang duduk disofa sambil tangannya disilangkan, membuat keduanya kikuk karena ditunggu.


"Kemana aja sih lama banget mainnya?". Tanya Rangga menatap keduanya.


"Ketempat yang indah tentunya bang". Jawab Lion dengan santai.


"Kalian sudah makan?". Tanya Rangga padanya.


"Sudah bangg". Jawab keduanya.


"Yaudah sana kalian membersihkan diri dan istirahat". Ujar Rangga pada mereka.


"Okee bang". Ujar mereka sambil berlalu pergi dari hadapan Anna dan Rangga.


Anna dan Rangga bukannya tidak memperbolehkan mereka keluar rumah terlalu lama, hanya saja Rangga takut Lion tidak bisa menahan nya, wajar saja Lion juga lelaki normal, Anna dan Rangga pun akhirnya memasuki kamar mereka.


"Sayang, bikin baby yuk". Ajak Rangga pada istrinya.


"Aku lagi datang bulan mas". Ujar Anna menatap suaminya.


"Yahh, kapan selesainya?". Tanya Rangga dengan wajah lemas nya.


"7 hari lagi mas". Jawab Anna pada suaminya.


"Yaudah mas puasa lagi deh". Ujar Rangga membuat Anna merasa bersalah.


"Iyaa gapapa sayang, menunggu kamu selama bertahun tahun aja mas kuat kok". Ujar Rangga sambil terkekeh pada istrinya.


"Yaudah mas, sekarang mending kita tidur aja yuk". Ajak Anna pada suaminya.


"Iyaa hayu syaang". Ujar Rangga pada istrinya.


Keesokkan harinya , Anna bangun terlebih dahulu untuk memasak sarapan, ia akan memasak makanan kesukaan keluarganya, saat sedang asik memasak masakan nya tiba tiba saja ada tangan kekar yang memeluknya siapa lagi jika bukan Rangga suaminya.


"Mas ngagetin tau". Ujar Anna pada suaminya.


"Hehe iyaa maaf sayang". Ujar Rangga membenamkan wajahnya di leher istrinya.


"Mas geli ihh, lepas dulu dongg, aku kan lagi masak mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa sayang, yaudah kamu lanjutin masaknya, mas mau ngecek kamar anak anak apa udah bangun atau belum". Ujar Rangga pada istrinya.


"Yaudah sana mas". Ujar Anna pada suaminya.


Sebelum pergi Rangga menyempatkan untuk mencium bibir istrinya terlebih dahulu, membuat Anna kesal karena selalu saja begitu, hingga beberapa menit kemudian makanan yang Anna masak sudah jadi.


"Wah kakak masak banyak banget". Ujar Aera dibelakang Anna.

__ADS_1


"Iyaa ini kakak sengaja buatkan makanan kesukaan kalian semua". Ujar Anna pada Aera.


"Aera bantu angkatin ya kak". Ujar Aera pada kakaknya.


"Iyaa Aera, makasih sebelumnya ya". Ujar Anna diangguki oleh Aera.


"Wah wah wah calon istri aku sedang apa ini". Celetuk seseorang membuat keduanya menoleh.


"Lion, kamu masih belum boleh menikah kalau umur kamu belum 25tahun dan Aera harus berumur 24tahun". Ujar Anna membuat Lion melototkan matanya.


"Yang bener aja kak? lama banget dongg". Ujar Lion pada Anna.


"Kalian belum pada dewasa, masih labil tau ngga". Ujar Anna pada keduanya.


"Heum baiklah kak". Ujar keduanya pada Anna.


Beberapa menit kemudian Rangga turun bersama anak anaknya yang sudah siap dengan seragam sekolahnya, Andira dan Mahesa masih tidur pulas dan Anna membiarkan kedua anaknya itu untuk tidur satu jam lagi.


Anna menyuruh mereka semua segera sarapan , anak anaknya senang karena ada begitu banyak makanan kesukaan mereka, semuanya makan dengan lahap masakan Anna membuat sang empunya senang melihat nya.


"Masakan kakak makin the best deh". ujar Aera pada Anna.


"Iyaa benar apa yang dibilang Aera kak". Ujar Lion menyetujui Aera.


"Intinya makin kesini makin enak banget masakan bunda". Ujar Raditya mewakili adik adiknya.


"Ohh ya jelas istri siapa dulu dong". Ujar Rangga sambil tersenyum mangga.


"Sudah jangan muji terus, habiskan sarapan kalian terlebih dahulu". ujar Anna pada mereka semua.


Beberapa menit kemudian mereka menghabiskan sarapannya dengan cepat, setelahnya Lion dan Aera diam terlebih dahulu karena kekenyangan, beda dengan Rangga yang langsung berangkat kerja serta mengantar anak anaknya sekolah.


Kini tersis Anna dan kedua adiknya yang sudah berubah status menjadi pasangan kekasih, Anna menyuruh kedua adiknya untuk pergi menuju rumah sahabatnya Clara, karena Anna harus berada di rumah.


"Emangnya ada apa sih kak?". Tanya Lion padanya.


"Clara pengen bertemu dengan kalian". Jawab Anna pada nya.


"Kenapa ngga kak Clara aja yang kesini??". Tanya Lion padanya.


"Clara sedang hamil dan kehamilannya sangat lemah, bisa aja dia diantar kesini tapi harus sama suaminya sedangkan Kak Alex ada urusan di luar kota". Jawab Anna padanya.


"Terus untuk apa kita kesana? apakah kak Clara ngidam?". Tanya Aera pada Anna.


"Yups 100 buat kamu dek". Jawab Anna pada Aera.


"Baiklah kita berangkat sekarang kak". Ujar Lion diangguki oleh Anna.


"Hatihati kalian ya, sampaikan salamku pada Clara". Ujar Anna diangguki oleh keduanya.

__ADS_1


Setelah melihat keduanya pergi meninggalkan rumah, Anna segera melapor pada kedua orang tuanya karena ada rencana yang harus mereka lakukan, ya mereka akan memberi kejutan pada keduanya.


__ADS_2