Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
3 Perjodohan


__ADS_3

"Rencananya Papa sama Mama mau menjodohkan kamu sama anak teman Papa" ucap Papa menatap Rita.


"Hah dijodohkan...." Rita melihat papa mama, "Tapi Pa Rita masih pengen kuliah, kerja dan ngebahagiain Papa Mama, Rita gak mau nikah sekarang Ma Pa, Rita masih bisa kok cari pendamping hidup sendiri"


"Rita sayang kamu masih bisa kuliah dan juga kami tidak meminta kamu untuk nikah sekarang, kamu kenalan dulu sama dianya kalau kamu yakin sama dia itu terserah Rita mau lanjut atau enggak keputusan masih ditangan kamu sayang" ucap Mama mengelus kepala Rita.


"Benar tu kata Mama, lagian kamu juga gak akan nyesel setelah ketemu dia, anak nya baik kakak pernah tu ketemu dia" ucap kak Radit mencoba menggoda Rita.


"Papa lakuin ini karena Papa sayang sama anak anak Papa, Papa gak mau anak Papa menemukan seseorang yang gak baik, Papa tau Rita bisa mencari pasangan yang baik tapi Papa mau Rita mendapat suami yang bisa ngebimbing Rita menjadi lebih baik lagi, Rita anak perempuan Papa satu satunya Papa mau yang terbaik buat Rita" ucap Papa melihat wajah Rita.


Rita hanya diam pikirannya bercampur aduk, Rita tak tau harus berkata apa dia hanya mampu menundukkan kepala menahan air mata agar tidak terjatuh.


"Ri yakin deh sama kakak dia cowok yang baik kakak pernah satu kampus sama dia, anak nya cukup alim insyaallah shalatnya tidak pernah tinggal anaknya juga sopan kakak cukup yakin dia bisa menjadi imam yang baik buat kamu nanti" ucap Kak Radit mengelus kepala Rita.


Rita mengangkat kepalanya dan melihat kakaknya,"Apa dia sebaya kak Radit atau malah lebih tua lagi?"


"Dia dibawah Kakak 2 tahun deh kalau gak salah" ucap Kak Radit mencoba mengingat ingat lagi.


"Berati beda umur sama Rita 5 tahun dong" Rita mengarahkan mata nya ke Papa, "Rita gak mau sama om om"


"Berati kamu juga bilang Kakak om om dong" Kak Radit membulatkan matanya.


"Kalau kak Radit sih lebih mirip Bapak anak satu" ledek Rita.


"Enak aja Kakak masih muda ya masih banyak cewek yang suka Kakak"


"Mana buktinya Kakak masih jomblo tu hahaha"


"Eh udah dong jangan pada ribut" ucap Mama


"Rita mau dijodohkan tapi dengan syarat Rita mau kenalan dulu sama orangnya, seperti Mama bilang keputusan ada di tangan Rita kalau Rita gak suka perjodohan ini dibatalkan yakan" Rita melihat Mama Papa nya yang tersenyum.


"Iya sayang semua keputusan ada ditangan kamu" ucap Mama memeluk Rita.


"Jadi kapan kamu mau ketemu sama orangnya? biar Papa hubungin dianya" tanya Papa melihat Rita.


Rita mulai berpikir "hmmm minggu aja deh kayaknya hari minggu Rita kosong jadwalnya."


Papa mengangguk anggukan kepalanya "oke Papa bakalan kasih tau dia nya hari minggu datang ke rumah."


"Yaudah gak ada lagi kan, Rita mau ke kamar ya mau istirahat capek" bangkit dari duduk.


"Iya sayang" mama mencium Rita dan dilanjutkan dengan papa.


Rita kembali masuk ke kamar merebahkan badannya di kasur lama menatap langit langit kamar Rita pun tertidur.


****


Malam hari selesai shalat dan makan malam Rita berniat menghubungi teman temannya menceritakan semua yang terjadi hari ini. Rita menggambil hp yang ada dimeja samping kasurnya. Rita mencari grup Whatsapp dia dan teman temannya, setelah menemukannya Rita menekan tombol panggilan video.


grup Whatsapp Friend to Heaven aamiin


"Assalamualaikum" sapa Rita.


"Waalaikumsalam" ucap semuanya.


"Ada apa Ri lo vc kita nih? kangen ya lo sama kita" ledek Tika.


"Siapa juga yang kangen lo Tik" ucap Rita menjulurkan lidahnya, "gaes gue mau curhat" muka sedih.


"Mau cerita apa Ri? cerita aja sini sama kita" ucap Putri dengan lembut.


"Gaes gue mau dijodohin sama orang tua gue...!!" Rita meneteskan air mata.

__ADS_1


"H**ah**....!!" ucap mereka semua terkejut.


"Y**ang benar Ri? lo gak lagi ngeprank kita kan**?" ucap Dita.


Rita hanya menganggukan kepalanya menandakn "iya"


"Alhamdulillah Ri, berati bakalan ada yang ngebimbing Rita dengan tulus" ucap Putri.


"Umi... Rita mau dijodohin kok malah alhamdulillah" ucap Dita dengan heran, lanjut di anggukan dengan Rita dan Dita heran.


"Astagfiruallah kalian ini gimana, kalau Rita dijodohin sama orang tuanya itu bagus, berati orang tua Rita gak mau Rita sampai terkena pergaulan bebas diluar sana dan gak mau juga Rita sampai berbuat zina dengan berpacaran" Putri menjelaskan dengan lembut.


Mereka semua terdiam dengan ucapan Putri, beruntung sekali mereka mendapatkan teman seperti Putri. Dia yang selalu kasih nasehat yang baik buat teman temannya, julukan yang bagus buat Putri adalah Umi.


"Mi Dita mau nanya boleh?"


"Tanya apa Dita tanyain aja" senyum Putri.


"Lo kok mau sih berteman sama kami?" ucap Dita penasaran.


"Hmm... kenapa ya?" Putri menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "ya mungkin kalian orang orang pilihan Allah untuk menjadi teman Putri"


"Emang lo gak takut kalau kami menjerumuskan lo kepergaulan gak baik" lanjut Tika.


"Alhamdulillah selama ini Putri tidak pernah takut untuk berteman sama kalian, dalam berteman sebaiknya tidak memilih milih kita di haruskan berteman sama siapa aja selagi kita sendiri bisa menjaga diri kita dari pergaulan yang tidak baik"


"Subahanallah Put, bersyukur kali kami mendapat teman seperti lo" ucap Rita terkagum dengan ucapan Putri, "maaf ya Put kalau kami belum bisa menjadi teman yang baik buat lo" lanjut Rita.


"Gak perlu minta maaf kita semua masih dalam tahapan belajar, Alhamdulillah Putri bisa berada ditengah tengah kalian memberi energi positif buat kalian walau hanya sedikit" senyum Putri.


"Adem bener ya kalau umi udah kasih penerangan" ucap Dita dan dianggukan oleh mereka semua.


"Udah azan isya tu kita pergi shalat dulu yuk" ucap Putri.


"Waalaikumsalam" ucap mereka semua mematikan telpon.


Rita yang tadinya mau cerita soal perjodohannya sampai lupa karena mereka lebih asik membahas hal lain. Tapi itu membuat Rita sedikit tenang dengan hiburan dari teman temannya. Rita pergi melaksanakan shalat isya setelah shalat Rita langsung tidur.


****


Hari ini Rita tidak ada kuliah setelah shalat subuh Rita bisa tidur lagi dan bangunnya ya agak siangan.


Ting...


Ting...


Ting...


Suara pesan masuk dari hp Rita, Rita meraba raba kasurnya mencari keberadaan hpnya itu. setelah menemukannya Rita sedikit membuka mata melihat siapa yang chat dan mengganggu waktu tidurnya itu. "Friend to Heaven" itu chat dari grup mereka, Rita membuka chatnya yang sudah mencapai 50 pesan yang isinya spaman dari Tika.


"Grup Friend to Heaven"


Tika : Assalamualaikum, pagi gaes....!!!


Putri : Waalaikumsalam Tika


Dita : Waalaikumsalam,


Apaan sih Tik pagi pagi sudah berisik


Tika : lo Dit udah pagi masih tidur aja


bangun woy bangun.....

__ADS_1


Putri : hihihi...


Tika : gaes... kalian hari ini kemana?


nongkrong yuk kita


gue bosen di kosan terus :(


Dita : gue mau jalan jalan ke alam mimpi


mencari jodoh gue


Putri : Putri sih gak ada kemana mana


paling beresin kamar,


boleh deh kita ngumpul hari ini


Tika : jodoh gak usah dicari nanti juga


datang sendiri, ini Rita kemana ya


Dita : yang pasti masih molor lah dia


tau sendiri Rita kalau gak ada kuliah


bangunnya siang tu


Tika : duh anak gadis bangun kok siang


Putri : jadi jam berapa nih kita ngumpul?


Dita : sore aja gimana? gue mau beresin kosan dulu


Tika : boleh tu


Putri : yaudh putri beresin kamar dulu Assalamualaikum


Dita : waalaikumsalam, Gue juga deh


Tika : lah pada pergi, gue ngapain dong....


woy Rita bangun woy


Rita.... bangun jodoh lo datang tu


Ri.... oh Ri....


anak gadis gak boleh bangun siang siang


gimana nanti punya suami kalau bangun aja siang


yasudh deh gue kekamar Putri aja lah


Apa apaan sih Tika nih ganggu orang tidur aja. Rita mencampakan hp nya dikasur dia pun melanjutkan tidurnya.


****


Hai gaes.... semoga kalian suka dengan cerita yang ku buat ini, terimakasih buat kalian yang sudah menyempatan ceritaku ini.


Gaes kalau aku buat cerita yang lain tapi ceritanya dari kumpulan cerpen atau curhatan kalian sendiri gimana? tulis pendapat kalian dikomentar oke...


__ADS_1


__ADS_2